
"Daddy" panggil Ziel.
"Halo bos kecil bagaimana harimu saat ini? Bahagiakah?" Tanya Daniel sambil memeluk dan menggendong anak kesayangannya itu.
"Little" jawab Ziel.
"Why" tanya Daniel
"because onty Ida gangguin aku dad" jawab Ziel manja.
"Ini...ini...dan ini" Ziel menunjukkan tanda merah bekas gigitan gemas Firda di tangan kanannya
"Owww...nakalnya onty kamu, apa yang harus daddy lakukan boy?" Tanya Daniel sambil menciumi pipi merah Ziel karena dinginnya di arena itu.
"aku mau bite balik onty daddy" jawab Ziel
"Hahahha...no..no..no...bite daddy saja Ziel jangan onty" ujarFirda
"But onty sudah jahat sama aku...bite aku" jawab Ziel
"Sudah...Sudah Ziel, wajahmu sudah memerah ayo kita segera keluar dari sini" ajak Alma pada putranya.
"No mommy aku masih mau stay disini mommy" jawab Ziel.
"Ziel sudah yuk, onty mau makan ice cream nih. Mau ikut gak hayoooo" Firda mendekati dan membujuk Ziel.
Mendengar kata ice cream membuat mupeng wajah Ziel. "I want ice cream onty"jawabnya
"Oke" Firda langsung membawa Ziel keluar dari arena itu dan mereka masuk kedalam toko ice cream sambil memesan kopi disana.
Daniel menggandeng tangan Alma dan segera menyusul kesana.
"Ya ampun Firda" teriak Alma
"Hmmm...apa?" Tanyanya
Alma segera mengambil syal dari tasnya dan memakaikannya di leher Firda.
"Itu cupangan kamu kemana-mana Fir" jelas Alma
"Apa? Oh..cupangan ini" Firda meraba-raba bekas cupangan yang diciptakan Yugho
"Malu tau" bisik Alma
"Ngapain malu? Ini adalah hal yang sangat luar biasa. Sesuai ekspektasi ku dan aku tidak mudah mendapatkan cupangan ini. Asal elo tau Al, gue mesti ngancem mas Yu dulu biar dibuatin cupangan...wkwkwkwk" Firda tertawa.
"Ngancam gimana Fir?" Tanya Alma bingung.
"Gue bilang sama mamas gue. Papah silahkan pilih, mau papa aku cupangin atau aku yang papa cupangin"
"Hahh....serius Aku kamu fir?dasar gelo kamu Firda" Alma terkekeh mendengar omongan ngelantur temannya itu."apa sih yg bikin kamu kesambet sama setan ******?" Tanya Alma lagi.
"Heyy....asal loe tau ya Al, gue terinspirasi sama elo tau wkwkwk" giliran Firda yang tertawa. Alma membuka mulutnya karena bingung. " Kok karena aku sih?" Alma balik bertanya.
"Iyalah...mahasiswa mana yang berani datang ke kampus dengan leher penuh cupangan" ujar Firda santai, sementara Daniel segera mendehem.
"Eh iya ada orangnya...wkwkwk...ampun bang jago" Firda segera menutupi lehernya dengan syal pemberian Alma.
"Mana celline Fir, sekali-kali ajaklah anak kamu jalan-jalan. Kaya gadis aja kamu jalan sendiri padahal sudah punya buntut dirumah"
"Mana boleh sama nyokap gue keluar bawa celline Al, dia lagi sayang-sayangnya sama cucunya. Sebentar lagi anak gue ke geser sama anak kak Suzil hehehe"
"Kenapa bisa begitu Fir?"
