
Firda memejamkan matanya selama perjalanan.Jika Yugho ingin menyentuhnya segera ditepiskan tangannya sambil memelototkan matanya dan sedikit umpatan. Semakin Firda marah semakin sering Yugho menggodanya dan membuat Firda semakin murka.
"Mas...bisa tidak sih kamu menyetir diam tanpa rusuh kepadaku?menjengkelkan kamu tau nggak mas" selesai dia mengomeli suaminya dia pun menutup matanya kembali.
"Sayang...kamu lucu kalau marah bikin mas tambah gemas" diraihnya tangan Firda lalu dikecupinya punggung tangannya.
"Mas, lepasin tangan aku nggak?lepasin mas"
"Tidak akan sayang" jawab Yugho santai.
"Okey kalau itu mau kamu" Firda menarik tangannya dan segera membuka pakaian atasnya hingga hanya menampilkan bra yang dipakainya.
Yugho kaget dan langsung menepikan mobilnya kembali.
"Sayang....apa-apaan sih kamu, lekas kenakan kembali pakaian kamu" perintah Yugho.
"Aku akan pakai kembali bajuku dengan syarat kamu jangan lagi menyentuhku, deal?" Firda menatap Yugho dengan pandangan menantang.
"Okey....okey....aku tidak akan menyentuh kamu, puas?segera kenakan pakaianmu kembali" perintahnya.
Firda segera memakai bajunya kembali.
"Aku sangat puas sekali suamiku..eh...sori bukan suami tapi gigoloku" Firda senyum mengejek.
"Kamu sungguh keterlaluan Fir, buang kata-kata itu mas tidak mau mendengarnya. Dengar ya kita sudah menikah dengan sah dan kamu adalah istriku, dengar ya sayang istriku"
"Apa istri?ah...iya, kamu memperistriku karena nafsu kan mas. Okey...kamu bisa pakai aku jika kamu mau mas. Dan aku juga akan pakai kamu jika aku mau mas. Deal" Firda mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Jangan gila kamu Fir, mana ada hubungan suami istri seperti itu" Yugho melirik Firda dengan pandangan tidak suka.
"Kita yang akan memulainya sekarang hubungan seperti itu mas Yugho" jawab Firda santai.
Karena kesal dengan ulah istrinya lalu Yugho mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Aku tidak perduli mau sekencang apa kamu mengendarai mobilmu mas. Bahkan jika kita celaka sekalipun aku tidak perduli" selesai berkata demikian Firda menutup matanya kembali.
Yugho benar-benar tidak bisa terima kata-kata Firda. Jika dia bersikap keras terhadap Firda tentu saja wanita itu akan kabur. Jika dia bersikap melunak maka Firda akan bersikap sesuka hatinya.Setelah beberapa saat menimbang-nimbang akhirnya Yugho memutuskan untuk bersikap lunak dengan harapan Firda tidak lari dan menghilang dari hadapannya. Cukup sekali Firda menghilang dan itu sudah membuatnya pusing karena harus mencarinya siang dan malam.
Yugho mengendarai mobilnya tanpa sepatah kata pun Mereka saling diam dan tak banyak bicara. Hanya sesekali Yugho melirik ke arah Firda namun sepertinya Firda tidak ambil peduli, dia tetap melanjutkan tidurnya di mobil. Akhirnya mereka tiba dirumahnya, Yugho langsung membuka gerbangnya dan memarkirkan mobilnya ke dalam garasi.
"Sudah sampai Fir" ujarnya sambil melirik ke arah Firda.
"Iya.. aku sudah tau" jawabnya.
"Kamu tidak mau keluar?" Tanya Yugho.
"Nggak, nanti juga aku keluar sendiri" jawabnya acuh tak acuh.
Dengan kesal Yugho akhirnya keluar dari mobilnya lalu membuka pintu rumahnya dan melempar kunci mobilnya ke sofa. Dia pun pergi menuju kamarnya dan langsung menggabrukkan diri diranjangnya lalu tertidur.
Dengan malas Firda masuk ke rumahnya lalu memesan pizza dan steak plus kopi dan snack untuk makan malamnya. Dia mengintip ke kamar tidurnya dan melihat suaminya tertidur. Lalu dia buru-buru langsung mandi dan mengganti baju tidurnya.
Tak berapa lama semua pesanannya datang, setelah membayarnya dia pun membawa semua makanan dan minumannya ke dalam kamar tamu. Dia mengurung diri di kamar tamu sambil menonton film action di handphonenya.
Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Yugho segera mengerjap-ngerjakan mata dan mulai membuka matanya. Perutnya berkukuruyuk ria dan dia membutuhkan makanan agar tenang isi perutnya.
Dicarinya segera istrinya disetiap ruangan namun Firda diam saja tidak mau menyahut.
"Dasar bocah sebentar-sebentar ngambek, sebentar-sebentar marah bikin pening kepalaku saja"
Lalu Yugho segera beranjak ke dapur dan memasak spaghetti. Dia pun membuat es jeruk dan menyempatkan sedikit waktu untuk membuat puding susu moccachinno.
