Miss Rusuh

Miss Rusuh
I Love You One Thousand Persen



Perkataan Yugho membuat Firda bimbang. Dia memang mencintai Yugho tapi dia juga mencintai keluarganya. Namun seperti kata Yugho jika orangtuanya tidak menyetujui pilihannya maka tidak ada pilihan lain selain dia harus angkat kaki dari rumah.


"Mas, jangan bikin aku galau. Aku ingin bersamamu namun aku juga tidak ingin meninggalkan orang tuaku, aku takut mas. Mereka pasti akan mencariku dan menyakitimu. Aku tidak ingin kamu kenapa-napa mas".


"Ssttt....dengar Fir apapun yang terjadi kamu harus siap jika aku mengajakmu pergi jauh. Aku akan menculikmu jika orang tuamu tidak merestui hubungan kita". Yugho meyakinkan Firda bahwa dirinya akan bersungguh-sungguh bertanggung jawab jika Firda bersamanya dan tidak akan ada yang akan menyakitinya.


Firda tertegun maka ia hanya mengangguk saja.


"Sudahlah mas kamu sebaiknya pulang sekarang ini sudah malam.Biarkan aku berfikir dulu" ujar Firda lalu dia bangkit berdiri.


"Baiklah aku akan pulang. Aku ingin bertemu dengan keluarga kamu Fir".


Dibelainya pipi Firda dan diselipkannya rambut yang terurai di telinganya.


"Jangan sekarang mas, nanti saja jika aku sudah siap"


Firda pun mengalungkan tangannya dilengan Yugho dan mengajaknya keluar taman.


Yugho berhenti lalu menatap Firda dengan meneliti.


"Jangan kamu bilang jika kamu hanya ingin bermain-main dengan mas saja Fir" Yugho memandang Firda dengan tatapan mengancam.


"Ohhh....upss, bukan begitu mas maksud aku" ujar Firda sambil menutup mulutnya.


"Kakak aku belum menikah mas, mana boleh aku menikah duluan?" Firda menatap Yugho dengan tatapan putus asa.


Yugho memegang bahu Firda dan menatap mata Firda dalam-dalam seolah-olah mengatakan kamu tidak akan bisa lepas dariku.


"Aku tidak perduli Firda, waktuku tidak banyak lagi kecuali jika kamu ingin kehilangan aku untuk selamanya"


Firda menggeleng pelan. "Aku pusing mas masih bingung, cium aku saja mas" pinta Firda.


"Tapi ini bukan ciuman terakhir kita kan Fir?" Yugho bertanya pada Firda untuk meyakinkan dirinya sendiri.Dia takut jika ini adalah ciuman terakhirnya. Dan kehilangan Firda untuk selamanya.


"Ya sudah kalau tidak mau cium aku" Firda lalu melepaskan pegangannya dari lengan Yugho hendak pergi meninggalkannya.


Yugho menarik tangan Firda langsung merengkuh Pinggangnya dan melahap bibir Firda dengan buasnya. Pertukaran saliva diantara merekapun terjadi. Firda tidak tinggal diam dia pun membalas setiap serangan Yugho. Nafas mereka tersengal-sengal namun mereka hanya berhenti beberapa detik saja. Kemudian perang bibirpun berlangsung lagi. Kecup*n, lilitan, lum*tan antar bibir terus saja terjadi. Mereka saling menarik bibir dan lidah mereka kemudian menyesapinya. Mata mereka saling terpejam. Tangan Firda mulai nakal dan menjalar menekan celana Yugho dan meremasnya dengan pelan. Yugho melenguh dan mendesah. Dia tampak menikmati sentuhan Firda. Sementara Firda terus saja menyerang bibir Yugho. Firda nampak puas saat melihat wajah Yugho yang memelas. Tubuh Firda segera dihimpit Yugho dan tampak Yugho menggesek-gesekkan bagian yang menonjol dari balik celananya. Ke perut Firda. Karena tubuh tinggi dan atletis yang Yugho miliki sehingga dengan Mudah dia mengangkat tubuh Firda melingkari pinggangnya. Bagian intim mereka bergesekkan. Firda melampirkan tangannya ke leher Yugho. Merekapun melanjutkan ciuman panasnya sambil menggesekkan tubuh inti mereka.


