Miss Rusuh

Miss Rusuh
Meminta Restu



Mereka berciuman panas didepan mobil. Sampai akhirnya Yugho menyadari dimana mereka berada kini.


Yugho berhasil memenangkan permen itu lalu dia memberikannya kembali kepada Firda dan memagut bibirnya sebelum akhirnya melepaskan kenikmatan bibir gadisnya itu.


Firdapun menggigit permen itu dan memakannya hingga habis.


Yugho membuka pintu mobilnya dan memegangi bahu Firda lalu menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Sekarang waktunya kita ke rumah mama kamu sayang"


"Rumah?" Seketika wajah Firda menjadi tegang.


Yugho dapat merasakan kegelisahan yang Firda rasakan. Lalu dia menarik wajah Firda dengan satu tangannya.


"Tenang sayang...semua akan baik-baik saja oke...cup.." Satu kecupan diberikan oleh Yugho untuk Firda.


Firda memandang ke arah Yugho seraya mengangguk setuju. Dan Yughopun melajukan mobilnya menuju rumah Firda. Sepanjang perjalanan Yugho menggenggam tangan Firda untuk memberinya kekuatan.


Sementara dirumah Firda mama Erlin sedang menunggu kedatangan anaknya dengan tak sabar. Kabar yang dibawa suzil membuatnya murka.


Apalagi saat mengetahui handphone anaknya tidak bisa dihubungi.


Bagaimana mungkin anaknya bisa berbuat hal seperti itu. Dan hanya gara-gara seorang Yugho anak gadisnya rela melakukan hal senekat itu.


"Aku gak nyangka mah ternyata yang menjadi orang ketiga itu Firda. Pantas saja sewaktu aku janjian sama Firnie tiba-tiba Firda menghilang".


"Lalu bagaimana acara tunangan tadi kak?" Tanya mama Erlin.


"Entahlah mah, waktu aku ketemu Firnie dia sedang bertengkar dengan Yugho dan yang parahnya lagi Firda berada dalam pelukan Yugho. Kebayang nggak mama bagaimana hancurnya perasaan Firnie dan juga keluarganya?"


"Aku sampai malu mah mengatakan kalau Firda adalah adikku. Posisiku jadi serba salah, disini adik disana sahabat" keluh Suzil.


"Ini pasti ada yang tidak beres dengan mereka berdua. Apa Firda beneran hamil kak? Tanya mama.


"Aku tidak tahu mah....hanya mereka yang tau" ujar Suzil sambil mengangkat bahu.


"Ini karena papa terlalu memanjakannya" mama Erlin nampak melotot ke arah papa Josh.


"Sabar dulu mah, kita tanya mereka nanti baik-baik.


"Terus saja belain pah, lihat tuh anak gadisnya jadi seperti itu. Pokoknya mulai saat ini Firda tidak boleh ketemu Yugho lagi titik" mama Erlin nampak sangat murka.


"Jangan terlalu keras sama Firda mah, dia malah bisa nekat nanti. Apa kamu tidak tahu tabiat anak kamu mah?"


"Sudahlah papa diam saja, ini urusan mama"


Papa Josh hanya bisa angkat bahu membiarkan mama Erlin mengoceh sendirian.


Tak berapa lama Yugho dan Firda tiba dirumah mama Erlin.


Mama sudah pasang wajah sepet dan gahar. Dia siap memangsa Yugho yang sudah mempermainkan nasib dua gadis sekalian.


"Assalamualaikum" Yugho memberi salam kepada mama Firda dan keluarga.


"Hmmmm....dari mana kalian?" Tanyanya galak tanpa menjawab salam dari Yugho.


"Mamah....jangan marah sama mas Yugho, ini semua salah Fir mah" Firda meraih tangan mamanya dan menggenggamnya namun langsung ditepis oleh mamanya.


"Sejak kapan kamu menjadi gadis urakan dan suka merebut kekasih orang hah?" Bentaknya pada Firda.


"Dan kamu, urus tunangan kamu jangan pernah jumpai anak saya lagi" mama menghardik Yugho dengan amarah yang meluap-luap.


"Apa yang sudah kamu lakukan pada pada anak saya hingga dia berani melawan keluarganya?"


"Maaf nyonya saya tidak pernah berniat mempermainkan Firda. Dari awal saya sudah mengatakan akan menikahinya. Jika saat ini saya bertunangan saya pastikan itu bukan keinginan saya" jawab Yugho jujur.


"Saya akan menikahi anak nyonya secepatnya. Karena saya mencintainya" jawab Yugho dengan tegas.


