
Yugho menatap tajam ke arah istrinya.Firda yang merasa bersalah menjadi salah tingkah. Buru-buru dia segera mencari alasan.
"Sayang...katanya mau jemput Alma, cepat kesana sebelum Alma pergi" Yugho yang sedang menahan kesal dengan ulah istrinya segera tersadar dengan tugasnya.
"Jangan kemana-mana tunggu mas disini" jawab Yugho
"Ohh...jelas mamasku sayang, sesuai dengan perintahmu" jawab Firda. Lalu Yugho pun segera berlalu dari hadapannya dan berjalan menuju ke arah Alma.
"Selamat siang nyonya muda, tuan meminta saya mengantar nyonya ke landasan pesawat sekarang juga" ujar Yugho.
"Eh..tetapi aku belum membawa persiapan apa-apa loh mas Yu" jawab Alma
"Tuan sudah mengatur semuanya nyonya, jadi nyonya hanya tinggal duduk manis saja menemani tuan" ujar Yugho lagi sambil mengangkat tubuh Ziel.
"Halo tuan muda, kita akan segera pergi ke Jepang. Aku akan mengantar kalian dengan selamat" Yugho segera bertoss ria dengan Ziel. Setelah itu dia menatap kedua pria tampan itu dan Yugho langsung terkejut melihat wajah mereka. Sepertinya dia pernah melihat ke dua pria tersebut namun lupa dimana tepatnya.
Ah....ya pria itu yang hampir memperkosa istrinya.
" Apa yang kalian lakukan disini pria brengsek?" Yugho langsung menatap tajam Abraham. Aahh....betapa inginnya dia menghajar pria itu saat mengingat pria itu juga sudah melukai istrinya.
"Maafkan saya brother" Abraham menjabat tangan Yugho namun dihempaskannya tangan itu.
"Saya sudah sangat bersalah karena hampir melecehkan adikmu" ujar Abraham lagi.
"What??? Adik? Apa maksudmu?" Tanya Yugho kembali.
"Yes....aku tahu karena pasti anda yang menelpon Firda daritadi, dan Firda mengatakan jika anda adalah kakaknya" wajah Abraham tampak datar sementara wajah Yugho mulai memerah.
"Apa dia bilang, jika aku adalah kakaknya?" Yugho
"Yes....anda adalah kakaknya Firda bukan?
"Mulai sekarang pasang kuping kalian baik-baik ya, listening...aku Yugho Andreas adalah suami dari Firda Angelina dan aku bukanlah kakaknya. Ingat sekali lagi, aku adalah SUAMINYA...SUAMINYA" Yugho berkata dengan kasar.
"What???" Tom dan Abraham nampak kaget. Sedangkan Alma dan Mitha menahan tawa.
Firda yang hanya bisa melihat dari kejauhan saja tetapi dia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Seketika Yugho melihat ke arahnya dan Firda langsung tersenyum dengan manisnya. ( Firda tidak tau arti tatapan Yugho, malah dia memberikan senyuman termanisnya dan tentu saja membuat Yugho semakin murka. Seolah dia mengatakan "ya aku adalah adikmu dan kamu adalah kakakku" Dasar Firda oneng)
"Oh...i'm sorry, we don't know" ujar Tom.
Ingin rasanya Yugho menghantam Abraham, sayang dia sedang bertugas untuk membawa anak dan istri big boss-nya. Dan apa katanya tadi? Kakak??rasanya ingin sekali dia mengacak-acak Firda saat ini. Sungguh mengesalkan sikap istrinya jika sudah bersama dengan pria tampan. Padahal sedang hamil tetapi masih saja sempat mengaku-mengaku sebagai wanita lajang. Apa maksudnya coba berkata seperti itu. Padahal dihandphone Firda sudah diprogram cctv, jadi apapun yang dia lakukan jelas ketahuan semua sama suaminya. "Dasar istri labil" umpatnya.
Dengan segera Yugho membawa Alma dan Ziel keluar dari kafe itu.
"Mitha, kamu ikut juga dengan saya" ujar Yugho.
"Maaf, aku tidak bisa mas. Aku bawa mobil sendiri" jawab Mitha.
"Hey...kalian jangan macam-macam ya dengan adikku" hardiknya kepada Abraham dan Tom.
"Ini baru adikku, kalian jangan terkecoh lagi"
"It's oke brother" jawab Abraham.
"Kamu tidak apa-apa kan mas tinggal Mit?" Tanyanya kepada Mitha.
"Gak apa mas, sebentar lagi aku pun balik" jawab Mitha.
"Oke..jaga diri kamu baik-baik Mit. Hati-hati dengan mereka" ujar Yugho lagi mengingatkan.
"Terima kasih mas" jawab Mitha.
