
"Ya ampun kenapa jadi kacau begini kita ya?" ---Mitha
"Kualat mungkin kita sama suami" ---Alma
"Laki gue kalau ngambek lumayan parah nih ngediemin gue" ---Firda
"Mommy...kita main ice skating?" Tanya Ziel
"No sayang...daddy sedang menjemput kita kemari"
"I want play mommy" Ziel mulai merajuk.
"No sayang...besok saja ya sama daddy kita main" Alma berusaha membujuk Ziel.
"Fir...kita pulang naik apa?" Tanya Mitha
"Aku taxi ajalah....mau minta jemput gak bakalan dijemput aku sama mamas" ---Firda
"Aku juga taxi lah aku mau pulang kerumah dulu. Mau ketempat Abra aku belum tau dia menginap di hotel apa" --- Mitha
"Nanti kalian bareng aku saja, biar daddy yang mengantar kalian" ---Alma
"Gue udah pesen taxi mak tuh taxi eyke sudah sampai. Gaess gue balik duluan ya" ---Firda nampak terburu-buru pamit pada teman-temannya itu.
"Oke lah Fir...hati-hati dijalan" ujar Alma dan Mitha berbarengan
"Bareng aku saja ya Mith cancel taxi kamu"
"Nggak usah Al, aku masih terus menghubungi Abra soalnya. Kalau dia ngasih tau penginapan dia aku mau langsung otewe kesana"
"Aihhhh.....buka segel lagi dong Mith kamu hihihi" Alma terkekeh
"Sssstt....bingung Al kalau ngerayu cowok. Aku kan belum berpengalaman"
"Laah....aku pun cuma sama daddy. Dia itu awalan semua untukku"
"Dan kamu akhiran dia semua hihihi....bisa begitu ya" ujar Mitha sambil tertawa.
Tiba-tiba datang pria dengan postur tubuh tinggi dan tegap dengan memakai hem tangan panjang dan menggulung lengannya hingga kesiku.
"Sayang" panggil Daniel kepada istri dan anaknya
"Daddy" Ziel bersorak kegirangan melihat ayahnya menghampirinya.Lalu Daniel menangkap tubuh mungil Ziel dan memutar-mutarnya hingga membuat Ziel tertawa semakin lebar. Kemudian dia menghampiri Alma merengkuh bahunya dan mencium keningnya.
"Mari kita pulang boy" ajak Daniel pada anaknya.
"Tapi besok kita main ice skating daddy"
"Oke-oke sayang....as you wish boy"
"Sayang....ayo kita pulang" ajak Daniel pada istrinya.
"Ayo kita antar kawanmu dulu sayang"
"Nggak usah kak, aku masih ada urusan dulu sama Abra. Nah itu taxi-ku sudah datang kak aku balik duluan ya kak. Al...aku balik, baby boy onty balik ya nak" Mitha mencubit gemas pipi Ziel.
"Bye onty" jawab Ziel
Mitha segera cipika-cipiki dengan Alma.
Setelah berdadah-dadah ria Mitha pun segera menaiki taxi tersebut menuju rumahnya.
Begitu pun dengan Alma, dengan menggendong Ziel dilengan kiri Daniel menggandeng tangan istrinya disebelah kanan. Mereka pun menuju parkiran dan berjalan menuju arah rumah mereka.
Didalam mobil Alma tidak berani menatap wajah suaminya, Daniel mengetahui hal ini sehingga dia membuka obrolan terlebih dahulu.
"Katakan sayang kamu darimana"
"Aku...aku habis pergi ke Bogor bie, mengunjungi suster Ana" jawab Alma sambil menunduk
"Apa? Kamu berjalan sejauh itu tanpa memberitahuku?"
"Ma-maaf bie...aku pikir kami hanya sebentar disana tapi..." Alma tidak melanjutkan lagi kata-katanya.
"Sayang...aku ini suami kamu loh. Jika terjadi sesuatu pada kalian aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku"
"Iya bie...ma-maaf ini yang terakhir bie" pandangan mata Alma memelas menatap wajah suaminya.
"Tujuan kamu kesana itu apa sayang?"
"Kami hanya ingin memastikan keadaan Ana dan Jordan bie. Sebab menurut info yang Mitha dapat Jordan diusir oleh ayahnya karena dia ingin menikahi suster Ana"
"Apa kamu cemburu jika Jordan menikah lagi?"
