
"Sialan kuis nya susah banget...gue lupa minggu ini ada kuis, mana buku-buku gue ancur semua...kampret bener si Firnie"
Baru aja Firda mau noleh kesamping.
"Ehmmm..." dosen itu mendehem tiba-tiba.
"Sialan itu dosen bukannya keliling malah diri didepan gue"
"Waktu kamu tinggal 10 menit lagi Firda" ujar sang Dosen.
Beberapa murid sudah tampak menyelesaikan tugasnya dan langsung keluar kelas.
"Kacau ancur nih nilai gue, dahlah pasrah gue kali ini"
Sang Dosen tampak mendekati Firda dan mendekatkan wajahnya ke arah Firda lalu secepat kilat menarik kertas ulangan Firda.
"Time is off" ujar sang dosen.
"Hahh, Bapak ngegetin saya tau nggak!"
"Kenapa kamu kaget Fir?"
"Saya kira Bapak mau nyium saya..wkwkwk" ujar Firda
Nampak beberapa gadis menahan tawa begitu mendengar ucapan Firda.
"Setengah jam lagi kamu keruangan saya Fir" ujar sang Dosen tersebut dengan wajah merah.
"Ya Lord..salah apalagi gue kali ini" ujar Firda senyum sambil menggigit bibirnya.
"Fir, tumben gaya loe berantakan banget" ujar siska
"Heyy...new model ini, wah payah loe cuma cantik doang sis tapi gak update model" ujar Firda percaya diri.
"Ahh....sotoy loe gaya apa begitu, itu bukan gaya gue" ujar Siska kesal lalu pergi dari hadapan Firda.
"Hahayy....kena loe ama gue, walaupun gaya gue ancur hari ini tapi gue gak mau dibilang ancur sama orang lain" ujar Firda dalam hati.
Lalu dia melenggang pergi meninggalkan kelasnya.
Begitu keluar kelas tiba-tiba tangannya ditarik seseorang.
"Apa-apaan sih ini, kepasin woyy....Angga?"
"Ahh...elo ngagetin aja, mau ngapain sih?gangguin gue terus luh" gerutu Firda
"Ayo kita kekantin, traktir gue luh hari ini" ujar Angga.
"Ogah amat...elo yang ngajak gue yang disuruh bayar"
"Yaela Firrr, anggap aja biaya pengobatan pala gue yang loe bikin benjol kemaren"
"Hahaha....sori..sori..gue gak sengaja tau, mood gue lagi ancur itu kemaren" ujar Firda menjelaskan.
"Ya udah, gue anggap lunas kesalahan loe asal loe trkatir gue hari ini yuk" ujar Angga kepada Firda.
Akhirnya mereka tampak berjalan berdua menuju kantin.
"Wuihhh....pasangan baru nih, bisa aja si Angga nyarinya, cantik luar dalam" ujar Fitra teman Angga.
"Pada bisa diam gak kalian" bentak Angga kepada teman-temannya.
"Angga udah ah, biarin aja temen loe mau ngomong apa kek...cepetan pesenin gue makan...laper nih gue" ujar Firda.
"Oke siyap mba Fir" ujar Angga menggoda Firda
Sembari menunggu makanan datang Firda nampak memainkan ponselnya.
Tiba-tiba ponsel Firda berdering.
"Iyaa haloo, dengan Firda disini ada apa ya?"
"Halo gadis kecil, bagaimana kiriman hari ini?menyenangkan pastinya ya? Ujar Firnie jahat.
"Ini kamu Firnie?aduuh mak lampir ngapain sih nelpon eyke?duh ngepens banget sih kamu sama aku sampai-sampai kepoin nope aku"
"Gimana yaaa, aku suka banget liat ekspresi wajah kamu begitu lihat kiriman aku dan kak Yugho"
"Kamu Yakin mas Yugho ngelakuin itu juga?" pancing Firda penasaran.
"Tentu pec*n kecil, itu idenya kak Yugho....kalau gak ada ide dari dia mana berani aku menggunting-gunting bajumu sayang" Firnie tertawa seolah mengejek Firda.
Hati Firda sudah bergemuruh seandainya Firnie ada didepannya mungkin dia sudah menjambak dan melemparkan Firnie ke aspal.
Tapi dia tidak hilang akal untuk menghadapi wanita jadi-jadian itu.
"Fir, kamu tau gak kenapa mas Yugho nyuruh kamu ngancurin baju-baju aku?" Tanya Firda
"Tentu saja untuk memastikan kalau kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan kak Yugho"
Lalu Firda tertawa geli sekali.
"Gue kirain elo tuh pinter Fir, ternyata bodoh banget..hahaha..mas Yugho nyuruh ngancurin baju-baju itu karena dia gak suka kalau gue pakai baju minim-minim dan sebagai gantinya mas Yugho ngasih gue ATM buat gue belanja baju baru...hahaha" Firda tertawa lagi.
"Dan ternyata elo gak lebih dari seorang kacung Fir, disuruh sama pangeran buat ngancurin pakaian tuan putri, soalnya pangeran akan mengajak tuan putri shopping" ujar Firda lebih meledek lagi.
Firnie tampak kaget dan langsung dia membuang ponselnya ke atas kasur dan dia menjambak-jambakkan rambutnya sendiri KAK YUGHOOOOOOO" teriaknya murka.
