
Sikap Pak Josh yang hangat langsung membuat cair suasana. Mereka bertiga berbicara sambil bergurau. Namun hanya ayah Yugho yang merasa gerah melihat keakraban mereka bertiga. Apalagi ketika melihat ayah Firda, rasanya ingin langsung menghantamnya saja. Tak terasa hari sudah menjelang sore, keluarga Yugho berniat langsung pamit dan mengundurkan diri untuk pulang. Mereka membiarkan Firda untuk beristirahat.
Merekapun saling berjabat tangan. Dan saat ayah Yugho menjabat tangan mana Er dia langsung sedikit berbisik "jam 1 kafe pelangi". Mama Er sedikit kaget namun langsung menguasai diri. Papa Josh langsung merangkul pinggang mama Er. Mama Erlin langsung menyenderkan tubuhnya kepada papa Josh dan melambaikan tangan kepada besannya itu.
"Akhirnya keluarga mereka yang datang terlebih dahulu" ujar mama Erlin.
"Baiklah aku terima pernikahan mereka dengan setulus hati pah" ujar mama Er kembali.
"Sudah seharusnya kamu terima pernikahan mereka sayang" ujar papa Josh. Mama Erlin langsung mengangguk dan tersenyum.
******
"Mas...aku nggak nyangka loh ayah kamu mau kemari, mengingat betapa dia membenciku" ujar Firda.
"Sudah kukatakan bahwa anak kamu membawa salam perdamaian" ujar Yugho
"Alhamdulillah ya mas, aku sudah pengen cepat-cepat lahiran saja mas. Mau ajak anak aku nge-mall hehehe" Firda memeluk pinggang suaminya yang sedang berbaring disisinya.
"Sayang....apakah nanti malam aku akan dapat jatah?" Tanya Yugho sambil mengelus-elus perut Firda.
"Kata mama tidak boleh mas, aku harus bedrest katanya, tapi aku tidak tahan mas" ujar Firda dengan wajah memelas.
"Tidak tahan apa sayang? Tidak tahan untuk 'itu' ?" tanya Yugho nakal.
"Iiisssh....bukanlah mas, aku nggak tahan kalau disuruh bedrest. Mama mulai kumat lagi memperlakukan aku macam orang penyakitan yang berbahaya" Firda nampak kesal dengan aturan mamanya itu.
"Hehehe...seharusnya kamu senang sayang, karena mama kamu sangat menyayangi kamu" Yugho tampak membelai-belai rambut Firda.
"Sayang sih sayang mas, tapi kalau sampai aku gak boleh kemana-mana aku-nya yang repot tau. Mama kan orangnya parno-an. Angie tidak boleh begini, Angie tidak boleh begitu. Kamu diam-diam dirumah, jangan kemana-mana. Jika ingin sesuatu bilang mama, okey? Ya salaaam jika mama sudah begitu...iihhh amit-amit deh, susah bergerak kemana-mana aku mas" Firda bercerita sambil memasang wajah malas dan tidak senang namun sebaliknya Yugho malah tertawa kesenangan.
"Yess... Akhirnya mas mendapatkan orang yang tepat untuk menjagamu dan amat sangat bisa diandalkan" Yugho langsung tersenyum sumringah namun sebaliknya Firda malah kesal dan memukul-mukul Suaminya dengan bantal sambil mengomel dengan bawelnya. Yugho langsung menyergap istrinya dan mencium bibirnya agar berhenti mengoceh. Puas melum*t bibir istrinya Yugho langsung pergi ke dapur dan meninggalkan istrinya sendiri dikamar lalu dia segera memotong-motong buah untuk istrinya tersayang.
"Dasar cowok tidak bertanggung jawab habis manis sepah dilempar, puas nyicip bibir main tinggal aja anak gadis orang, gak tau apa dadaku sudah menggelora minta dijamah ?" Sungutnya kesal. "Awas saja nanti dia berani cium-cium lagi aku gigit sekalian" Firda masih saja mengoceh sendiri, dia tidak terima jika Yugho meninggalkannya setelah membangkitkan geloranya.
Tak berapa lama suami menyebalkannya muncul dengan membawa sepiring besar buah yang telah dipotong dan ditata rapi.
" time to eat fruit" ujarnya.
Firda langsung tersenyum namun buru-buru ditarik kembali senyum lebarnya dan menampilkan bibir monyongnya.
"My queen, ayo dimakan buahnya biar anak kita segar dan sehat seperti buah strawberry yang merah dan memikat. Melihat dari aura wajahmu pasti nanti anakku lahir dengan wajah yang sangat cantik seperti papanya" Yugho tersenyum lebar sambil menggoda istrinya itu.
"Eeitss....enak saja cantik seperti papanya. Mas aku itu menikahi cowok macho ya bukan cowok cantik" balas Firda.
"Jika dia cantik sudah pasti seperti mamanya yang memiliki kecantikan varivurnah...hahaha" Firda tertawa sambil menarik-narik pipi suaminya.
"Mass...aku mau buah yang itu" Firda mengerdipkan mata tengilnya.
"Sayang kamu makan buah ini dulu jangan buah yang lain. Kalau mau yang itu nanti malam kamu mas gempur. Sekarang habiskan dulu buahnya" Yugho langsung menyuapi istrinya.
"Iihh...maksudnya apa ya mas? Kok aku malah bingung dengan buah yang itu?" Tanya Firda pura-pura bodoh.
"Bukankah kamu mau meminta mas kan untuk menyergap kamu?" Tanya Yugho bingung.
"Iihh...kepedean kamu mas, maksud aku tuh, aku mau buah yang baru metik dikebun belakang itu loh" jawab Firda.
Yugho langsung tertawa.
