
"Mama oh mama, giliran anaknya gak punya pacar disuruh cari pacar. Giliran sudah dapat pacar gak di setujuin. Apa sih mau mu mama sayang" gerutu Firda dalam hati. Sambil berjalan menuju garasi mobilnya.
"Ahayyy....si pinky sudah kembali WA si mamud ah"
"Mamud tengkiu ya si pinky sudah di anterin" ----> Firda
"Ya ampun Fir, si pinky mu sudah dari minggu kemaren dianterin sama mang Tohir sayang" ----> Alma
"Serius Al, aku baru tau loh. Aku otw ke sana ya mau ketemu pangeran gw" ----> Firda
"Aku dirumah Fir bukan di apartemen lagi say" ----> Alma
"Pindah rumah gak bilang-bilang ya, bagosss gue gak kasih materi soal loh buat semester depan" ----> Firda
"Jangan rese kamu Fir, aku sudah kasih tau kamu loh kalau aku mau pindahan 2 minggu yang lalu" ----> Alma
"Wkwkwkwk....sori mamud, kebanyakn cowok di otak gue makanya rada nge-hank otak gue Al, share loc lah Al gue otewe kesana ya" ----> Firda
"Sudah aku share loc tuh Fir, aku tunggu jangan sampai gak datang lagi" --->Alma
"Oke cuzz aku kesana mamud" ----> Firda
"Anjay si Sultan udah pindah rumah aja. Koq gue bisa lupa ya gak dateng ke acara dia.Gegara sibuk ngurusin cinta yang gak kelar-kelar sampe lupa semuanya gue wkwkwk".
"Pinky ku cayang, akhirnya aku bisa mengendaraimu lagi. Yuk kita otewe ke rumah si mamud. Awas jangan rewel lagi kamu ya, apalagi sampai mogok. Gue musium-in loh kalau bikin repot gue lagi" firda berbicara sendiri dengan motor kesayangannya.
Diambilnya jaket dan kunci motor lalu dia pun meluncur ke rumah Alma dengan menjemput Mitha terlebih dahulu.
Akhirnya mereka tiba di suatu rumah yang super megah dengan dikelilingi tembok tinggi berdominasi cat putih semua.
"Kamu yakin Fir ini rumah Alma" mitha
"Alamatnya sih bener Mit, gue telepon dia dulu" Firda
Firda pun langsung menghubungi Alma.
"Iya Fir ada apa say?"
"Gue udah didepan nih Al sama Mitha"
"Langsung masuk aja aku ke bawah tunggu sebentar ya"
Taklama kemudian Alma pun menghampiri sahabat karibnya. Dan merekapun langsung berpelukan.
"Mamud gue" Firda
"Alma ku" Mitha
"Firda...Mitha....miss u all. Ayuk masuk aku sudah nyiapin tempat khusus dan cemilan untuk tempat kita nongki say"
"Gile loe Al ini rumah atau villa bisa nyasar gue dirumah loe. Apartemen loe gimana nasibnya itu?"
"Entahlah Fir aku kan cuma ikutin maunya my hubby aja, kata dia rumah lebih bagus untuk pertumbuhan Ziel lagipula sayang juga kalau gak ditempatin rumahnya" ujar Alma sambil berjalan menuju halaman belakang.
"Iya sih jadi punya tetangga loe disini Al" ujar Firda.
"Bisa main petak umpet kamu Al sama kak Daniel" ujar Mitha menimpali.
"Iya kalau aku ngambek bisa sembunyi ditempat lain hehehe. Cuma hubbie lebih suka di apartemen sepertinya hidup bertiga gak ada yang ganggu wkwkwk"
"Nakallllll" ujar Firda dan Mitha bersamaan. Sementara Alma hanya tertawa-tawa kecil.
"Kalian bawa pingky lagi kesini?"
