
Firda sudah tidak sabar menunggu suaminya pulang. Sebentar-sebentar dia melihat jam, belum ada 10 menit ngecek jam lagi.
"Lama banget sih mas Yu, tadi katanya hanya 20 menit ini sudah lebih dari 30 menit tapi belum pulang juga" Firda tampak mondar-mandir menunggu kepulangan suaminya. Lalu dia pun mulai menelpon Yugho namun sayang handphone-nya malah berbunyi nyaring didekatnya.
"Gak jelas nih mas Yu, nyangkut dimana sih kamu mas seneng banget php-in aku.Untung udah jadi suami mas, kalau belum aku perkosa kamu." Firda masih saja ngedumel dalam hati tak lama kemudian suaminya muncul dengan tersenyum lebar menunjukkan kotak hadiah padanya. Firda langsung tersenyum melihat hadiah itu Lalu Yugho menghampiri Firda dan memberikan kotak hadiah itu padanya.
Firda yang sangat bahagia dengan kebaikan suaminya langsung loncat kedalam gendongan suaminya dan dengan sigap Yugho menggendongnya.
"Mamas sayang...cup...cup" Firda memberikan ciuman bertubi-tubi untuk suaminya itu. Yugho segera membawa istrinya kepembaringan.
"Mas hadiah ini apa isinya?"tanya Firda dengan mata berbinar.
"Coba kamu buka saja sayang" Yugho duduk diranjang sambil menyandarkan punggungnya diujung tempat tidur.
Firda dengan semangat membuka kotak itu dan begitu dibuka isinya sekotak alat testpack. Firda terbelalak memandangnya.
"Aku kira jam tangan mas, ternyata testpack" Firda langsung cemberut menatap ke arah suaminya. Yugho hanya tersenyum melihat wajah protes istrinya.
"Coba kamu test yang sekarang" Yugho menyuruh istrinya menggunakan testpacknya sekarang juga.
"Loh, bukannya pagi mas kalau mau ngetest?" Firda nampak bingung dengan permintaan suaminya.
"Besok pagi kita test lagi sayang, kalau perlu satu jam sekali kamu pakai testpacknya. Bukankah mas sudah belikan kamu testpack sekotak hehehe"
"Aku deg-degan mas" Firda nampak memandangi testpack itu.
"Tidak ada salahnya kita mencoba sayang. Kalau pun negatif kita masih punya banyak waktu membuatnya kembali oke" Yugho membesarkan hati Firda agar dia mau mencoba alat tes itu. Akhirnya Firda mengangguk dan dia segera pergi ke kamar mandi untuk mencoba alat itu. Yugho nampak berdiri didepan pintu kamar mandi dengan cemas dan dia tidak putus-putusnya berdoa dalam hati menunggu Firda memberikan hasil tes itu.
Lima belas menit kemudian Firda nampak membuka pintu kamar mandi dengan wajah lunglai dan dia segera duduk diranjangnya.
Yugho tercekat melihat Firda namun dia sudah pasrah dengan hasilnya mungkin memang belum waktunya Tuhan memberikannya keturunan.
Akhirnya Yugho menghampiri Firda, Firda segera menundukkan kepalanya meletakkan kepalanya ditangannya yang ditopang oleh lipatan kakinya. Lalu Yugho segera mengambil hasil test itu dia sudah pasrah dan membesarkan hatinya apapun hasilnya. Namun begitu melihatnya dia nampak tidak percaya dan berkali-kali dipandanginya hasil tes itu tak lama kemudian dia berteriak "IYESSSS....aku akan menjadi seorang papa sebentar lagi" Yugho segera menghampiri istrinya dan langsung menggendongnya serta memutar-mutar tubuh istrinya. Dia sangat bahagia malam ini teramat sangat bahagia.
"Besok kita akan ke dokter sayang. Kita akan ke dokter Dhea, dokter kandungannya nyonya Alma. Setiap bulan mas yang akan mengantar kamu periksa sayang. Cup..cup l love you sayang..i love you istriku" Yugho menghadiahi Firda ciuman bertubi-tubi. Firda tertawa kegirangan.
