
Mereka masih saja berbicara tentang perjodohan anak-anaknya.
"Hehehe...lucu kali ya kalau salah satu dari kita bisa benar-benar jadi besan" ujar Alma.
"Siapa yang akan menolak berbesan denganmu Al?aku saja ngarepbanget.com" ujar Firda.
"Siapapun yang berjodoh dengan anakku, semoga wanita baik-baik yang tulus mencintai dia apa adanya" Alma membelai-belai rambut Ziel dengan lembut.
"Aamiin" ujar Firda dan Mitha.
"Aduh, perut gue begah banget nih" ujar Firda sambil memegangi perutnya.
"Mentang-mentang bumil makan nggak kira-kira sih" Mitha menyodorkan ice cream ke Firda.
"Ya ampun kalau lihat ice cream gak bisa kalau gue abaikan" Firda nampak mulai menyuap ice creamnya.
"Ice cleam atu, onty ida natang" ujar Ziel lalu menarik ice cream Firda.
"Uceet dah Ziel, itu punya onty huhuhu" Firda pura-pura menangis.
Ziel melihat ke arah Firda dan mengambil sesendok ice cream lalu menyuapi Firda.
" Ya ampun, gue disuapin es krim sama bocah sampe belepetan begini" Firda nampak tertawa.
"Ziel baik banget sama onty, diperut onty kata mommy Ziel ada adeknya loh coba pegang deh" Firda menarik tangan Ziel dan mengusap-ngusap perutnya. Sementara Ziel menempelkan telinganya diperut Firda.
"Ehh...liat anak loe Al, dia lagi dengerin nafas anak gue" Firda menunjukkan Ziel yang sedang nemepelkan telinganya diperutnya.
"Gimana Ziel, cantik nggak anak onty" tanya Firda
"Tantik" jawab Ziel lalu dia pergi ke arah Alma dan menempelkan telinganya juga ke perut ibunya.
"Nda ada dedek mommy" jawab Ziel.
"Waduh Ziel kecil-kecil sudah jadi cenayang" jawab Mitha sambil tertawa.
"Ehh...serius nih? Kayanya aku juga mesti ke dokter deh mau mastiin" ujar Firda serius.
"Iyalah Fir coba kamu periksa. Kalau benar-benar hamil biar dikasih vitamin sama dokter. Aku nggak mau kalau nanti anak kamu otaknya kurang se-ons, bisa error macam mamaknya hehehhe" Alma dan Mitha langsung tertawa.
"Sialan loe berdua hahahaha" Firda langsung tertawa.
Ziel asik menyuapi es krim mamanya. Sampai kotor baju mamanya. Taklama kemudian terdengar langkah kaki mendekati mereka dan langsung membuka pintu.Mereka semua menoleh kearah pintu masuk tersebut.
"Daddy..." ziel langsung berjalan ke arah daddy-nya. Dengan sigap Daniel langsung manangkap anak kesayangannya itu dan memeluk serta menciuminya dengan sayang.
"Widihhh....sultan ganteng udah datang. Ya...Lord Al laki loe ganteng banget sih. Pengen dong pinjam sehari boleh gak Al?" Tanya Firda sambil menatap Daniel tak berkedip.
Alma langsung menutup mata temannya itu.
"Kebiasaan...selalu mau-in punya orang. Sadar woyy ada istrinya disini" Alma terus menutup mata Firda agar tak memandang terus suami tampannya itu.
"Hay girls....kalian bicara apa saja tadi" sapa Daniel pada mereka.
"Ya ampun kak Daniel, kapan jeleknya sih kakak. Kenapa kakak selalu tampan ya Lord" Firda menopang dagunya memandang Daniel. Sementara Daniel hanya tertawa mendengar gombalan Firda.
"Kok cepat sih sudah pulang saja.Baru jam segini bie"
"Sebagian kerjaan sudah ditangani Tito sayang" Daniel berjalan ke arah istrinya kemudian merangkul Alma dan mencium keningnya.
"Ehmmm....so sweet banget dah ah, jadi pengen digituin juga" Firda nyengir sementara Alma memelototinya.
"Daddy i want ice cleam" pinta Ziel pada ayahnya.
