Miss Rusuh

Miss Rusuh
Membantumu?



Dengan percaya diri Firda segera mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang.


"Sayang...mas ngantuk jangan ganggu mas dulu"


"Ngantuk apaan sih kamu mas?kalau ngantuk masa nggak tidur-tidur dari tadi?" balas Firda


"Gimana mau tidur sayang, kamu daritadi kamu gangguin mas terus"


"Hilihhhh.. alasan saja kamu mas" ujar Firda sambil cemberut.


"Kenapa sih kamu daritadi kesal terus sama aku?cari gara-gara terus sama aku?baru juga aku pergi sehari marahnya sudah macam aku tinggal pergi berhari-hari saja. Kamu marah gara-gara aku ketemu Pak Dosen tadi? Aku juga nggak sengaja ketemu dia dan aku juga kaget saat dia memelukku tapi dia begitu juga karena tadi habis aku tampar karena kurang ajar sama aku" Firda menceritakan awal kejadian bertemu dengan Pak Marcel dan Yugho mendengarkan dengan seksama.


"Udah cuma segitu aja gak ada acara peluk-pelukkan seperti yang ada dikepala kamu mas. Jadi cowok sih gede adat kamu mas, sudah punya anak masih kaya bocah aja kamu. Sebentar-sebentar ngambek, sebentar-sebentar marah lama-lama sebel aku sama kamu mas" ujar Firda sambil cemberut.


"Sudahlah aku mau tidur, jangan ganggu aku"


"Ya sudah tidur sana, aku juga mau tidur. Aku tidak cemburu kamu ketemu Marcel hanya saja aku tidak suka kamu dipeluk diam saja sama dia"


"Cemburu bilang saja cemburu mas...nggak usah gengsi pake acara ngambek-ngambek segala. Apa yang kamu cemburuin sama dia? Apa karena dia mantan Firnie" Firda langsung bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Yugho.


"Bukan seperti itu mah, aku takut kamu seperti Firnie tidak setia pada aku"


"Lebay banget sih kamu pah nyamain aku sama Firnie. Kamu masih sakit hati diselingkuhi dia? Kayanya iya nih. Fix ya kita putus"


"Putus?memang kita sedang pacaran mah?ada-ada aja kamu"


"Bodo ah...aku jadi malas ngeladenin kamu. Aku mau tidur, jangan ganggu aku" lalu Firda kembali merebahkan tubuhnya dan membelakangi suaminya.


Yugho pun melirik ke arah istrinya tetapi Firda sudah membungkus tubuhnya dengan selimut dia pun memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.


Akhirnya merekapun tertidur dengan saling memberikan punggung.


Pagi pun datang menyapa Yugho bangun terlebih dahulu dan kali ini dia yang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. Berhubung istrinya sedang dalam mode ngambek mau tidak mau dia yang turun ke dapur.


Selesai membuat sarapan dia membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk bertugas. Jam 6.30 baru Firda bangun dan segera membersihkan wajahnya.


"Celline belum bangun mah?" Tanya Yugho


"Kata kamu Celline sama ibu pah, gimana sih kamu?"


"Ah...iya dedek masih dirumah mamah kamu, kemaren papa ajak pulang tidak boleh sama mama kamu"


"Iihh...kamu tuh, tau begitu semalam aku susul Celine"


"Sudahlah jangan marah-marah mah. Kamu juga sih pergi sampai nggak ingat waktu. Mentang-mentang siangnya ketemu mantan" ujar Yugho


"Mantan? Iya aja deh pah" jawab Firda singkat mengingat dia masih kesal dengan suaminya yang menolaknya semalam hingga membuatnya uring-uringan hari ini.


Yugho yang sedang minum kopi langsung meletakkan kembali kopinya.


"Benarkan kamu senang ketemu keparat itu?"


"Kalau iya kenapa terus kalau tidak kenapa?" Jawab Firda sambil memakan rotinya.


"Mah...ingat ya kamu sudah menikah dan sudah memiliki anak. Jangan pernah macam-macam dibelakang aku atau aku kurung kamu dirumah biar tidak bisa pergi kemana-mana"


"Hilihhh....pagi-pagi jangan ngajakin ribut pah jangan buat mood aku nggak beres"


Yugho mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.


