
Esok paginya telepon dari Firda terus saja berdering.
"Aahh...benar-benar mengganggu" gerutu Mitha.
"Hmm...iya Firda ada apa pagi-pagi ganggu orang" ujar Mitha.
"Woyy....nyonya besar baca berita sana, banyak berita di infotainment ttg elo sama Abraham"
Dan saat konser terakhir Abraham membawakan lagu spesial buat seseorang disana. Dan para haters langsung memasang foto elo berdua yang kemaren. Media sekarang lagi memburu gadis yang bersama Abraham kemaren"
"Sungguhkah?"
"Gila loe ya jadi tenar loe sekarang. Ciihhhh....masa elo sih yang jadi seleb Mith? Gue gak rela tau...wkwkwkkwk" Firda kesal sambil tertawa begitu mengetahui Mitha mendadak terkenal hanya karena berpelukan dengan Abraham.
Dia segera menutup telpon Firda dan membuka sosmednya. benar saja, dia masih menjadi trending topik selama 2 hari ini. Dan apa?Abraham membawakan lagu spesial untuk seseorang? Tidak....dia tidak yakin jika Abra bernyanyi untuknya. Bukankah kemaren dia mendiamkannya saat dia mengetahui segala kebenarannya. Walaupun dalam hati ada sedikit kebahagiaan. Namun dia menampiknya, karena dia tidak yakin jika dia akan hidup berbahagia dengan pasangannya nanti.
Aku sudah memilih akan menikmati hidup ini. Aku tidak mau memikirkan cinta. Karena cinta hanya akan melahirkan penderitaan saja. "Aku akan segera mandi dan bersiap-siap. Aku akan mengajak Firda ke Singapore untuk berbelanja dan makan siang disana" lalu Mitha segera menghubungi Firda dan segera mengajaknya ke singapore. Firda kaget dengan sikap sahabatnya itu. Namun setidaknya dia mengetahui jika sahabatnya itu memiliki masalah didalam hubungannya. Dia tidak ingin banyak bertanya kepada Mitha. Dia akan mengikuti Mitha kemanapun sahabatnya mengajaknya. Sebelum berangkat ke singapore Firda terlebih dahulu pergi ke dokter Dea untuk memastikan kandungannya baik-baik saja saat pergi dengan pesawat. Setelah selesai berhubungan dengan Dokter Dea lalu Firda mengikuti Mitha ke kantor tunangannya.
Dengan dandanan wanita high class Mitha menunjukkan siapa dirinya sekarang. Dengan pakaian desainer ternama dan perhiasan berlian menempel ditubuhnya. Tidak ada harga murah yang melekat ditubuhnya saat ini. Firda geleng-geleng kepala melihat penampilan sahabatnya ini. Sejak kapan Mitha menjadi wanita super high class? Biasanya dia selalu berpenampilan sederhana walaupun baju mahal yang dikenakannya tetapi saat ini Firda dibuatnya melongo dengan penampilan glamournya mitha.
Begitu sampai di kantor Jordan Mitha segera meminta resepsionis menunjukkan ruangan Jordan. Dengan langkah pasti dan mantap dia segera membuka ruangan itu. Betapa kagetnya dia melihat Jordan bersama wanita itu sedang duduk berdua dibangku tamu sambil memegang sebuah majalah. Hatinya sangat sakit melihat pemandangan itu. Dengan dada terguncang dia berusaha tetap bersikap dan bertutur kata manis. Tetapi tidak dengan Firda, nampak kemurkaan diwajah cantiknya. Betapa menjijikan pemandangan didepannya itu. Ingin rasanya dia menarik rambut wanita itu dan menghantamkannya ke dinding tetapi Mitha menenangkan sahabatnya itu.
Jordan kaget bukan kepalang melihat Mitha ada dihadapannya dengan penampilan glamournya. Dan dia juga kaget melihat Firda bersama tunangannya itu. Jordan buru-buru bangun dan segera menghampiri Mitha tetapi Mitha segera berjalan ke mejanya dan duduk di bangku Jordan dengan menyilangkan sebelah kakinya. Dia menyenderkan tubuhnya dikursi Jordan dan mengambil pulpen sambil mengetuk-ngetuknya di meja.
"Kenapa mas Jo, santai saja ...aku kemari hanya ingin memastikan apakah kamu baik-baik saja saat ini. Dan wanita ini pastilah wanita yang sangat pintar sehingga bisa diajak kerja sama dan dibawa kemana-mana" ujar Mitha.
