
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi tapi Firda masih enggan membuka matanya.
"Sayang....ayo bangun, sudah siang lihat tuh matahari sudah ngambek liat kamu yang masih asik tidur" Yugho mengguncang-guncang tubuh istrinya.
Firda mengucek-ngucek matanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya dan begitu melihat suami kesayangannya dia langsung membuang mukanya.
"Heyy...kamu kenapa sayang?"
"Aku malu lah liat kamu sudah ganteng, sementara aku masih bau ilerr...hehehe" ujar Firda sambil menutupi wajahnya.
Yugho menarik wajah istrinya dan mencium kening, pipi, hidung juga bibirnya"..cup...cup..cup"
"Maasss, kenapa di buka semua gordennya, aku masih mau gelipekkan dikasur tau"
"Kamu tidak mau jalan-jalan lihat situasi diluar sayang?"
"Mau, tapi nanti siang aja"
"Ya sudah lanjutkan tidurmu mas keluar dulu ya" Yughopun mulai melangkahkan kakinya.
"Maasss..tungguin aku ikut"
Yugho menghentikan langkahnya dan berbalik melihat istrinya. "Kalau mau ikut cepat mandi sana" perintahnya.
"Mandiin" jawab Firda.
"Tidak mau, nanti kita berakhir tanpa pakaian lagi"
"Hahahaha..kamu mas kaya nggak doyan aja lihat saja nti, aku gak kasih jatah malam ini" ancam Firda
"Kamu yakin nggak mau ngasih jatah nanti malam Fir?"
"Bisa jadi wkwkwkwk" candanya
"Ya sudah jatah bulanan mas potong" jawabnya.
"Aaaaaa...jangan mas, pokoknya tambahin jatah bulanan kan sekarang nambah kerjaannya mas"
"Nambah kerjaan apa?" Tanya Yugho
" Bikin kamu senang mas hehehe"
Yugho pun menghampiri Firda, mengangkat tubuhnya lalu memasukkannya ke dalam bathup. "Ayo cepat mandi mas tungguin kamu si gazebo depan kolam ya Fir"
"Aahh....mas gak asik..aah" lalu Firda segera mandi sambil cemberut dan kemudian berdandan se-cantik mungkin.
Akhirnya Firda menghampirinya suaminya dan langsung memeluknya dari belakang. Yugho menengadahkan wajahnya ke arah Firda dan menciumnya.
"Cup...cup... nah gitu dong, sudah cantik dan wangi istriku"
"Lebayyyyy" Firda tertawa sambil menggelitiki pinggang suaminya.
Yugho tertawa kegelian lalu dia berdiri menangkap tangan Firda dan melilitkan dipinggangnya. Mereka berjalan menuju pintu tanpa melepas ciumannya.
Mereka pergi ke restoran untuk mengisi perutnya yang lapar.Yugho memesankan beberapa menu untuk istrinya dan juga dirinya.
Mereka makan sambil bercanda, Firda lebih sering menjahili suaminya. Namun Yugho nampak sabar menghadapi ulah nakal Firda. Hingga datang seseorang menghampiri mereka dan menepuk pundak Yugho.
"Yugho" tebaknya.
Mendengar namanya dipanggil lalu Yugho mengalihkan pandangannya.
"Andi" jawabnya.
Tampak wajah Yugho tersenyum dengan mata berbinar.
"Heyyy...sobat sudah lama kita tidak bertemu" lalu Andi pun langsung merangkul Yugho.
Yugho pun segera membalas rangkulannya.
"Mana Firnie Go?" Tanyanya
"Dia ada dirumahnya, kenalkan ini istriku" Yugho pun langsung memperkenalkan Firda kepada Andi.
"Oh, ini istri kamu Go? Sorry....sorry saya tidak tahu. Saya Andi teman SMA nya Yugho.
Andi pun mengulurkan tangannya ke arah Firda dan Firda pun memperkenalkan diri.
"Waahhh...bener-bener lu Yugho, metik daun muda" kelakar Andi.
Yugho hanya tertawa mendengar perkataan Andi.
Mereka pun berbincang-bincang sambil tertawa mengingat masa-masa SMA mereka.
