Miss Rusuh

Miss Rusuh
Melakukan Tes



Akhirnya Yugho berhasil membawa Firda keluar dari keramaian itu dan dia melajukan mobilnya dengan kencang.


"Mas...apa yang kamu lakukan? Kamu baru saja membuat masalah baru dan ujung-ujungnya pasti aku yang disalahkan mas" Firda menahan kesal dan rasa frustasinya. Antarkan aku pulang mas ku mohon.Kita harus menghentikan semua ini. Aku tidak ingin seperti ini mas...apa kata orangtua ku dan juga orangtua mu mas" Firda memohon kepada Yugho sambil menangis.


"Stop Firda, hentikan tangisanmu...aku akan membawamu ke tempat yang lebih tenang. Jangan menangis lagi ya" Yugho pun tampak mengusap-usap rambut Firda seperti usapan pada anak kecil.


"Kita akan memulai suatu awal yang baru. Mas harap kamu percaya sama mas" sambil menyetir Yugho menggenggam tangan Firda dan beberapa kali menciuminya.


"Aku pikir kita sudah putus mas, aku sengaja menjauhimu dan tidak berharap untuk berhubungan lagi denganmu mas. Hari ini adalah hari terakhir aku melihatmu di acara pertunangan kalian. Jika Firnie tidak mengundangku dan jika aku tidak datang kesini semua pasti baik-baik saja mas" Firda berkata dengan pelan berusaha menahan perasaan yang saat ini sedang berkecamuk di hatinya.


"Aku seperti orang gila mencarimu setiap hari Fir. Setiap hari mas mengelilingi jalanan, kampus,rumahmu,mall ataupun cafe untuk mencarimu. Apalagi saat mas tau kamu memblokir nomorku, rasa penyesalan begitu dalam dan mas langsung berjanji untuk tidak akan menyakitimu lagi. Begitu mas bertemu kamu mas akan langsung menikahi kamu dengan atau tanpa izin dari orangtua. Dan itu yang akan mas lakukan saat ini" ucap Yugho bersungguh-sungguh.


"Hahhh....apa mas?aku rasa kupingku salah dengar. Jangan ngaco deh kamu mas. Mana bisa kita menikah tanpa restu orangtua mas...aku takut jika nanti kita tidak bahagia mas" firda menoleh ke arah Yugho dengan rasa was-was.


"Mas akan atur semuanya sayang, hanya satu berkas yang belum komplit yaitu tandatangan orangtua kamu".


"Tidak mungkin mas, orangtuaku pasti sangat tidak setuju mas, mana mungkin mereka mau tanda tangan. Aku takut jika memikirkan reaksi mama mas. Aku takut mama benar-benar akan mengirimku ke Jerman mas. Mama tidak menyetujui hubungan kita....huhuhu" Firdapun langsung menangis jika mengingat mamanya.


"Sayang...jangan menangis mas akan selalu bersama kamu. Mas akan hadapi kedua orangtua kamu. Apapun syaratnya mas akan penuhi semua demi kamu, termasuk jika mas harus menebusnya dengan nyawa mas sekalipun"


Firda buru-buru menutup bibir Yugho dengan jarinya sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak mas, jangan berkata seperti itu lagi, jangan membuatku takut. Aku tidak mau kehilanganmu" Yugho meraih tangan Firda yang berada dibibirnya dan langsung menciuminya.


"Mas sangat mencintai kamu Fir" bisiknya sambil tangannya meraih wajah Firda dan menariknya kemudian mencium pipi merah jambunya Firda.


Nampak terukir senyum diwajah Firda saat ini namun hatinya tetap was-was dan bergejolak tak karuan.


"Saat ini aku sangat bahagia mas, tapi entah nanti apa yang akan terjadi" Firda memandang wajah Yugho dengan perasaan cemas.


"Ssstttt...." Yugho menyilangkan jari dibibirnya.


"Mas akan menyelesaikan semuanya"


Firda berusaha menganggukkan kepalanya.


Yugho melajukan mobilnya ke rumah sakit khusus TN* untuk melakukan beberapa cek kesehatan dan juga cek Keper*wanan untuk mendapatkan surat rekomendasi sebagai salah satu syarat pernikahan.


Yugho menghentikan mobilnya didepan RS khusus tersebut . Dia melepaskan jasnya dan memakaikannya kepada Firda.


"Apa-apaan sih mas kenapa kita mesti kesini sih".


"Ini penting untuk kamu sayang. Kamu tunggu disini, mas kedalam dulu sebentar". Yugho segera memasuki beberapa ruangan dan tampak berbincang-bincang dengan mereka. Dan mereka tampak mengangguk-angguk sebagai tanda mengerti.