"Ihhh...apa sih bie. Nggaklah jangan macam-macam bie. Kamu kan tau semua tentang aku bie mana mungkin aku menyukai dia. Jangan suka cemburu buta gitu ah bie"
"Wajar dong aku bertanya sayang. Walau bagaimanapun dia itu pernah suka sama kamu"
"Iihhh...aku nggak pernah suka sama dia bie. Kalau kamu berbicara begitu lagi aku marah loh bie" ancam Alma
"Hahaha...aku yang seharusnya marah bukan kamu sayang"
Jika disuruh jujur tentu saja Daniel kesal dengan istrinya. Untuk apa dia menemui Jordan, kenapa begitu perduli dengan Jordan. Bukankah Alma tau jika Jordan adalah mantan rivalnya. Terkadang Daniel tidak mengerti dengan jalan pikiran istrinya itu. Jika dia marah maka Alma akan lebih parah ngambeknya. Buntut- buntutnya dia pergi dari ruman dengan membawa serta Ziel.
Daripada istrinya ngambek lebih baik dia yang mengalah.
Begitu sampai dirumah mereka sama-sama diam. Alma diam karena merasa bersalah, Daniel diam karena mengalah sambil menahan kesal.
Seperti biasa Alma menyediakan makan malam suaminya namun Daniel tidak menyentuhnya dengan alasan sibuk mengurus pekerjaannya yang tertunda.
Akhirnya Alma pun tidak menyentuh makanannya. Dia hanya menyuapi Ziel saja. Selesai makan Ziel bermain dengan daddynya. Alma hanya bisa melihat mereka dari kejauhan sambil duduk dan memainkan handphonenya.
Ziel nampak lelah bermain dan dia pun meminta daddy-nya untuk membacakan cerita.
Seperti biasanya belum selesai daddy membacakan cerita Ziel sudah tertidur lelap.
Lalu dia mencium dan menyelimuti putra kesayangannya itu.
"Bie..ini aku bawakan baju ganti" Alma memulai percakapan dengan suaminya itu.
"Nanti saja sayang" selesai berkata seperti itu Daniel pergi menuju ruang fitnes dan dia mulai mengolah tubuhnya disana.
"Nampaknya hubbie benar-benar marah" Alma menggelengkan kepalanya. Kemudian dengan tidak sabar dia segera pergi menuju ruang fitnes suaminya. Dengan pelan-pelan dia masuk keruang fitnes dan melihat suaminya sedang memukul samsak tinju.
"Bie..." Alma segera memeluk pinggang suaminya dari belakang.
Daniel sedikit kaget karena terlalu fokus dia tidak menyadari kehadiran istrinya. Dia pun segera menghentikan kegiatannya itu.
"Jangan marah bie" rengek Alma.
"Hmmm..."
"Aku janji tidak akan melakukan itu lagi bie. Dan aku siap dihukum bie tapi jangan diamkan aku bie, aku tidak tahan" Alma semakin erat memeluk pinggang suaminya.
"Apa kamu yakin?" Tanya Daniel.
"Ehmmm...iya bie" jawab Alma terpaksa sebab habis ini dia sudah tau apa yang akan terjadi.
"Duduk disana" perintah Daniel menunjuk salah satu alat gym yaitu home gym (maaf jika salah)
"Aahh...apa bie?"
"Duduk disana jika ingin mendapat maafku"
Alma pun menuruti perintah suaminya dan dia pun duduk di home gym tanpa tau harus berbuat apa. Daniel segera mengambil handuk dan membersihkan peluhnya. Setelah selesai dia segera menghampiri istrinya dan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
"Kiss me" ujar Daniel
Alma segera memejamkan matanya dan melabuhkan bibir manisnya ke bibir suaminya. Dia mulai melum*t , menarik dan menggig*t lembut bibir suaminya hingga membuat Daniel melenguh karena nikmat. Dengan tidak sabar dan penuh nafsu Daniel mulai menggerayangi tubuh istrinya dan melempar semua pakaian yang dikenakan istrinya. Diapun memulai aktivitasnya menuju puncak asmara. Belum puas melakukan di homegym Daniel menarik tubuh istrinya dan merebahkannya di matras senam.
Dia pun mulai menyatukan dan menghentakkan kembali tubuhnya hingga membuat Alma mengerang kenikmat*n dan mencapai puncak berkali-kali. Alma kewalahan menghadapi napsu suaminya namun dia tetap berusaha memberikan apa yang diinginkan suaminya. Alma tau jika tubuhnya menjadi candu bagi suaminya maka dia pun selalu berusaha mewujudkan semua fantasi suaminya tanpa pernah mengeluh. 1 jam lebih mereka bertarung hingga akhirnya Daniel mengerang panjang dan menumpahkan semua cairannya didalam inti istrinya. Dengan nafas tersengal-sengal Daniel masih menciumi istrinya.
