
Firda menghirup kopinya sedikit dan seperti biasanya dia memberikan kopi itu kepada Suaminya.
"Mas...habisin kopinya untukku" ucapnya sambil tersenyum.
"Apaaa...kamu yang ingin kopi sayang bukan mas" Yugho mulai gemas dengan istri nya.
"Aku mau mas menghabiskannya disini juga" pintanya sambil menatap mata suaminya.
"Baiklah...kalau gitu mas bungkus saja ya, buat diperjalanan nanti kopinya" Yugho mengusak-usak rambut istrinya.
"Tidak boleh...kita akan jalan jika mas menghabiskannya disini"
Seketika wajah Yugho menjadi pucat. Dia hanya suka kopi hitam tapi kini dia dipaksa minum susu tarik. Tak terbayang mualnya perut dia yang seketika bergejolak. Sedangkan Firda hanya melihatnya sambil tersenyum tidak perduli dengan penderitaan suaminya itu
"Aku tidak mau keluar dari sini jika mas tidak meminum susu tarik itu"
"Sayang....bukannya mas tidak mau tetapi mas tidak suka susu tarik, jika dipaksa nanti mas yang akan muntah sayang" ratapnya pada istrinya.
Firda segera membuang muka dia tidak mau menatap suaminya. Dia mulai merajuk kembali kepada Yugho.
"Baiklah....baiklah mas akan meminumnya sekarang" Yugho segera mengambil gelas itu dan dia menahan nafasnya lalu dengan sukses dia menghabiskan susu tarik pesanan istrinya itu.
Firda tersenyum puas melihat suaminya sudah menghabiskan susu pesanannya.
"Great job Pak Suami...cup...cup" Firda menghadiahi ciuman untuk suaminya itu. Yugho tersenyum namun tiba-tiba dia berlari secepat mungkin ke arah belakang kedai dan dia memuntahkan isi perutnya disana.
"Hooeekkk....hoeekkk" tubuhnya langsung lemas begitu habis muntah.Dia pun segera mengeluarkan sapu tangannya dan membersihkan bibirnya dari bekas muntahan itu.
Firda segera menyusul suaminya dan memijat-mijat tengkuk suaminya.
"Mas...kamu kenapa muntah? Apa mas masuk angin?Yuk kita cari tolak angin mas, sambil terus memijati suaminya.
"Yuk...kita istirahat dulu saja ya mas sayang" Firda segera menarik tangan suaminya dan membawanya masuk ke dalam mobil mereka.
Firda mengoprek mobil suaminya dan mencari kotak P3K. Akhirnya dia mendapatkan apa yang dicarinya. Dia pun segera memberikan suaminya "jamu tolak angin"
"Ayo diminum mas...perasaan tadi tidak kenapa-napa kamu mas, sekarang tiba-tiba jadi begini?Firda mengoleskan fresh care ke leher suaminya sambil memijatinya.
"Gimana mas?sudah lebih baikkah?" Tanya Firda.
"Mas sudah lebih baik sayang" Yugho memijat-mijat keningnya.
"Ya sudah mas istirahat saja, biar aku yang bawa mobilnya" Firda bermaksud keluar dari mobil lalu Yugho menarik tangannya kembali.
"Tidak sayang, biar mas yang setir saja. Kamu diam-diam dan duduk manis saja disamping mas"
Bujuknya.
"Tidak bisa mas, wajah mas masih pucat tuh. Mas yang tenang-tenang saja oke?..cup" Firda mengecup bibir suaminya. Dia keluar mobil dan memutarinya lalu menyuruh Yugho duduk dikursi penumpang, sementara dia duduk dikursi pengemudi.
"Oke....siap-siap mas, bismillah" Firda pun mulai mengendarai mobil suaminya dengan pelan dan perlahan-lahan dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat kencang dan selalu menyalip mobil yang didepannya.Yugho terus saja mewanti-wantinya. Dia menjadi khawatir, dia tidak ingin terjadi apa-apa terhadap anak dan istrinya.
"Wuihhh....tenang saja mas, gini-gini kan aku mantan pembalap" Firda terus fokus melajukan mobilnya.
"Untung saja pas jalur turun mas, jadi enak aku bawa ini mobil dengan sangat lancar" Firda pun mulai memutar lagu bergenre rock 'n' roll terapi segera diganti oleh Yugho. Dia memutarkan lagu bergenree klasik beethoven lagu yang bagus untuk menstimulasi otak bayi.
"Mas ganti lagunya....gak enak tau, itu mah buat lagu orang orang hamil" tutur Firda.
"Yaa....anggap saja kamu sedang hamil sayang, jadi mulai sekarang kamu wajib mendengarkan lagu itu"
"Mas ganteng, aku baru tau jika kamu tenyata hobi memerintah."