"Kamu itu benar-benar keras kepala mah"


"Hmmm..." jawab Firda singkat.


"Aku berangkat mah"


"Waalaikumsalam" jawab Firda.


"Aku belum mengucapkan salam mah"


"Ya sudah...anggap saja papa sudah mengucap salam" jawab Firda acuh tak acuh tanpa mau menoleh pada suaminya.


"Kamu tidak pergi kemana-mana kan hari ini mah?"


"Belum tau...belum liat WA"


Yugho menggelengkan kepalanya dan segera memakai sepatunya.


"Mah...aku mau berangkat"


"Sok atuh pah silahkan"


"Kamu nggak cium tangan mah?"


Akhirnya Firda mengangkat tubuhnya dan berjalan mendekati suaminya kemudian mencium tangannya, baru saja Yugho ingin mencium keningnya Firda sudah berlalu dari hadapan suaminya.


Dengan berat hati akhirnya Yugho mengeluarkan mobil dari garasi dan pergi bekerja tanpa senyuman dari istrinya.


Dia tidak suka dengan keadaan ini, dia tidak suka diacuhkan oleh istrinya.


Sebenarnya memang dia yang salah karena terlebih dahulu mengacuhkan Firda. Tetapi tetap saja rasa egois lebih mendominasinya.


Yugho pun segera melakukan pekerjaannya dengan setengah hati. Walau raganya dikantor tetapi jiwanya dirumah.


Menjelang makan siang dia segera mengirimkan pesan kepada istrinya.


"Mah....sudah makan siang?" ---Yugho


Yugho menunggu balasan dari istrinya tetapi sudah lebih dari 1 menit..2 menit..5 menit bahkan sampai setengah jam Firda tidak membalas WA-nya.


Dengan tidak sabar akhirnya Yugho menelpon istrinya.


Namun Firda juga tidak mengangkat telpon dari suaminya.


"Sepertinya aku harus pulang lebih awal" dia pun segera membereskan laptopnya. Baru saja Yugho akan melangkah tiba-tiba handphone-nya berbunyi dengan sigap dia langsung mengangkatnya.


"Iya mah...kamu dimana?"


"Ini aku kak Firnie. Bisakah kita bertemu?"


"Kamu? Untuk apa kamu menghubungiku lagi?"


"Aku harus ketemu kamu kak. Aku yang ke kantor kamu atau kita ketemu di luar?"


"Shitt....katakan dimana aku akan menemuimu?"


"Temui aku di kafe langit kak jam 4 sore aku tunggu"


"Oke" Yugho langsung menutup handphonenya. Dia melirik jam tangannya waktu baru menunjukkan pukul 2 siang. Semua serba tanggung. Jika dia pulang kerumah maka taklama kemudian dia pun segera pergi lagi, jika seperti itu istrinya pasti akan curiga dan memberikan berbagai macam pertanyaan. Sekarang saja istrinya sudah dalam posisi mengambek akan lebih parah lagi amarah Firda nanti jika dia mengetahui suaminya menemui mantan pacarnya.


Akhirnya Yugho pun segera bergegas meninggalkan kantornya dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada big boss-nya.


Dia mengendarai mobilnya menuju sebuah mall disana. Kemudian dia pergi menuju ke tempat perhiasan. Dia bermaksud membelikan istrinya gelang berlian. Setelah selesai bertransaksi dia pun segera menuju rumah mode untuk membelikan underware untuk istrinya. Dia membeli lingerie dengan warna merah menyala dan warna hitam menggoda. Dia pun meminta kepada pramuniaga tersebut agar membungkusnya dengan rapi sebagai hadiah untuk istri tercintanya.


Setelah selesai dia segera berangkat menuju cafe langit untuk menemui Firnie.


Begitu sampai disana ternyata Firnie sudah terlebih dahulu menunggunya.


"Kakak" panggilnya


Yugho pun segera menghampirinya. Firnie berusaha untuk memeluk Yugho namun Yugho segera menampiknya.


