Miss Rusuh

Miss Rusuh
Terpaksa Pulang



Diruangan yang terpisah dengan berdinding kaca yang transparan nampak tiga orang pria maskulin sedang melakukan pertemuan. Sementara bocah kecil laki-laki nampak berjalan kesana-kemari sambil menenteng mainannya.


Firda nampak salah tingkah sebentar-sebentar melihat ke arah suaminya yang sedang mengadakan meeting bersama Jordan dan Daniel.


"Fir, ternyata kamu takut juga ya sama mas Yugho" bisik Mitha


"Takutlah gue Mit, kadang kalau ngomong suka sadis dan nyelekit dia. Untung ketolong cakep aja makanya gue mau. Kalau jelek sih ogah amat sama dia. Dia tuh orang paling jujur didunia, saking jujurnya sering bikin gue mangkel" Firda duduk sambil mengambil air putih.


"Maksud kamu Fir" tanya Alma


"Dia cerita jujur ke gue, kalau dia belum cinta seratus persen ke gue.


Gue dulu kawin sama dia ditipu gue, gue kirain dia beneran cinta sama gue, ehh gak taunya dia cuma manfaatin gue doang gegara takut gue diambil sama Pak Marcel ya Lord"


"Lohh....kok begitu Fir?" Tanya Alma


"Dia trauma dulu Al, mantannya pernah direbut Marcel, nah begitu dia tau Pak Dosen mepet ke gue. Langsung dia kaya orang kebakaran jenggot. Jemputin gue mulu dikampus, dah gitu interogasi gue terus tiap hari sampe pening pala gue gara-gara dia. Ehh..begitu gue kawin dia baru ngomong ke gue kalau dia belum cinta seratus persen. Sompret gak tuh namanya. Gue digituin ya gue lawanlah, gue jabanin dong, gue bilang ke dia suruh balik lagi ke mantannya, eh dia nggak mau...wkwkwk" Firda cengar-cengir meneruskan ceritanya.


"Apess Fir, apess banget kamu" ujar Mitha


"Eiitt...tapi itu dulu ya, sekarang sudah beda lagi ceritanya. Dia sudah CM ke gue" Firda menepuk-nepuk dadanya.


"Hmm...sotoy...yakin kamu Fir? Kalau dari cerita kamu aku malah menilainya kalau Mas mu itu bisa sana-sini loh. Dia nggak cinta tapi dia bisa bersikap seolah-olah benar-benar mencintai" ujar Alma.


"Heh mamud....jangan bikin keder deh, gue kan jadi kepikiran omongan loe ini" Firda nampak bingung.


"Udah sih nggak usah dipikirin lagi, semoga mas Yu benar-benar sudah CM sama kamu Fir" Mitha menenangkan temannya itu.


"Ah ibu satu ini bijaksana sekali. Hehehe...nyari temen galau ya loe Mit" Firda mencubiti pipi Mitha.


"Hehehe...aku sudah nggak galau lagi Fir, kan mas Jo sudah jadi pacar aku" ujar Mitha percaya diri.


"Diiihh...pede banget loe bu, tiba-tiba Jordan hamilin anak orang, langsung gigit jari loe" sembur Firda.


"Astaghfirullah Firdaaa, dasar ebleg nih cewek kalo ngomong" Mitha langsung cemberut.


Hahaha...bu gue kasih tau yee, selama janur kuning belum melengkung siapa aja boleh nikung" Firda terus saja tertawa sementara Mitha bertambah kesal dan mencubiti Firda terus.


"Firdaa...awas anak orang ngambek" Alma mengingatkan.


"Biarin aja ngambek, emaknya dirumah ini, jauuhh mau nyusul juga wkwkkwk" Firda terus menggoda Mitha.


"Al...Firda nakal banget, masa ngomong gitu sih" Mitha masih cemberut saat ngadu ke Alma.


"Hihihi...tapi bener juga ya kalau dipikir-pikir" Alma langsung tersenyum.


"Aaaa....kalian jangan menggodaku terus" Mitha mencubiti kedua temannya itu


Tiba-tiba Alma melihat mic nganggur.