"Mit....aku tinggal dulu ya sayang" Alma segera memeluk Mitha.
"Selamat bersenang-senang Al, bahagianya memiliki suami yang begitu mencintai" Mitha berkata dengan sendu.
"Itu bukan cinta lagi Mit, entah apa namanya. Daddy semakin kesini malah semakin seperti abegeh yang baru jatuh cinta. Sebentar-sebentar cemburu, sebentar-sebentar curiga. Ampun deh kelakuan hubbie-ku" jawab Alma
"Tapi kamu suka kan diperlakukan seperti itu" goda Mitha. Alma hanya tertawa mendengar perkataan sahabatnya itu.
"Bye...bye all" ujar Alma sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Bye..." jawab mereka bertiga kompak.
Alma pun mengikuti langkah kaki Yugho. Yugho segera pergi dari hadapan mereka untuk bersiap-siap pergi membawa mereka ke landasan. Ketika dibalik pintu dia melihat Firda, langsung saja Yugho melengoskan wajahnya. Dia harus memberi pelajaran kepada istrinya. Baguslah saat ini dia akan segera berangkat ke Jepang dan akan meninggalkan istrinya selama beberapa hari. Sudah pasti Firda pasti akan merasa bersalah dan akan terus meminta maaf dan merengek-rengek menyuruhnya pulang.
"Yeaahh....aku akan memberimu pelajaran rubah kecil" ujar Yugho sambil mengulum senyum.
"Ayang...mamas ganteng tunggu aku dong" Firda berusaha mengejar suaminya. Dia tau suaminya sudah pasti marah besar begitu mengetahui segala kebohongannya.
"Aku harus ngebaik-baikkin mas Yugho nih, tapi melihat wajahnya gak yakin aku bisa menundukkan dia saat ini" guman Firda dalam hati.
Alma yang melihat kepanikkan diwajah sahabatnya senyum-senyum sambil tertawa.
"Jangan cengir Al, bantuin gue bujukin dia" bisik Firda.
"Emoh....salahmu dewek" ujar Alma sambil tertawa sementara Firda hanya bisa garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
"Alamat lama ini mas Yu ngambeknya Al" Firda berusaha melihat wajah suaminya.
"Makanya jangan suka mengaku-ngaku masih lajang jika sudah doble" ujar Alma lagi.
"Ssssttt..." Firda menutup telunjuk dibibirnya, memberi kode Alma untuk diam.
"Biihhhh...telat Fir, mas Yu sudah tau kebohonganmu, tadi dia memberitahu keduanya jika dia adalah suamimu bukan kakakmu" Alma berbisik ditelinga Firda.
"Wkwkek....selamat berpusing ria sahabat" Alma nampak sedih melihat wajah Firda yang mulai frustasi.
"Sial...kenapa jadi begini gue...nasib...nasib" ujarnya pasrah.
Mereka menuju ke parkiran mobil. Yugho mendudukkan Ziel dibangku depan, Firda baru akan meletakkan bokongnya dikursi depan tetapi dihalau oleh Ziel.
"Anak ganteng....anak tampan onty duduk didepan ya ganteng" ujarnya sambil menggendong Ziel.
"Noooo..." jawab Ziel.
"Kalau sudah dibilang no, itu artinya kamu harus duduk dibelakang" jawab Yugho dingin.
"What!!!...mamas ganteng kesayanganku...aku Di depan ya" ujar Firda
Yugho langsung mengibas-ngibaskan tangannya dan menyuruh Firda duduk dibelakang.
"Uceett dah hasben kalau udah ngambek begini amat yak" gerutu Firda sambil berjalan ke arah mobil belakang.
Alma cekikikan melihat wajah Firda yang cemberut, sementara Yugho melirik sekilas wajah kesal istrinya melalui kaca mobil.
"Kapokmu kapan rubah kecil" ujar Yugho dalam hati.
"Mantabbbbbsss" ujar Alma menggoda.
"Diam...atau aku lakban nih lambemu Al" ujar Firda sambil cemberut.
"Ntar juga giliran loe Al....siap-siap aja dibekap daddy ampe pagi" balas Firda menyeringai.
"Hahhh....edunn...nggaklah" Alma tiba-tiba kepikiran apa yang Firda katakan. Andai itu benar, dia akan kelelahan meladeni nafsu suami tercintanya sampai pagi. Giliran dia yang lemas sekarang. Dan merekapun saling berpandangan dan tertawa bersama.
*******
Mitha masih mengobrol dengan mereka walaupun nampak grogi karena ke dua temannya sudah tidak ada.
Tiba-tiba Tom menerima telpon dari seseorang dan taklama kemudian dia pun mohon pamit.
"Aku akan mengecek persiapan untuk acara nanti malam, ku harap kamu segera ke hotel untuk istirahat. Persiapkan staminamu" ujanya kepada Abraham.