Sementara Firda masih menunggu di ruang tunggu dan ditemani oleh seorang dokter wanita.


"Mau ngapain sih mas Yu kemari bikin aku deg-deg an aja. Hmm...ganteng-ganteng banget mas abri-nya, jadi pengen punya suami model begitu" firda berkata dalam hati sambil memperhatikan beberapa personil TNI itu.


"Jadi mba ini yang mau menikah?" Tanya dokter wanita itu.


"Hah!...apa.." tanya Firda tak yakin dengan pendengarannya. Dan dokter itupun menanyakan dengan pertanyaan yang sama.


"Kok dokter tau?" tanya Firda penasaran.


"Jika ada anggota yang akan menikah ini adalah salah satu persyaratannya" terang dokter itu lagi.


"Ini mas Yugho serius mau menikah denganku....jangan-jangan mulai ngaco kali mas Yu. Mau nikah kok dadakan banget. Sudah kubilang mama pasti tidak akan setuju. Jika membayangkan hal itu rasanya aku ingin lari saja bersama mas Yu" Firda berbicara sendiri dalam hati.


"Heii....jangan bengong, siapa nama kamu?" Dokter itu bertanya kembali kepada Firda.


"Firda Angelina dok nama saya usia saya baru mau 21 th saya masih mahasiswa" jawabnya.


"Wawww....masih sangat muda sekali. Apa kamu yakin ingin menikah muda?sayang loh masa muda kamu masih panjang" ujar dokter itu memancing Firda.


"Mas saya yang tiba-tiba mengajak menikah dok, saya bisa apa kalau sudah begitu. Karena saya sayang sama dia dok.Lagipula cita-cita saya ingin menjadi mama muda" jawabnya polos


Dokter itu tampak geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


"Ngomong-ngomong apa kamu pernah berhubungan badan dengan pacar kamu?" Tanya dokter itu menyelidik.


"Belumlah dok...mas saya itu kuat menjaga dirinya dok...hehehe" jawab Firda malu-malu.


"Kenapa belum, kalau saya lihat dari penampilan kamu saya tidak yakin. Pasti kamu sudah sering melakukannya ya? Dokter bertanya lagi dengan lebih menyelidik.


"Ihhh...belum pernah dok, coba saja tanya sama mas Yugho. Kami belum pernah melakukannya sungguh dok" jawab Firda berusaha meyakinkan Dokter Nuning.


"Yakin....saya bisa periksa kamu loh saat ini juga"


"Beneran Dok, sungguh kalau gak percaya periksa saja Dok, eeh...tapi gak mau ah...mas saya aja belum pernah menjamah sampai bagian itu. Saya gak mau Dok. Suami saya yang boleh menjamah saya pertama kali bukan Dokter" jawab Firda bersikeras.


"Nona....ini bagian dari pemeriksaan loh"


"Tapi saya gak mau kalau yang satu itu diperiksa"


(Firda takut jika tes keperawanan maka akan dimasukkan sesuatu ke dalam inti tubuhnya dan dia berfikir nanti malah jadi tidak perawan lagi...itu pikiran Firda. Padahal tidak selalu seperti itu terkadang modal saling percaya juga bisa untuk mendapatkan hasil tes itu. Tapi saya juga tidak tau,soalnya gak pernah melakukan tes itu. maafkan kalau salah )


"Oke....kalau begitu anda tidak bisa menikah" Dokter itu mulai menakut-nakuti Firda.


"Ya sudahlah Dok, kalau memang seperti itu tunggu mas saya dulu ya...biar dia percaya kalau saya masih perawan" terang Firda.


Dokter Naning tampak tersenyum dan dia mulai melipat kertas itu.


"Sudah semua, nanti kamu berikan dokumen ini ke mas kamu ya" perintah dokter itu kepada Firda.


"Gak jadi diperiksa ya Dok?" Tanyanya.


"Ya tidak jadi karena kamu tidak mau" jawab Bu Dokter.


Tak lama Yugho pun menghampiri Firda. Dan Firda memberikan dokumen itu padanya.


"Sudah selesai?"tanyanya


"Selesai apanya mas?" Firda balik bertanya.


"Pemeriksaan kamu" jawabnya. Tiba-tiba Firda mencubiti lengan Yugho.


"Apa-apaan sih kamu mas, pake suruh aku periksa segala. Nggak percayaan amat sih kamu kalau aku masih perawan ting-ting" ucap Firda kesal.