"Mas kamu seneng kalau aku hamilkan?" Tanya Firda sambil membelai rambut suaminya.
"Sangat....mas sangat bahagia sayang kenapa?" Tanya Yugho bingung.
"Carikan aku sekarang juga sekoteng rasa bon cabe sama martabak manis rasa mie ayam. Aku nggak mau tau pokoknya kamu harus cariin semua yang aku mau titik" jawab Firda.
Mendengar permintaan istrinya yang tidak masuk diakal Yugho langsung protes namun Firda tetap tak bergeming dengan permintaannya. Dengan alasan kemauan bayi akhirnya mau tidak mau Yugho keluar rumah juga mencari makanan aneh istrinya. Antara kesal dan bahagia dia tetap melajukan motornya mencari kemauan bayinya (kata Firda).
"Asal jangan aku saja yang disuruh makan lagi dengan makanan aneh seperti itu iihhh..." Yugho langsung bergidik membayangkan permintaan istrinya itu.
Dia pun membeli sekoteng, martabak, mie ayam dan bon cabe. Setelah dia dapat semua permintaan istrinya langsung dia pulang ke rumah.
"Sayang..ini semua permintaanmu. Mas pergi dulu sebentar ya ada tugas mendadak tiba-tiba. Kamu dirumah saja ya sayang, habis makan kamu langsung tidur, jangan tunggu mas karena mas bawa kunci rumah sayang" selesai berkata seperti itu Yugho pun siap-siap untuk keluar lagi.
"Mas, kata orang tua dulu nih jika istri sedang hamil muda tidak boleh ditinggal loh mas, nanti anaknya bisa diambil sama kuntilanak tau. Serem ya, apalagi aku sendiri wah gampang banget itu kuntilanaknya gangguin aku mas" ujar Firda santai sambil makan martabak manisnya.
Yugho kaget dengan perkataan Firda, sebenarnya dia tidak percaya dengan cerita istrinya namun didalam hatinya dia waswas juga meninggalkan istrinya sendiri. Setelah dia melihat istrinya makan martabak dengan normal akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk keluar.
"Sepertinya aku tidak perlu keluar rumah sekarang, karena dia benar makan martabaknya dan juga makan mie ayamnya" ujar Yugho dalam hati. akhirnya dia mengurungkan niatnya dan mengganti celana panjangnya dengan celana santai pendek.
"Baiklah istriku, aku tidak akan meninggalkanmu karena aku tidak mau terjadi apapun terhadap dirimu sayang. Demi kamu apapun aku lakukan"
"Benar sayang, coba saja kamu tes"
"Baikah mas diam sana dan jangan kemana2" Firda memerintahkan suaminya. Lalu dia langsung masuk ke dapur dan memberikan racikan aneh itu kepada suaminya.
"Mas cobain deh sekotengnya enak loh dan harus habis ya mas sayang" Firda menyodorkan sekoteng racikannya yang telah diberi bon cabe tersebut kepada suaminya. Dia segera menyuapi suaminya.
"Mas tidak mau sayang, mas tidak suka" Yugho segera menutup mulutnya. Namun bukan Firda namanya jika dia tidak bisa membujuk suaminya. Yugho sudah meminta ampun namun Firda tetap terus memaksanya memakan sekoteng itu, walau pedas luar biasa namun dia sanggup memakannya, tibalah giliran disuruh makan martabak manis yang tengah-tengahnya sudah diberi mie ayam Yugho langsung kabur, Firda segera menyusul suaminya sambil menunjuk-nunjukkan perutnya kepada suaminya. Jika sudah seperti itu Yugho pun pasrah dan sedikit-demi sedikit dia mulai mengunyah makanan aneh dan super tidak enak itu. Dia berhasil memakan sebanyak 2 potong, setelah itu suaminya masuk ke dalam kamar mandi mengeluarkan semua isi perutnya. Setelah suaminya muntah-muntah barulah dia berhenti menyiksa suaminya.
"Sayang mas sudah tidak kuat lagi" ujar Yugho sambil memegangi perutnya dengan wajah pucat.
