
Firda berjalan terus tanpa menoleh kebelakang. Sementara Yugho terus saja memanggilnya. Dia bersyukur Yugho tidak sempat mengejarnya karena terhalang oleh pramusaji tersebut.
Dia mengendarai mobilnya dengan kencang. Dan langsung berbelok arah. Hal yang paling ditakutinya saat ini adalah bertemu Yugho.
Rasa cinta dalam hatinya terus saja menyala namun sebisa mungkin dikubur dalam-dalam rasa itu.
"Entah sampai kapan aku harus berlari seperti ini. Dikejar oleh orang yang kita cintai ternyata lebih menakutkan dibandingkan dikejar-kejar oleh debt collector" Firda berbicara pada dirinya sendiri.
"Aku harus merefresh otakku dulu. Ada baiknya aku main ke rumah eyang uti walau hanya beberapa hari. Baiklah aku akan berlibur dirumah eyang. Pulang kerumah packing baju langsung berangkat lagi"
"Aku gak tahan mas melihat kamu nanti. Sebelum kamu putusin aku lebih baik pisah seperti ini saja. Jadian tanpa kata, putus pun tanpa kata. Sampai berjumpa minggu depan mas dengan status barumu. sekuat apapun aku tetap saja ada air mata yang mengalir, dasar air mata sialan, selalu saja turun disaat aku memikirkan mas Yugho".
Firda memacu laju mobilnya secepat mungkin. Bayangan dikejar-kejar Yugho begitu menakutkan saat ini. Hati dan otaknya tidak sinkron. Sementara hatinya ingin bersamanya sedangkan otaknya menyuruhnya pergi menjauh darinya. Perasaan yang begitu dilema dan menguras akal sehatnya. Semakin lama aku memikirkan mas Yugho semakin membuatku menjadi gila.
Akhirnya Firda kembali ke rumah Alma untuk mengembalikan mobilnya dan dia langsung menukarnya dengan mobil Mitha dan mengantar Mitha pulang kerumah. Dengan mengendarai si pinky kesayangannya diapun pergi menuju rumahnya sendiri.
Begitu sampai dirumah dia langsung masuk kekamarnya.
Firda langsung mengepak baju-bajunya untuk dibawa menginap dirumah eyang uti-nya. Selesai packing dia pergi menemui mamanya dikamarnya.
"Mah, aku kangen uti Fir mau nginap ya disana beberapa hari"
"Tumben kamu mau kerumah eyangmu sayang" mamapun langsung menghampiri Firda dan mengajaknya duduk dipinggir ranjangnya.
"Ada apa dengan anak mama hari ini" tanyanya.
"Biasa mah, masalah hati Fir lagi galau makanya mau ngerendem otak dulu di rumah eyang"
"Kuliah kamu gimana sayang?"
"Ujian sudah selesai jadi gak ada masalah kalau aku bolos seminggu mah.Aku akan ijin sama dosennya via telepon besok. Aku juga sudah pesan tiket untuk malam ini mah"
"Kenapa tidak menunggu besok sayang?"
"Yaelah mama...perjalanan malam itu lebih menyenangkan tau.Aku gak masalah koq yang penting disana nanti ada yang jemput aku mam"
"Mungkin Kesya yang akan menjemputmu nanti sayang. Mama akan hubungi dia dulu".
"Sip....oke tengkiu mam" lalu Firda mencium pipi mama tercintanya.
"Memang sejauh mana sih dia sudah menyakiti hati kamu Fir?sampai-sampai anak mama harus kabur karena masalah percintaan?"
"Nanti juga mama tau sendiri hehehe".
"Makan dulu sayang....papa sudah memasak untukmu" lalu mama menarik tangan Firda dan menuntunnya ke dapur.
Dan didapur tampak beberapa makanan sudah tertata dengan rapi disana.
"Aku mau nasi mentai saja pah sama ayam bulgoginya....hmmm ...papa pinter masaknya nih. Aku mau bawa ah buat nanti dikereta pah.
"Its oke sayang, sekarang biar papa yang menyiapkan nya untukmu. Tak lama papa nampak sedang memasukkan makanan kesukaan Firda ke dalam tupperware dan membungkusnya dengan rapi.
"Fir,Papa tidak akan ikut campur urusan kamu, karena kamu yang lebih tau. Yang jelas papa selalu memberkatimu sayang"
"Duh... papa kata-katamu membuatku meleleh" Firda langsung mencium dan memeluk papanya.
"Makanya dengar kata mama Fir, kalau mama tidak merestui ya pasti tidak akan bagus hasilnya. Mama senang akhirnya kamu tidak pacaran sama bodyguard itu".
Firda segera memukuli mamanya.
"Nakal...nakal...mama nakal..mama adalah bocah tua Yang nakal" gerutu Firda.
"Mama pernah jatuh cinta gak sih?nah sekarang ini, hal seperti itu yang aku rasakan mah....aku lagi cinta-cintanya malah aku ninggalin dia gara-gara mama" sengaja Firda mengkambing hitamkan mamanya untuk tetap menjaga nama baik Yugho dikeluarga.
