
Malam ini Firda bisa tidur dengan nyenyak. Karena efek ciuman mas kesayangannya membawanya ke dalam mimpi indah.
"Hayyy.....anak gadis bangun matahari sudah tinggi". Mama Erlin segera membuka gordyn kamar Firda.
"Aihhh si mama bikin aku silau saja. Tutup mah jendelanya, aku masih ngatuk mam.Hari ini aku gak ada mata kuliah. Aku mau main ke rumah Alma sudah kangen sama pangeran kecil.
"Ayo bangun kamu dicariin papa tuh, punya salah apa kamu sama papa kamu Fir?" tanya mama Erlin.
"Hah..serius mah papa nyariin aku?tanya Firda dan langsung bangkit dari tidurnya lalu duduk di tepi ranjang.
"Apa papa tau aksiku semalam ya sama mas Yugho. Tapi bukankah papa sudah tidur semalam. Matilah aku kalau sampai papa tau. Anaknya sudah berbuat mesum di taman semalam" Firda nampak bingung dan berbicara sendiri dalam hati.
"Hari ini aku tidak mau bertemu papa dulu mah"
"Loh kenapa Fir? tumben banget gak mau ketemu papa. Biasanya nyelip tarus kamu di ketiak papa kamu"
"Aku sudah besar mah dan sebentar lagi akan dipinang oleh pangeran pujaan hatiku mah" ujar Firda dari balik selimutnya.
"Mana ada pangeran mau menikah dengan gadis pemalas macam kamu Fir?"
Firda membuka selimutnya dan berkata " mama siap-siap saja ya kalau ada yang mau melamar aku"
"Firdaaa...umur kamu masih muda, lulus kuliah juga belum sudah main nikah saja. Kamu tidak boleh menikah sebelum kakakmu menikah terlebih dahulu"
"Mam....kalau mama gak ijinin aku akan kawin lari loh sama dia"
Sambil mengusak-usak rambut anaknya mama Erlin menarik janggut Firda " Siapa yang akan kamu nikahi?apa pangkatnya?berapa gajinya dan sudah punya apa saja sampai dia berani ingin menikahi anak orang?"
"Aiisss.....sadis banget sih mama bicaranya. Dia punya pekerjaan mah walau cuma bodyguard" ujar Firda sambil cemberut.
"Apa bodyguard? Oh...no..no dan big no" ujar sang mama.
"Paling-paling gajinya 50jt sebulan tidak akan cukup.
"Ihh..amit-amit ya Tuhan punya mama matrenya gak ketulungan" lalu Firda bangkit berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Awas kamu macam-macam Fir, mama kirim kamu ke rumah oma loh" setelah mengancam Firda lalu mama Erlin keluar menuju ruang makan.
Tampak diruang makan keluarga kecil mama Erlin telah berkumpul semua dan sedang berbincang-bincang santai.
"Anak kesayanganmu pah sudah ribut minta kawin"
Susil yang sedang meminum jus langsung tersedak. Lalu mama buru-buru menepuk pelan punggung suzil.
"Kamu tidak apa-apa sayang" tanyanya.
"Tidak mah cuma kaget aja. Semalam sih memang ada cowok kemari dan kata Firda itu pacarnya mam"
"Gimana pacarnya Firda kak, bagus tidak?" Tanya sang mama.
"Hmmm...gimana ya, ganteng sih iya, body juga iya kalau fisik sama wajah sih yaaa diatas 80 mam"
"Pinter juga Firda milih cowok tapi cuma bodyguard gak ah....mama tidak setuju" ujar mama Erlin.
"Yang penting dia bisa bertanggung jawab mah dan sayang sama Firda. Cukup kalau menurut papa sih"
"Nggak banget deh pah.Aku gak mau punya menantu bodyguard pokoknya tidak setuju titik"
"Kesambet apa kamu mah?kamu mau anak kamu nekat dan dia pergi dari rumah kalau kita tidak merestui dia?" Bela papa Firda.
"Firda boleh menikah kalau dia sudah lulus kuliah dan sudah bekerja. Calon suaminya no bodyguard kalau yang lain boleh" ujar mama bersikeras.
"Memang kenapa sih mah kalau bodyguard. Biarkan saja kalau anaknya suka" ujar papa.
"Ini memang serius mah,pah Firda ingin menikah?" Tanya Suzil kepada orang tuanya.
"Maybe" kata ayah Firda
"Tidak" kata mama Firda
"Ya ampun kalian tidak kompak banget sih. Kenapa tiba-tiba dia ingin menikah mam?apa jangan-jangan Firda sudah hamil mam?"
"Ya Allah....aduh amit-amit deh anak mama jangan sampai begitu. Nanti siang mau mama ajak ke dokter kandungan dia"
"Siapa yang mau diperiksa ke dokter kandungan mah?" tanya Firda yang datang tiba-tiba lalu duduk sambil mengambil roti dan mengolesi selai di rotinya.
Suzil memberi kode kepada mamanya agar diam.
"Woo..yo.. iya lah ganteng dan keren. Pinterkan aku milih calon imam kak." jawab Firda polos.
