
"Mas...pulang-pulang wajahmu lebam, memang apa yang terjadi kamu bisa sampai seperti ini?" Tanya Firda sambil menyentuh wajah suaminya.
"Aaww....sakit sayang, jangan kencang-kencang megangnya" Yugho segera memegangi wajahnya.
"Sama seperti dulu sayang, saat pertama kali berkenalan dengan ayah kamu" ujar Yugho sambil mencubit pipi istrinya.
"Aapaa....maksud kamu, mas dihajar oleh ayah Firnie? Memang mas mau balik lagi sama dia?" Firda menatap Yugho dengan kesal.
"Sayangg....dengar dulu maksud mas. Kali ini mas dibuat lebam seperti ini karena mempertahankan kamu. Dan mas sudah mengatakan dengan jelas kepada keluarga Firnie jika diantara kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Lagipula mas sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak. Habis berkata seperti itu mas dihajar sayang"
"Kenapa mas tidak melawan sih?" Firda berkata dengan cemberut.
"Sayang, mana mungkin sih mas melawan orang tua. Mas juga salah sudah mempermainkan keluarga mereka dan semua karena kamu" jawab Yugho.
"Kenapa aku yang disalahkan?"ujar Firda bingung.
"Karena ada sesuatu di diri kamu yang membuat mas tidak bisa meninggalkan kamu"
"Hehehe...lebay ah kamu mas. Kamu saja pernah mengatakan jika aku adalah piala bergilir. Duh sakit banget hati aku saat itu mas"
"Sudah...sudah yang lalu biar berlalu. Lagipula saat itu mas berusaha agar kamu membenci mas. Namun begitu jauh dari kamu mas merasa ada sesuatu yang hilang"
"Wkwkwk...bokiss...bokisss ah kamu mas, sini aku kompresin wajahmu mas" ujarnya sambil melihat-lihat dan memeriksa kembali wajah suaminya, lalu Firda berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan segala sesuatunya.
Namun tak berapa lama "Mas dimana washlap-nya? batu es tidak ada ya mas?" Firda berteriak sambil membuka-buka kulkasnya karena tidak menemukan batu es yang dicarinya.
"Kasih balsam saja sayang, cari di kotak P3K" ujar Yugho
"Kok balsam sih mas?"
"Iya itu balsam khusus buat memar. Itu mas beli waktu ke Thailand 5 bulan yang lalu" ujar Yugho
"Oohh...i see...i see...mas" Firda lalu mencari balsam yang dimaksud oleh suaminya dan mulai mengoleskannya ke luka memar suaminya itu.
"Sayang..besok kita ke dokter ya, mas ingin periksa perut kamu. Semoga saja ada berita baik untuk kita"
"Aku tidak sakit mas, aku fine-fine saja, lagipula kalau aku hamil sudah pasti aku muntah-muntah mas. Lah ini aku sehat wal'afiat sayang" Firda memperlihatkan tubuhnya yang nampak baik-baik saja.
"Tapi kamu mulai ingin makan yang aneh-aneh Fir" ujar Yugho meyakinkan. "Dan biasanya itu pertanda wanita sedang hamil"
"Besok hari pertamaku magang mas sayang"
"Lupakan magangmu, kamu bisa magang dikantor mas. Dan aku rasa Pak Daniel tidak keberatan. Kamu magang dikantor apa sayang? dan siapa pemiliknya. Jangan dikantor tidak jelas ya kamu magangnya sayang"
"Tenang mas, kantornya jelas kok cuma ini Law Firm alias Kantor Hukum. Aku magang dikantor Moreno mas" Firda nampak ragu-ragu untuk mengatakannya.
"Apaa...Moreno?sepertinya mas pernah mendengarnya" Yugho mencoba mengingat sesuatu. "Mantan kamu itukah" tanya yugho penasaran.
