
"Wah...parah nih gue punya temen. Loe gak liat apa muka gue udah kaya gini?" Firda memicingkan matanya.
"Muka sang*" jawab Alma
"Kalau udah pada tau kenapa kalian nggak balik kanan dan langsung pulang?"
"Kami sengaja kemari mau ngerusuhin kamu... hihihi" jawab Mitha
"Dasar temen gak ada ahlek"
"Wkwkwkwk" Alma dan Mitha tertawa cekikikan.
"Gileee....tumbenan kalian main kerumah gue, lain kali bilang dong kan aku jadi punya persiapan" ujar Firda bangun dari tidurnya dan langsung duduk. Sementara Alma dan Mitha mengambil posisi duduk disamping dan di depan Firda.
"Males lah bilang-bilang kamu Fir, buntut-buntut2nya juga dipesenin gofood" jawab Alma
"Hehehe..paling nggak kan kalian bisa nyemil sesuatu kagak garing kaya gini. Mau aku sediain kaleng biskuit doang tanpa ada isinya?wkwkkwkw"
"Gak perlu...aku tuh sudah bawa rujak sama tomyam" jawab Alma
"Aku bawa puding sama klapperttart" jawab Mitha
"Aihh...gue suka nih kalo begini. Tamu datang kerumah gue pada bawa makanan sendiri-sendiri....hehehe" Firda tertawa sambil memeluk temannya satu persatu.
"Hiliihh....itu karena kami tau kamu nggak pandai masak. Kata mas Yugho masakan kamu nilainya 5..hihihi" Alma mentertawakan temannya itu.
"Sompreet laki gue....bo'ong kali loe Al, mana mungkin Mamas gue berani nyela masakan gue" Firda mulai cemberut
"Swear....dia ngomong sama hasben aku" jawab Alma.
"Liatin aja nti malam..gak jadi gue kasih jatah dia" Firda mulai cemberut kesal.
"Nggak dikasih jatah juga paling-paling kamu langsung bukain baju mas Yugho fir" jawab Mitha
"Hahaha... tau aje loe kalo gue hobi nyerang hasben gue, tunggu...mana si bule Al?" Tanya Firda
"Dibawa mertuhe aku jelong-jelong sama Allicia"
"Wuihh...enak dong berduaan aja loe. Tumben daddy nggak ngehajar loe Al"
"Apaan? kamu tau sendiri hasben aku Fir, aku udah dua kali digarap daddy sampai-sampai lemes dengkul aku, ini aja masih gemeteran dengkul aku. Makanya aku ngajakin kerumah kamu tujuannya biar nggak diserang lagi" jawab Alma pasrah
"Hahaha....dasar gile loe...gue yang kepengenan digarap gagal terus dari tadi. Yang pertama mertua dateng...yang kedua nyokap gue dateng...yang ketiga kaliiiaaaannnnn datang...huh...menjengkelkan sekali"
"Hihihi....pantesan tadi mas Yu bukain pintu dengan wajah merah plus keringatan" Mitha terkikik saat mengingat wajah Yugho.
"Wkwkwk....aku rasa ketegangan sudah mencapai puncaknya, pantas saja celananya nyeplak bulet-bulet" ujar Alma yang sontak membuat mereka tertawa bersama.
"Jangan ngomongin hasben-hasben kita dulu deh....kasihan yang disebelah gue cuma bisa LDRan gak ada colokannya..Wkwkwk" ujar Firda
"Hey...tinggal tunggu seminggu lagi kabel roll aku datang dan aku juga bisa ghibah mesom sama kalian" jawab Mitha
"Duuh....temen gue udah mau jadi pengantin lagi. Rekor ini si Mitha, kita cuma sekali dia udah mau dua kali Al" jawab Firda sambil nyengir
"Mulaii....mulaiii....aku gigit nih" balas Mitha
"Ehh.. kalian tau nggak sih kabar mas Jordan sekarang?"tanya Mitha lagi. Alma dan Firda serentak menggelengkan kepalanya.
