
Beberapa jam yang lalu
Akhirnya Yugho tiba dilandasan, dia segera mempersiapkan segala sesuatunya. Terutama mengecek keadaan pesawat yang akan dikemudikannya.
Alma dan Firda segera menemui Daniel.
"Daaaad...." Ziel segera berlari-lari kecil begitu melihat ayahnya.
Daniel segera memutar badannya dan langsung menyongsong serta menggendong putra tercintanya. Dia segera menciumi dan memeluk Ziel dengan gemas.
"Anak daddy tercinta" Daniel segera memutar-mutar tubuh Ziel sampai Ziel pusing dan memprotesnya. Melihat anaknya merajuk dia tertawa dan memberikan candy untuknya. Tentu saja Ziel sangat senang dengan sogokan dari daddynya itu.
"Bie...jangan diberikan candy terus dong bie, nanti giginya gak bagus loh" Alma memperingati suaminya.
"Sayangkuh....cup...cup...uuhhmmmm" Daniel segera merengkuh bahu istrinya dan menciumi kening serta bibir istrinya. Firda yang melihat adegan itu cuma bisa nyengir sebal.
"Ehmmmm....masih ada orang kaleee kak" ujar Firda.
"Hahahaha....eh ada kamu Fir?tanggung sudah terlanjur" Daniel tertawa melihat aksinya dilihat Firda.
"Kamu tau sendirikan suamiku gimana Fir" jawab Alma sambil menepuk jidatnya.
"Wkwkwk.... iyalah ngerti banget Al, apalagi kalau malam yak. On terus sampai pagi....uuhhh....aahh....uuhh....aahhh" Firda berbisik sambil tertawa ditelinga Alma hingga membuat merah muka Alma lalu Alma mencubiti pinggangnya.
"Jangan diperjelas lagi Fir" Alma tersenyum malu-malu.
"Eleehhh....bikin gue ngiri aja loe tau nggak. Btw laki gue kemana ya Al? Seet dah masih ngambek dia dan gue ditinggal sendiri" Firda celingungan mencari Yugho.
"Laki gue kalau ngambek kaya bocah Al pen gue sosor aja bibirnya. Liat aja nih ketemu langsung gue babat bibirnya" gerutu Firda sama Alma.
"Sokorinn...makanya jangan ganjen ama ciwok lain. Ngambek kan mamas mu Fir" Alma mentertawai kekesalan Firda.
"Yaelaa Al, gue kan nggak tau kalau dia mau jemput elo kesana. Gegara bule gemblung tuh laki gue jadi ngambekkan" ujar Firda.
Alma tertawa melihat Firda menyalahkan Tom dan Abraham, padahal mereka hanya menyapa dan meminta maaf, gegara keusilannya sendiri akhirnya suaminya menangkap dan mendiaminya.
Firda melihat Yugho lalu dia melambai-lambaikan tangannya, sebenarnya Yugho melihatnya tetapi dia pura-pura mengabaikannya. Beberapa kali Firda berusaha memberitahukan keberadaannya kepada Yugho dan tetap saja Yugho mendiaminya dan tidak mau melihatnya.
"Sumpah ya, gue yakin mamas ngeliat gue tapi koq gak mau melihat kesini sih, padahal gue udah melambaikan tangan dari tadi" Firda berbicara sendiri. Apa benar suaminya kali ini marah sungguhan. "Ihhh....jadi kesel sendiri, ini gegara mata gak bisa melihat yang bening-bening jadi seperti ini deh" Firda akhirnya hanya duduk dan bertopang dagu melihat suaminya dari jauh. Yugho melihatnya dari jauh dengan senyum kemenangan.
" Rubah kecilku akhirnya bisa galau juga kan. Ini belum seberapa Firda, sebentar lagi mas akan meninggalkan kamu selama 3 hari" lagi-lagi Yugho melirik istrinya dari kejauhan. Wajah kesal istrinya membuatnya selalu ingin menggodanya.