"Hehehehe....mas masih ingat saja. Tapi aku tidak punya hubungan apapun dengannya mas, percayalah"
"No...no...no jika ingin magang, maganglah di Kantor mas jangan dikantor lain sayang. Mas tidak akan mengijinkannya"
"Ya ampun mas, aku profesional loh lagipula aku sudah punya suami dan dia juga sudah punya kekasih mas"
"Sekali mas bilang tidak ya tidak sayang. Jika kamu berani melanggarnya maka mas akan menggendong kamu pulang dari sana"
"Hahhh...dasar aneh. Aku pun tidak pernah berhubungan dengan pria manapun selain dirimu mas. Jika harus ada yang dicurigai itu harusnya kamu mas bukan aku" ujarnya sambil cemberut.
"Ingat sayang, stok pria-mu sangat banyak dan terkadang mas pusing dengan sifat kamu itu. Kok bisa cowok-cowok itu nempel sama kamu semua" Yugho mengangkat kedua bahu dan alisnya.
"Dengar ya mas sayang, cowok boleh banyak tapi hati hanya untuk seseorang saja itu semboyan aku loh mas hehehe...gimana mas? boleh ya sayang?"
"Hanya ada satu kata untukmu no...no...dan no jawab Yugho tegas.
"Sekarang waktunya kita tidur sayang" Yugho segera menarik tubuh Firda kedalam pelukannya yang hangat. Sementara Firda masih cemberut tidak suka dengan sifat keras kepala suaminya. Mereka pun tertidur setelah perang fisik dan juga perang adu mulut.
******
Pagi itu Firda bangun sendiri sementara suaminya masih tertidur.
"Aneh...biasanya mas Yugho sudah bangun terlebih dahulu dan makanan sudah siap. Masa aku yang masak sih?bikin ceplok telur aku takut hangus, tetapi perut lapar...hadeeh" akhirnya mau tidak mau dia pergi ke dapur dan membuka isi kulkas.
Diambilnya gunting, lalu cabe-cabe itu pun mulai digunting-guntingnya.
"Cabe sudah selesai tinggal bawangnya. Gimana sih kupas kulit bawangnya, susah amat deh" Firda mencoba mengupas kulit bawang namun pisaunya malah mengenai jarinya.
"Aaawww..." teriaknya.
Yugho yang sedang berada dikamar mandi segera keluar melihat keadaan istrinya.
Dia melihat Firda sedang mengibas-ngibaskan tangannya yang berdarah itu. Diambilnya jari istri nya lalu dihisapnya.
"Aawww....pelan-pelan mas" ujar Firda sambil meniup-niup jarinya.
"Kenapa kamu tidak bangunkan mas sayang. Jika ingin apa-apa bilang dengan mas mu ini. Mas tau kamu belum terbiasa dengan urusan dapur dan urusan rumah tangga. Mas tidak menuntut kamu, namun mas berharap suatu saat nanti kamu akan terbiasa mengerjakannya"
Yugho kembali menghisap jari istrinya. Lalu dia pun mencari kotak P3K dan mengobati luka istri nya dan menutupnya dengan hansaplast.
"Kamu ingin makan apa sayang?" Tanya Yugho.
"Aku mau nasi goreng mas, tapi jangan pakai tomat ya. Aku mau tomatnya diganti dengan apel"
Yugho langsung menghadap Firda.
"Kamu sedang tidak bercanda kan sayang?" Tanyanya
"Tentu saja tidak mas. Aku ingin makan yang sehat-sehat mas" ujarnya sambil tersenyum.
Sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi dan sosis telah tersaji dengan mewah. Dilengkapi dengan potongan apel sebagai acarnya yang sengaja disajikan terpisah. Yugho sudah menunggu saat-saat istrinya menyuruhnya menghabiskan masakannya.
"Wawww....enaknyooo maass" dan dengan lahap Firda memakan nasi goreng buatan suaminya itu tanpa memperdulikan Yugho.