"Sayang...aku senang kamu ada disini tetapi jangan salah menilai, aku sedang membahas proyek bersamanya" jawab Jordan.
"Ya ya ya...tenang saja, aku tidak akan mengganggumu. Aku kesini hanya ingin meminjam CC-mu. Aku ingin berbelanja kebutuhan aku" ujar Mitha.
"Ah iya...kamu memang harus berbelanja" kemudian Jordan Segera mengeluarkan dompetnya dan memberikan CC platinum kepada Mitha. Segera Mitha mengambil kartu itu dan beranjak bangun dari kursi Jordan. Mitha menatap wanita yang selalu bersama Jordan. Dan wanita itupun membalas tatapan mata Mitha. Firda segera menarik tangan Mitha dan dia yang berhadapan dengan wanita itu. Dia menunjukkan jari tengahnya kepada wanitu itu.
"*****" serunya.
Wanita itu langsung berdiri, panas kupingnya mendengar julukan yang Firda berikan untuknya.
Saat wanita itu akan menyerang Firda, Jordan segera menangkap tubuh wanita itu dan melindunginya dibelakang tubuhnya.
"Firda...tolong jangan buat keributan dikantorku" ujar Jordan.
"Kamu yang keterlaluan Jo, bekerja sambil mengajak pelac*rmu. Dasar gila kalian" Firda meluapkan amarahnya.
Mitha menarik tangan Firda dan berusaha menenangkan sahabatnya itu. Wajah Jordan langsung merah menahan amarah. Lalu dia langsung membukakan pintu untuk kedua wanita itu. Firda kembali meradang melihat perlakuan Jordan kepada tunangannya sendiri.
"Kami akan keluar, silahkan dilanjutkan acara kalian yang tertunda" Mitha berkata dengan senyum manisnya. Lalu dia pun berlalu dari hadapan Jordan.
Firda memarahi temannya itu. Namun Mitha tidak menghiraukannya. Dia sudah memilih ingin menikmati hidup dan persetan dengan yang namanya cinta.
Dia segera mencarter pesawat dan langsung pergi ke singapore bersama Firda.
Hari itu Mitha pergi ketempat-tempat yang paling mahal. Dia berbelanja sesuka hatinya tak lupa Alma dan Firda pun dibelikan barang-barang super branded dengan harga yang bisa membuat orang geleng-geleng kepala.
"Mith...kita tidak perlu berbelanja lagi, kamu sudah menghabiskan 1 M untuk membeli barang-barang ini. Sebaiknya kita pulang sekarang.
"Tidak Firda, aku masih ingin berbelanja. Uang keluargaku dan uang Jordan adalah uangku juga. Jadi untuk apa dipikirkan. Kita harus menikmati hidup ini Firda sebelum badai kebangkrutan menyerang" ucap Mitha santai.
Firda melongo apa Yang baru saja sahabatnya katakan. Tidak....ini bukan Mitha yang dikenalnya.
"Mitha....sadarlah, apa yang kamu lakukan tidaklah benar. Aku tahu hubunganmu tidak bagus dengan Jordan tapi bukan berarti kamu harus menghancurkan hidupmu sendiri. Kamu bisa mengakhiri hubunganmu dengannya jika kamu mau" Firda berusaha menyadarkan sahabatnya itu.
"Apa katamu Fir? Mengakhiri hubunganku dengannya? Hahahha...." Mitha tertawa mendengar penuturan Firda.
"Jangan mimpi Fir, aku tidak akan bisa mengakhiri hubunganku dengannya. Aku akan segera menikah dengannya. Kedua orang tua kami sudah membuat kesepakatan. Pesta mewah akan segera dilangsungkan. Orang seperti aku tidak akan bisa memilih kebahagiaan Fir. Semua serba diatur. Andai aku memiliki seorang adik atau kakak, tentu aku sudah kabur dari rumah dan memilih jalanku sendiri. Sayang aku hanya seorang diri, bebanku adalah menerima semua perlakuan ke dua orang tuaku" ujar Mitha sambil memandang dengan tatapan hampa .
"Jangan menatapku seperti itu Fir, aku tidak jahat kepadamu. Aku hanya mengajakmu bersenang-senang saja. Nikmatilah apa yang ada dihadapan kita, jangan menengok kebelakang" ujarnya lagi.