"Baiklah mas, tampaknya kamu suka martabak rasa mie ayam itu, lumayan makan 2 potong kamu mas" Firda tersenyum puas.
"Andai kehamilan kamu tidak menyiksaku, aku merasa aman dan bahagia sayang" ujar Yugho lemah.
"Ohhh...jadi maksud mas, sekarang mas merasa tersiksa dengan kehamilan aku gitu?"tanya Firda tidak senang.
"Bukan begitu sayang maksud mas, mas bahagia sekali sayang.Maafkan mas ya" Yugho segera merangkul Firda dan mencium pipinya.
"Kenapa sih kehamilan kamu sukanya menyiksa mas sayang?" tanya Yugho sambil memainkan rambut istrinya.
"Mungkin anak kamu tau mas, kalau ayahnya itu jahat karena sudah mempermainkan hati mamanya dan selalu berselingkuh dibelakang mamanya" ujar Firda sambil bercanda.
"Sayang, tarik kata-katamu itu. Dengar ya walau dulu mas belum mencintai kamu sepenuhnya tetapi mas selalu menjaga hubungan kita. Walau hubungan kita rawan dan terkadang hampir mas khilaf namun entah kenapa wajah kamu selalu hadir menghantui mas sayang. Jika sudah begitu mas hanya bisa beristighfar dan kembali ke jalan yang lurus" jawab Yugho
"Nahkan benar pantas saja anak kamu maunya yang aneh-aneh, untung bukan aku yang disiksa wkwkek" Firda tertawa sambil menyukuri penderitaan suaminya.
"Sekarang kamu harus siap menerima semua penyiksaan dari anak kamu mas. Ingat ya mas kalau aku mau sesuatu itu bukan mauku tapi mau anak kamu mas" Firda mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan menguap.
"Hoaahmm....aku ngantuk mas, aku mau bobo dulu. Kita nggak jadi mainkan?" ujar Firda menggoda suaminya sambil mengangkat bajunya tinggi-tinggi dan memamerkan paha mulusnya. Yugho hanya bisa memandang istrinya sambil menelan ludah.
"Sayang, bukankah kata kamu tadi kamu keluar darah?"
"Iya mas, tadi sekarang sih kayanya udah nggak keluar lagi. Kenapa mas? mau yaaa?" ledek Firda sambil terkekeh.
Yugho hanya tersenyum lalu membuka kaosnya dan hanya menggunakan celana pendek saja. Dia sengaja memamerkan tubuh kekar berotot kepada istrinya. Lalu dia memiringkan tubuhnya menghadap istrinya. Firda memainkan jarinya didada bidang suaminya dan membuat pola-pola abstrak. Yugho hanya memandangi istrinya. Andai saja Firda tidak keluar bercak pasti malam ini mereka sudah bertarung.
"Kita tidur sayang, besok kita harus ke dokter untuk memeriksakan kandunganmu" kemudian Yugho membuka pakaian Firda dan menciumi perutnya.
"Baby sayang...papa dan mama mau bobo dulu, kamu bobo juga ya sayangku. Jangan siksa papa ya dengan kemauan kamu yang aneh-aneh. papa kan sudah minta maaf sama kamu sayang. papa love you baby...cup..cup"
"Hmmm....kalau papa nakal lagi babynya mama bawa kabur loh pah"
"Jangan dong sayang, kalian berdua adalah hidup aku. Aku akan berusaha menjadi papa yang bisa kalian banggakan, cup" Yugho mencium kening istrinya. Namun Firda malah menyerang bibir suaminya. Kali ini mereka hanya perang bibir, Yugho berusaha keras menahan keinginannya, karena dia tidak mau sesuatu terjadi pada buah hatinya. Jika kondisi sudah aman dan dibolehkan oleh dokter baru dia akan menyalurkan semua hasratnya yang tertunda.
Setelah puas dengan perang bibir ala mereka maka Yugho segera menidurkan istrinya setelah Firda tertidur pulas barulah dia tidur sambil memeluk perut istrinya.
**********
Alhamdulillah akhirnya miss rusuh hamil juga mas Yu, aku turut bahagia.🤗
Maaf gaess baru up
Love you all🤗