"Persiapan sudah 100% tinggal take off sebentar lagi" lalu Yugho menghilang dari pandangan istrinya. Firda yang hanya bengong dari tadi segera sadar dan dia buru-buru mencari keberadaan suaminya.
"Kamu kenapa Fir? Kaya orang linglung saja" tanya Alma.
"Gue lagi nyari laki gue Al, mau apologise sama dese" jawab Mitha
"Coba kamu cek kedepan Fir, mungkin mamas ada didepan sama daddy" ujar Alma.
" Oke aku akan menyusulnya kesana" Firda segera beranjak dari hadapan Alma.
"Fir...kamu gak ikut aku aja?" Ajak Alma.
"Mana boleh aku pergi jauh-jauh Al, masih hamil muda. Tau sendirikan nyokap kaya apa paniknya kalau terjadi sesuatu sama gue" jawab Firda.
"Mau mommy Al tapiiii...." Firda tidak melanjutkan kata-katanya.
"Iya..iya....Fir, lain kali kita ajak Mitha juga kita refreshing bersama-sama" Alma memandang dengan senyum sahabatnya itu.
"Its oke baby" Firda segera memeluk Alma.
"Cepat cari mas Yu sana sebelum take off" ujar Alma mengingatkan. Firda mengangkat jempolnya dan kembali mencari suaminya.
Dia berjalan kesana-kemari mencari Yugho namun Yugho tak nampak batang hidungnya. Firda semakin gelisah, hal seperti ini bisa membuat Firda uring-uringan setiap hari. Sebelum ketemu mamas hatinya belum merasakan ketenangan. Apalagi melihat jetpri yang dimasuki suaminya tadi sudah tinggal landas membuat Firda semakin terhenyak dan suaminya sudah pergi tanpa memberikan ciuman padanya.
"Dasar egois...jelek...menyebalkan...tuirrrr" omelnya pada suaminya. "Main jalan-jalan aja tanpa pamit, cium dulu kek sebentar atau peluk dulu kek sebentar jangan main jalan aja langsung. Memangnya aku patung apa? Gegara begitu saja ngambeknya ngelebihin bocah SD" omel Firda pada suaminya. Dia pun segera melangkah keluar dari gedung itu.
"Tau begini mah, mending gue pulang sendiri tadi. Ngapain menjemput kalau habis itu ditinggalkan, ini kan tidak adil namanya" omelnya lagi.
Disaat Firda ngedumel tidak karuan tiba-tiba saja tangannya ada yang menarik. Dia segera menjerit namun pria itu segera memepetkan tubuhnya ketembok dan memberikan ciuman secara bertubi-tubi. Firda meronta-ronta namun tidak dilepaskan. Begitu Firda mengenali siapa yang sedang mencumbunya, dengan segera dia menutup matanya dan membalas dengan antusias ciuman itu. Hampir 5 menit mereka berciuman tanpa henti. Setelah nafas mereka tersengal-sengal barulah Yugho melepaskan pagutan bibirnya. Firda langsung mengambil nafas dalam-dalam dan dia menggebuki dada suaminya lalu dia memeluknya.
"Aku kira kamu main ninggalin aku aja mas, aku hampir menangis tau" ujarnya sambil terus memegang pinggang suaminya.
"Seharusnya aku membuatmu menangis dulu ya baru aku menghampirimu" Yugho melirik istrinya.
Firda menghentak-hentakkan kakinya. "Nggak mau...aku nggak mau digituin, nanti dedek nangis juga loh mas" balas Firda.
"Ah iya...dedek sayang, maafin papa ya, habis mamamu nakal sayang, papa harus beri mamamu pelajaran dulu sedikit ya sayang" Yugho membelai-belai perut istrinya dan menciuminya.
Firda hanya tertawa melihat ulah suaminya.
"Sekarang kamu pulang ya sayang, sebentar lagi mas akan berangkat mengantar pak Daniel dan pak Tito, mas nggak tega kamu diantar sama anak buah mas, akhirnya mas telepon papa kamu sayang. Papa sudah menunggu didepan" ujarnya lembut sambil menciumi pipi istrinya.