"Bukan seperti itu sayang, untuk menghadapi istri yang kepala keras macam kamu, mas harus tegas. jika mas acuh kamu tidak akan pernah berubah menjadi istri solehah" ujar Yugho sambil tersenyum.
" Hehehe....kesannya aku buruk banget mas, awas jangan galak-galak loh sama aku mas"
"Hmmm....mas hanya bisa galak sama kamu jika diranjang saja sayang. Coba ke tepi sayang, biar mas saja yang bawa mobilnya. Kamu istirahat saja" Ujar Yugho lalu memberi isyarat dengan tangannya agar Firda segera menepi. Firda pun menuruti kemauan suaminya dia segera menepikan mobilnya lalu Yugho segera mengambil alih kemudinya. Sambil menyetir sesekali Yugho meraih tangan istrinya kemudian mengecupinya. Tak berapa lama Firda pun tertidur.
Perjalanan sangat lancar dan 3 jam kemudian Yugho sudah sampai dirumahnya. Begitu selesai memarkirkan mobilnya dia membuka kunci rumahnya dan mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamarnya. Dengan perasaan letih dan lelah dia bermaksud mengistirahatkan tubuhnya tetapi tak lama kemudian ponselnya berdering. Dia segera mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon.
"Iya hallo"
"Kakak...aku ingin kita bertemu sekarang juga"
"Aahh....ternyata kamu Firnie" Yugho segera menjauh dari tubuh istrinya dan langsung menuju balkon kamarnya.
"Hmmm...ada apa?"
"Aku ingin kita bertemu sekarang juga" jawabnya.
"Maaf tidak bisa Fir, aku baru saja tiba dari perjalanan dan tubuhku sangat lelah, aku perlu istirahat. Lagipula aku harus menjaga istriku mulai saat ini"
"Ahhh....apa?apakah aku tidak salah dengar kak?"
"Tidak, aku beritahu kamu mulai sekarang, aku harus menjaga istriku dengan hati-hati karena dia sedang mengandung anakku saat ini" Yugho berbicara dengan tegas.
"Maaf Firnie, kita sudahi semuanya dan telah lama diantara kita memang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Aku sudah berkeluarga dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Aku tidak ingin menyakiti hati istriku juga anakku"
"Dengar mas...kamu tidak akan punya anak dari wanita itu dan aku akan memastikannya...huhuhu" Firnie masih saja terus menangis.
"Sudah saatnya kamu mencari penggantiku Firnie dan kamu tidak bisa mengharapkan aku lagi. Aku telah memberikan tempatmu padanya dan aku sudah menjalani semuanya bersama keluarga kecilku saat ini dan selamanya"
"Kamu benar-benar jahat mas.....kamu harus kembali padaku cepat atau lambat" lalu Firnie segera menutup teleponnya.
Yugho menghela nafas pelan. Kemudian dia segera kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia memandangi istrinya dan membelai wajahnya.
"Kamulah istriku hidup dan matiku hanyalah bersamamu. Semoga kamu mau menerima semua kekuranganku sayang" dikecupnya bibir istrinya lalu beralih ke keningnya. Dia menatapnya sebentar lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.Yugho pun tertidur dengan kelelahannya.
**********
Firnie menangis sambil menghancurkan semua barang-barang yang ada dikamarnya. Hingga membuat bingung pamannya. Tante Hilda berusaha menenangkan hatinya. Akhirnya setelah dibujuk rayu tantenya barulah Firnie merasa lebih tenang.
Paman Adrian mencoba menghubungi Yugho namun teleponnya tidak aktif. Setelah berulang kali dihubungi akhirnya bisa tersambung juga.
" Hallo....Yugho, kenapa kamu susah sekali paman hubungi? kamu harus kerumah paman sekarang juga Go. Firnie mengamuk lagi dan pasti ini adalah karena ulah kamu kembali. Paman tidak mau tahu pokoknya kamu harus kemari sekarang juga" ujar Paman Adrian memaksa.
"Mas Yugho sedang tidur om, ini dengan istrinya ada hal apakah sehingga memaksa suami saya untuk menemui anak om?"
"Oowww....baguslah jadi saya tidak perlu berbasa-basi lagi dengan anda anak kecil. Dengarkan...suruh suami kamu kemari sekarang juga atau saya yang akan menyeret suami kamu kesini?"
"Om....jika sesuatu terjadi kepada anak anda
jangan salahkan suami saya. Karena anak anda yang mengejar-ngejar suami saya. Sebagai orang tua yang baik tolong ajarkan anak om agar berhenti mengejar suami orang"
"Kamu anak kecil tau apa kamu tentang hubungan anak saya dengan suami hasil rebutan kamu itu? Kehadiranmu yang telah mengacaukan segalanya. Ingatlah bahwa kamu tidak akan pernah bahagia hidup dengannya karena kamu tidak akan bisa memutuskan hubungan yang telah terjalin selama belasan tahun, MENGERTI??" ucapnya kasar kepada Firda.
