Miss Rusuh

Miss Rusuh
Marah



Wooy mba....kalau jalan lihat-lihat dong main nabrak-nabrak orang aja" ujar Firda sewot.


"Untung anak gue nggak jatuh, anak gue sampai jatuh abis loe gue makan" sembur Firda lagi.


"Sori" jawab gadis itu sambil menatap Firda dan mereka pun sama-sama terkejut.


"Firnie" ujar Firda kaget


"Firda" ucapnya tak kalah kagetnya dan dia buru-buru mengelap linangan air matanya.


"Liat-liat lain kali kalau jalan. Kaya orang dikejar setan aja jalannya" ujar Firda sambil berlalu meninggalkan Firnie yang diam mematung.


"Sudahlah Fir ayuk kita kedalam, perutku sudah keroncongan" Mitha segera menarik tangan Firda dan memasuki kafe itu.


"Masih ada saja mantan mas Yu say hihihi. Apakah kalian masih bersaing?" Tanya Alma


"Iihhsss....gue udah menang cyn, loe gak liat apa hasil cetakkan laki gue ini. Inces gue yang super imut wkwkwk"


"Iya deh...iya si rusuh memang tiada duanya" jawab Alma kalem.


Merekapun memasuki kafe itu untuk mengisi perut mereka yang telah keroncongan setelah keluar dari butik untuk mengambil pesanan baju mereka yang akan dipakai untuk acara Mitha nanti.


"Tunggu deh sepertinya habis nangis deh Fir. Matanya merah tadi aku lihat" sahut Mitha


"Habis berantem kali sama pacarnya. Nggak tau juga tuh kenapa dia nggak nikah-nikah, jahat sih jadi perempuan makanya jauh jodoh" urai Firda


"Huss....doakan saja Fir supaya dia ketemu jodohnya biar dia nggak mengganggu kamu" ujar Alma menambahkan sambil mengambil tempat duduk dekat jendela.


"Fir, itu mas Yugho bukan?" Tanya Mitha


"Mana?" Sahut Firda sambil melebarkan pandangannya menyapu ruangan itu.


"Laah..itu mah laki gue, ngapain dia ada disini? Atau jangan-jangan" Firda menatap ke dua temannya bergantian. Mereka berdua langsung angkat bahu.


"Anjritt...dia masih berhubungan dibelakang gue. Pantesan laki gue nyebelin banget dari kemaren. Sial*n dia masih menemui Firnie" ujar sampai berapi-api. Darahnya mendidih mengingat suaminya masih menemui sang mantan. Dia pun langsung berdiri dan memberikan Celline ke tangan Mitha.


"Mau kemana Fir?" Tanya Alma


"Mau buat perhitungan sama dia" jawab Firda dan langsung melangkahkan kaki beranjak dari tempatnya.


"Fir..tunggu dulu jangan buat kekacauan disini malu tau" Alma berusaha menghentikan temannya namun Firda terus memaksa untuk mendekati suaminya.


"Minggir Al, gue mau menangkap basah dia. Posisi gue lagi enak ini buat memaki-maki dia" wajah Firda memerah menahan amarah.


Dengan kesal Alma terus menarik Firda yang berusaha berontak dari pegangan tangannya.


"Diam dulu...duduk kamu disitu" perintah Alma dengan galak. Lalu dia pun mengambilkan minum untuk kawannya itu.


"Tenangin dulu hati kamu, tanya baik-baik dirumah saja jangan bikin keramain disini" omel Alma


"Gue gak ngamuk Al, elo jangan khawatir oke. Gue cuma mau nanya alasan dia apa masih menemui Firnie. Gue nggak terima Al, kemaren dia marah sama gue gara-gara dosen sial*n itu. Sekarang giliran gue lah yang marah. Enak saja cuma dia yang boleh marah gue nggak. Udah elo tenang-tenang aja gue nggak akan barbar oke?gue pake cara yang elegan buat marah ke dia. Awas gue mau nemuin dia sebelum dia pergi dari situ"


"Ingat Fir, kamu macam-macam disini suamimu jadi taruhannya loh" --- Alma


"Maksudnya?" Tanyanya bingung.


"Suamimu tidak akan punya kredibitas lagi nantinya"


"Oke...oke Al, pegang omongan gue. Gue nggak akan mempermalukan genks kita kok. Dah ya gue mau kesana dulu bentar" Kemudian Firda beranjak pergi meninggalkan Alma dan menemui suaminya.


"Brak" Firda menggebrak mejanya hingga membuat Yugho kaget dan langsung mematung.


"Ma-mama" panggilnya


"Iya...kenapa? Kaget? Jangan kaget slow aja gitu loh mas. Kaya orang habis ketangkap basah aja karena selingkuh" Firda memicingkan matanya sambil menarik sebelah bibirnya dengan senyum menyeringai seperti srigala yang akan menangkap mangsanya.


