
Yugho membawa istrinya ke parkiran motor lalu segera mengajak istrinya naik motor.
"Ayo naik Fir" ucapnya
"Mau kemana kita mas" tanya Firda lalu segera menaiki motor suaminya.
"Jangan banyak tanya...cepat naik"
"Aku nanya dulu mas...kalau tiba-tiba kamu jahatin aku kan aku bisa bersiap-siap dari sekarang"
"Pikiran kamu itu loh, aku ini suami kamu bukan penculik istri sendiri Fir"
"Far...Fir...Far...Fir...ingat ya, aku bukan Firnie loh mas" ucap Firda.
"Bukannya nama kamu Firda dan saat kamu mengenalkan diri juga pakai nama Firda..bukannya begitu sayang?sekarang kamu maunya dipanggil apa?"
"Kamu bisa kebetulan gitu ya mas punya mantan dan punya istri sama-sama Fir panggilannya. Jangan-jangan kamu ngebayangin aku itu si Firnie ya mas?"
"Stop jangan dilanjut nanti salah paham lagi" Yugho mengendarai motornya dengan kencang hingga mau tidak mau Firda memeluk pinggang Yugho dengan kencang. Sebelum melanjutkan perjalanan Yugho mampir terlebih dahulu ke sebuah toko membeli helm dan jaket Untuk istrinya lalu dia pun melajukan motornya ke daerah Bogor. Dia bermaksud mengajak istrinya untuk mengisi liburan mumpung long weekend.
Yugho mencari tempat yang tenang dan jauh dari keramaian.
Dia akan mengajak istrinya menikmati udara sejuk didaerah Puncak-Bogor. Dia pun melajukan motornya ke Taman Bunga Melrimba Bogor.
"Akhirnya sampai juga kita" Yugho memarkirkan motornya lalu turun dan membantu Firda turun dari motornya.
"Dimana ini mas" tanya Firda
"Ini Taman Bunga Melrimba sayang. Yuk mas mau mengajak kamu naik sampan" Yugho menggandeng tangan istrinya menyusuri taman itu. Dia mencari wisata air
Yugho ingin mengajak istrinya naik sampan berdua. Lalu dia pun menyewa sampan itu.
"Naik ini mas?" Tanya Firda
"Yup..biar lebih romantis" lalu Yugho mengulurkan tangannya ke arah Firda.
"Nggak mau, aku takut" jawabnya
"Kenapa sayang?" Tanya Yugho bingung
"Pokoknya aku nggak mau, aku tau mas mengajak aku kesini pasti mas mau nenggelemin aku kan ditengah-tengah danau itu" ujar Firda sambil menunjuk kearah Danau. Firda pun buru-buru menjauhi danau itu.
Yugho geleng-geleng kepala dia tidak habis pikir dengan pikiran istrinya. Apa katanya tadi?menenggelamkannya ditengah danau. Entah dapat ide gila darimana istrinya itu sampai-sampai bisa berfikir seperti itu.
Akhirnya Yugho menyusul istrinya.
Ditariknya tangan istrinya hingga Firda langsung masuk ke dalam pelukan Yugho.
"Kamu dapat ide darimana mas mau menenggelamkan kamu sayang? Mas kan sudah bilang, mas mau mengajak kamu pacaran. Kita akan mulai dari awal lagi sayang. Kita lakukan seperti anak muda lainnya. Mengajak kekasihnya berkencan. Kita makan jagung bakar diatas puncak. Kita naik sampan berdua, kita camping berdua. Mas ingin menebus semuanya bersama kamu Fir" Yugho masih dalam mode on memeluk Firda.
Firda melepaskan pelukannya.
"Mas aja yang kaya gitu, aku sih 'emoh' aku mau santai melakukan apa yang aku mau" jawab Firda acuh.
"Tidak...tidak...tidak...kamu tidak boleh melakukan apa pun tanpa persetujuan mas sayang. Oke?" Yugho melingkarkan tangannya dipinggang istrinya dia memeluk Firda dari belakang.