"I love you sayang...love you...always love you my queen"
"I love you hubbie sayang..cup..cup" Alma mengecupi bibir sensual milik suaminya itu
"Sudah yuk bie...kita balik ke kamar" Alma mengalungkan tangannya dileher Daniel.
"No sayang...hukumanmu belum selesai"
"Hah...aku mau dihukum apalagi bie?"
"Next kolam renang sayang"
"Hubbie...ampun bie"
Tanpa mau mendengar istrinya Daniel mengambil Bath robes lalu dia segera mengenakannya dan memakaikan juga kepada istrinya. Setelah itu dia segera mengendong Alma menuju kolam renang dan merekapun menari bersama disana.
********
Akhirnya Firda juga sampai dirumahnya. Nampaknya suaminya sudah ada dirumah karena lampu sudah menyala semua.
Dengan perlahan dia pun membuka pintu rumahnya sendiri.
"Assalamualaikum papa" jerit Firda saat melihat Yugho sedang membuat kopi dengan dada terbuka dan hanya menggunakan celana boxer saja.
"Waalaikumsalam" jawab Yugho kemudian menatap sekilas istrinya sebentar lalu melanjutkan lagi mengaduk kopinya.
"Iihhh...papa kenapa sih?istrinya yang cantik ini pulang dicuekin" Firda segera memeluk suaminya
"Masih ingat rumah kamu mah?aku kira kamu nyasar dan tidak tahu arah pulang"
"Ya nggak dong sayang, kalau bukan aku siapa lagi yang akan mengurus suami gantengku ini"
"Jangan khawatir mah, banyak wanita diluar sana yang siap mengurusku" jawabnya santai lalu meninggalkan ruangan dapur dan menuju ruang keluarga sambil meletakkan kopinya dimeja.Yugho segera menyalakan channel olahraga dan menontonnya dengan serius.
"Papah apaan sih nggak lucu tau begitu. Awas ya papa macam-macam aku samperin itu ceweknya dan nggak akan ada ampun untuk kalian"
"Hmmm...awas minggir mah jangan menghalangi, aku lagi serius ini mumpung acaranya bagus" "
"Nggak mau....nggak mau...tarik dulu kata-kata papah"
"Kata-kata apa sih? sudahlah jangan seperti anak kecil yang nggak dikasih permen"
Firda kesal dengan suaminya yang mengacuhkan dari tadi.
"Celline mana pah?" tanyanya
"Aku bilangkan dirumah ibu"
"Ya ampun papa serius ini?"
"Memang aku suka bohong apa mah?"
"Ihh....bener-bener deh papa. Dahlah aku mau jemput Celline"
"Percuma ibu sedang tidak ada dirumah dia pergi ke Bandung sore tadi sambil membawa Celline"
"Hah...papa" Firda hampir saja menangis namun dia menahan laju air matanya.
"Harusnya kamu senang dong mah kenapa kamu malah nangis sih? kan kamu jadi bebas seperti anak gadis lagi"
"Nggak pah aku mau anakku" jerit Firda
"Memang kamu dari mana jam segini baru pulang?"
"Aku mengantar Mitha pah ke Bogor menemui Ana dan Jordan.Kasihan loh pah nasibnya sekarang dia jadi pengangguran. ayahnya tega banget nggak merestui pernikahan anaknya sampai-sampai mengusir anaknya keluar. Iihhh...nggak banget deh aku sama pak Zaki pah"
"Hmmm" hanya itu jawaban Yugho
" Lalu apa lagi?" tanyanya
"Ya sudah cuma itu aja pah nggak ada yang lain"
"Yakin kamu cuma itu aja, coba ingat-ingat lagi ada kejadian apa lagi"
"Nggak ada pah...cuma itu aja kok" Firda nampak berfikir keras tentang apa yang terjadi sepanjang siang tadi namun tetap saja buntu otaknya. Kemudian Yugho mengangkat pant*tnya dan pergi dari situ. Diiringi pandangan bingung Firda.
Firda segera menyusul suaminya ke dalam kamar dan memeluknya namun Yugho menepiskan tangannya.
"Kenapa sih papa? mode judes mulai on nih"
"Aku mengantuk ingin tidur mah,besok aku harus bangun pagi dan berangkat sepagi mungkin.Jangan ganggu aku dulu sebelum kamu memberitahu ada kejadian apa hari ini" kemudian Yugho memejamkan matanya dan mulai tidur.
Firda semakin bingung dan dengan kesal dia meninggalkan suaminya dikamar.
"Sial*n banget deh ah...apa sih maksud omongan mas Yugho aku nggak ngerti banget ucapannya" kemudian Firda menghubungi grup chatnya.