Firda tampak tersenyum puas.
"Rasain loe, gue bukan perempuan b*g* yang bisa elo intimidasi"
Taklama kemudian tampak Angga telah membawakan pesanan Firda.
"Ayo makan Fir, pesanan khusus tuh buat loe"
"Apaan sih loe Ga, pecel lele aja loe bilang makanan khusus"
"Spesial ini Fir, pesanan orang gue ambil duluan khusus buat loe" ujar Angga sambil tertawa.
"Hahaha..bagus..bagus...tumben loe pinter Ga" puji Firda
"Iya Pak..saya lagi dikantin"
"HAH...apa? Baiklah saya keruangan Bapak sekarang"
"Angga titip punya gue ya....gue di panggil dosen gue dulu sebentar"
"Makan dulu Fir, baru kesana" pinta Angga
"Gak bisa gue mesti cepet-cepet, gue tinggal ya sekarang"
Lalu Firda meninggalkan Angga sendiri dan berjalan tergesa-gesa menuju ruangan dosen.
Tok..tok..tok
"Silahkan masuk"
"Siang Pak, ada apa Bapak memanggil saya?" Tanya Firda seraya menarik kursi dan langsung duduk dihadapan dosen killer nan ganteng.
"Kenapa kamu selalu datang telat saat jam saya mengajar?"
"Maaf Pak...saya kejebak macet" jawab Firda
"Saya tidak suka lihat nilai kamu sekarang ini, apa kurang penjabaran saya mengenai mata kuliah ini?"
"Maaf Pak bukannya begitu, ini terakhir kali...saya janji...kalau saya telat lagi Bapak bisa langsung kasih saya nilai C" jawab Firda
"Tidak ada nilai C dalam mata kuliah saya, telat sekali lagi saya kasih kamu langsung nilai D"
"Hah!!!....jangan gitu dong pak, nanti gantengnya luntur kalau Bapak galak-galak"
"Sebenarnya Bapak ganteng loh...cuma sayang aja"
"Sayang kenapa?" Jawab sang Dosen.
"Hehehe.....sayang sudah ada yang punya" jawab Firda senyum-senyum.
"Apa kamu mau jadi yang ke dua?" Tanya sang Dosen.
"Gak mau lah Pak....saya gak minat lagi jadi valakor...diserang terus saya Pak" jawab Firda polos.
"Itu artinya kamu sudah pernah mencoba"
"Iya sih Pak makanya saya sepertinya kapok"
"Mau mencoba dengan saya?"
"Hahh....gak mau Pak...kalau ada yang single kenapa harus milih yang doble....hehehe"
"Nice" jawab sang Dosen.
"Mana buku saya yang kamu pinjam kemaren, sudah selesaikan...saya minta balik buku saya"
"Aduhhh.....anu Pak, bukunya ketinggalan" jawab Firda gugup.
"Itu artinya buku saya masih menginap dirumah kamu...baiklah pertemuan selanjutnya kamu menggantikan saya mengajar, tidak ada protes lagi...sekarang kamu keluar"
"Ya ampun Pak....saya gak bisa, saya janji besok saya bawakan buku Bapak tapi tolong jangan hukum saya maju kedepan Pak...Pliss" Firda tampak memohon kepada sang Dosen.
"Saya sudah katakan dan tidak ada penawaran lagi, sekarang juga atau next kamu mengajar menggantikan saya....keluar kamu sekarang juga"
"Pak..saya traktir makan siang gimana?" Tawar Firda
"Saya tidak berminat"
"Bagaimana kalau makan malam?" Lanjut Firda
"Saya maunya bermalam bukan makan malam"
"Hahh!!!...saya keluar sekarang juga Pak" ujar Firda buru-buru keluar dari ruangan Pak Marcel.
"Dosen g*lo...masa gue disuruh ngajar minggu depan"
"Bodo ah...liat aja minggu depan...gue mau absent"
Begitu keluar ruangan Dosen tak sengaja Firda melihat Yugho dikoridor Kampus dan tampak sedang mencari seseorang dengan handphone menempel ditelinganya.
"Shitt....ngapain mas Yugho kemari? Oh iya gue baru ingat dia mau ngajak gue shopping"
"Gue gak mau ketemu dia dulu....dia udah ngancurin baju dan buku gue"
Buru-buru Firda mematikan ponselnya dan berjalan mengendap-endap menuju tangga.
Baru dua langkah kakinya menginjakkan anak tangga tiba-tiba.
"FIRDA berhenti" panggil Yugho
Firda kaget dan tanpa menoleh dia berlari menaiki anak tangga tersebut.
Setelah melewati dua ruangan dia kembali menuruni anak tangga tersebut dan berlari keluar kampus.
Kemudian dia buru-buru masuk ke sebuah kafee dan sambil tetap mengintip untuk memastikan apakah Yugho masih mengejarnya atau tidak.
Tampak diluar gerbang Yugho terus mencari dan menghubungi Firda tetapi panggilan selalu dialihkan.
"Kemana kamu Fir, mas yakin itu kamu...kenapa kamu menghindari mas Fir?" Yugho bertanya-tanya dalam hatinya.
************
Walau telat tetap diusahakan up manteman😁
Jangan lupa like and poinnya ditunggu.
see you gaess
Pak Marcel --- Dosen Firda Mata Kuliah Tekhnologi Informasi dan Internet