"Ternyata dia baru sembuh loh dari stressnya"
"Apa stress?gila maksud kamu Mith?" Tanya Firda
"Serius kah? Apakah itu karma dari kamu Mith? Kok kamu bisa tau sih?" ---Alma
"Aku serius, beberapa minggu yang lalu dia datang kerumah aku dan meminta maaf dari aku. Dia didampingi suster muda yang sangat cantik. Sepertinya mereka pacaran deh..bukan sepertinya lagi tapi memang pacarnya. Soalnya dia bilang pengganti aku" ---Mitha
"Pantas saja selama beberapa bulan aku nggak pernah lihat Jordan ikut meeting dikantor daddy. Tapi kemaren malam aku dengar daddy lagi nelpon sama pak Tito trus dia bilang semua kembali ke pak Zaki dan Jordan sudah tidak memiliki hak lagi. Apakah artinya itu?" ---Alma
"Tunggu...jangan-jangan Pak Zaki tidak menyetujui hubungan Jordan dengan suster Ana? Dan mencoret Jordan sebagai ahli warisnya?" --- Mitha
"Whaatttt? Oh em ji....kasian Jordan kalau begitu. Coba kamu telpon dia Mith, pura-pura tanya kabar dia" ---Firda
"Aku coba ya" lalu Mitha pun segera menghubungi ponsel Jordan namun bukan dia yang mengangkatnya tetapi suster Ana.
"Ada yang bisa saya bantu mba?" Tanya Ana
"Hai suster...apa kabarmu?bagaimana kabar Jordan sus?" --- Mitha
"Alhamdulillah mba....baik, dia baru saja pulang habis melamar kerja"
"Loh...bukannya Jordan sudah memegang usaha ayahnya?" Tanya Mitha penasaran.
"Panjang ceritanya mba, kami juga sudah tidak tinggal dijakarta lagi. Kami tinggal di Bogor sekarang" jawab suster Ana.
"Sus....bisakah kita bertemu?" Tanya Mitha
"Rumah kami dikampung mba, kecil pula...saya takut mba tidak nyamam berada disini"
"Gak apa-apa say....please shareloc ya....aku mau berbincang-bincang dengan kamu" ujar Mitha.
"Aku shareloc ya mba...tapi maaf ya keadaan kami seperti ini"
"Nggak usah malu Ana...kami bersahabat dengan pribadi kamu bukan rumah kamu. Kamu baik dengan kami maka kami pun akan dengan senang hati membantumu"
"Ya Allah....terima kasih mba, mba memang berhati mulia" suster Ana terharu karena Mitha mau bersahabat dengannya tanpa memandang siapa dirinya.
"Terima kasih mba....salam buat yang lainnya....assalamualaikum " kemudian suster Ana pun menutup telponnya.
"Siapa yang menelpon hon?" Tanya Jordan
"Ahh....itu...mba Mitha mas" jawab Ana
"Untuk apa dia menelpon kamu?" Tanya Jordan penasaran.
"Dia hanya tanya kabar tentang kita mas dan katanya dia mau main kemari"
"Apa! terus kamu mengiyakan?"
"Iya mas....kenapa?apa ada yang salah?"
"Jelas salah honey...mereka akan tau kondisi kita. Sekarang aku bukanlah Jordan yang dulu....yang memiliki segalanya. Sekarang aku tidak memiliki apa-apa, pekerjaanpun aku belum punya sayang. Apa kata mereka nanti? Mereka akan mentertawakan kita honey"ujar Jordan dengan paniknya.
"Maafkan aku mas...aku tidak berfikir seperti itu. Karena menurutku mba Mitha itu wanita baik-baik mas" jawab Ana menunduk dengan rasa bersalah yang dalam.
Jordan memijat-mijat keningnya sambil mengambil nafas dalam-dalam dan melirik ke arah istrinya taklama kemudian dia pun merangkul Ana.
"Maafkan aku honey..aku hanya tidak ingin ada yang merendahkanmu. Dengan keadaanku yang sekarang ini aku takut tidak bisa membahagiakanmu sayang...cup" Jordan mengecup kening istrinya kemudian memeluknya dengan hangat.
"Maaf...jika aku salah mas. Aku menerimamu apa adanya bukan karena kamu anak orang kaya mas. Jangan takut jika kita miskin mas, asal hati mas penuh dengan cinta kasih maka kita bisa melalui ini semua mas. Walau aku hanya seorang perawat tetapi aku masih bisa memenuhi kebutuhan kita mas yang penting mas mau berusaha mencari kerja" suster Ana memandangi wajah suaminya kemudian merangkum wajah Jordan dan menciumnya.