"Kamu kira kami bodoh mau mempercayai ucapan penjahat seperti mu? Urus saja urusanmu dengan tunanganmu dan jangan bawa-bawa anakku kedalam masalah kalian.


Lebih baik kamu sekarang tinggalkan rumah ini dan jangan pernah kembali lagi kesini PAHAM?" mama Erlin berkata dengan nada judes.


"Saya tidak akan pergi tanpa Firda nyonya" Yugho bersikeras mempertahankan Firda.


"Saya tanya kamu punya uang berapa berani meminta anak orang hah?" Bentak mama Erlin.


"Dengar ya....uang saku anak saya sebulan 15jt, biaya kuliah anak saya 55jt/ semester. Belum make up, baju-baju, sepatu. Apa kamu bisa menyanggupi semua kebutuhan anak saya? Berapa rupiah yang kamu bisa kasih ke anak saya hah?" bentak mama Erlin kepada Yugho


"Saya akan bekerja keras nyonya untuk membiayai semua kebutuhan Firda" jawab Yugho yakin.


"Memang berapa yang bisa kamu hasilkan dalam sebulan jika menjadi tukang pukul?" tanya mama Erlin dengan angkuhnya.


"Penghasilan saya memang tak banyak nyonya karena saya bukan seorang pengusaha dan bukan anak konglomerat tapi saya yakin akan membahagiakan Firda lahir dan bathin nyonya" Yugho menjawab dengan penuh keyakinan.


"Mah....sudah mah, jangan membuatku malu dengan semua pertanyaan mama. Aku mencintainya" ujar Firda sambil terisak. Lalu dia berlari ke arah Yugho.


"Sudah ku bilang kan mas, mama tidak akan setuju. Bawa aku saja mas keluar dari sini. Ayo bawa aku mas sekarang juga. Aku tidak mau kamu dihina mas...huhuhu" Firda menangis sambil memeluk Yugho.


"Dengar sayang, aku akan meminta baik-baik dirimu. Mas akan hadapi semuanya okey" Yugho pun memeluk dan mencium kening Firda.


"Hentikan nyonya, dia anakmu jangan berbuat kasar padanya" Yugho nampak tak terima Firda ditarik dengan kasar oleh ibunya.


"Diam kamu ya, dia anak saya, saya yang mengurusnya dari kecil hingga dewasa dan sekarang kamu menginginkan anak saya begitu saja, cepat pergi dari sini" usir mama Erlin kepada Yugho.


"Hentikan mam...hentikan...tanganku sakit mah"


"Lepaskan dia, kalau kamu menahannya dia akan semakin kesakitan" teriak mama Erlin.


"Sudah mah cukup jangan terlalu kasar dengan anakmu" omel papa Josh.


Akhirnya Yugho melepaskan tangan Firda. Dan langsung mama Erlin menariknya paksa dan berusaha membawanya masuk ke kamar.


"Saya melepaskannya bukan berarti saya akan meninggalkannya nyonya tapi karena saya tidak ingin melihat orang yang saya sayangi kesakitan" ucap Yugho dengan sedikit kesal karena perlakuan kasar mama Erlin kepada Firda.


"Aku tidak mau mah...aku tidak mau...lepaskan aku mah...papa tolong aku pah, hentikan mama" teriak Firda.


"Lepaskan mah, kasihan Firda kamu menyakitinya mah" omel papa Josh.


Sementara mama Erlin masih saja keras kepala dengan menarik-narik paksa tangan Firda sementara tangan Firda melambai-lambai meminta pertolongan Yugho dan juga papanya.


"Nyonya apa yang anda inginkan, hentikan nyonya saya mohon" pinta Yugho dengan kedua tangan tertelungkup di dada.


"Saya bilang kamu keluar sekarang juga dan jauhi anak saya, jangan pernah jumpai anak saya kembali. Jika kamu masih bersikeras maka saya tidak akan segan-segan untuk menyakitinya dan membawanya pergi jauh dari sini sehingga kamu tidak akan pernah melihatnya kembali" ancam mama Erlin.


Papa Josh berusaha menghentikan aksi mama.


"Lepaskan anakmu" ujar papa sambil memegang tangan Firda. " Lepaskan ".


"Tidak papa, dia anak kita mama akan mengajarinya cara yang benar memilih suami bukan asal main comot lalu cinta dan langsung menikah. Anak mama harus selektif memilih pasangannya bukan algojo seperti dia" bentak mama Erlin.