"Gak al gara-gara si Mitha rusuh gue jemput pake motor gak mau ikut dia"
"Hehehe...aku takut mogok lagi kaya kemaren Al"
"Udah di betulin koq si pinky- nya" Alma
"Emang dasar nyonya susah gak mau di ajak panas-panasan" Firda
"Kak Daniel sama si ganteng dimana Al" Mitha
"Tadi sih lagi berenang mereka" Alma
"Aku mau intip ah mereka" Firda
"Gak usah intip nti kita juga melewati mereka. Gimana kabar mas Yugho Fir?" Alma
"Baik dong Al, gue mau dilamar sama dia sebentar lagi" Firda
"Hah serius" tanya Alma dan Mitha bersamaan
"Sebenarnya sih serius Al cuma...." Firda tidak melanjutkan kata-katanya lagi
"Cuma apa Fir? Tanya Alma penasaran.
"Orang tua aku sama orang tua dia gak ada yang setuju apa gak kacau ini namanya" Firda
"Kenapa mereka tidak setuju Fir?" Alma antusias bertanya sementara Mitha memandang dengan mimik muka bingung.
"Gimana ngenjelasinnya ya .Intinya mas Yugho sudah punya pacar dari kecil dan sudah di setujui oleh keluarganya tapi mas Yugho gak cinta sama dia nah cintanya sama gue. Begitu juga gue cinta sama dia tapi mama gue gak setuju...huhuhu..ngenes kan jadinya" ujar Firda sambil pura-pura menangis.
"Ya ampun Fir terus kalian gimana putus?" Tanya Alma
"Ya enggak lah Al, mas Yugho ngajak gue jadi penganten kabur...hahaha...pusing makanya gue. Dan gue harus siap kalau tiba-tiba dia ngajak gue pergi dari rumah kalau para orang tua tidak setuju"
"Wah berat Fir kalau orang tua tidak setuju semua" Mitha
"Kayanya gue harus ekstrim Mit, gue harus hamil duluan bikin kuping dulu biar disetujuin sama orang tua" Firda
"Itukan yang kamu ajarin ke aku Fir beberapa waktu yang yang lalu" Mitha
"Hahaha...iya bener Mit, akhirnya saran gue malah balik ke gue sendiri si*l" Firda
"Jangan pake acara kabur Fir kalau bisa hadapi dulu semua berdua" Alma
"Kalian gak tau cerita gue yang lebih parah lagi ya" Firda
"Apalagi Fir?" Alma
"Pacar mas Yugho itu ternyata teman kakak gue dan gue pernah baku hantam sama dia di toilet Mall"
"Seru cerita kamu Fir lanjutin dong" Mitha
"Seru!!...loe kira petualangan Mit. Gue yang pusing tau. Kemaren gue di putusin mas Yugho ehh...malamnya gue disamperin minta balikan lagi dia" Firda
"No coment" Alma
"Elo mah udah enak Al, udah bebas tinggal gue ini sohib loe tercinta yang masih nelongso" Firda
"Aku juga sudah di jodohin dari kecil tapi cowoknya gak mau sama aku. Koq jadi mirip ya kisahmu Fir sama kisahku" Mitha
"Kalo elo kan orang tua pada setuju semua Mit walau cowok loe gak cinta. Gikiran gue yang sama-sama cinta orangtua gue yang pada tidak setuju" Firda
"Yuk kita nangis bareng-bareng" Mitha
Mitha dan Firda saling berpelukan dan pura-pura nangis. Seperti biasa jika sudah seperti itu Alma merangkul mereka.
"Keep fighting all" Alma
"Untung mas Jo sudah membuka hati sama aku Fir" ujar Mitha sambil mengerdipkan sebelah mata.
"Gue jadi takut kalau mas Yugho lama-lama bisa membuka hati juga untuk si kuntil itu" Firda
"Gak mungkin Fir mereka sudah bertahun-tahun bersama tapi mas Yu gak bisa cinta sama dia. Begitu ketemu kamu kalian saling jatuh cinta. Bersama dalam waktu yang lama tidak menjanjikan suatu hubungan akan berlangsung sampai taraf pernikahan. Aku juga suatu bukti loh. Kak Daniel 5 tahun mengejar kakakku malah gak jadi ujung-ujungnya. Akhinya malah nikah sama aku ya walau pakai drama panjang yang amat menyakitkan" Alma.
"Iya juga ya pacaran lama belum tentu kawin. Tiba-tiba ketemu pun bisa langsung kawin" Firda
"Nikah Fir....woy nikah bukan kawin" Mitha.
"Hahaha..apa aja lah sama aja ujung-ujungnya bikin kupiinggg" ujar Firda sambil tertawa lagi.