"Terima kasih sayang kamu sudah menguatkan hatiku. Aku tidak malu lagi asal selalu bersamamu masalah apapun akan bisa aku atasi. Lagipula aku bukanlah pria bodoh sayang dan aku akan buktikan padamu suatu hari nanti aku akan membahagiakanmu" Jordan memeluk istrinya dengan sangat erat.
Ana semakin erat pula memeluk suaminya itu.
"Sayang...bagaimana jika aku tidak bisa memberimu anak?" Tanya Jordan
"Percayalah mas....kita akan bisa memiliki anak suatu hari nanti. Kita akan berusaha terus" bisik Ana ditelinga suaminya.
"Kita bikin sekarang ya" Jordan pun berbisik ditelinga istrinya hingga membuat Ana kegelian karena Jordan menciumi telinganya.
"Hihihi...dasar mas Jordan nakal...iya mas...iya" belum selesai Ana berbicara Jordan sudah menindihnya dan mulai melakukan foreplay kepada istrinya dan dengan antusias Ana pun mulai memejamkan matanya dan membalas setiap sentuhan suaminya. Diatas ubin beralaskan kasur merekapun menuju puncak asmara.
****
"Gaess....Jordan dan Ana tinggal di Bogor. Mereka sudah tidak tinggal di Jakarta lagi. Sepertinya tuan Zaki tidak menyetujui hubungan mereka dan kurasa mereka sudah menikah" ujar Mitha
"Apa! berarti mereka menikah tanpa restu Pak Zaki?dan Pak Zaki mencabut semua hak-hak Jordan?pantesan semua kembali ke Pak Zaki. Jadi ini maksud pembicaraan daddy semalam" Alma nampak sedih mengetahui ini semua.
"Gila ya Pak Zaki....sudah untung anaknya ada yang mau, kenapa pakai acara tidak setuju sih?Apa dia nggak mikir ya....cewek mana yang mau sama orang gila walaupun dia kaya raya. dasar orangtua stress" omel Firda.
"Tunggu dulu gaess, Fir....mana minuman buat hasben aku?wah parah nih anak ada tamu nggak dikasih minum" protes Alma
"Hah....oh iya lupa....Sultan belum dikasih minum wkwkwk" Kemudian Firda buru-buru membuat es jeruk untuk Daniel dan suaminya.
"Sayang....aku pergi memancing ya" Daniel bertanya pada istrinya
"Sama siapa bie?"
"Dengan Yugho sayang"
"Hmmm....mancing ikan kan bie bukan mancing cewek?" tanya Alma khawatir.
"Ya iyalah mancing ikan sayang.... hapus itu pikiran kotormu. Walau begini ini kesetiaan adalah simbol suamimu sayang....cup...cup" Daniel mengecupi bibir istrinya dia tidak perduli ada Yugho disampingnya. Alma pun segera mencubit suaminya agar tidak kebablasan menciumnya.
"Ya sudah jalan sana...jangan macam-macam ya bie"
"siap my queen...cup" Daniel mencuri lagi satu kecupan dibibir istrinya.
"Papah mau mancing sama kak Daniel?" tanya Firda
"Iya mah....doakan papah memang banyak biar kita bisa bakar ikan nanti malam"
"Siap bos qiu...cup...cup" Firda mengecupi pipi suaminya lalu Yugho pun membalas mencium kening istrinya.
"Aku jalan mah....assalamualaikum"
"Eiittt....tunggu dulu pah, enak saja main jalan-jalan saja sini dulu" ujar Firda dan Yugho pun memandang bingung istrinya kemudian langsung menghampirinya. Firda tidak melewatkan kesempatan untuk ******* bibir tipis suaminya.
"Pada gila....pada gilaaaa" ujar Mitha kemudian menutup matanya
*********
Kasihan Mitha gak ada colokannya😂Abra masih di LN. Yang sabar ya Mith😌
Maaf jika banyak typo..maklum ngetik buru-buru😂
Daddy Niel😍
Mas Jordan😌
Mas Yu🤗