"Ehh....kita karaoke yuk" ajak Alma


"Ayuk" jawab ke duanya.


Alma pun segera menghampiri para pelayan itu dan memintanya untuk membuka room karaoke untuk mereka.


Ketiga gadis itu mulai bernyanyi- nyanyi sambil bercanda-canda. Tingkah mereka tak luput dari pantauan suami-suami mereka.Yugho langsung geleng-geleng kepala melihat kecentilan istrinya itu.


Sementara Firda asik bergoyang dan meliuk-liukkan tubuhnya. Alma dan Mitha bernyanyi bersama sambil bergoyang.


Dari ruangan sebelah yang hanya dibatasi oleh kaca tampak dengan jelas para pria-pria itu melihat wanita-wanitanya. Rapat terhenti sejenak dan mereka semua asyik melihat hiburan yang wanita-wanita itu tampilkan. Mereka tidak tahu jika suami-suami mereka memperhatikan mereka semua. Kelakuan mereka seperti gadis-gadis pada umumnya terkadang mereka ribut memilih lagu lalu tertawa bersama dan saat bergoyang pun mereka heboh-hebohan sendiri.


"Jika melihat seperti ini tampaknya aku memiliki pacar rasa istri atau istri rasa pacar hahaha..." Pandangan Daniel tak bisa lepas dari Alma. Jordan hanya senyum-senyum sementara Yugho langsung memijit-mijit keningnya.


Daniel langsung menggendong Ziel dan mengarahkan pandangannya ke mommy-nya yang sedang asik bergoyang. Ziel tertawa-tawa sambil memandang ke arah mommy dan daddynya.


"Biarkan mommy-mu bersama kawan-kawannya boy. C'mon kita tetap disini saja karena kita adalah pria" Daniel mencium gemas pipi anaknya.


"Ini pasti ulah Firda karena aku selalu menolak jika diajak ke tempat karaoke jadi dia membujuk teman-temannya menuruti kemauannya hadeehhh" Yugho langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Makanya Pak kalau punya istri diajak keluar dong" goda Jordan sementara Yugho hanya tersenyum.


"Namanya juga abegeh kita harus kuat-kuat sabar menghadapi tingkah laku mereka" jawab Daniel. Dan di iya kan oleh mereka berdua. Maklum hanya Daniel dan Yugho yang sudah berusia matang sementara Jordan usianya masih dibawah mereka.


Yugho nampak khawatir melihat Firda. Dia takut Firda kenapa-napa. Akhirnya Yugho meminta ijin pada Daniel untuk menghampiri istrinya itu.


Yugho pun langsung berjalan mendekati wanitanya itu. Dan langsung membopong Firda. Firda kaget saat merasakan tubuhnya seperti melayang di udara dan saat dia menoleh dia sedang berada dalam gendongan suaminya.


"Mas...turunin aku, apa-apaan sih ini. Aku lagi asik goyang nih, turunin nggak? atau..aku" Firda berhenti bicara.


"Atau aku apa?" Tanya Yugho dengan tatapan tajam.


"Aah....nggak jadi deh mas" Firda langsung diam.


"Kamu cukup duduk disini dan jangan bergoyang lagi, mas takut kamu kenapa-napa sayang, karena kamu sedang hamil muda, mungkin" jawab Yugho.


"Aduuh...duh...duh suaminya lebih peka dibanding istrinya hihihi" Alma tertawa


"Aku rasa juga begitu Fir, kamu sedang isi kelihatan dari pinggang kamu" terang Mitha.


"Aamiin ya Allah" ucap Yugho penuh sukur.


"Bumil diam-diam jangan kecentilan lagi ya" Alma tertawa melihat wajah judes Firda.


"Nona Alma saya titip istri saya ya , jangan dibolehin dulu jika dia ingin bergoyang.


"Iya mas Go tenang saja, dia aman bersama kami. Macam-macam kita eliminasi dia hihihi" Alma berkata sambil mengerdipkan sebelah matanya kearah Firda.