"Oke boss, apakah mommy mu sebegitu pelitnyakah hingga harus menunggu daddy jika ingin makan ice cream" tanya Daniel pada putranya.
"Sudah bie, Ziel sudah makan ice cream. Lihat itu bajunya penuh noda ice bie" terang Alma.
"Mommy mu bilang kamu sudah makan ice cream boy"
"Not me daddy, dia" terang Ziel sambil menunjuk Firda. Daniel tersenyum lebar melihat aduan anaknya.
"Hahh..kenapa Onty yang disalahin Ziel?" Firda kaget sambil menepuk-nepuk keningnya.
"Hihihi....rasain kamu Fir, disalahin sama bocah batita" Mitha dan Alma tampak tertawa geli.
"Si Alma benar-benar yee anaknya. Kan bukan cuma gue yang disuapin sama dia, banyakan juga dia nyuapin mommy nya tapi kenapa gue yang disalahin ngabisin ice cream dia wkwkwk....pucing pala ceu ida" Firda dan Mitha langsung tertawa. Alma hanya tersenyum geli mendengar ocehan temannya itu.
Daniel segera membawa Ziel ke tempat ice cream dan membiarkan dia memilih dan mengambil sendiri apa yang dia mau.
"Suka banget lihat kak Daniel sama Ziel, cocok banget jadi ayah dan anak" ujar Mitha.
"Laahh si oneng satu ini, kan memang Ziel itu anaknya sayang. Duh pusing gue sama elo Mit" ujar Firda.
"Oh iya ya... hihihi, oon banget dah aku" Mitha tertawa sendiri sementara Firda geleng-geleng kepala.
Tak berapa lama nampak Jordan memasuki ruangan itu juga.
"Njirr...para sultan pada datang nih? Ya Lord....mana pengawalnya yak? Firda menyiku lengan Mitha.
"Hayy semua" sapa Jordan sambil tersenyum.
"Hayy.." jawab mereka kompak.
Jordan melihat ke arah Alma,Mitha dan Firda lalu menunjuk-nunjuk ke arah Daniel. Memberi isyarat ke Mitha jika dia bergabung bersama Daniel. Mitha langsung menganggukkan wajahnya.
"Hmm...pasti kerjaan hubbie ini, dia nggak leluasa jika hanya cowok sendirian mungkin dia juga mengundang Jordan" ujar Alma.
"Bisa juga mereka bahas kerjaan disini Al" ujar Firda.
"Gue demen lihat cowok-cowok ganteng, seger mata gue" bisik Firda lagi.
Alma dan Mitha langsung menjewer Firda.
"Hehehe...kalau bos begitu ya bebas mau ngapain juga gak perlu nunggu jam kerja. Pantesan gue disuruh nyari laki yang kaya laki loe Al sama nyokap gue. Tapi apalah daya hati ini sudah terpaut pada sosok badyguard ganteng. Sayang sih gue telat kenal dosen ngiler itu Al, kalau gue jadi sama dia sama kali gue kaya elo-elo pada" ujar Firda.
"Maksud kamu Fir?" ujar Alma tak mengerti.
"Wah...elo nggak tau ceritanya ya Al. Si Dosen ganteng itu gebetan gue juga tau..wkwkwk" terang Firda.
"Wah si gila nih Firda, terus kenapa kamu jadi sama mas Yu?" tanya Alma
"Karena gue udah keburu kawin sama mas Yu, dan dari mas Yu juga gue tau kalau dia itu pemilik properti jadi dosen itu pekerjaan sampingan dia saja dan lebih gilanya lagi pak Marcel itu mantan sohib laki gue tau nggak sih"
"Hahh..."Alma nampak kaget
"Terus..." Mitha nampak penasaran.
"Sekarang jadi musuh laki gue si Marcel, karena dulu pacar laki gue direbut sama Marcel. Jujur sih Pak Marcel emang lebih ganteng dan lebih tajir dari laki gue. Tapi untung juga gue nggak jadi sama Pak Dosen, kata laki gue dia buaya cewek. Pacarnya banyak sekarang aja dia udah cerai kali sama istri nya" Firda berhenti dan mengambil kacang sambil mengunyahnya.
"Kok tau kamu Fir dia mau cerai" tanya Alma
"Karena dia ngajakin gue merried mamud"
"Ooowww" Alma dan Mitha langsung menutup mulutnya.
