
Mereka pun akhirnya tiba disebuah rumah besar bercat krem dengan 2 buah tiang yang menjulang tinggi.
Firda turun dari motor dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Angga.
"Tengkiu ya Ga tapi sori ya gue gak bisa ngajak loe mampir. Lain kali gue ajak mampir deh loe, jangan kapok ya kalau gue suka nyusahin elo".
"Santuy aja Fir sama gue mah besok mau gue antar kuliah ga?"
"Besok gue libur Ga mau tidur seharian besok gue hehehe".
"Telepon gue besok kalo loe mau jalan Fir gue anterin deh besok elo mau kemana aja"
"Oke jek...bye - bye"
"Hah..jek?" tanya Angga bingung.
"Iya jek....alias ojek" ujar Firda tertawa.
Angga mengepalkan tangannya ke Firda.
Firda tertawa sambil melambaikan tangannya kepada Angga dan masuk kedalam rumahnya.
Kemudian dia membersihkan tubuhnya biar tampak segar.
Dia membuka ponselnya dan melihat galery foto-fotonya.
Dia tersenyum saat melihat foto ganteng Yugho kekasihnya.
"Tau gak mas aku tuh sebel banget sama kamu hari ini. Dan gara-gara kamu aku dibilang pelakor tau.Coba aja kamu bayangin mas gimana rasanya hati aku dipanggil dengan sebutan itu.Rasanya aku gak punya harga diri lagi mas" ujar Firda berbicara sendiri sambil menatap foto Yugho dilayar ponselnya.
"Aku jadi takut mas sekarang aku merasa jadi orang ketiga diantara kalian. Seandainya aku di posisi Firnie mungkin aku juga akan melakukan hal seperti itu. Cinta ini benar - benar membunuhku"
"Aku suka sama kamu karena wajahmu mas tetapi makin lama aku semakin sayang karena sikapmu. Aku benar - benar memiliki pria seutuhnya yang hanya milikku".
Lama Firda menatap foto- foto Yugho. Lalu disandarkan didadanya foto itu.Tak berapa lama nampak ponsel Firda berdering dan ternyata Yugho menghubungi Firda.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam mas, iya ada apa mas kok baru telepon aku mas?"
"Mas baru sampai hotel sayang baru tiba 10 menit yang lalu.Kamu sudah makan Fir?"
"Belum mas baru sedikit makannya lagi gak napsu mamam lagi males"
"Makan ya Fir, nanti kamu sakit kita gak bisa pergi liburan. Katanya kamu mau melihat sunrise di tepi pantai"
"Iya mas aku mau jalan-jalan"
"Jaga kesehatan kamu jangan sampai kamu sakit Fir"
"Kangen mas...aku kangen banget".
"Sabar ya...mas juga kangen kamu, kangen bibir kamu yang manis"
Firda tertawa mendengar rayuan gombal Yugho.
"Hihihi...bisa gombal juga kamu mas"
"Serius Fir ini bukan gombalan"
"Bodo amat lah anggap aja iya hehehe. Mas kenapa sih kamu harus pacaran sama Firnie? Seperti tidak ada wanita lain aja. Aku tidak suka kamu pacaran dengan dia aku gak rela pokoknya. Kalau kamu pacaran sama cewek lain aku ga apa-apa mas".
"Hahh! Fir, apa maksud kamu?" Tanya Yugho bingung.
"Intinya aku gak rela kamu pacaran sama Firnie titik. Aku lebih suka kamu pacaran dengan wanita lain dan bukan dia mas.
Aku lebih suka bersaing dengan wanita lain dan bukan dia.
"Fir, are you okey?" tanya Yugho bingung.
"Aku tuh gak suka dia mas, dia seperti kuman yang menggerogotiku tau gak?"
Dahlah aku males bahasnya, aku ngantuk mas mau tidur dulu ya selamat malam... bye".
Lalu Firda menutup teleponnya dan membuat Yugho bertanya-tanya.
"Fir....Fir...ya ampun ada apa dengan kamu sayang".
"Apa ada yang tidak beres dengannya hari ini? baru aja bilang kangen, tiba-tiba sudah marah-marah tidak jelas. Apa seperti ini pacaran dengan abege dengan kelabilannya. Ya ampun Firda kamu bikin mas bingung". Ujar Yugho sambil memijit-mijit keningnya.
"Hmmm...pantas saja big boss suka uring-uringan dengan istrinya ternyata seperti ini mungkin penyebabnya".
Lalu Yugho membuka galeri dan berlama-lama menatap foto Firda.
"Kamu adalah gadis rusuh buat mas Fir dengan segala kegilaan yang kamu miliki. Bersama kamu membuat mas melupakan segalanya dan mas benar-benar ingin menggenggam kamu selamanya. Apa Firnie mengganggumu lagi sayang?" Yugho terus saja menatap foto Firda sambil berbicara sendiri seolah-olah Firda ada dihadapannya.
"Mas tidak akan membiarkan siapapun yang akan mengganggu kamu Fir. Untuk kamu mas akan melakukan apapun walaupun harus menentang orangtua mas sekalipun. Cukup hanya mas yang boleh merasakan hinaan dan cacian dari mereka. Cukup hanya mas yang merasakan pukulan dan cambukkan mereka. Mas tidak akan membiarkan kamu disakiti mereka. Maaf untuk semua yang telah Firnie lakukan kepadamu semoga kedepannya hubungan kita semakin membaik Firda"
Lalu Yugho berusaha menghubungi Firda kembali namun panggilannya tak pernah dijawab oleh Firda.