"Kakak gue lagi hamidun sekarang dan anaknya berjenis kelamin cowok katanya. Elo tau kan gak ada cowok dikeluarga gue makanya begitu lahir jadi primadona deh anak kakak gue nanti Al. Pindah tahta anak gue ke keluarga mas Yu, kalau keluarga mas Yu kan kebalikan keluarga gue hehehe" Alma nampak menggut-manggut mendengar cerita Firda
"Jadikan kita jenguk Mitha hari ini?" Tanya Firda
"Jadilah, sebentar lagi ya nunggu Ziel selesai makan dulu"
"Bie aku rencana hari ini mau jenguk Mitha ke rumah sakit. Apa hubbie mau mengantarku?" Tanya Alma
"Coba kamu tanya kawan kamu dulu sayang. Dia dirumah atau masih di RS" jawab Daniel
"Di Rumah Sakitlah bie,kan memang aku sama Firda dari kemaren mau kesana menjenguk dia lagi"
"Sayang...tidak ada salahnya menelpon kan?"bujuk Daniel
"Baiklah bie" Alma segera menghubungi Mitha dan menanyakan keberadaannya. Mitha menjawab jika dia sudah ada dirumah. Alma tersenyum sambil melirik suaminya.
"Hehehe...Iya bie, Mitha sudah ada dirumah"
Daniel hanya melirik sekilas dan tersenyum.
"Cup" Alma mencium gemas pipi suaminya.
"Perasaan kemaren masih terbaring lemah kenapa sekarang sudah pulang aja. Beneran sudah sehat si Mitha Al?" Tanya Firda penasaran.
"Sudah tante, aku sudah bicara sama dia tadi. Hayuk kita siap-siap" jawab Alma
"Yes mom but aku masih ingin play disini mom"
"Sayang kita mau kerumah onty Mitha mau jenguk dedek bayi, Ziel mau ikut mommy?"
"Daddy i want stay here, aku masih mau play dad"
"Dengar bos, jika daddy tidak menemani mommy-mu maka nanti akan ada yang menculik mommy-mu bos. Ayolah kita menemani mommy kerumah cewek cantik bos. Besok kita main disini lagi sepuasnya. Gimana bos, oke ?" Daniel berusaha membujuk putranya.
"Yes daddy oke, promise besok kita kesini again dad"
"Siap bos" ujar Daniel lalu bangkit berdiri dan langsung meraih tubuh Ziel dan menggendongnya. Daniel ingin menggandeng Alma tetapi Alma tidak mau karena ada Firda disebelahnya.
(Ziel ngomongnya campur aduk, biasanya daddy dan oma nya mengajak bicara dalam bahasa inggris tetapi mommy dan opanya memakai bahasa indonesia hehehe)
Akhirnya Daniel mengantar istrinya dan Firda kerumah Mitha dengan membawa oleh-oleh tentunya.
Mitha menyambut mereka dengan mata berbinar. Sedangkan Daniel disambut oleh ayah Mitha dan juga Abra.
"Udah seger aja loe mak" ucap Firda
"Aku sudah resmi pisah dengan mas Jo, jadi sudah plong" jawab Mitha
"Hahh...kok cepat banget Mit. Secepat itu Jordan mengiyakan bercerai denganmu?" Tanya Firda penasaran.
Mitha tersenyum kecut.
"Cinta nggak bisa dipaksa Fir, akhirnya ya seperti aku ini"
"Pantas saja Abra sudah berani datang kemari. Jadi kalian benar-benar berpisah ya" ada wajah kesedihan di mata Alma. Temannya yang paling baik malah bernasib seperti ini.
"Gue nggak bisa bayangin kalau Jordan jadi nikah sama elo Al" ujar Firda.
"Pasti lain lagi ceritanya Fir" jawab Mitha langsung.
"Entah kenapa aku merasa jika Mas Jordan itu masih menyimpan rasa sama kamu Al" Mitha menatap wajah ayu nan manis sahabatnya itu.
"Kalian tidak boleh berfikir seperti itu. Cintaku yang pertama dan terakhir itu hanya untuk suamiku. Aku tidak pernah menjalin kasih dengan siapapun yang ada dikepala dan hatiku ya hanya dia" Alma melirik Daniel dengan ekor matanya.