"Aku tuh bingung sama kamu Fir, bisa aja dapat cowok. Apa rahasianya?" tanya Mitha.
"Wkwkwk...bibir nih modal gua" Firda sambil memonyongkan bibirnya.
"Gue udah bilang, kalau mau cowok gue mah tinggal tunjuk aja. Gue samperin pura-pura kenalan, atau pake mode apapun yang penting pede aja. Elo gak tau kan anak tehnik ada yang gue modusin. swear dah padahal mah anaknya ganteng banget namanya Angga mirip artis cuy caesar hito. Kalau dibandingin sama hasben sih masih gantengan dia daripada hasben gue. Diantara cowok yang gue modusin nih, hasben gue yang paling tua umurnya. Tapi malah gue jadi sama yang tua wkwkwk. Walaupun gak se tua hasben loe Al. Gue tuh agak susah modusin hasben gue Al, awalnya judes buntut-buntutnya nyamperin gue juga ya walaupun ada beberapa tragedi sih. Dia tuh sama mantannya masih calling-callingan kali. Didepan gua aja dia pura-pura nggak berani, giliran dibelakang gue dia ajib-ajib berdua. Emang dasar songong tuh laki" Firda terus mengoceh sambil menyuap pancake, sementara teman-temannya diam saja menahan tawa.
"Terus apalagi Fir?" tanya Yugho.
"Kaya ada suara laki gue Al" Firda menoleh ke arah Alma dan tampak Yugho sedang bersedekap dada sambil menatap istri rusuhnya itu.
"Hahh....eh yayang, kamu kok ikutan kesini yang" Firda buru-buru menghampiri suaminya dan mencium tangannya. Alma dan Mitha tertawa bersama melihat Firda yang salah tingkah didepan suaminya.
"Wah parah loe nggak ngasih tau gue" Firda mengepalkan tangannya kepada kawan-kawannya.
"Mamas mau minum apa?kopi atau es?" Firda berusaha merayu suaminya supaya tidak marah dengan dirinya. Yugho melengos sambil menggoyang-goyangkan telunjuknya dari hadapan Firda dan langsung pergi menghampiri Big Boss-nya Daniel.
"****** dah gue dia marah sama gue, bakalan ada tragedi dasi lagi ini mah" ucap Firda sambil pura-pura pingsan.
"Hahahha... aku ngakak liat kamu Fir, tiba-tiba jadi ciut begitu. Awalnya berkobar-kobar bercerita buntut-buntutnya kaya ayam sayur kamu, layu dan tak berdaya" Alma dan Mitha masih saja tertawa.
"Fir, tragedi dasi itu apa?" tanya Mitha.
"Husss... itu hanya urusan orang dewasa yang sudah menikah" Firda berkata pura-pura bijak.
"Iihh..rese kamu deh Fir" Mitha tampak cemberut.
"Bukannya apa Mit, gue takut elo pengen nanti wkwkkwk" ledek Firda.
"Memang apa sih Fir?"tanya Alma penasaran.
"Iihh..kalian penasaran ya? penasaran apa banget penasaran?" tanya Firda kepada mereka.
"Au..ah" Alma langsung manyun.
""Sini-sini" Firda melambaikan tangannnya kepada mereka agar semua mendekat padanya. Dan mereka langsung mendekati Firda.
"Waktu mas Yu marah sama gue, dia langsung ambil dasi dan tangan gue diikat pakai dasi diranjang tempat tidur. Baju gue dibukain sama dia sampai gue polos daannn...daannn" Firda memutuskan kalimatnya.
"Dan apa Fir?" desak mereka berdua.
"Dan gue ML sama hasben gue dengan tangan terikat seperti di film-film biru...wkwkwk" Firda langsung tertawa.
"Suweekkk loe Firdaaa" Alma dan Mitha mengacak-acak rambut Firda.
**********
Sabar ya gaess....besok Firda baru diajak periksa ke dokter π
Kebayang 3 cowok ganteng ada dihadapan aku ya Lord. Gak kuat rasanya menatap mereka apalagi hubbie-ku ya Lordππ€
The Real Sultan Daddy Niel
Mas Jo alias Sultan Kecil
Mas Yu