"Baiklah mas, aku akan pulang dengan hati senang" Firda kembali memeluk suaminya. Yugho segera mengantar Firda kedepan. Begitu sampai didepan dia berpapasan dengan Alma dan Daniel. Dia pun segera memeluk Alma.
"Kamu nggak ikut Fir?" Tanya Daniel. "Mintalah agar Yugho mengajakmu" tawar Daniel.
"Ahh...dia gak ngajak aku kak, mana mau aku merajuk-rajuk memohon padanya. Biarin aja dia yang kesepian tiap malam tanpa aku disana" Firda pura-pura acuh terhadap Yugho.
Mendengar perkataan istrinya ingin sekali dia menjewer telinga istri nakalnya itu. Namun karena didepan bos-nya tidak mungkin dia melakukan hal itu. Yang dilakukannya hanyalah memelototi istrinya. Sedangkan Firda hanya tertawa melihat raut kesal wajah suaminya. Padahal baru saja dia hampir menangis dan memeluknya dengan erat, sekarang sudah berbuat ulah lagi.
"Bye...bye semua...hati-hati sampai tujuan. Almaaa....bawain oleh2 buat aku sama Mitha yang bagus-bagus ya wkwkwkwk" Firda tersenyum sambil melambai-lambaikan tangannya kepada sahabatnya itu.
"Gak mau...gak seru aku belanja sendirian" ujar Alma. Firda hanya tertawa melihat Alma.
"Kak Daniel hati-hati dijalan, jagain mamas aku ya kak" Daniel menoleh sambil menggendong Ziel dan memberikan jempol kepada Firda.
"Hayyy...pak Tito, banyakin senyum biar keriputnya tidak tambah banyak pak" Firda sempat-sempatnya menggoda Tito dan Tito hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
"Buat mamasku tersayang...i love you so much....muaah...muaah...muaahh" Firda memberikan kiss jauh untuk suami tersayangnya itu. Yugho hanya bisa tersenyum dan memberikan jempolnya untuk istri tercintanya itu.
Pesawat itu langsung take off meninggalkan Firda seorang diri. Taklama kemudian dia segera menuju parkiran depan untuk menemui ayahnya. Mereka pun meninggalkan gedung itu dan kembali pulang kerumah.
Didalam mobil Firda diceramahi oleh ayahnya. Karena berani pergi sendiri tanpa memberitahu orang rumah. Untung saja mamanya sedang arisan jadi tidak akan ada siraman rohani dari sabang sampai merauke yang akan diberikan mamanya. Beruntung sekali Firda memiliki ayah seperti papa Josh. Andai mas Yu ngadu sama mamanya, siap-siap saja Firda menutup kuping. Untung mas Yu cuma ngadu sama papa Josh, jadi tidak akan ada yang mengomelinya.
Sesampainya dirumah Firda hanya bermalas-malasan dikasur saja, dia kaget melihat berita hari ini. Foto kawannya ada dimana-mana.
"Hahh...apa ini? Inikan Mitha...jadi...jadi..Abraham adalah artis itukah?tidaakkkk....tidaakkkk....aahh ..kenapa dia bisa sama Mitha...ihh gemuess....gemuess sama mereka" Firda nampak kesal melihat Mitha bersama Abraham, namun dia bahagia jika melihat temannya itu bahagia. Tetapi yang jadi masalah adalah Mitha sudah bertunangan. Bagaimana dengan Jordan? Walaupun dia mulai tidak suka dengan cara Jordan memperlakukan Mitha tetapi rasanya tidak mungkin jika pertunangan mereka akan dibatalkan. Terlalu besar resikonya nanti. Apalagi sesama pengusaha, menikahkan anak mereka demi sebuah perjanjian kerjasama adalah hal yang biasa. Berulang kali Firda menghubungi Mitha namun tak satu telponpun dijawabnya. Firda langsung menulis di grup pesan mereka. Namun tak ada balasan satupun dari mereka. Menjelang jam 8 malam baru Alma membalas pesannya. Dan mereka berbicara berdua disana. Dan tengah malam baru Mitha membalas chat WA mereka.