"Akupun sama Al, karena aku sudah terlanjur kecewa dengan mas Jo maka aku menjalin hubungan dengan pria lain. Mungkin kalau aku sabar seperti kamu aku tidak akan mengenal yang namanya perceraian" Mitha mencoba untuk tersenyum
"Tetap sama kita Mit, jika aku tahu daddy punya istri siri juga aku gak akan mau menikah dengan dia" jawab Alma
"Mit, gimana rasanya Jordan dan Abra?besaran mana 'itunya' kalau gue kan udah banyak nyicipin bibir tapi kalau soal 'itu' gue cuma tau rasa laki gue doang" ujar Firda. Alma menjitak kepala Firda." Kebiasaan mau tau urusan 'daleman' orang" ujar Alma sambil tertawa.
Mitha tertawa mendengar pembicaraan Firda." Aku belum pernah berhubungan dengan mas Jordan, hanya waktu pacaran saja aku berciuman dengannya dan menjamah dia waktu aku minum obat perangsang itu. Semenjak kami menikah dia tidak pernah menggauliku. Begitu dia tau aku sudah tidak virgin lagi, dia pisah kamar dan esoknya dia membawa Shinta kerumah kami dan dia tidur bersama Shinta sampai sekarang ini"
"Aahh....nggak seru, kirain mah elo udah nyoba dua-duanya...wkwkwkwk...aauuww ...sakit tau Al, kaya mas Yugho aja kamu demen banget sentilin telinga gue" Firda mengusap-ngusap telinganya sambil memonyongkan bibirnya. Alma dan Mitha hanya bisa tertawa melihat keedanan kawannya itu.
"Lupakan Jordan karena sudah ada Abraham yang akan memberikan kamu kebahagiaan Mith" Alma menepuk-nepuk halus punggung Mitha
"Gue nggak nyangka temen gue pinter banget nyimpen ban serep wkwkwkkw" Firda meledek Mitha
"Aseemmmm kamu Firdaaa" Mitha menoyor pelan kepala temannya itu.
"Kan gue ngomong bener, kenapa masih salah aja sih gue, gue emang tempatnya salah dan dosa?"Firda mengosek-ngosek kakinya dilantai
"Hahahahah" Alma dan Mitha tertawa bersama
"Abra ngajakin aku secepatnya menikah dan tinggal disana tetapi aku bingung. Gak mungkin aku ninggalin orang tuaku yang tinggal semata wayang. Entah mana yang akan aku pilih. Abra mau tinggal di sini tapi tunggu nanti sekitar 5 tahun lagi. Dia masih ingin bermusik dan meneruskan karirnya disana" Mitha memandang wajah kedua sahabatnya itu.
"Kalau aku jadi kamu, aku bawa orang tuaku Mit" jawab Alma
"Kalau gue sih pilih ikut hasbenlah, enak tinggal di LA. Duh jadi pengen kesano dah lama gak liburan ke luar" ujar Firda.
"Seneng ya lihat mereka berdua nyambung ngobrolnya" Mitha melihat keseruan Daniel dan Abra saat sedang berbincang-bincang.
"Tinggal mamas Yu Fir yang belum ngumpul"
"Dia masih dinas bu jam 4 baru pulang. Mau dipecat sama bosnya bolos kerja demi nemenin istrinya ghibah. Kalau gak ada kak Daniel sih udah gue suruh bolos dia hehehe" seloroh Firda
"Kalau mau dipotong gaji silahkan" jawab Alma kalem.
" Suwek...laki bini ngancemnya potong gaji" Firda terkekeh sambil mencubit Alma.
*****
Jordan tampak tercenung setelah kepergian Alma. Kemudia dia tergelak sambil mengeluarkan air mata. Kalian semua meninggalkan aku. Dia dan dia sama saja tidak ada yang tulus menyayangiku.
Dia segera meninggalkan kafe itu sementara Shinta berlari-lari mengejar Jordan.
Hatinya yang tidak stabil membuat jiwanya terguncang. Keluar malam dan pulang pagi setiap hari hingga membuat Shinta hilang kesabaran. Sesabar-sabarnya Shinta akhirnya dia meninggalkan Jordan juga. Kelakuan Jordan yang tidak menganggap keberadaannya membuat hatinya sakit. Dengan berlinang air mata dia pun pergi dari rumah itu dan meninggalkan Jordan sendiri.
******
Masih gemes sama baby Ziel