Firda tertawa dalam hati menjawab kepolosan suaminya itu.
"Dasar bodoh, sebenarnya kamu yang benar mas. Memang aku ingin itu, sayang kamu itu pintarnya dalam kehidupan nyata dalam urusan ranjang kamu rada oneng mas" bisik Firda dalam hati.
"Ternyata aku masih lebih pintar darimu mas...hihihi" Firda tersenyum penuh arti.
"Buka mulutmu sayang...Aaa..ayo cepat buka, apa mesti mas basahi dulu bibir kamu baru kamu mau membuka mulut kamu?"tanya Yugho. Firda langsung manggut-manggut dengan mata berbinar mendengar perkataan Yugho. Lalu dia memajukan wajahnya dihadapan Yugho sambil menutup bibirnya rapat-rapat.
"Aduhh..ternyata mas salah ngomong euyy, salah menghadapi cewek yang hobi mesoom ini" ujarnya memelas. Mendengar perkataan Yugho, Firda langsung melotot dan membuang muka.
"Iya sayangku...iya...jangan ngambek ah, katanya mau dibasahin bibirnya ayo menghadap mas lagi sayang" Yugho langsung membelai wajah Firda mulai membasahi bibir istrinya itu.
Dengan penuh senyuman Firda langsung membuka mulutnya dan Yugho mulai menyuapinya. Setiap kunyahan habis Firda menutup mulutnya kembali dan Yugho mulai membasahi kembali bibirnya, semua berlangsung terus-menerus sampai buah itu habis.
"Pintar sekali mama Angie makan buahnya. Nah sekarang tenaga sudah terisi full, ayo gantian kamu yang menyerang bibir mas" Yugho menutup matanya menunggu giliran diserang Firda. Bukannya menyerang Firda malah tertawa melihat kelakuan suaminya itu.
"Iihh...aku gak suka lihat mas begitu jadi ilfil" jawab Firda.
"Kamu apa-apaan sih sayang, mumpung mas berbaik hati ini minta diserang kamu. Jangan sampai mas kembali menyerang kamu loh" jawab Yugho sebal.
"Gak mau ah, tadi aku sudah puas dilumati sama kamu mas, sekarang sudah nggak mood lagi" jawab Firda bercanda.
"Awas saja kamu nanti malam, jika kamu bisa menggoda mas" balas Yugho. Namun dibalas cekikikan oleh Firda.
Sore itu mereka menghabiskan waktu dikamar mereka sambil menikmati pemandangan indah kebun mereka. Yugho membuka pintu samping kamar Firda sehingga angin langsung berhembus kedalam kamar mereka. Sambil menikmati udara sejuk, mereka berpelukan dan sama-sama tertidur dibuai dengan sepoy-sepoynya angin yang terus berhembus masuk kedalam kamar mereka.
Bukan hanya Yugho dan Firda yang tampak bahagia, mama Erlin juga berbahagia sambil mendengarkan cerita papa Josh. Mereka tampak tertawa bahagia.
Hanya Kak Suzil yang masih sibuk berkutat dengan handphone-nya. Selepas Randi pamit pulang, taklama Randi pun langsung menelpon Suzil kembali. Dan mereka hanya bisa melakukan VC saat ini, namun itu pun sudah cukup bagi mereka karena setiap hari pun mereka bertemu di Rumah Sakit. Walaupun tidak terlalu sering, karena mereka menangani pasien yang berbeda.
Suzil sebagai Dokter spesialis kulit dan kelamin sementara Randi menangani pasien penyakit jantung. Mereka bertemu saat makan siang dan saat pulang bersama.
Sementara Ibu Yugho merasa bahagia karena suaminya akhirnya mau berdamai dengan anaknya. Tetapi pikiran ayah Yugho lain lagi. Dia masih penasaran dengan Erlin, setelah sekian lama menyakitinya tiba-tiba dia hadir kembali di dalam kehidupannya sebagai besannya pula. Ahhh...dunia sangat tidak adil baginya, mereka dipertemukan kembali dengan situasi seperti ini. Rasanya tidak sabar untuk menunggu hari esok, untuk mengetahui semuanya itu. Ya besok dia akan menunggu Erlin di kafe Pelangi itu mencari tau semuanya.
Handphone di grup Firda terus saja berbunyi. Ratusan chat Alma dan Mitha saling bersahut-sahutan. Semenjak Firda memasang status garis dua, dia kebanjiran pesan dari teman-temannya.
Tak lupa Angga pun mengirim pesan patah hati dengan emoticon hati terbelah. Sementara Firnie menulis pesan yang membuat Firda merinding.
"Pelakor tidak akan pernah bisa melahirkan dengan selamat" lalu di akhiri dengan gambar evil.
Wajah Firda pucat seketika dan jujur saja dia merasa takut saat ini. Dia merebahkan tubuhnya kembali dan membelakangi Yugho. Yugho segera membuka matanya dan menarik tubuh istrinya kembali ke dalam pelukannya. Firda langsung menutup matanya. Yugho bertanya-tanya dalam hati, apalagi yang di maui istrinya saat ini. Dia pun mengambil handphone istrinya dan membuka semua pesan istrinya. Dia tampak geram membaca WA dari Firnie untuk istri tercintanya.
"BRENGSEK.....selalu saja membuat masalah wanita satu ini". Taklama kemudian Yugho bangkit dari ranjangnya lalu pergi menuju taman samping depan kamarnya, tampak dia sedang bertolak pinggang sambil menelpon seseorang.
*********
Maaf gaess....kemaren seharian gak ada ide sama sekali..😂tadi pagi langsung nyari ide dan akhirnya bisa up. Maaf ya kalau kurang maksimal idenya🙏😁
Happy reading gaess😘
Kamar Firda yang super nyaman