Miss Rusuh

Miss Rusuh
Aku Tidak Akan Membiarkanmu Bahagia



Di hari ketiga Jordan baru datang ke rumah sakit. Dia kaget melihat Abraham ada disana, dua pria tampan sedang berhadapan dan saling memandang dengan tatapan mata dingin.


" Keluar!" Perintah Jordan


"No" tantang Abraham


"Aku suaminya disini"


"Aku akan mengambilnya darimu" Abra berbicara dengan lantang


"Aku tidak akan menceraikannya. Dia akan selalu bersamaku"


"Kamu tidak mencintainya untuk apa kamu pertahankan?" Tanya Abra


"Aku ingin menyiksa kalian berdua hahaha" balas Jordan


"Aku akan mengambilnya darimu walau harus lewat pintu neraka sekalipun" jawab Abra sambil tersenyum ringan.


"Keluar atau aku panggilkan security" bentak Jordan kepada Abra


Abra segera menghampiri Mitha dan dia mencium kening Mitha dengan lembut.


"Aku pergi dulu, ini tidak lucu posisiku lemah. Tapi aku akan kembali lagi, jaga diri baik-baik dan segera telpon aku jika dia menyakitimu sayang"


Mitha hanya menganggukkan kepalanya saja. Jordan nampak geram, berani-beraninya dia menyentuh istrinya. Dia saja yang notabene-nya suaminya tidak pernah menyentuhnya.


"Dasar sial*n kau" makinya pada Abra. Abra hanya mengangkat sebelah sudut bibirnya saja untuk mencibir Jordan. Jordan segera menutup pintu dengan kencang hingga membuat Mitha kaget.


"Jangan senang dulu perempuan brengs*k, kamu tidak akan mudah lepas dariku dan akan ku pastikan lagi laki-laki itu tidak akan pernah menemui lagi, mengerti!" Bentaknya pada Mitha.


"Bayi sial*n...aku akan memisahkan kalian jika kamu masih saja menemuinya" ancam Jordan.


"Lepaskan aku Jo...kita harus mencari jalan kebahagiaan kita. Menikahlah dengannya jika kamu memcintainya dan lepaskan aku" pinta Mitha.


"Dan aku akan membiarkan kamu bahagia dengannya?jangan mimpi gadis bodoh. Aku tidak akan membiarkanmu bahagia sebelum aku bahagia terlebih dahulu" balas Jordan


"Apa yang bisa membuatmu bahagia Jo?" Tanya Mitha


"Tentu saja menikah dengan wanita yang aku cintai" jawabnya


"Menikahlah dengannya...aku mengizinkannya Jo"


"Kamu pikir aku akan menikah dengan siapa? Dengan Shinta?tidak... aku tidak akan menikahinya. Bukan dengan dia aku ingin menikah"


"Lalu kamu ingin menikah dengan siapa?" Tanya Mitha bingung. Jordan tidak menjawab dia hanya tersenyum kecut.


Jordan berusaha menghampiri baby girl, namun Mitha berusaha menghalanginya. " Jangan sakiti anakku, Abra sudah memasang cctv disini sebaiknya kamu berhati-hati" ancam Mitha.


"Shitt...knp dia begitu lancang melakukan ini? Kalian sudah sekongkol rupanya, aku akan memindahkan kalian dari ruangan ini" ujar Jordan tersenyum penuh kemenangan.


5 menit kemudian Alma dan Firda sampai disana,untung saja Mitha belum pindah ruangan.


"Gemess sama dede bayi" Alma segera menggendong baby girl Mitha.


"Bikin Al..bikinn....gue udah punya cewek...Mitha udah punya cewek, dirimu kapan mommy Ziel?" Ujar Firda sambil menggendong Ziel.


"Biarin aja ya dek....nti juga mama Al punya dedek cewek. Kalian berdua nanti yang akan bersaing memikat hati Ziel" ujar Alma sambil memandang ke dua teman-temannya.


"Mitha...anak loe kok agak ke bule-bulean sih,gak ada yang mirip Jordan?" Tanya Firda tanpa basa-basi. Mitha hanya tersenyum namun penuh arti.


"Pokoknya kamu harus cerita sekarang, aku sama Alma terus mencari kebenaran soalnya. Penasaran banget dengan mata dan rambut anak kamu Mith. Gak ada muka Jordan disini" ujar Firda sambil mencium baby girl lalu Ziel pun ikut mencium baby girl Mitha.


"Ihh...si Alma anaknya tau banget cewek cakep" ujar Firda, kecil-kecil dah pinter nyosor" Firda tertawa.


"Gimana gak pinter Fir, tiap malam pasti dia lihat daddynya nyosor mommynya" ujar Mitha sambil tersenyum.


Alma cuma tertawa ringan mendengar celotehan teman-temannya.


"Waduh...saingan anak gue berat nih" Firda menepuk keningnya. "Bule juga Al kaya anak loe"


" Biarin aja Fir nanti Ziel jadinya sama siapa, yang penting sayang sama dia" ujar Alma kalem.


"Seehhh....udah pasti sayanglah cewek-cewek sama anak loe Al, cuma sori yee...udah gue booking anak loe buat anak gue wkwkkwk" Firda tertawa sambil menciumi Ziel.


"Ngapain pindah Mith? Elo kan udah 3 hari disini, bukan sudah waktunya pulang?" Tanya Firda.


"Entah itu mas Jo, aku disuruh seminggu disini" Mitha pun mulai tampak bingung.


Taklama kemudia Jordan memasuki kamar itu dan dia kaget melihat Alma juga Firda ada disana. Dia segera berbasa-basi dan menghampiri Mitha seolah-olah dia adalah ayah yang paling baik di seluruh dunia.