Saat mereka curhat bersama tiba-tiba Angga menelpon Firda.
"Bentar say Angga nelpon gue, gue angkat dulu ya"
Begitu mendapat persetujuan mereka baru Firda mengangkat telepon Angga.
"Iya Angga ada apa?"
"Gimana kondisi loe masih sedih gak?" Tanya Angga
"Gue udah ceria lagi Ga, gue lagi sama genk gue sekarang. Mas Yu sudah minta maaf semalam dan gue udah balikan lagi sama dia Ga"
"Hah!! Gila loe Fir main maafin aja. Elo gak inget kata-kata dia apa?seberapa dalam dia nyakitin elo Fir?" Angga.
"Jangan diingetin lagi Ga. Gue galau lagi nanti"
"Terserah elo deh Fir, no comment".
Tut...tut....Angga pun langsung mematikan ponselnya.
"Yaaaelaaa dia marah" Firda
"Kenapa Fir?" Tanya Alma
"Kemaren saat gue sedih Di putusin mas Yu si Angga ini yang menghibur gue. Dia marah kayanya sama gue pas tau gue balikan lagi sama mas Yu"
"Wajar sih dia kesal Fir, saat kamu sedih dia menghibur kamu tau-tau kalian sudah balikan lagi. Rasanya pengorbanan dia sia-sia menghibur kamu" Mitha.
"Padahal anaknya ganteng loh. Sayang gue terlambat ketemu dia. Tapi dia terlalu baik sama gue dan gue gak akan bisa jatuh cinta sama dia Mit. Di otak gue kalau gue putus sama mas Yu malah gue mau pacarin dosen killer kita Al pak Marcel" Firda
"Gila kamu Fir, dia kan sudah nikah sudah punya istri" Alma
"Elo gak tau ya, dia ngajak gue nikah Al cuma gue jadi istri ke dua statusnya. Beberapa kali gue ketemu dia sendirian terus jalan di Mall dan pernah juga papasan mereka berdua mas Yu dan Pak Marcel. Sepertinya mas Yu tidak suka sama Pak Marcel " Firda
"Cemburu mungkin Fir, soalnya Pak ngiler itu dosen paling tampan di kampus" Alma.
"Hah!..sejak kapan Dosen Killer berubah nama menjadi Dosen Ngiler Al?" Firda
Sejak aku tau kalau dia sedang mengajar kalian pada ngiler semua liat tampangnya yang cool abis dan macho" Alma
"Coba katakan lagi sayang siapa yang paling tampan,cool dan macho?" Ujar Daniel yang tiba-tiba menghampiri istrinya.
"Hah...sejak kapan kamu menguping pembicaraan kami bie?" Alma
Melihat Daniel yang tiba-tiba muncul Firda dan Mitha tertawa bersama-sama.
"Sejak kamu mengatakan Pak Dosen Ngiler kamu itu sayang....cup..." Daniel pun mencium pipi istrinya.
"Apaan sih bie, malu tau didepan teman-teman aku" ujar Alma sambil mencubit pinggang suaminya.
"Sudah biasa keleesss" ujar Firda dan Mitha bersamaan.
"Kalian ini" ujar Alma sambil melotot.
"Mereka sudah paham lalu kenapa kamu masih pura-pura bodoh sayang" Daniel.
"Iihh..hubbie mulai rese deh. Jadi pengangguran dirumah hobi banget ngintip emak-emak ngerumpie. Sana bie ah aku mau me time dulu sebentar sama kawan-kawan aku ya pliss bie" rengek Alma
"Oke-oke awas jangan sampai aku dengar lagi kamu berbicara tentang dosen itu" Daniel.
"Hahahha....bukan cuma laki gue yang cemburu Al ternyata laki loe juga cemburu sama Dosen Ngiler itu" Firda pun tertawa mengetahui bahwa Dosen tampan mereka merupakan ancaman bagi para pria-pria mereka.
****************
Gak apa-apa ya diselingi mereka bertiga.
Biar rada fresh otak Firda 😂
Cuma Angga nampaknya marah sama Firda😥.
Maaf kalau ada banyak typo
See u gaesss....love u all🤗
Alma dan Firda
Liat rumah baru daddy ah yang bikin Firda dan Mitha melongo