"Mith, sebaiknya ayahmu mengetahui bagaimana Jordan memperlakukanmu. Semoga setelah ayahmu tahu dia bisa segera membatalkan pertunangan kalian" ujar Firda lagi.
Mitha menarik nafas dalam-dalam. " Aku sudah memberitahu ayahku Fir, tidak ada yang berpihak padaku. Sekarang waktunya aku menikmati hidupku Fir, orang tuaku sudah menggadaikan kebahagiaanku. Tidak salahkan jika aku menikmati hasil yang mereka tanam?" Tanya Mitha lagi.
"Aku pusing Mith, bagaimana kalau kita menjebak Jordan agar dia bisa melepaskan kamu?" Usul Firda.
"Dengan cara?" Tanya Mitha lagi.
"Aku belum menemukan caranya. Kita akan pikirkan bareng-bareng Mit" Firda menyantap makanan yang tersaji sementara Mitha hanya makan sedikit.
"Aku akan membelikan pakaian untuk anakmu Fir, ayo kita berbelanja lagi" ajak Mitha.
"Apa kamu sudah gila Mith? Tidak...aku tidak mau, kata mama pamali tau tidak boleh membeli pakaian bayi jika umur bayi belum genap 7 bulan"
"Hmmm..lalu apalagi acara kita selanjutnya?" Tanya Mitha.
" Ya kita pulanglah...memang mau ngapain lagi" tanya Firda sewot.
Melihat temannya marah Mitha hanya tertawa.
"Dasar aneh, diajak berbelanja bukannya bahagia malah marah-marah"
"Kamu aja yang sintingg Mitha, belanja sih nggak kira-kira. Sudah habis 1 M, masih aja ngajak aku berbelanja lagi. Btw ini uang halalkan?" Tanya Firda.
"Ini uang hasil rampokan kita Fir, kamu kan tau tadi aku pinjam CC Jordan" ujar Mitha.
"Oh iya...kalau ini uang dia, baik oke kita langsung belanja lagi..hahaha...kita habiskan uang pria durjana itu" Firda dan Mitha tertawa bersama.
Seharian itu mereka berkeliling toko dan restoran, menikmati indahnya hidup yang bergelimang dengan uang. Setelah sore hari barulah mereka tiba di Indonesia kembali, tentunya dengan pesawat carteran kembali. Mitha mengantar Firda sampai rumahnya dengan segudang barang belanjaan branded-nya. Dia membawa kerumahnya bagian milik Alma. Jam 9 malam Mitha keluar rumah dan langsung membooking hotel bintang 5 untuk tidur malam ini disana.
Sesampainya di hotel, dia segera memakai bikini dan berenang ditengah malam. Puas berenang dia kembali sendiri dan duduk dipojokkan kolam. Dia mulai mengeluarkan rokoknya dan dengan gemetaran dia mulai menghisap rokok itu.
*******
Begitu mendapat pesan dari orang suruhannya Abraham segera mendatangi tempat itu. Dia melihat gadisnya dengan kepulan asapnya. Di ambilnya rokok itu dan dihancurkannya dengan tangannya sendiri. Mitha langsung kaget, dia tidak menyangka ada Abraham dihadapannya. Ahhh...mungkin hanya ilusi pikirnya. Dia menyalakan kembali rokoknya dan langsung direbut kembali oleh Abraham. Kali ini Mitha hanya bisa tercengang dia mengucek-ngucek matanya. memastikan pria yang ada dihadapannya adalah benar Abraham.
"Abra" panggil nya
"Hmmmm..." hanya sahutan dingin yang didapatinya.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya nya
"Menikmati hidup" jawab Mitha singkat.
Abraham mengacak-acak rambutnya kembali, dia tidak tahu apa yang akan dilakukannya pada Mitha.
"Aku akan mengantarmu pulang" Abraham mengambilkan mantel untuk Mitha dan memakaikannya. Mitha segera menepisnya.
"Aku tidak ingin pulang, aku ingin disini. Kamu pulanglah kembali ketempatmu. Jangan ganggu hidupku lagi Abra" Mitha berkata dengan dingin. Selesai berkata seperti itu Mitha berjalan menuju room-nya dan meninggalkan Abraham disana sendiri
**********
Masih bahas tentang Mitha ya gaess, mumpung ide lagi lancar mengalir😂
Maaf dulu buat tim Fir-Go🙏😁
Love you gaess
Jangan lupa like, vote n koment gaesss😘