"Kalau mama seperti ini terus Fir akan kabur dari rumah dan tetap akan mencari mas Yugho" ujar Firda sambil menangis.


"Ayo cepat masuk ke kamar" teriak mama yang semakin kalap dan semakin kencang menarik tangan Firda.


"Tidak mau" jawab Firda.


"Sudah dikasih apa sih kamu sama dia sampai berani melawan mama?" Bentak mama Erlin.


"Huhuhu....Fir sudah hamil mah dan ini anaknya mas Yugho. Fir tidak mau anak ini tidak punya ayah mah huhuhu" ujar Firda berbohong.


Mama tampak kaget dan langsung menampar Firda dengan keras "plak....plak...plak" tiga tamparan keras bersarang di pipi mulus Firda.


"Nyonya...hentikan" Yugho buru-buru menghampiri Firda namun kali ini nampak kemarahan berada dalam wajah papa Josh.


Papa Josh menarik kerah Yugho dan langsung menghantam dadanya.


"Kurang ajar kamu berani-beraninya menghamili anak gadis orang. Saya tidak suka dengan cara kamu seperti ini" lalu papapun melayangkan tinjunya ke arah Yugho namun Yugho tetap pada posisinya tidak bergerak menjauh ataupun membalas serangan papa Firda.


"Papa hentikannn....Fir yang salah pah, sudah pah jangan pukul mas Yugho lagi" Firda meronta-ronta melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan mama dan Suzil.


"Sudah pah....sudaaah, lepaskan aku mah, kak lepaskan aku. Kalian menyakiti kami. Kalian menyakiti ayah anakku... lepaskann mam" ujar Firda sambil berurai air mata.


Firda tidak tahan melihat papanya kalap memukuli Yugho. Semua adalah salahnya yang berpura-pura hamil untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuanya namun dia tidak berfikir akibatnya akan seperti ini. Yughonya diserang habis-habisan oleh papanya. Disaat mama erlin mengendurkan cengkraman tangannya Firda buru-buru berlari ke arah Yugho mendorong tubuh Yugho dengan keras lalu membentengi Yugho dengan tubuhnya. Tetapi karena papa gelap mata maka yang terkena pukulan kencang papa kali ini adalah Firda. Firda langsung jatuh tersungkur.


"FIRDAAA" teriak Yugho dan dengan sigap Yugho buru-buru mengangkat tubuh Firda. Dia membalikkan tubuh Firda dan mendapati hidung dan bibir Firda yang berdarah. Yugho langsung memeluk Firda.


Papa yang kaget melihat keadaan anaknya buru-buru menghampiri anaknya.


"Maafkan papa Fir, maafkan papa" dengan sangat menyesal papa meminta maaf kepada Firda.


Sementara Yugho berusaha membersihkan luka Firda dengan sapu tangannya.


"Aku tidak apa-apa pah, jangan pukuli mas Yugho lagi" pintanya dan papapun mengangguk.


"Cepat ambilkan obat dan batu es" teriak papa


Mbok inah segera mengambil P3K dan batu es yang diminta tuannya lalu memberikannya.


Yugho menggendong Firda dan meletakkannya di sofa, dia mulai mengobati luka Firda.


"Jangan lakukan hal yang berbahaya lagi Fir, mas tidak suka melihat kamu seperti ini. Mas sudah bilangkan apapun akan mas lakukan dan mas terima tapi kenapa kamu masih saja keras kepala" omel Yugho kepada Firda sambil mengobatinya.


Papa yang melihat itu semua menjadi terharu tapi tidak dengan mama Er.


"Dengar Fir, setelah ini mama akan membawa kamu ke Jerman dan menggugurkan anak itu" tanpa hati mama Erlin berkata seperti itu.


Semua yang melihat tampak kaget terutama Firda.


"Fir tidak mau mah, Fir cuma minta restu mama untuk hubungan kami" jawab Firda pelan.


"Mama tidak akan pernah menyetujui permintaan kalian jika kamu masih bersikeras juga maka mama akan membuang kamu dan tinggalkan rumah ini sekarang juga. Mama tidak akan mengakui anak kamu menjadi cucu mama, tidak akan pernah. Cam kan itu baik-baik Fir, kamu tinggal pilih mama atau dia?".


"Firda...kakak juga tidak akan menganggap kamu sebagai adik kakak lagi dan juga kakak kecewa karena kamu bisa menghancurkan hubungan seseorang yang notabene-nya adalah teman kakakmu sendiri. Kamu sudah menjatuhkan nama baik keluarga ini" ujar Suzil dengan kesal.


***************