Firda menatap Yugho yang sedang melihat ke arah nasi goreng tersebut. Buru-buru diambilnya piring tersebut dan dia duduk membelakangi suaminya. Dia tidak mau berbagi sarapan pagi dengan suaminya itu.
Yugho hanya bisa menatap istrinya yang sedang makan dengan lahapnya, sementara dia hanya bisa menelan ludah saja.
"Baahhh....giliran aku berharap dibagi malah sesendokpun dia tidak mau membagiku. Giliran makanan yang aneh-aneh akupun yang dikejarnya disuruh untuk menghabiskannya aahhh...."Yugho hanya bisa menghela nafas dengan berat disertai perut yang keroncongan.
"Sayang...apakah kamu tidak mau berbagi denganku?" tanya Yugho dengan wajah penuh pengharapan.
"Tidak mas....tampaknya aku lapar sekali pagi ini, sebaiknya mas bikin lagi deh buat kamu mas" Firda terus mengunyah makanannya tanpa menengok ke arah suaminya.
"Hmmm...ya sudahlah, mas sarapan saja diluar nanti" ujarnya, lalu dia pun masuk kedalam kamar mandi dan melanjutkan membersihkan tubuhnya.
Di dalam kamar mandi Yugho merasa mual dan dia kembali muntah-muntah.
Firda menggedor-gedor pintu kamar mandi, tak lama Yugho membukanya. Firda melihat tubuh suaminya yang begitu lemas lalu dia menyampirkan tangannya dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu kenapa sih mas? muntah-muntah terus, pasti ada yang tidak beres dengan lambungmu mas. Sepertinya kita harus ke dokter mas" Firda terus memijiti kepala suaminya.
"Apa mas masuk angin lagi" tanyanya kembali.
"Aku masakin ya mas, habis itu minum obat nanti jam 10 aku bawa mas ke dokter ya"
"Mas hanya perlu istirahat sayang. Kita tidak perlu ke dokter"
"Okeee....aku lanjut masak dulu ya mas" Firda mencium kening suaminya dan mengusap-usap kepala suaminya lalu dia pun pergi menuju dapur melanjutkan acara masaknya yang tertunda karena tragedi jari kena pisau.
"Dia mencoba membuat dadar telur tetapi karena apinya kebesaran maka gosonglah telur itu. Dilanjut lagi eksperimen ke dua dengan api yang sangat kecil, lamaaa sekali telur itu matangnya. walaupun kebanyakan minyak tapi akhirnya lumayan sukses telurnya tidak hangus. Firda pun tersenyum senang. Lalu difotonya telur yg penuh dengan minyak tersebut dengan status "akhirnya telur dadarku sukses dengan eksperimen yang kesekian kalinya wkwkwkwk"
"Yes, telur sudah jadi aku mau telepon bu sopi" lalu dia pun segera menghubungi bu sopi tersebut.
"Halo bu sopi, buatkan saya nasi goreng yang super enak ya, sekarang saya tunggu tidak pakai lama" ujar Firda.
"Ya ampun neng Firda kenapa tidak dari tadi nelpon saya, ini ibu baru mau jalan kesana" ujarnya.
"Balik lagi bu, buatin saya nasi goreng dulu ya, cepetaann" Firda berkata dengan pelan.
"Baiklah, ibu buatkan sekarang" lalu bu sopi segera menutup telponnya.
"Beres...aku sudah pesan nasi goreng, telur dadar sudah jadi tinggal bikin kopi yang belum" Firda segera membuat kopi untuk suaminya. Namun dia berhenti saat mendengar suara muntahan dari kamar mandi.
"Ya ampun itu mas Yugho belum selesai-selesai muntahnya....iiyyeekkkk" Firda menutup mulutnya sambil bergidik jijik membayangkannya. Namun tak lama kemudian dia pun menghampiri suaminya kembali.
"Mas...kamu hobi banget muntah sih?" tanyanya bingung
"Perut mas mual sayang, adakah buah yang rasanya asam dikulkas yang?" tanya Yugho.