"Its okey....kamu pergilah terlebih dahulu, aku masih ingin bercakap-cakap dengannya" jawab Abra
"Oke...see u" ucapnya pada Mitha dan Abra. Lalu Tom-pun meninggalkan mereka berdua.
"Apa yang kamu inginkan saat ini?" Tanya Abra pada Mitha.
"Aku ingin jalan-jalan sambil makan ice cream di taman" jawab Mitha.
"Bagaimana jika kita makan ice creamnya direstoran saja?" Tanya Abra.
"Aku tidak mau, aku ingin menghirup udara bebas" jawab Mitha. Abraham nampak berfikir keras. Jika dia melakukan itu bukan tidak mungkin tidak ada yang mengenalnya. Karena paparazi itu selalu ada dimana-mana. Tapi dengan melakukan sedikit penyamaran mungkin dia bisa mengikuti kemauan gadis itu. Akhirnya dia meminta Tom kembali dan membawakan beberapa keperluannya.
Dengan menggunakan kacamata dan jenggot ala kakek-kakek serta topi pelukis dia sudah siap mengajak Mitha pergi makan ice cream.
Merekapun nampak jalan bersama kemudian berhenti disebuah kedai ice cream, membelinya dan memakannya sambil berjalan menuju taman.
"Ahhh....hidup bebas seperti ini bahagia sekali tanpa diketahui siapapun juga"
Abra tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu menghadap Mitha dan membersihkan ice cream yang menempel dihidung Mitha.
Mitha nampak kaget dan malu, buru-buru membuang mukanya.
"Heyyy...its oke, dont be shy" jawab Abra.
"Iihhh....kamu membuat aku malu" Mitha mencubit lengan Abra.
"Boleh aku merangkulmu girl?" Tanyanya.
"Nooo...." jawab Mitha walaupun dalam hati berkata "rangkullah aku Abra, biar aku bisa merasakan rasanya diperlakukan dengan manis oleh sang pacar".
"Baiklah aku hanya menggenggam tanganmu saja bolehkah?" Tanyanya lagi.
"Tidak boleh juga" jawab Mitha namun gestur tubuhnya malah merapat kepada Abra.
"Abra...kenapa kamu harus menyamar seperti ini? Ihh...serasa aku sedang berjalan dengan seorang kakek-kakek" ujar Mitha manja.
"Hahahah..." Abra hanya tertawa saja mendengar gerutuan Mitha.
"Its oke girl, jika kita hanya berdua maka aku akan menjelma menjadi pria tampan dihadapanmu. Tetapi jika aku diluar biarkan aku menjadi kakek-kakek. Karena aku hanya ingin terlihat tampan jika sedang berdua denganmu saja" ujarnya menggombal.
"Ihhh...apa-apaan sih kamu, dasar tukang gombal" ujar Mitha sambil tersenyum dan tanpa sadar memeluk lengan Abra.
Dengan senang hati Abra menerima perlakuan Mitha seperti itu. Ahhh....rasanya seperti sedang berjalan dengan seorang pacar. Ya pacar, sudah lama sekali dia tidak memiliki hubungan special dengan seorang gadis. Gadisnya memilih meninggalkannya sendiri karena kesibukan yang dijalaninya. Andaikan saja bisa dan Mitha mau menjadi someone special dihatinya tentu saja dia akan bahagia. Melihat Mitha yang kalem dan polos menghadirkan suatu bulir-bulir dihatinya, ingin sekali dia merangkul gadis itu dan mengumumkan pada dunia jika saat ini dia sedang berbahagia bersama gadis yang ada disampingnya. Ahhhh....andaikan saja bisa. Biarlah saat ini Abra berkhayal bersama Mitha. Andai Mitha tau siapa dirinya, dia tidak yakin apakah Mitha masih mau bersamanya? atau menjauh karena tidak nyaman hidup bersama dengan seorang superstar.
*********
Ya ampun Abraham fall in love at the first sight pada Mitha. Apa jadinya jika dia tau Mitha sudah memiliki kekasih yang sering mengabaikannya. Mungkin dia akan menculik Mitha dan membawanya pergi ke luar negeri😌
Gaess...maaf ya, Mitha belum berhijab saat ini. Dia mantap berhijab saat akan menikah dengan Jordan. Kayanya saya sudah pernah bilang deh, tapi saya lupa dichapter yang mana😂
Aduh ceritanya jadi berantakan gini ya, maafkan jika ada yang tidak berkenan. Aku ingin Mitha juga punya kisah😥. Tapi kok aku jadi gak tega sama Abraham🤧 entahlah mau dibawa kemana hubungan ini😂
Love you gaess....maaf kalau banyak typo sampai jumpa esok malam...mudah-mudahan bisa up lagi😘