Lalu Andi pun melambaikan tangannya kepada seorang wanita dan wanita itu pun menghampirinya.
"Sayang..ini Yugho" dia memperkenalkan Yugho kepada wanita itu.
"Ya ampun Yugho, ganteng banget loe sekarang pinter banget dah Firnie pilihannya, kalau aja bukan pacarnya Firnie udah gue gaet loe dari dulu" lalu wanita itu pun memeluk Yugho.
Yugho tampak salah tingkah saat melihat ke arah istrinya. Diapun melepaskan pelukan wanita itu.
"Nita...kenalkan ini istriku" Yugho memperkenalkan Firda kepada Anita.
Anita tampak kaget. "Go...ini istri kamu?seriously?" Tanyanya hampir tak percaya.
"Iya ini istriku Firda" jawabnya.
"Oh....hayy, aku Anita kawan SMA-nya Yugho" jawabnya.
Anita memperkenalkan diri tanpa mengulurkan tangan kepada Firda.
"Dan dia istriku" Andi menambahkan.
"Yaa..yaa..ya...dan kalian teman SMA-nya mas Yugho? "tanya Firda.
"Kebetulan iya, kalian kapan nikah? Kok nggak ngundang-ngundang kita sih?" Tanya Anita sambil melihat Yugho.
"Kami hanya nikah sederhana saja. Yang penting sah-nya" jawab Yugho.
Mereka tampak manggut-manggut.
"Mas...aku mau ke toilet dulu ya mau pee" ujar Firda.
"Nggak usah mas, cuma ke toilet aja kok" jawab Firda. Lalu Firda bangkit dan pamit pada mereka semua kemudian meninggalkan mejanya menuju toilet.
"Go, aku penasaran kenapa kamu bisa gak jadi sama Firnie sih?padahal kalian sudah lama pacaran loh" tanya Anita sambil sesekali melihat situasi.
"Namanya belum jodoh mau dibilang apa jalani saja yang ada sekarang"
"Elo selingkuh dari Firnie? Kawin sama cabe-cabean? Gue tau soalnya Firnie nggak mungkin menghianatin elo " ujar Anita yang masih penasaran.
"Hay, jangan sembarangan itu istriku loh, kalian jangan macam-macam dengannya" Yugho nampak kesal dengan sebutan cabe-cabean yg disematkan kepada istrinya.
"Oke....oke...sorry pak Letnan"
"Sorry Go, maafin istri gue" jawab Andi.
"Gimana kalau nanti malam kita ke pub?" Ajak Andi.
"Ayolah Go, mumpung kita ketemu disini, jangan ajak istri luh ya gw mau banyak nanya ke elo soalnya" Anita.
"Sorry Go, bini gue masih penasaran sama Firnie..maklumlah soalnya dia yang jodohin kita berdua tapi dia malah gak jadi nikah sama elo" Andi
"Oke jam 9 ya" jawab Yugho.
"Siang amat Go, jam 11 lah enak rame suasananya" ujar Anita.
"Hmmm....baiklah aku nunggu istriku tidur dulu"
"Okey" jawab Andi dan merekapun setuju untuk bertemu nanti malam di pub.
Mereka masih asik saja berbicara, Firda yang melihatnya langsung keluar restoran dan duduk disalah satu saung sambil memesan satu minuman.
Yugho bolak-balik melihat jam tangannya, sudah setengah jam Yugho menunggu Firda namun tidak juga nampak batang hidungnya.
"Di...aku kebelakang dulu ya, istriku sudah setengah jam belum kembali.Aku mau cek dulu" Yugho pun pamit untuk mencari Firda ke toilet.
Setelah mendapat persetujuan dari teman-temannya lalu Yugho beranjak dari tempat itu.
"Sayang....aku gak habis fikir sama Yugho, kenapa dia bisa menikah dengan gadis itu. Bagaimana dengan Firnie? Pasti ada yang nggak benar dengan gadis itu. Aku mau telpon Firnie Di" Nita segera mengambil handphone-nya dan ingin menelpon sahabatnya.
"Nit...jangan telpon disini nanti Yugho tahu, gak enak kita sama dia. Ada istrinya disini" Andi memperingati istrinya.
"Udahlah kamu diam saja" bantah Nita.