"Fir...Firda... " tampak susil memanggil-manggil dan mencari adiknya.


Firda melepaskan pagutan bibirnya dan dengan terengah-engah dia menatap Yugho.


"Turunin aku mas, kakakku mengganggu saja " pintanya.


Yugho mengatur nafasnya pelan-pelan dan menautkan keningnya di kening Firda. Akhirnya dia menurunkan tubuh Firda. Di kecupnya kening Firda dengan dalam dan lembut. Yugho merapikan rambut dan pakaian Firda.


"Kakakku sudah memanggilku mas ayo kita kesana".


"Tunggu Fir, aku harus mengatur nafasku dulu karena kamu membangunkannya" wajah Yugho nampak memelas.


"Kita akan melanjutkannya nanti mas, ayo kita kesana mas".


Firda menarik tangan Yugho dan mengajaknya ke depan rumahnya menemui kakaknya.


"Iya kak ada apa?"


"Kamu dari mana kakak mencarimu daritadi Fir. Ini siapa Fir?" tanya Suzilia.


Wajah Suzil nampak menelisik ke arah Yugho. "Kenapa seperti tidak asing ya liat wajahnya. Seperti pernah melihat disuatu tempat tapi lupa dimana ya." ujar Suzil dalam hati dan tampak Suzil seperti mengingat-ingat sesuatu.


"Oh, ini kenalin kak ini mas Yugho.saat ini sih masih pacar statusnya Kak" ujar Firda


Yugho pun nampak menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan suzil. Mereka memperkenalkan nama masing-masing.


"Yugho"


"Suzilia"


"Oke saya pamit masuk ke dalam dulu ya" ucap Suzil dengan sopan.


"Baik Susi dan sekalian saya mau pamit ya " jawab Yugho.


"Oh iya hati-hati dijalan" ujar suzil berbasa-basi. Lalu Firda mendorong tubuh kakaknya agar masuk ke dalam rumah.


"Aku antar mas Yugho dulu ke depan kak" teriaknya sambil menutup pintu rumahnya.


"Kamu gak usah antar mas kemobil. Ayo sekarang masuk sana." Perintah Yugho kepada Firda.


"Tidak mau mas, ada yang ingin ku katakan sebentar" firda mengantar Yugho menuju mobilnya.


"Hmmm...ada apa Fir? Koq tampaknya ada yang kamu khawatirkan". Firda pun berhenti lalu berbalik arah menghadap Yugho.


"Apa sahabat Firnie?yang benar saja kamu sayang" tampaknya Yugho ragu dengan ucapan Firda.


"Aku bicara serius mas, aku mengetahuinya beberapa waktu yang lalu saat kakakku mengajakku makan bersama temannya. Dan yang datang itu ternyata si Firnie mas. Aku sampai kaget dan buru-buru pergi dari restoran itu sebelum Firnie mengenaliku. Dan sialnya kami malah bertemu di toilet sehingga pertengkaran tak dapat dihindarkan lagi mas. Dia menjambak rambutku dan mengatai-ngatai aku mas untung saja tanganku reflek bisa mencakar wajahnya mas"


Yugho nampak merasa bersalah lalu direngkuhnya tubuh mungil firda.


"Maafkan mas sayang, mas telah membawamu ke zona tidak aman sekali lagi mas minta maaf" sambil terus memeluk tubuh Firda Yugho tampak menyesal atas semua masalah yang di timbulkannya.


"Kita akan menghadapi semua bersama Fir. Berjanjilah kamu tidak akan pergi dari sisi mas. Apapun yang terjadi dan berita apapun yang akan kamu dengar nanti kamu abaikan ya sayang".