"Heyyy, kenapa mama yang kamu salahkan. Suruh dia cari pekerjaan lain selain jadi bodyguard sayang. Iiih gak level banget sih mama punya menantu seperti itu". Tiba-tiba pandangan mama terarah pada cincin yang sedang dipakai Firda.
"Sayang cincin kamu bagus sekali. Ini asli atau kw berliannya?" Diambilnya tangan Firda dan dilihatnya cincin berlian pemberian Yugho.
"Ini hadiah dari bodyguard itu mah, ya ampun aku belum balikin cincinnya ya" lalu Firda membuka cincin pemberian Yugho dan melilitkannya di kalung sebagai bandulan kalungnya.Begini tampaknya lebih bagus" serunya.
"Bagus juga selera bodyguard itu"
"Hmmmm.....dasar matre mama begitu ngeliat berlian langsung pura-pura mau baik-baikkin dia, terlambat mam" Firda merengut dan memasang wajah kesal kepada mamanya.
"Sayang, mama cuma bilang seleranya bagus bukan bilang menyetujui hubungan kalian"
"Tau.....ah, ngomong sama mama sama saja ngomong sama batu hehehe....lebih baik ngomong sama papa" lalu Firda bergelayutan dileher papanya dan mencium pipi ayah kesayangannya.
"Mamamu terlalu menyayangimu makanya terkadang berlebihan sayang" ujar papa sambil mengelus rambut anaknya.
"Ayuk mau papa antar kamu ke stasiun sekarang?" tanya papa.
"Hmmmm...tampaknya aku akan merindukan kalian beberapa hari kedepan" ucap Firda dengan mata berkaca-kaca.
"Duh..anak mama tumben melow begini" goda mama Erlin sambil mencubit hidung putrinya.
"Sudah....sudah, kamu pergi untuk liburan bukan untuk meninggalkan kami. Jangan cengeng jadi wanita Fir, harus strong seperti baja yang tahan banting" ujar papa menambahkan.
Firda tersenyum dan mencium papanya kembali.
papapun mengambil kunci kontak mobilnya dan langsung menuju ke garasi.
"Cium mama....cup...i love u mama yang super menyebalkan" mama hanya melotot ke arah Firda dan mengepalkan tinjunya sehingga membuat Firda tertawa.
"Mau kemana kamu Fir bawa bawa ransel segala" tanya suzil
"Aku mau liburan dong ke rumah eyang ka, mahasiswa mah bebas mau liburan kapan aja nggak dikejar-kejar pekerjaan hehehe" Firda meledek kakaknya.
"Iihhss....ini anak, nanti juga setelah kamu lulus baru kamu mikir, bingung mau cari kerjaan dimana dan saat itu kakak akan mentertawakan kamu" balas suzil.
"Gampanglah, aku bisa jadi asisten kakak atau aku minta kerjaan dikantor suaminya Alma atau aku minta kerjaan dikantor pacarnya Mitha atau aku bisa juga buka usaha dengan mereka bertiga kak. Mereka bagian penyokong dana aku bagian pegembangan usaha hehehehe.....enaknya kalau berkawan dengan sultan-sultan macam mereka" Firda tersenyum bahagia.
"Dasar Nepotismu kamu"
"Cup...cup" suzilpun mencium pipi kanan dan kiri adiknya.
"Jangan nakal disana, jangan ganggu anak bujang orang kamu Fir" suzil mulai mencereweti adiknya.
"Kalo Itu tergantung kak..hehehe" ujarnya sambil mengerdipkan sebelah matanya.
"Dasar gadis nakal" susi pun menjewer pelan telinga adiknya. Jangan bikin kerusuhan oke?"
"Iya kak....iya bawel" Firda mencubit lengan kakaknya dan memberi dadah kepada mama dan kakaknya.
"Bye..bye...semua..i love you all..muaach"
Selesai berpamitan dia pun masuk ke dalam mobil dan mereka menuju ke stasiun kota.
"Eyang aku datang ke maospati mengunjungimu sekalian mengubur cintaku".
Dan Firda pun mematikan ponselnya. Dia sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun saat ini.
*******
Sementara di tempat lain Yugho terus saja mencari Firda. Puluhan kali dia mencoba menelpon Firda namun sekalipun tidak pernah diangkat. Hingga akhirnya dia menelpon istri bos-nya dan hanya mendapatkan kabar kalau Firda sudah meninggalkan rumah Alma.
Yugho langsung putar arah balik ke rumah Firda, dia menuju ke rumah orang tua Firda dan asisten rumah tangga hanya menjawab kalau Firda sudah berangkat ke rumah omanya tetapi tidak memberitahu didaerah mana.
Walaupun saat itu posisi Firda masih ada didalam rumah. Dia telah berpesan kepada asisten rumah tangga ibunya. Bahwa siapapun yang mencari dia, dia sedang tidak berada dirumah sedang pergi berlibur, begitu isi pesannya kepada sang asisten rumah tangga.