"Ingat..aku sudah mempunyai anak Fir jangan seperti dulu lagi karena diantara kita tidak ada hubungan apa-apa"


Entah mengapa begitu mendengar perkataan Yugho ada rasa sakit yang hinggap dihatinya. Walaupun hubungan mereka sudah lama putus namun tetap saja ada rasa sakit yang hinggap akibat penolakan yang dilakukan oleh sang mantan.


"Cepat katakan padaku ada apa Firnie?"


"Aku butuh bantuan kamu kak" ujarnya


"Bantuan macam apa yang kamu inginkan"


"Cepat katakan padaku ada apa Firnie?"


"Aku butuh bantuan kamu kak" ujarnya


"Bantuan macam apa yang kamu inginkan"


Akhirnya dengan berat hati Firnie mengeluarkan semua unek-uneknya kepada Yugho.


"Aku ingin kakak menghancurkan Marcel" ujarnya


"Gila kamu...aku bukan tukang pukul"


"Tolong aku kak, aku sakit hati dengannya dia membuangku begitu saja setelah semua yang kulakukan untuknya.Aku mencelakai Firda juga karena atas perintahnya. Sekarang aku dibuang dan dia berjalan dengan bahagianya bersama artis itu. Hati siapa yang tidak akan sakit kak" ujarnya sambil menangis.


Yugho menggeretakkan giginya menahan kesal. Walapun Firnie bukan apa-apanya tetap saja dia merasa kasihan.


"Dari dulu aku sudah bilang, dia bukan orang baik tetapi kamu keras kepala dan bodohnya lagi kamu mau disuruh melakukan kejahatan. Perbuatanmu itu sudah termasuk kriminal Firnie" umpat Yugho kesal.


"Aku terpaksa melakukannya kak walau dengan alasan yang klise. Aku berharap bisa kembali ke kamu dan biarkan Firda bersama Marcel. Tapi usahaku selalu gagal, disaat aku ingin kembali kepadanya dia menolakku huhuhu" Firnie mulai menangis.


"Stop Fir, nanti aku disangka menganiaya kamu. Hentikan tangisanmu" Yugho memberikan beberapa lembar tissue kepadanya.


"Apa kamu bahagia bersamanya kak?"


"Tentu saja apalagi kami sudah memiliki putri yang sangat cantik. Aku sangat mencintai keluargaku" ujar Yugho sambil menghirup kopinya.


"Mba...tolong bungkuskan puding buah 1 dan cake coklat 1" pesan Yugho kepada pramuniaga itu.


"Baik pak, ada lagi?"


"Saya rasa cukup itu saja mba"


"Apa itu semua untuk istrimu kak?"


"Iyalah...memang untuk siapa lagi? Aku kan hidup berdua dengannya"


"Hmm...aku iri, seharusnya aku yang berada diposisinya"


"Jangan dilanjutkan lagi"


"Tolong aku ya kak, hidupku tidak akan tenang jika aku belum membalas sakit hatiku padanya."


"Aku tidak ingin mengotori tanganku untuk sesuatu yang tidak jelas Firnie"


"Ingat kak, istrimu hampir tertabrak itu karena ulahnya dia.


"Jangan menyimpan dendam Firnie, itu sangat tidak baik. Lagipula akupun sudah melupakannya" ujar Yugho


"Aku ingin hidup tenang bersama istriku"


"Kamu sekarang berubah kak...sudah tidak mau membantuku lagi. kamu jahat kak" ujarnya sambil terisak.


"Aku tidak mungkin melakukan hal itu. Sebaiknya kamu cari orang lain tapi bukan diriku" ujar Yugho tegas.


"Aku benci kamu kak. Aku tidak akan memaafkanmu. Ingat kak, kamu akan menyesal nanti" setelah berkata seperti itu Firnie meninggalkan Yugho.


Yugho mengusak-ngusak rambutnya. Disatu sisi dia kasihan dengan Firnie tetapi disisi lain dia juga tidak ingin gegabah. Padahal dia sangat ingin menghajar Marcel yang sudah begitu berani menyentuh tubuh istrinya.


********************


Yaaaa.....eehh yaaa ...MasYu bakalan barbar lagi dehπŸ˜‚πŸ˜‚