"Ada mas, apel greensmith" jawabnya.
"Ambilkan untuk mas sayang, potong-potong ya dan jangan lupa buatkan sambalnya"
"Kok makan buah pakai sambal mas?pakai gula aja ya yang dikasih cabe mas" tawarnya.
"Baiklah sayang, apapun itu dan sekarang cepat potongin mas apelnya"
"Aahhh....baiklah mas, pagi-pagi sudah minta rujak macam orang ngidam saja kamu mas" dengan malas Firda akhirnya menuju ke dapur dan membuat pesanan suaminya itu.
"Tok..tok...tok...neng Firda" bu sopi mengetuk pintu samping rumah Firda. Dengan segera Firda membukakan pintu tersebut.
"Ini nasi gorengnya neng" bu Sopi langsung menyerahkan bungkusan itu ke tangan Firda.
"Sip....oke bu, kamu penyelamat hidupku"ujarnya sambil tertawa.
"Eleehh si eneng mah, aya-aya wae saja" jawabnya.
Lalu bu Sopi langsung berniat membersihkan rumah Firda terlebih dahulu namun buru-buru ditahan oleh Firda karena Firda menyuruhnya membuat bumbu rujak terlebih dahulu.
"Ahaaa....sudah jadi sepiring nasi goreng+omelet telur+rujak apel. Hmmmm.....ini adalah makanan sehat mas Yu" Firda menghirup aroma nikmat nasi goreng tersebut sambil berjalan menuju kamarnya.
"Sepiring nasi goreng spesial dan rujak spesial sudah jadi untuk paduka yang mulia" Firda membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada suaminya.
Yugho nampak tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Diapun menghampiri suaminya dan menyuapinya. Namun Yugho hanya mau memakan rujak saja dan dia tidak mau menyentuh nasi goreng itu, walaupun nikmat rasanya.
"Mas, aku sudah masak loh untuk kamu, masa sih tidak kamu cowel sedikitpun" Firda mulai memprotes suaminya. "Tadi saat aku makan, kamu tuh tampaknya mupeng banget,giliran sudah dibuatkan malah dicuekin" dia pun memasang muka kesal.
"Sayang...maafkan mas ya, mas tidak nafsu liat nasi goreng itu. Kalau ada waktu nanti kamu beliin mas jeruk lemon ya sayang. Mas tidak tahan dengan rasa mual ini"
"Ayolah mas kita ke dokter saja, aku khawatir lihat keadaan kamu seperti ini. Kamu tau sendirikan keluarga kamu, nanti yang ada aku lagi pasti yang disalahkan. Mau ya mas kita kerumah sakit sekarang" Firda nampak frustasi sekali melihat keadaan suaminya.
"Sayang..biasanya mas yang mengurus kamu, kini saatnya kamu yang mengurus mas sayang" Yugho nampak tersenyum melihat wajah frustasi istrinya.
"Jujur ya mas, mendingan aku saja yang sakit mas jangan kamu, aku bingung ngurus orang sakit itu bagaimana maass..huaa.." Firda merobohkan tubuhnya disamping suaminya.
Firda terus saja berusaha membujuk Yugho agar mau dirawat di rumah sakit namun Yugho bersikeras hanya mau dirawat dirumah oleh istrinya sendiri. Akhirnya setelah berdebat panjang kali lebar dan mau tidak mau Firda harus terima keputusan Yugho yaitu mengurusnya dirumah. Dan ternyata ini adalah salah satu taktik Yugho agar Firda tidak jadi magang dikantor Moreno. Dengan senyum mengembang dia mentertawakan istrinya yang pontang-panting mengurusnya.
*********
Mas Yu....kamu nakal banget sih, suka banget lihat Firda repot dan panik😂.
Maaf ya gaess.....baru sempet up sekarang🤗
love you all😘😘