"Mas, kamu tuh jadi cowok jangan lebay aku baik-baik saja mas tidak akan terjadi apa-apa padaku percayalah. Biarkan aku karaoke bersama teman-temanku mas pliss" pinta Firda.


"Sayang dengar kata mas, ada feeling tidak enak yang mas rasakan. Kamu dengar ya kata suami kamu sendiri" Yugho menasehati Firda.


Firda malas berdebat panjang dengan suaminya.


"Baiklah...baiklah mas, aku nurut apa katamu mas sayang" Firda mulai pasrah pada aturan suaminya. Setelah melakukan kesepakatan akhirnya Yugho kembali ketempat Daniel.


"Mas, ke tempat Pak Daniel dulu ya sayang" bisiknya ditelinga Firda.


Yugho segera berbalik dan memberikan isyarat menutup bibir dengan telunjuknya pada istrinya. Itu menandakan kalau istrinya disuruh diam.


"Uceet...inces disuruh diam, mana bisa hahaha" Firda segera mengambil mic dan mereka melanjutkan berkaraoke ria.


"Kamu hanya boleh bernyanyi Fir, tapi dilarang bergoyang" ujar Alma


"Ya ampun Fir, mas Yu perhatian banget sampai segitunya. Dia sayang banget sama kamu" Mitha nampak iri.


"Dia mah bukan sayang Mit, tapi sudah masuk phobia akut itu yang bikin aku jengkel. Aku kan nggak suka apa-apa dibatasi. Ini nggak boleh, itu nggak boleh kan pooseeng jadinya eyke" Firda memasang tampang menyedihkan.


"Mas Yu salah nangkep gadis hihihi" Alma tertawa geli. "Cocoknya mas Yu itu sama gadis model Mitha yang kalem dan gampang diatur. Laah ini dapetnya yang rusuh, yang nggak bisa diatur" Alma terus memojokkan temannya itu.


"Sialan loe Al, tapi kata orang tua cowok kalem tuh sukanya sama cewek beringas kaya gue Al. Soalnya cewek model gue tuh susah ditaklukin dan rata-rata cowok ingin menaklukkan wanita..eeaaaaaa"Firda tersenyum penuh kemenangan.


"Bisaaa ajaaa jawabnya si rese...hihihi" Alma langsung memencet hidung Firda.


"Kata mas Yu, mimpi apa aku dapat istri macam belatung nangka yang hobi loncat sana loncat sini....hihihi" Mitha pun mentertawakan sahabatnya itu.


"Awas loe Mit, gue gebet loh mas Jo loe" Firda tersenyum nakal


"Jangan dong Fir, iya sori....sori deh mas Yu beruntung dapat istri soleheh macam kamu Firda" Mitha meralat ucapannya. Dan sontan saja perkataan Mitha membuat Firda tertawa. Dia sungguh senang meledek Mitha yang tampak jujur dan polos. Beda dengan Alma yang selalu bisa bikin Firda pasrah. Dan selalu bisa melawan recehan Firda.


"Fir, handphonemu berdering terus tuh" Alma memberitahu temannya itu. Dan dengan malas Firda mengambil handphone-nya. Betapa terkejutnya dia melihat ratusan panggilan tak terjawab.


"Oh My God" dia langsung terperanjat kaget sambil membelalakkan matanya.


"Ada apa Fir?" tanya Alma dan Mitha bersamaan.


"Gue lupa, asisten gue terkunci didalam rumah dari siang tadi pas gue dijemput Mitha..huaaa..gimana ini" Firda langsung salah tingkah.


"Hahhhh" Alma dan Mitha membulatkan mata dan mulutnya.


"Kok bisa?" tanya Alma


"Gue lupa kalau dia lagi nyuci diatas, begitu Mitha jemput gue langsung keluar dan mengunci pintu rumah gue..aduuhh gimana ini" Firda nampak khawatir dan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.


"Ya sudah mau tidak mau kamu harus pulang sekarang" ujar Alma.


"Iya Fir, kasihan asisten kamu. Sudah kamu kasih makan belum?" tanya Mitha


"Gue nggak masak cong, gue baru hebat bikin telor ceplok aja, masak air buat bikin mas Yu kopi aja terkadang hangus" jawab Firda jujur.