Begitu selesai dia pun menata makanannya di meja makan dan memanggil istrinya.
Diapun beberapa kali mengetuk pintunya dan berusaha membukanya. Namun tetap tidak berhasil, Firda tidak mau menjawabnya apalagi membukanya.
"Fir, ayo makan malam dulu lepas itu baru kamu tidur lagi. Firrr....Firdaaa" panggilnya namun tetap tidak ada jawaban.
"Terserah deh kamu mau makan tau tidak yang penting mas sudah menyiapkan makan malam untuk kamu" lalu Yugho pun berlalu dengan perasaan semakin kesal..
"Maaf ya mas, sebaik apapun kamu sama aku tetap gak ada pengaruhnya sama aku. Lagipula aku tidak lapar, aku sudah kenyang dan sendiri saat ini nikmat banget rasanya. Aku tidak suka sifatmu yang plinplan mas. Aku sudah mempertaruhkan hidupku demi kamu tetapi kamu malah membohongiku. Pernikahan kok dijadikan uji coba, seandainya kamu aku jadikan uji coba mau nggak? Pasti nggak mau lah, dasar egois. Giliran sama aku bisa tegas tapi giliran sama dia sudah kaya kucing peliharaan. Pletat-pletot gayamu mas, selalu aku yang dikalahkan. Cintamu ternyata masih ada padanya. Oalahh Fir...Fir....apes nasibmu nduk...hehehe" Firda berbicara sendiri, ngenes dengan dirinya sendiri.
"Ayoo.... bangkit Fir, jangan galau karena dia, nanti suamimu semakin besar kepala. Aku harus melakukan sesuatu besok, aku ingin tau reaksinya dia jika aku berteman dengan Firnie bukankah selama ini aku bermusuhan dengannya? Sebaiknya sekarang aku harus melakukan pendekatan padanya. Apakah jika aku dekat dengan Firnie dia akan kembali kepadanya atau malah sebaiknya memilih aku?" Firda sedang menimbang-nimbang sebuah rencananya namun tidak tahu apakah akan berhasil atau tidak rencananya itu.
"Hoaahhmmmm....aku sudah ngantuk sebaiknya aku tidur dulu sembari menunggu pagi" Firda pun akhirnya tidur di kamar tamu.
Yugho tidur sendiri malam ini, tetapi sebentar-sebentar dia terbangun lalu melihat jam tangannya dan sudah satu jam dia menunggu Firda keluar dari kamar tamu itu tetapi semua sia-sia saja karena Firda tidak nampak keluar batang hidungnya.
Dengan tidak sabar dia segera menghampiri kamar Firda kembali dan menggedor-gedor dengan keras pintunya.
Firda yang sudah tertidur akhirnya bangun kembali karena suara gedoran pintu suaminya.
"Firdaaa.....cepat buka pintunya, atau mas dobrak pintu kamu"
Firda masih sangat ngantuk saat mendengar suara gedoran dipintu kamarnya.
"Ayo cepat makan sayang,nanti kamu sakit.ayo cepat buka pintunya" teriak Yugho
"Aku nggak lapar mas.....aku ingin tidur, jangan ganggu aku pliss" jawab Firda.
"Mas tidak mau tahu, pokoknya kamu harus makan sekarang"
"Mass...aku tidak lapar, berkali-kali aku bilang aku tidak lapar, aku mau tidur besok aku akan pergi ke kampus, jangan ganggu aku lagi" jawab Firda dengan ketus.
"Baiklah mas tidak akan ganggu kamu lagi, silahkan lanjutkan marahmu, bukan cuma kamu yang bisa marah, mas pun bisa marah jika kamu bersikap seperti ini terus" Yugho bersandar berdiri didepan pintu kamar Firda sambil bersedekap tangan.
"Yaa...tidak apa-apa, kamu mau marah silahkan tidak marahpun terserah kamu mas i don't care" jawab Firda.
"Aarrggg.. ..gadis satu ini selalu menantangku saja, lama-lama aku dobrak juga nih pintunya" Yugho memijat-mijat kepalanya yang sedikit pening.
"Foto?ah ya....semua gara-gara foto itu" lalu Yugho pergi dari kamar Firda dan masuk ke dalam kamarnya, dia pun mencari sumber masalah mereka.
Dia membuka foto-foto itu lembar demi lembar dan sekilas teringat kisah cintanya dengan Firnie.
"aahhh... memang sudah seharusnya dimusnahkan album-album ini jika tidak ingin ada masalah dilain waktu" Yugho lalu membawa album-album itu ke taman belakang dan dia mulai membakarnya satu persatu. "Sudah saatnya aku mengucapkan selamat tinggal cintaku"
***********
Akhirnya dibakar juga foto-foto kenangan mereka. Apakah jika semua sudah terbakar dan musnah tidak akan ada masalah lagi? semoga saja ya🤗
Love you all