"Kamu darimana sayang. Mas habis belikan kamu ini" sambil menunjukkan cake dan puding yang memang dibeli untuk istrinya itu.


"Sayang...kamu dengarkan papa ya, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu bayangkan oke? Kamu satu-satunya pemilik hatiku dan tak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisimu dihatiku" Yugho berusaha menenangkan istrinya selembut mungkin.


"Preetlah...kamu mirip buaya pah yang bisa hidup di dua alam. Ya kamu ...kamu seperti itu. Tau dong maksud omonganku" Firda melirik tajam penuh kebencian kepada suaminya.


"Cintaku....sayangku....aku hanya hidup untukmu bukan untuk yang lainnya. Jangan kamu menyalah artikan semua itu. Dia sudah tidak berarti lagi di hatiku. Sepenuh jiwa dan ragaku hanya milikmu mah. Percayalah padaku mah" Yugho menatap Firda dengan pandangan penuh cinta dan ketulusan namun Firda menatap dengan penuh kebencian dan cibiran.


Yugho segera bangkit dan memegang bahu istrinya sambil mencium keningnya.


"Kita pulang ya sayang" ajaknya.


"Papa punya sesuatu untukmu yang akan bisa membuatmu menjerit" bisiknya ditelinga istrinya.


"Diam pah, jangan mengalihkan pembicaraan.maksud papa apa tadi?" Tanyanya


"Maksud yang mana mah?"


"Itu loh yang papa bilang dia sudah tidak berarti lagi. Papa habis ketemu dia kan?" Firda bertanya langsung pada suaminya.


"Sayang...kamu dengarkan penjelasan papa dulu ya"


"Papa cuma bisa jawab ya atau tidak saja. Papa habis ketemu dia kan?"


Yugho nampak berfikir keras dan akhirnya dia mengangguk.


"Yes ma....tapi tidak seperti yang kamu pikirkan mah"


Firda tampak mengatur nafasnya satu-persatu menahan gejolak yang siap ditumpahkan. Yugho buru-buru mengenggam tangan istrinya aagr dia tidak marah.


"Jadi begini main mu mas? Dengar ya mas bukan cuma kamu saja yang bisa marah, kamu belum tau kan marahku?"


"Sstt...sayang aku terima apapun yang akan kamu lakukan padaku tapi jangan disini sayang...cup" Yugho mengecup bibir istrinya. Firda langsung melotot.


"Diam mas...aku tidak akan luluh dengan semua yang akan kamu lakukan huh" dengusnya menahan kesal.


Yugho segera menggandeng tangan istrinya dan mengajaknya keluar dari tempat itu. Lalu mereka pun menuju ke parkiran mobil dan segera masuk ke dalam mobil


"Aku tidak suka caramu mas...keparat kamu masih ketemuan sama dia. Kalau kamu mau bebas aku bisa membebaskanmu pah"


"Huss....pamali jangan sekali-kali lagi berbicara seperti itu oke sayang?"


"Masa bodoh kamu penghianat pah bukan laki-laki sejati. Kamu saja segitu marahnya begitu tahu aku bertemu dengan Marcel gimana jadinya jika aku benar-benar janjian bertemu dengannya?"


"Stop mah...aku benar-benar minta maaf,baiklah aku akui jika aku cemburu"


"jangan pura-pura manis kamu didepanku pah sangat tidak lucu tau nggak. Aku benar-ben....uuhhmmm" belum selesai Firda berbicara mulutnya sudah dilum*t terlebih dahulu oleh suaminya.


Tangan Firda segera dikunci oleh Yugho hingga dia bisa menci*m dengan leluasa istrinya itu. Firda membelalakkan matanya namun ******n-******n lembut suaminya itu seolah mencairkan otaknya yang sedang mendidih itu. Lama kelamaan Firda membalas menyes*p dan menggigit bibir suaminya itu.


Semakin lama pertarungan bibit itu semakin panas dan nafas mereka pun saling memburu.Disaat tegang-tegangnya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu mobilnya.


"tok...tok...tok.."bunyi suara pintu mobil diketuk oleh sseserang.


Buru-buru Yugho melepaskan ******n lembut dibibir istrinya itu dan membetulkan baju istrinya yang tampak mulai acak-acakkan. Dia pun segera membuka kaca mobilnya.


"Hah....anak papa" nampak Celline tertawa bahagia melihat wajah ayahnya itu. Buru-buru Yugho membuka pintu mobilnya dan langsung mengambil Celline dari gendongan Mitha.


"Sayang...maaf ya papa tidak tahu jika kamu jalan sama mama. cup..cup" Yugho menciumi putrinya dengan sayang.


*********


Aku tidak tahu dari semalan aku sudah setor tp sampai saat ini masih review.


ini sudah ku kirim yg ketiga kalinya masih review juga.🤧🤧