"Tidurlah Fir, sudah malam besok mas akan menghubungi kamu lagi" bunyi voice note yang dikirim Yugho.
"Maaf mas aku lagi kesal hari ini Firnie sudah membuatku terhina dan menyebutku pelakor dihadapan orang banyak. Aku malu mas baru pertama kali aku dipermalukan seperti ini. Sebetulnya aku bisa saja mengabaikannya mas tapi yang membuatku tidak nyaman ternyata dia adalah sahabat kakakku dan seketika aku menjadi gila mas. Nyaliku menjadi ciut mas aku benar-benar tidak suka situasi seperti ini. Aku sayang kamu mas".
Lalu Firda merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.
"Ya ampun ada apa sih berisik banget" gerutunya sambil bangun dan melangkahkan kakinya keluar kamar.
"Mama? Koq sudah pulang sih katanya minggu baru balik"
"Anak mama yang paling cantik sekomplek sini sayang mama kangen" ujar mama Erlin sambil memeluk anaknya.
"Iih...gak asik ah mama bukan lamaan pulangnya malah cepat banget baliknya" ujar Firda sambil cemberut. Dan tak lama kemudian pukulan sang mama bersarang dilengannya. Mama nampak melotot tak senang sedangkan Firda hanya tertawa melihat amukan sang mama tercinta.
"Gimana kabar kamu sayang selama tidak ada mama?apa ada yang mengganggu kamu?"
"Tenang mam selama mama gak ada Firda bahagia sekali karena gak ada yang ngomelin Firda mam" Firda menjawab sambil tertawa.
"Awas ya mama dapat laporan macam-macam tentang kamu langsung mama masukin pesantren kamu Fir" ancam sang mama.
"Apa-apaan sih mama gak jelas banget...males ah sama mama mending aku sama papa aja...awww sakit mam kuping aku" Firda nampak mengelus-ngelus telinganya yang baru saja mendapat jeweran dari mamanya.
"Mana kakak kamu Fir?"
"Belum pulang mah lagi ke kencan sama nenek lampir"
"Apa nenek lampir?"
"Iya mom si Firnie stress itu"
"Memang kenapa dia stress sayang, Kamu kenal dengannya?"
Firda nampak terkejut dan langsung meralat kata-katanya.
"Maksud aku kalau kakak sudah bertemu dengan temannya mereka ngobrolnya sudah kaya sinetron mom seru apalagi temannya kakak seperti mak lampir heboh banget ngomongnya, begitu maksud aku mom.Tadi aku diajak ketemu sama temannya itu mom mereka berisik akhirnya aku pulang duluan"
"Oohh..mama kira kamu kenal teman kakakmu itu sayang"
"Ihhh....ogah banget kenal dia mom" jawab Firda judes.
"Halo papa ganteng, Fir kangen papa" kemudia Firda menghampiri papanya dan memeluk sang papa. Papa menghadiahi ciuman dikening dan pipi Firda.
"Anak papa yang cantik semoga selalu bahagia ya sayang" ujar papa sambil memeluk Firda dan membelai-belai rambutnya.
Firda semakin memeluk erat papanya.
"Terima kasih papa" ujar Firda tersendat dan nampak ada yang menghangat dipelupuk matanya.
"Kenapa kamu sayang?"
"Tidak apa-apa pah Fir cuma bahagia jadi anak papa"
"Bilang sama papa kalau ada cowok yang berani macam-macam sama kamu okey?"
"Siyap papa" jawab Firda sambil memberi hormat kepada papanya.
"Hmmm....anak kalau sudah ketemu papanya lebayyyy...bikin sinetron terus mamanya di cuekin, terus aja begitu Fir" mama memasang muka sebal melihat mereka berdua sementara Firda dan papa nampak kompak mentertawakan mama.
Taklama kemudian suzilia pun pulang kerumah dan langsung memeluk mamanya.
"Mamaaaa...akhirnya pulang juga aku sudah kangen mama" suzilpun memeluk mama Erlin dan mencium pipi mamanya.
Begitupun dengan papa tak lupa suzil memeluk dan mencium papanya juga.
Tapi begitu melihat Firda sang adik, bukannya memeluk Firda malah menjewer kupingnya.
"Aduhh sakit kak"
"Kenapa kamu pulang duluan hah?kenapa tidak pamit sama kaka Fir?"
"Suzil....kenapa dengan adik kamu?" Tanya mama.
"Kebiasaan mom diajak makan malah pulang duluan, bikin orang bingung saja mencari dia".
"Aku ada urusan kampus kak bukannya kabur, tolong digaris bawahi kak ada urusan kampus mendadak" jawab Firda.
"Kakak mau kenalin kamu sama teman kakak Fir, ehh kamunya malah menghilang"
"Males ketemu nenek lampir kak"
"Nenek lampir?memangnya kamu sudah kenal sama dia?" tanya suzil.
"Eehh...gak kenal lah kak, cuma males aja ngeliat kalian berdua lebay banget".
"Dia kawan SMA kakak, kasihan dia lagi patah hati Fir cowoknya direbut cewek lain"
"uhukkk..uhukkk..." Firda langsung tersedak begitu mendengar penuturan kakaknya.
*****************
Hehehe....jadi sering tersedak si Firda😁
Takut dikatain pelakor.
Gimana tanggapan suzil jika tau yang ngerebut pacar sahabatnya ternyata adiknya sendiri😥
Dibawa hepi aja ya gaessss🤧