"Percuma keren kalau hanya seorang bodyguard. Ihh...nggak banget deh mama mah. Alma dan Mytha pinter nyarinya pengusaha. Nah ini anak mama yang katanya paling cantik dan sekseh cuma seorang bodyguard. Firdaaa...kamu gak bisa cari cowok yang lebih tinggi levelnya sayang?sudahlah mama jodohin aja kamu sama temen anak mama daripada sama bodyguard mama gak level".
"Mama apa-apaan sih bawa-bawa pekerjaan orang. Yang penting dia sayang sama Fir mah dan Fir cinta sama dia dah cukup"
"Ini anak tidak bisa dibilangin ya. Jaman sekarang mana cukup makan cinta Firda. Berapa rupiah jatahmu sebulan. Apa dia sanggup membiayai semua kebutuhan kamu?setelah kamu menikah kamu mau tinggal dimana?belum lagi nanti kalian punya anak. Kebutuhan kalian akan berkali-kali lipat Firda" mama Erlin memberi pengertian kepada anaknya, bukan memberi pengertian tapi sedang menghakimi anaknya.
"Mas Yugho punya apartemen mah.Kami akan tinggal di apartemennya. Mas Yugho juga sudah memberi aku ATM mah dan jumlahnya lumayan banyak loh"
"Paling berapa isi ATM-nya Fir?"
"Ya ampun mamah kenapa jadi matre begini sih pah. Mama kesambet setan mana pap?" Ujar Firda meminta pertolongan kepada papanya. Sementara papa hanya mengangkat bahu dan menaikkan alisnya seolah menyerah.
"Mamamu itu kalau sudah berbicara mana bisa dibantah sayang. Sini anak gadis papa" lalu papa menghampiri Firda dan memeluk anak gadis kesayangannya.
"Pokoknya aku hanya mau menikah dengan mas Yugho titik tidak pakai koma" ujar Firda bersikeras.
"Pokoknya mama tidak setuju punya menantu bodyguard tanda seru berentet" ujar mama tidak mau kalah.
"Aku akan jadi penganten kabur" jawab Firda.
"Mama akan coret nama kamu dari Kartu Keluarga dan mama tidak akan mengakui kamu lagi"
"Aku akan meminta restu kakek biar bisa menikah sama mas Yugho"
"Mama akan acak-acak acara kamu"
"Ihhhh...mama mah bikin panas aku saja. seharusnya mama mendoakan aku, biar mas yugho selalu setia dan sayang padaku bukannya malah ingin menghancurkan hubungan kami" ujar Firda nampak tak terima dengan perkataan mamanya.
"Hadehhh...pusing pagi-pagi ngeliat mama dan anak sama-sama tarik urat leher.Memangnya kamu sudah hamil Fir ngebet banget ingin menikah buru-buru?" Tanya Suzil penasaran.
"Tidaklah kak mana aku mungkin hamil. Kami hanya berciuman belum melakukan lebih dari itu kak".
"Kenapa kamu ingin menikah buru-buru Fir.Apa kamu sudah mengenal orang tuanya?" selidik Suzil.
"Belum kak tapi kami akan mendapatkan restu koq nanti" jawab Firda berbohong.
"Jangan asal cinta main kawin saja Fir. Bagaimana jika nantinya dia tidak seperti yang kamu harapkan " nasehat suzil.
"Dia baik dan bertanggung jawab pokoknya kak titik".
"Lihat tuh adikmu Zil. Entah sudah dikasih minuman apa sama laki-laki itu. Berani sekali menentang keluarganya sendiri".
"Bukan menentang mama tapi aku membela pacarku yang kalian anggap remeh" tampak wajah tidak senang Firda tunjukkan kepada mama dan kakaknya.
"Terserah padamulah anak yang keras kepala kalau belum kejedut kepalanya dan belum benjol masih tetap ngeyel dia" dengan kesal mamanya menatap Firda seperti ingin menelan mentah-mentah anaknya kembali.
"Suruh temui papa Fir besok apakah dia layak atau tidak papa yang akan membuat keputusan"
"Tapi pah jika papa tidak suka dia bagaimana. Apakah akan seperti mama menolaknya mentah-mentah?restui kami ya pah" pintanya pada papanya.
"Kita lihat besok sayang. Papa tidak ingin memberikan anak kesayangan papa kepada sembarangan orang"
"Pokoknya besok mau mama kuliti habis dia Fir"
"Tuhkan mama mulai lagi bikin moodku tidak stabil. Aku cuma mau mendengar perkataan papa saat ini mam.Oke pah besok Fir bawa orangnya kesini.
Aku pamit mau main ke rumah Alma pah. Pusing liat mama cemberut terus disini hehehe" ledek Firda kepada mamanya.
Mama yang masih tampak kesal membuang muka tak mau melihat ke arah Firda.
"But i love u mam...cup..." Firdapun nempak mencium pipi mamanya. Akhirnya pamit keluar menuju rumah Alma.
*****************
Mama tidak setuju dengan pilihan Firda.
Cuma seorang bodyguard katanya. sedih dengar perkataan mama🤧
Dahlah aku mau mikir lagi gimana caranya biar mendapat restu mama.
See u gaess🤗