"Dasar istri pekok, belajar masak kamu mulai dari sekarang Fir" ujar Alma


"Kita masak dirumahku yuk, kita eksekusi resep biar kita ada kegiatan selama dirumah" tawar Alma.


"Serius loe Al, sanggup loe ngajarin gue?kan gue bawel Al?" ujar Firda polos.


"Iya gak apa-apa, itu kalau kamu mau Fir aku sih nggak maksa kamu" jawab Alma


"Mauuuu" Firda spontanitas menjawab.


"Jangan bahas masakan dulu, itu gimana nasib asisten kamu Fir?" tanya Mitha


"Ya ampun...aku otewe pulang ya sekarang" Firda menatap teman-temannya.


"Apa boleh buat, padahal kita lagi seru-serunya" ujar Alma pasrah.


"Aku telpon mas Yu dulu ya" Firda langsung menghubungi suaminya dan taklama Yugho keluar untuk menemuinya.


"Ada apa sayang?mas sebentar lagi selesai" jawab Yugho


"Aku pulang sendiri ya mas, aku harus pulang sekarang" jawab Firda takut-takut.


"Tapi kenapa sayang?bukankah kamu masih asik bersama teman-teman kamu?"Yugho bertanya dengan bingung.


"Ehhmm...gini mas, tapi jangan marah ya mas" Firda nampak sedang merangkai kata-kata yang yang bagus sehingga suaminya tidak akan marah padanya.


"Bu Sopi terkunci didalam rumah mas, saat aku pergi aku lupa mengecek rumah dan aku sudah mengunci dia dari jam 10.40 sampai sekarang" Firda langsung memelas wajahnya.


"Apaa?" Yugho langsung kaget. Dia gemas sekali dengan kecerobohan istrinya itu.


"Aduhhh....yangg, kamu kok bisa separah itu yang" Yugho langsung mengeretak giginya.


"Baiklah kita pulang sekarang. Aku pamit dulu pada bos-ku" selesai berkata seperti itu Yugho pun berlalu dan kembali menghadap Daniel. Dia meminta ijin pulang terlebih dahulu karena ada sesuatu yang terjadi dirumahnya. Setelah mendapat ijin Yugho langsung menghampiri Firda dan mengajaknya pulang bersama.


Firda segera pamit kepada teman-temannya. Walaupun berat ditinggal Firda namun mau tidak mau mereka merelakan Firda meninggalkan mereka terlebih dahulu.


"Bye. .bye...jangan kangen sama gue ya. Kangen itu berat dan kalian nggak akan sanggup. biarkan gue saja yang kangen sama kalian ya" Firda tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya kepada teman-temannya.


"Firdaaaa" Alma dan Mitha seperti tak rela ditinggal Firda.


"Ehh...tunggu, gue belum cubit ponakan gue" Firda langsung menghampiri Ziel yang sedang main sendiri. Langsung digendong dan diciuminya Ziel tanpa ampun hingga membuat ngamuk anak itu. Setiap ciuman Firda selalu dihapus oleh Ziel hingga membuat Firda semakin gemas. Dan jika Ziel belum menangis maka Firda belum selesai mengganggu anak itu.


"Onty pulang dulu ya boy, sering-sering kangen sama onty ya ganteng"


"no.. no...no...onty natang" ujar Ziel polos. Firda langsung tertawa dan mencubit gemas pipi anak sahabatnya itu. Selesai mengganggu Ziel dia langsung menghampiri suaminya dan menyelipkan tangannya dipinggang suami tercintanya itu. Mereka pulang menuju rumah mereka terlebih dahulu.


**********


Hehehe...maaf baru up. Semalam stuck ide cuma bisa nulis sampai 800an kata aja, nggak tau harus nulis apa lagi🤭


Love you All😘


Si Rusuh yang suka membuat pusing mamas Yu



Si Mamud medan magnet daddy yang selalu membuat daddy nempel kaya perangko



Mitha sebelum berhijab, setelah akan menikah dengan Jordan baru mantap berhijab.😌