Yugho nampak tersenyum sambil meringis karena cubitan Firda.


"Sayang...bukan mas tidak percaya kamu. Namun mas butuh dokumen itu untuk proses selanjutnya".


"Ribet amat sih mas prosesnya" gerutunya kesal.


"Mas...mereka keren-keren ya dengan seragamnya. Aku suka banget loh liatnya" tiba-tiba Firda berhenti melihat kearah mereka lalu dia memutar tubuh Yugho agar melihat ke arah beberapa orang yang mengenakan seragam A*RI tersebut.


Yughopun mulai menjewer telinga Firda.


"Jadi dari tadi pemandangan itu yang kamu lihat? Yugho melirik Firda kesal.


"Hihihi...cuma lihat aja mas aku nya" ujar Firda sambil tersenyum cengengesan.


"Habis ini kita foto lalu aku akan mengantarmu ke rumah".


Mendengar kata rumah wajah Firda mulai murung lagi.


"Sayang....jangan takut, mas ada disamping kamu" Yugho berusaha menenangkan dan menyemangati Firda.


Akhirnya mereka melakukan sesi pemotretan dengan seragam Persit.


Selesai pemotretan Firda tertawa-tawa.


"Kenapa kamu tertawa Fir?" ujar Yugho bingung.


"Gimana aku nggak ketawa mas...masa poto prawedding kita pake kaos Persit. Kan hanya orang tertentu yang boleh pakai seragam ini. Hah....atau jangan-jangan mas bagian dari mereka ya?" tanya Firda penasaran.


"Bagian dari mana Fir?"


"Jangan-jangan mas anggota juga ya? iya nggak sih mas?"


"Tidak Fir...kebetulan mas banyak kenal dengan mereka" jawab Yugho berbohong.


"Oooww.." Firda hanya membulatkan bibirnya.


"Mas nggak minat kaya mereka?aku yakin mas keren banget loh kalau pakai seragam seperti mereka".


"Apa kamu suka jika mas menjadi bagian dari mereka?"


Firda langsung menganggukkan wajahnya.


"Suka banget mas" ujar Firda sambil menautkan kedua tangannya dan tersenyum gemas.


"Harus pintar masak, pintar mengurus rumah tangga dan tidak boleh membantah jika ingin menikah dengan orang seperti mereka dan satu lagi, tidak boleh nonkrong di kafe" jawab Yugho sambil mencubit pucuk hidung Firda dan berjalan keluar menuju parkiran.


"Hahh!!...berat amat syaratnya" Firda nampak bengong dan diam saja sambil mencerna kata-kata Yugho.


Yugho yang sudah berjalan beberapa langkah terpaksa mundur kembali dan menarik tangan Firda membawanya keluar menuju parkiran mobilnya.


"Mas aku mau belajar masak, asal mas bisa seperti mereka" ujar Firda tiba-tiba


"Apa kamu yakin tidak akan pergi ke kafe lagi Fir?" tanyanya sambil tersenyum ringan.


"Sesekali khilaf gak apa-apa kali mas"


Yugho nampak tersenyum dan menghadapkan tubuh Firda kehadapannya.


"Kamu sangat cantik Fir, bukan hanya cantik tetapi masih ada keluguan didalam beringasnya sikap kamu. Mas suka karena kamu masih bisa menjaga diri" Yugho nampak membelai pipi Firda dan menatapnya dengan penuh cinta.


"Gadisku" bisiknya lalu dia mendekati Firda dan mencium lembut keningnya.


"Aku mah selalu khilaf tau mas....mas saja yang nggak terpengaruh sama aku" ujar Firda pura-pura kesal sambil menarik kerah baju Yugho dan mendekatkan bibirnya ke bibir Yugho.


Yugho menarik rapat tubuh Firda dan merengkuh pinggangnya. Lalu dia menautkan bibirnya ke bibir Firda dan mulai melum*mat dengan lembut. Yugho terus saja mencicipi dan melum*t lembut bibir Firda. Dia memberikan Firda permen dengan lidahnya lalu firda menerimanya dan mengul**nya, perang perebutan permenpun terjadi antara lidah dan bibir mereka.


Selanjutnya.....nunggu resmi dulu yaaaa😂


*************


Aduh....Mas Yugho nekat mau ngajak Firda kawin ehh...nikah.😂


Siap-siap hadapi mama Erlin ya mas🤧


Aku selalu padamu mas🤗


Lihat mas Yugho sekeren itu gimana Firnie nggak tergila-gila😂


Mamas gantengkuh😍😍😘