"Bukan saya yang telah merebut Mas Yugho dari anak om, tetapi karena Mas Yugho lebih memilih saya daripada putri anda yang pernah berkhianat kepadanya"
"Kamu itu tidak lebih daripada seorang pelakor yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri. Sama seperti ibumu yang tidak pernah bisa mendidik anaknya sehingga membiarkan anaknya menjadi seorang pelakor, atau mungkin juga kamu mengikuti jejak ibumu? sehingga anak dan ibu sama-sama menjadi pelakor"
"Stop om.... jangan bawa-bawa ibu saya. Ibu saya jauh lebih terhormat dibandingkan anak om yang seorang penghianat. Anak om yang tidak bisa menjaga harga dirinya sendiri sehingga menghancurkan hidupnya sendiri. Jika om tidak puas dengan keputusan yang telah diambil oleh suami saya lebih baik kita bertemu sekarang juga" Firda berteriak dengan kesal sehingga membuat suaminya terbangun.
"Sayang....tenang, ada apa dan kenapa kamu berteriak-teriak sayang?" tanyanya bingung.
"Saya tunggu kamu dan suami kamu dirumah saya dan jika memang kamu bukan pelakor maka kamu tidak akan takut bertemu dengan saya" ujar om Adrian sambil tertawa sinis.
Yugho segera mengambil handphone-nya dari tangan istrinya.
"Om...jangan bawa-bawa istri saya yang tidak tahu apa-apa. Saya akan kesana sekarang juga sendiri" jawabnya.
"Cepat Go kemari dan bawa istrimu juga jika memang dia tidak bersalah"
"Maaf om...istri saya tidak ada sangkut pautnya dengan urusan saya. Dia tidak tau apa-apa, semua adalah salah saya dan saya yang akan segera datang kesana sendiri untuk menyelesaikan masalah saya dan Firnie" setelah berkata demikian Yugho segera menutup teleponnya.
"Sayang, seharusnya kamu tidak perlu mengangkat handphone mas karena mas tidak ingin kamu berfikir negatif tentang mas. Semua masalah mas akan segera mas selesaikan dengannya. Kamu baik-baik ya dirumah jangan kemana-mana dan jangan berfikiran yang aneh-aneh. Kamu harus percaya kepada suami kamu sekarang"
"Aku ikut mas, aku tidak terima jika mamaku dikatakan pelakor karena aku dan mamaku tidak seperti yang mereka tuduhkan itu" Firda sedikit terisak namun dia berusaha menahan tangisnya.
"Semua salah mas sayang, kamu tidak salah apa-apa jangan fikirkan tentang mereka, kamu hanya harus berfikir tentang keluarga kecil kita saja, semoga kamu segera hamil supaya mas bisa melihat seperti apa anak kita nanti, apakah nakal seperti dirimu?ataukah tampan dan pintar seperti ayahnya? hehehe" Yugho segera membujuk dan menenangkan Firda.
"Baiklah mas, jangan lama-lama karena aku akan khawatir apalagi mas perginya ketempat wanita ular itu. Aku sungguh-sungguh sangat khawatir mas"
"Ssst....kamu tenang sayang, jangan khawatirkan mas percayalah begitu masalah ini selesai mas akan segera kembali pulang...cup..cup" beberapa kali Yugho tampak mengecupi bibir istrinya. Akhirnya dia bangkit berdiri lalu pergi mengambil pakaiannya. Setelah rapi dia bersiap-siap untuk pergi ke rumah Firnie dan berharap masalahnya akan segera selesai.
"Gantengnya suami aku" Firda memeluk suaminya dari belakang.
Ditariknya tangan Firda lalu diputar tubuhnya sehingga mereka berhadap-hadapan.
" Doakan ya semoga cepat selesai urusan mas dengannya" ujar Yugho sambil tersenyum dan mencubit kedua pipi istri nya lalu dikecup keningnya.
"Mas berangkat ya sayang. Hati-hati dirumah jangan nakal dan jangan kabur kemana-mana mengerti?"
"Baiklah Pak Suami" Firda mengalungkan tangannya dilengan suaminya dan mengantarkannya sampai gerbang rumahnya.
Yugho segera menelpon anak buahnya agar menjaga istrinya dari jauh. Karena dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan istrinya. Setelah selesai menelpon lalu dia menjalankan mobilnya dan pergi menuju ke rumah Firnie.
*********
Maaf ya gaesss...kemarin gak bisa up karena pengen ikut liburan juga seperti kalean😂
Walaupun cuma 1 episode tapi lumayan panjang kok😁 besok malam kita lanjut lagi ya.
Semoga bos tidak rewel biar besok bisa ngetik disela-sela waktu luang....hehehe😃
Love you all🤗
Mas pergi dulu ya Fir😁