"Nggak oke lah, jangan sok-sok'an romantis deh mas. Aku mah gak percaya lagi sama kemesraan kamu mas. Kamu kan pinter banget actingnya mas pura-pura cinta sama aku, bikin aku meleleh trus ujung-ujungnya ternyata cuma memanfaatkan aku saja. Cinta kamu masih sama si lampir itu. Pake ada acara restoran favorite segala" ujar Firda sambil cemberut.
"Apa kamu cemburu" ledek Yugho.
"Cemburu?mungkin iya kalau dulu tapi kalau sekarang mah 'sebodo teuing' mas, sudah nggak ngaruh sama aku"
Yugho menutup bibir istrinya dengan tangannya.
"Sayang ini ditempat umum kalau dirumah sudah mas telanjangin kamu sayang" Yugho menciumi tengkuk istrinya sambil terus memeluknya.
"Yuk kita naik sampan berdua biar dapat romantisnya" ujar Yugho lalu membalik tubuh istrinya dan mencium keningnya.
"Dengar sayang kamu adalah masa depan aku Fir, mas akan mencintai kamu melebihi cinta mas terhadap diri mas sendiri. Mas tidak akan menyakiti kamu kecuali diranjang. Aahhh...menyebut ranjang saat bersama kamu mas ingin langsung merebahkan kamu sayang" Yugho langsung memeluk Firda dengan erat sehingga Firda merasakan sesuatu yang mengganjal di perutnya.
Firda tertawa dalam hati. Suaminya mungkin gila bin sinting. Ditempat umum begini bisa-bisanya ada sesuatu yang berdenyut disana. Dia segera melepaskan pelukannya. Tetapi segera ditahan oleh Yugho. Dia terus memeluk tubuh istrinya sampai dia puas.
Firda mencubit-cubiti pinggang Yugho namun tetap tidak berhasil. Yugho hanya menggidik sesaat lalu memeluknya kembali.
"Kamu ngaco deh mas....ini ditempat umum tau, nanti ada yang melihat kita bagaimana? Maass, ada yang kemari tuh cepat lepasin aku" Firda buru-buru melepaskan diri dari cengkeraman suaminya. Lalu dia tertawa dan lari menjauh.
"Hahhaa.....emang enak dibohongin"
"Awas kamu ya jika tertangkap Fir....dasar rusa nakal" yugho berlari mengejar istrinya sementara Firda terus menjauh jika tidak suaminya akan menangkapnya segera. Langkah-langkah panjang suaminya pastilah akan cepat menangkapnya. Firda mencari pohon yang rimbun dia ingin bersembunyi dari kejaran suaminya.
"Bocah itu lari kemana dia?" Yugho menatap sekelilingnya mencari tau keberadaan Firda namun instingnya cepat bekerja dia tau istrinya tidak berlari jauh tetapi sedang bersembunyi disuatu tempat.
"Hemmmm....keluarlah sayang atau mas akan memangsamu didalam sana. Kamu tinggal pilih mau keluar dengan sendirinya atau mas yang masuk untuk memperkosa kamu" Yugho berdiri didepan pohon rimbun tersebut sambil bersedekap menunggu istrinya keluar.
Firda kaget dia pun segera memutar otaknya agar tak segera tertangkap suaminya.
Diambilnya sebuah batu lalu dilemparnya kebelakang Yugho langsung bereaksi memutari pohon itu. Dengan cepat Firda keluar namun tangan Yugho segera menarik tangan Firda dengan cepat.
"Aaaaa...." Firda kaget karena suaminya dengan cepat telah menangkapnya.
"Aku tidak bodoh sayang...menangkapmu di dalam rerimbunan pohon itu adalah hal biasa. Kamu harus memberikan penghargaan untuk suami sigapmu ini. Ayo cepat lakukan pemberian hadiah padaku" ujar Yugho sambil menatap nakal istri keras kepalanya itu.