Lalu Nita pun tampak sibuk menelpon seseorang.
Sementara Yugho masih mencari-cari keberadaan sosok istrinya.
Dia pun nampak beberapa kali menelpon Firda namun tak ada jawaban.Akhirnya Yugho kembali ke tempatnya dan langsung berpamitan pada Andi untuk mencari istrinya di luar.
Dia keluar dari restoran itu dan mencari Firda. Ditelusurinya tiap sudut mencari keberadaannya. Akhirnya pandangannya tertuju pada seorang gadis yang duduk membelakanginya dengan menggunakan atasan hitam dan celana pendek levi's.
Diapun segera menghampirinya.
"Ditutup mata istrinya hingga Firda meronta-ronta.
"Lepaskan..
Lepaskan... siapa kamu" ujarnya sambil menarik-narik tangan Yugho.
"Baaaaa..."Yugho pun mengagetkan Firda.
"Aihhh...ayang kirain siapa, mana teman-teman mas yang tadi? tanya Firda.
"Ada didalam, mas sudah pamit keluar ingin mencari kamu. Dan kamu kenapa nggak balik lagi kesana. Kamu beneran ke toilet atau tidak sih Fir?" Yugho mengambil minuman Firda dan menghisapnya.
"Aku beneran kesana mas, tapi begitu aku lihat kalian lagi asik ngobrol dan aku dengar ada nama Firnie dibawa-bawa, aku jadi males balik lagi kesana" ujar Firda sambil cemberut.
"Hmmm...begitu ya. Mereka teman SMA ku sayang dan kebetulan mereka itu kenal sama Firnie bahkan yang menjodohkan mereka itu adalah Firnie" Yugho berusaha menjelaskan pada istrinya.
"Huufff...Firnie again..Firnie again, lelah hayati mendengar namanya mas" Firda langsung menyenderkan tubuhnya ke lengan Yugho.
"Sudah jangan dibahas, nanti jelek lagi mood kamu bisa nggak dapat jatah mas nanti malam" Yugho tersenyum sambil mengecup rambut Firda. "Istriku yang paling cantik dan yang paling manis mas akan selalu mencintai kamu" Yugho mencoba merayu Firda.
"Alaaahhh...rayuan gombal mas" Firda langsung mencubit dengan kencang hidung suaminya.
"Aawww....sakit sayang" ujar Yugho seraya memegangi hidungnya yang merah akibat cubitan istrinya.
Firda menahan ketawanya melihat Yugho yang meringis karena ulahnya.
yugho menyampirkan tangannya ke pundak Firda dan merengkuhnya. Lalu tangannya mengusap-usap perut Firda.
"Kira-kira sudah jadi anak atau belum ya Fir hasil pertarungan kita kemaren" tanyanya
"Belumlah mas...baru juga di setor semalam sama kamu mana mungkin langsung jadi, kecuali mas sudah depe-in aku duluan" jawab Firda sambil tertawa.
"Harusnya kita bikin duluan ya, setelah sukses baru mas nikahin kamu hehehe..." ujar Yugho mencandai istrinya.
"Mas kurang gahar sih waktu pacarannya" ucap Firda .
"Gimana mau jadi, setiap mas mau minta kamu bilang, aku masih takut sama mama mas. Hayooo ingatkan kamu?" Yugho mengingatkan Firda.
"Oh iya ya...tapi ya kalau mas langsung nembak aku juga aku pasti pasrah kok, itu kan cuma mukadimah aku saja mas, sebenarnya sih mau banget hehehe"
"Dasar nakal" Yugho
"Dasar gak peka" Firda
Lalu mereka tertawa sambil saling mencubit pipi masing-masing.
Sementara di ujung sana seorang wanita tampak begitu kesal melihat kemesraan mereka berdua.
************
Maaf ya manteman kemaren gak bisa up.
Kecapean habis tarung sama mas Yugho😂 upss salahðŸ¤. Ada kerjaan yang gak bisa ditinggalkan kemaren.
Mau bikin yang ena-ena lagi takut kalian ada muntah😂 gak apa-apa lah ya segini dulu nanti kita lanjut lagi.
Papay zheyengkuh👋🤗