"Kamu membuatku khawatir mas, apa akan ada skandal besar lagi nanti?"


"Ya...mungkin akan ada berita besar pada akhirnya namun mas akan memastikan posisi kamu akan aman terlebih dahulu Fir. Kamu harus percaya sama mas kamu okey?" Jawab Yugho berusaha meyakinkan Firda.


"Baiklah aku percaya sama kamu mas. Mas pulang sekarang ya sudah malam banget soalnya. Mas kamu mabuk gak sih?mulut mas bau alkohol soalnya.aku mau bilang tanggung soalnya kita lagi civokan mas dan aku sampai lupa gara-gara kamu menyerangku terus" papar Firda.


"Hmmm...mas cuma minum sedikit Fir, alkohol tidak akan membuat mas mabuk justru kamu yang bisa membuat mas lebih dari pada mabuk Fir" Yugho tersenyum sambil mencubit bibir Firda.


"Gila kamu mas kapan-kapan kita tarung siapa yang lebih kuat minumnya" tantang Firda.


"Oke siapa takut" jawab Yugho sambil mengangkat dagu Firda dan memberikan sedikit kecupan "cup".


"Iisssh....ini dijalanan mas masih kecup-kecup aja, dilihat hansip baru tau rasa kamu" Firda mencibir sambil mencubit pinggang Yugho. Yugho meringis ssmbil tersenyum.


"Masuk sana jangan lupa tidur mimpiin mas ya"


"Gak mau ah, lagi malas mimpiin kamu mas"


"Kali saja kamu bermimpi kita bisa main sambil sama-sama mabuk" Yugho tersenyum menggoda Firda.


"Ternyata kamu bisa gila juga ya mas, okey kita akan melakukannya nanti catat tanggal mainnya" Firda menatap Yugho dengan tatapan mata nakalnya sambil menarik ujung bibirnya dan memberikan ciuman di udara.


"Kamu yang bikin mas gila Fir, mas hanya bisa gila jika bersama kamu".


Sambil bersidekap Yugho geleng-gelang kepala dan tersenyum menantang.


"Hehehee...aku juga mau mencoba hal yang gila bersama kamu mas. Aku masuk dulu ya mas sayang...i love you one thousand persen mas" akhirnya Firda masuk ke dalam kamarnya sambil berdendang riang.


Yugho menunggu Firda hingga dia masuk ke dalam rumah baru dia memasuki mobilnya dan menuju kembali ke Rumah Sakit.


"Huhh...yang punya pacar girang sekaleeee" ledek suzil.


"Sssstt....jangan mengganggu bayanganku kak"


"Anak kecil lagaknya sok dewasa. Fir, sepertinya kakak pernah kenal dia deh pernah ngeliat dia dimana gitu. Koq tidak asing ya wajahnya" ujar susil sambil berusaha mengingat-ingat.


"Aahh....kakak jangan lebay deh, dahlah ngapain sih diingat-ingat nanti kakak naksir dia lagi bikin repot aku saja"


Tiba-tiba Suzil menjewer telinga Firda.


"Ini anak kalau bicara bibirnya mesti ditata ulang.Pacar kakak juga tak kalah ganteng Fir sembarang aja kalau bicara kamu"


Sambil mengusap-usap telinganya Firda cengengesan melihat Suzil marah.


"Nyonya Randi kalau marah mirip mama, tangannya berubah jadi kepiting hehehe..." setelah berkata demikian buru-buru Firda masuk ke kamarnya sebelum dikejar Suzil.


****************


Maaf ya gaesss.....kemaren tepar baru nulis setengah gak sanggup lagi ngelanjutinnya.


Tadi pagi baru mendingan langsung ngelanjutin lagi nulisnya.


Kalo nggak ngedrop pengen lanjut lagi nulisnya.


Maaf kalau banyak typo gaess.


Terima kasih yang masih mau menunggu Firda hehehe.....love u all๐Ÿค—๐Ÿ˜


neng Firda



masYuggo



kak Suzil