Yugho nampak kecewa dan dia pun akhirnya melajukan mobilnya meninggalkan rumah Firda dan pergi sendiri menuju pantai.
"Kenapa Firda mematikan dan menghapus pelacakan lokasi. Membuatku sulit melacak keberadaannya. Pasti telah terjadi sesuatu kepadanya. Apakah Firnie telah membuat ulah lagi?Shitt...wanita itu benar-benar penghalang hubunganku. Firda sampai dimanapun aku akan melacak keberadaan kamu." yugho membuang rokokya dengan kesal.
Yugho mengutus anak buahnya untuk memantau Firda baik dirumahnya maupun dikampus.Namun tak ada informasi yang didapat tentang keberadaannya. Dan Firda seperti hilang ditelan bumi.
Yugho semakin khawatir, sudah 5 hari dia mencari Firda namun tetap nihil hasilnya. Sedangkan besok adalah hari pertunangannya. Ingin rasanya dia kabur dan menemui Firda namun apa kata para orang tua dan kerabatnya nanti sedangkan yang ingin ditemuinya tidak tahu dimana rimbanya.
"Fir, besok mas akan bertunangan apakah kamu masih mau bersembunyi?kamu dimana sebenarnya atau apakah ini bagian dari rencanamu agar mas tetap bertunangan dengannya?karena Firnie adalah teman kakakmu lalu kamu mau mengalah begitu Fir?" Yugho berbicara sendiri.
"Aaarrgghh...prank....prank, Yugho menghancurkan kaca dikamarnya dan melempar semua barang-barang yang ditemuinya.
"Persetan dengan kalian semua" makinya.
Diambilnya beberapa stok minuman lalu dia duduk di meja bar rumahnya dan mulai meminumnya. Setiap saat dia selalu memanggil nama Firda dan mulai merancu tidak jelas.hingga menjelang subuh baru dia bisa memejamkan matanya.
Akhirnya hari yang ditunggu - tunggu datang juga. Rumah paman Firnie dihias begitu mewah dengan ornamen warna peach muda. Tidak lupa bunga mawar dan bunga tulip mendominasi pelaminan dan sudut tiap ruangan. Bangku-bangku dihias sedemikian rupa dan indah.Berbagai tatanan makanan mulai dari masakan western hingga masakan indonesia ada semua. Pesta pertunangan tidak ubahnya seperti pesta pernikahan. Semua dirancang sesuai keinginan Firnie yang tampak glamour.
Hari itu Firnie mengenakan kebaya modern berwarna peach dengan sanggul modern dan make up glamour sehingga membuatnya tampil cantik di hari spesialnya.
Beberapa kali nampak dia menghubungi Yugho namun tak pernah sekalipun diangkat telephonenya.
Keluarga mulai menanyakan keberadaan Yugho. Hingga ayah dan ibu Yugho pun dibuatnya khawatir.
Para tamu undangan dan kerabat dekat sudah mulai hadir dan mengambil posisi masing-masing.
Akhirnya ayah Yugho berinisiatif untuk menjemput anaknya. Begitu sampai digerbang komplek mereka berpapasan bertemu dan tampak wajah lega tertera diwajah ayahnya Yugho.
"Ayah kira kamu tidak datang Go, cepatlah acara tukar cincinmu akan segera dimulai".
Yugho menatap dalam-dalam wajah ayahnya dan diapun menghela nafas berat.
"Ini buka mauku ayah, dan seharusnya ini tidak terjadi karena aku tidak mencintainya"
"Dengar nak, cinta akan datang perlahan dan restu kedua orangtua sudah ada untukku jangan cari alasan lagi untuk menghindari pernikahanmu nanti".
Akhirnya Yugho menuruti kehendak orangtuanya dan kemauan Firnie.
Acarapun dimulai dengan doa dari pak ustadz lalu dilanjutkan dengan pengajian untuk calon mempelai dan tak lupa kata sambutan dari para orang tua dan mempelai pria.
Hingga acara puncaknya yaitu memasangkan cincin ke jari mempelai pria.
Firnie memasangkan cincin ke jari Yugho dengan lancar. Hingga tiba giliran Yugho yang akan memasangkan cincin ke jari Firnie.
Secara tak sengaja pandangan Yugho terpaku dengan sosok seseorang yang selama ini dirindukannya.
Seorang gadis cantik dengan dress warna putih dan model belahan dada terbuka berdiri agak jauh dari hadapannya. Dengan rambut coklat dan diikat dengan untaian rambut yang panjang dan bergelombang.
Firda datang ke acara pertunangannya dan itu membuatnya membeku.
Mereka saling berpandangan tanpa ada jeda sedikitpun.
************
upsss.....cape juga ngetiknya😂
Akhirnya datang juga Firda ke tempat Yugho.
Mas Yugho hati-hati nyesel loh gak jadi sama Firda.
Jangan marah ya gaess besok dilanjut lagi.
Cari inspirasi dulu buat kelanjutannya ya🙏😁
Maaf kalau banyak typo.
love you all😘🤗
Firnie
Si cantik Firda