"*gaess...ada kejadian apa sih siang tadi? kok misua gue nanya dan yakin banget jika ada suatu kejadian tadi" ---Firda
"Nggak ada apa-apa Fir kita hanya bicara santai saja" ---Mitha
"Laki gue ngambek nggak mau gue sentuh sebelum gue ngasih tau dia ada kejadian apa siang tadi"
"Sama Fir, Abra juga lagi merajuk dia sibuk dengan gitarnya aku cuma nunggu dia aja dikamar"
"Busyeettt....ngamar lagi loe cong?gila loe...doyan apa maruk loe wkwkwkwk"
"hihihi....aseem kamu Fir"
"Alma belum nongol nih, kemana dia?"
"Entahlah mungkin lagi diwolak-walik tubuhnya sama daddy macam telo hihihi" jawab Mitha mulai nakal.
"Sial*n cuma dia doang yang 'enak' kimvriittt itu bocah. gue bukannya ditidurin malah ditinggal tidur laki gue"
"Hihihi...nasib kita sama" ---Mitha
Kemudian grup chat pun mulai hening lagi 2 jam kemudian Alma baru membalas WA grup mereka.
"Apa gaess?aku malas manjat" balas Alma. setengah jam kemudian Firda membalas pesannya.
"Enak loe yeee habis dipanjat daddy. hasben gue ngambek Al dan gue daritadi didiemin terus. Dia nanya ada kejadian apa siang tadi. Gue bilang nggak ada kejadian apa-apa ehh dia nggak percaya"
"Siang tadi? memang ada kejadian apa Fir, perasaan nggak ada apa-apa ya?apa kejadian yang kita ketemu Pak Marcel itu Fir?" ---Alma
"Hah....apa iya ya? berarti laki gue tau kalau gue ketemu Marcel? dan dia tau Marcel narik gue mepet ke tubuhnya?mamp*s gue pantesan dari tadi dia penasaran banget nanya ada kejadian apa. Duh gustiii...semua gara-gara dosen sompret itu. Ehh...daddy marah nggak sama loe Al?"
"Marah banget Fir, dua jam lebih aku dihukum"
"Serius loe? dihukum apa loe sama daddy?"
"Dihukum diruang fitnes sama dikolam renang Fir"
"Anjriiiiit loe yaa....gilaaaaaaa....hahahaha...dihukum enak loe sama daddy. gue juga mau kalau begitu mah. hasben gue lagi ngaktifin mode judesnya, sebel gue daritadi gue dianggurin aja sama dia Al. ini si Mitha nggak nongol jangan-jangan lagi dibanting-banting juga sama Abra. Biarin deh beberapa hari lagi dia resmi menjadi nyonya Abra"
"Masa? hihihi...dia terpaksa buka segel Fir buat ngeredam kemarahan Abra. udah ah...badan aku lemes banget Fir, aku lagi nunggu daddy buatin salad untuk aku"
"Seehh....manja banget loe kaya ratu"
"Ya ampun Fir wajarlah begitu, kamu nggak tau dihantam diruang Fitnes. aku ditarik kesana, ditarik kesini, berdiri menghadap dinding dengan kaki sebelah diangkat ke atas dan banyak lagi gaya aneh-aneh.Duh pokoknya ampun deh hubbie aku sesuatu banget dia mah"
"Tunggu...tunggu gue lagi ngebayangin kalau gue digituin sama mamas gue Al, gue bales bergoyang yang aduhai biar dia teriak keenakkan wkwkwkwk. Ya sudahlah gue udah tau jawabannya sekarang gue bisa serang dia tanpa ampun" ---Firda
"Dasar maniak"
"Bodo amat wkwkkwwk"
Merekapun mengakhiri percakapan WA mereka.
********
Ohhh.....mendapat hukuman seperti itu aku juga mau bieðŸ¤
Kalian tuh bikin aku kepengen aja😂 tinggal Firda ini, bisa nggak menaklukan mas Yu yang lagi jealous.
Gaess...lanjut lagi kamis ya...takut hari ini nggak bisa nulis maklum lagi sibuk ulangan jadi nggak konsen bikin ceritanya.
Gak kebayang dihajar diruang Fitnes dengan makhluk model begini. di wolak-walik macam telo kalau kata ErKa mah😌
Hmmm....pantas saja daddy nggak mau lepas dari mamud ini...manies, lembut dan segar banget istrinya🤗
Ruang Fitnes daddy
Ngambek lagi maasss..duuh anak orang aja disayang,apalagi anak sendiri ya mas😂
Abra...apa betul Mitha buka segel lagi😂