"Ahhh...nggak seru mas, pura-pura nggak tau kek...biar aku lamaan ngumpetnya. Ini mah kecepetan nangkapnya" Firda menggerutu tidak senang.
"Sayang kamu kan tidak bilang jika ingin main yang lama. Andai kamu bilang ingin lama mainnya pasti sudah mas tinggal makan sate tadi. Biar kamu lama ngumpetnya dan perut mas kenyang" lalu Yugho membopong istrinya, Firda segera mengalungkan tangannya dileher Yugho dan Yugho membawa istrinya ketempat yang jauh dari keramaian. Dia masih ingin mengajak istrinya bersampan.
"Seehhh...ini romantis beneran apa pura-pura romantis kamu mas?"
"Aku akan membayar semuanya Fir...semua ketidak tulusanku padamu. Aku ingin memulai semuanya dari awal lagi. Aku ingin menikmati proses pacaran kita lagi sayang. Umurku sudah tidak muda lagi sayang. Sudah waktunya untukku bersungguh-sungguh denganmu" jawab Yugho sambil terus memandang istrinya.
"Baiklah...kamu harus mulai dari awal untuk merebut hatiku kembali mas, masalahnya aku sudah mengubur dalam-dalam cintaku padamu. Aku sudah tidak punya rasa apapun lagi denganmu mas" Firda menghela nafas dalam-dalam.
"Sungguhkah? Secepat itu kamu bisa melupakan mas Fir?" Yugho bertanya dengan tidak senang.
"Tentu saja mas, aku kan bukan pengemis cinta macam mantanmu itu. Bagi aku jika kamu tidak suka sama aku ya tidak masalah mas. Kan kata orang-orang tua jaman dulu nih mas 'dunia tidak selebar daun kelor, patah tumbuh hilang berganti dan patah hati carilah ganti' makanya aku tidak mau pusing-pusing masalah cinta mas. Kalau cinta ya kita jalani jika tidak cinta ya tinggalin. Gitu aja kok repot" ujar Firda datar.
Yugho dibikin gemas dengan pernyataan istrinya. Dia sangat tidak setuju dengan pendapat istrinya.
"Firda....cinta itu butuh pengorbanan, supaya apa?ya supaya langgeng. Jika setiap orang berfikiran seperti kamu maka yang ada adalah gadis-gadis pemain cinta macam kamu ini. Kamu tidak akan merasakan cinta yang begitu mendalam dan begitu indah"
"Jadi macam kamu mas dengan tante itu? Hmmmm....tidak mau. Aku bukan type seperti itu. Bagiku hanya ada dua pilihan stop atau lanjut mas. Tidak mau aku menangis-nangis karena cinta. Kamu ingin aku seperti mantanmu itu? Oh..tidak mungkin mas. Hidupku masih panjang dan sangat berharga. Kamu sudah masuk zona kuning mas...hati-hati mas, karena aku akan menarikmu ke dalam zona hijau atau zona merah. Kamu tau kan artinya?" Firda tersenyum acuh.
Yugho tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia bingung dengan sifat keras kepala istri nya. Daripada berdebat dengannya dia lebih memilih mengalah saat ini.
"Baiklah istriku yang keras kepala sekarang apa yang kamu inginkan agar kamu bisa menariku ke dalam zona hijau"
"Aku tidak bisa jawab sekarang mas. Aku akan memikirkannya kembali. Apakah kamu layak aku tarik atau aku hempaskan?" Jawab Firda tegas.
"HAHH!!" Wajah Yugho mendadak seperti orang linglung.
Firda tertawa dalam hati, dia suka melihat ekspresi kaget diwajah suaminya.
"Aku suka lihat wajah kaget kamu mas. Sebucin apa sih kamu sama Firnie dulu. Jadi penasaran aku. Apa kamu juga bisa bucin kepada aku mas?" Firda bertanya dalam hati.
**************
Mas Yu...kamu bisa bucin sama Firnie...kalau sama Firda bagaimana mas??? ππ
Met pagi semua....sayang kalian semua π€
Mau dong jadi kucingnya mas Yuπ