Alma dan Mitha pun berpura-pura tidak mengetahui masalah yang terjadi diantara mereka. Hingga Jordan mengambil Ziel dan mengajaknya bermain.


"Mas Jo, Mitha kan sudah boleh pulang seharusnya tetapi kenapa masih harus tinggal disini?"tanya Firda


"Biar lebih aman disini Fir, karena banyak suster yang menjaga mereka. Kalau dirumah kasihan Mitha sendiri mengurus semuanya. Nantilah jika dia sudah pulih 100% baru boleh pulang kerumah" jawab Jordan.


"Aku saja ngurus berdua loh sama Mas Yugho...memang mas Jo sibuk banget sampai gak bisa jagain anak kalian berdua?" Tanya Firda lagi.


Jordan hanya tersenyum. "Saya sibuk Fir...masih banyak urusan kantor yang harus saya tangani"


"Gimana sih bos...punya anak buah berdayakan dong. Waktu bersama keluarga adalah waktu yang sangat berharga loh mas...aduhhh" Alma menginjak kaki Firda dan bermaksud menyuruhnya diam." Apaan sih mommy Ziel?" Tanya Firda dengan tampang oon-nya.


"Diam jangan banyak omong" kode Alma.


"Oke....oke....kalau ketua sudah memerintah ya harus diikuti wkwkwk" ledek Firda.


Tak sengaja Firda melihat Jordan yang sesekali mencuri pandang ke wajah Alma.


Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Rupanya ada yang tidak beres dengan suami temannya itu.


Tak berapa lama Jordan tampak sedang menerima panggilan telepon lalu 10 menit kemudian dia pamit untuk segera menemui ayahnya.


Merekapun merasa lega karena gerak-geriknya tidak dipantau Jordan. Merasa situasi sudah kondusif lalu Mithapun menceritakan prahara keluarganya dari awal sampai saat ini"


Mereka tampak terkejut dan tidak menyangka jika Jordan pria tampan kaya dan baik hati menyimpan kebusukan didalam hatinya.


Mereka menjadi ngeri dengan nasib yang menimpa sahabat mereka. Ingin rasanya mereka memisahkan Jordan dan Mitha namun mereka tidak mempunyai kemampuan.


"Aku tau siapa yang bisa membantu Mitha" ujar Alma


"Jangan menatapku" jawab Firda. "Jangan menyusahkan suamiku" jawab Firda dan Alma hanya nyengir melihat Firda yang berusaha menghindar.


"Ayo lah Fir....kasihan sahabat kita berada dikandang singa. Pantas saja Mitha semakin kurus, gak taunya banyak beban dihatinya ckckck" Alma berusaha memprovokasi keadaan Mitha kepada Firda.


"Al ingat....sebelum hasben aku bertindak harus ada perintah dari atasanya dulu. Nah kamu tau kan siapa atasannya?" Firda bertanya balik.


"Bijak nggak sih yang kita lakukan?masalahnya Jordan partner kerja hubbie aku. Aku takut karma Fir, jika kita memisahkan mereka. Biar Mitha dan keluarganya yang bertindak terlebih dahulu karena mereka orang yang tepat untuk menyelesaikan masalah mereka. Jika nanti mereka butuh bantuan baru kita bantu mereka. Hubbie orangnya profesional dia nggak akan mau mencampuri urusan kantor dengan urusan keluarga. Zona merah kata dia. Tapi nanti aku Coba deh iseng-iseng aku tanya hubbie ya" jawab Alma.


"Iya hubbiemu memang profesional Al, tapi kalau sudah menyangkut istri nya yang bening ini langsung amnesia dia. Main pergi dan meninggalkan rapat tiba-tiba, Pak Tito yang selalu kelimpungan dengan ulah hubbie loe Al" Firda tertawa meledek Alma. Alma hanya melototkan matanya kepada Firda.


"Hubbie loe mah kaya abegeh baru jatuh cinta Al" ledek Firda lagi sambil tertawa.


"Terus saja Fir lama-lama juga sariawan itu bibir kamu ngeledekin orang terus" balas Alma


"Sudahlah teman-teman biar aku hadapi sendiri masalahku. Aku tidak ingin menyeret-nyeret kalian ke dalam masalah ini karena aku juga tidak mau kalian terkena imbasnya. Aku hanya butuh support dari kalian. Dan kalian tidak akan meninggalkanku karena perbuatan yang pernah ku lakukan" Mitha berkata dengan lirih.


"Kami akan selalu bersamamu Mit, ingat kita adalah 3 serangkai" mereka segera berpelukan bersama.


Sementara Jordan disana sedang menghadapi ayahnya. Dan meminta penjelasan hubungan anaknya itu dengan istrinya. Dia tidak bisa menerima anaknya Mitha karena bukan darah daging mereka. Ayahnya tampak geram karena Mitha sudah berani mengotori martabat keluarga besarnya. Ayah Jordan menyuruhnya segera menceraikan Mitha dan mengambil semua saham di perusahan ayah Mitha namun Jordan tidak menyetujuinya. Dia harus memberikan Mitha pelajaran terlebih dahulu dan yang jelas Mitha tidak boleh bahagia titik.


*******


Maaf ya gaess...2 hari body kurang fit, jadi gak bisa ngehalu🤧


Aku sempetin nulis buat kalian walau feelnya kurang dapat.


Love You gaess😘🤗


Abra siap mengambil Mitha dan akan membuatnya bahagia



Jordan galau disuruh menceraikan Mitha