Miss Rusuh

Miss Rusuh
I Iove You



Disaat mereka sedang bersama tiba-tiba handphone Firda berdering. Yugho segera meraih benda pipih itu dan melihat siapa yang menelpon istrinya.


Tiba-tiba wajahnya berubah menjadi kesal dan marah. Dia melihat ke arah Firda dengan tajam.


"Ada hubungan apa antara kamu dengan dia?"


"Dia? dia siapa mas?" tanya Firda bingung.


"Dosen kesayangan kamu. Angkat teleponnya segera" perintah Yugho.


"Hahh...Pak Marcel maksud mas?aduh..ada apa ya dia nelpon? Firda bertanya pada Yugho namun Yugho hanya mengangkat bahu dan alis sebagai jawabannya.


Yugho menyerahkan benda pipih itu kepada istrinya.


"Ehmmm...iya pak, ada apa ya? Tanya Firda takut-takut.


"Kenapa hari ini kamu tidak ke kampus Fir? Tanya sang Dosen.


"Iya Pak seharusnya saya ke kampus hari ini tapi saya sedang ada acara keluarga Pak"


"Ohh...begitu ya, padahal saya mau mengajak kamu belanja Fir" jawab sang Dosen.


'Hehehe...lain kali aja Pak" jawabnya"


Tiba-tiba Yugho mengambil handphone Firda.


"Anda salah alamat jika ingin mengajak anak gadis berkencan. Karena gadis yang akan anda ajak berkencan sudah memiliki suami dan suaminya yang akan mengajaknya berbelanja. Pastikan jangan salah orang lagi jika ingin mengajak seseorang berkencan" dan 'klik' handphone pun langsung dimatikan oleh Yugho dan langsung dilempar ke tempat tidur.


"Waduuhhh....handphoneku teriak Firda" buru-buru Firda mengambil handphone-nya. Tetapi langsung diambil kembali oleh Yugho.


Kita akan beli handphone baru dengan model terbaru sayang dan pastikan kamu hanya minta dibelikan oleh mas, jangan pernah terima pemberian siapapun, mengerti?" Tanyanya dengan tatapan mengancam.


Wkwkwkkw...cie...cie..yang cemburu....uhuuyy...."godanya pada suaminya.


"Mas nggak cemburu sayang, hanya mengingatkan dosen kesayanganmu itu agar tidak mengganggu istri orang, mengerti kamu?atau kamu memang punya perasaan padanya?" Yugho mulai menyelidik Firda.


"Wajarlah kalau aku punya perasaan mas....secara dia ganteng maksimal, aku jujur loh" jawab Firda santai.


Yugho mendekati istrinya, dia tidak suka dengan perkataan Firda.


Melihat wajah suaminya buru-buru Firda meralat ucapannya.


"Tunggu dulu mas...tunggu dulu...dengarkan aku dulu mas. Maksud aku, wajar aku mengagumi ketampanan dia mas karena cewek- cewek disana banyak yang meleleh kalau Pak Marcel lagi ngajar mas, begitu maksud aku mas" Firda menjelaskan kepada suaminya sambil tersenyum manis.


"Apa kamu juga termasuk meleleh melihat dia Fir?" Tanya Yugho sambil memperlihatkan wajah judesnya.


"Hehehe...udah ah nggak usah bahas dia mas, nanti kamu cemburu" Firda mengerdipkan sebelah matanya kepada Yugho.


"Kamu ngapain saja kemaren jalan sama dia. Apa dia menjamah kamu? Bagian mana yang dia pegang? Terus kamu diam saja dipegang dia, jawab Fir?" Yugho semakin kesal melihat Firda yang hanya tersenyum mendengar semua pertanyaannya.


"Hahaha...mas sejak kapan sih kamu jadi posesif begini? Iihh...cemburu nggak jelas kamu mas" Firda masih saja mentertawakan suaminya.


"Shittt....seneng banget ya kamu kalau melihat mas kesal" Yugho menarik selimut istrinya dan melemparnya kelantai.


Firda menutupi tubuh polosnya dengan tangannya. "Mas apa-apaan sih? Selimut aku balikin mas, malu nih aku mas"


" Kenapa kamu harus malu, bukankah dari pagi tubuh kamu juga polos sayang. Bahkan kamu minta berbagai macam gaya tanpa malu-malu" ujar Yugho tersenyum sambil memandang tubuh polos istrinya.


"Iisss...mas, aku bukannya apa...aku cuma takut diterkam kamu lagi. Tuhkan...hayo mau ngapain lagi kamu mas?" Firda mundur ke ujung tempat tidur.


Yugho segera menarik tubuhnya dan merekatkan tangan mereka lalu menaruhnya diatas kepala Firda. Dia pun menindih Firda.


"Awas kamu ya, jangan pernah memberikan tubuhmu kepada orang lain karena mas akan membunuh orang itu dengan cara mas sendiri" Yugho berbisik ditelinga istrinya lalu mencium bibir Firda setelah itu dia bangkit berdiri sambil tersenyum manis. Firda sedikit kaget dengan kata-kata Yugho namun akhirnya dia pun tersenyum.


"Ayo bangun gadis malas, lekas mandi sana kita jalan-jalan naik motor yuk" ajak Yugho.


"Oke-oke mas...aku mandi dulu sayangku" lalu Firda segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.


Dengan iseng Yugho menabok bok*ng istrinya, Dan membuat Firda kaget sehingga dia mengigit lengan suaminya dengan gemas.


Selesai mandi Firda langsung berpakaian dan memoles tipis make up pada wajahnya.


"Ganteng...aku sudah siap"Firda berdiri sambil memegang kacamata hitamnya dan menggerai rambutnya.


"Waww...." Yugho menatap istrinya sambil tersenyum. Lalu dia menarik Firda dan langsung menciumnya dengan penuh nafsu. Mereka berciuman dengan sangat lama dan dengan penuh kelembutan. Puas berciuman lalu Yugho menarik tangan gadisnya dan menuntunnya keluar rumah sementara dia menyiapkan motornya untuk membawa gadisnya keluar berkencan.


Diapun memakaikan helm kepada Firda dan memberikan jaket untuk dipakai istrinya.


"Hah..ya ampun akhirnya aku mendengar kata-kata cinta kamu juga mas" Firda berteriak kegirangan dan memeluk suaminya. "I love you too my soldier...cup" Firda membalas kecupan suaminya. Merekapun tertawa bahagia.


Sore itu Yugho mengajak Firda jalan-jalan dengan mengendarai motornya. Yugho ingin mengajak istrinya berkencan seperti pasangan lainnya.


"Loh mas koq kita berhenti disini? Kalau tidak salah kita pernah makan disini deh mas.Waktu itu kamu antar aku pulang dan sebelum pulang kita makan disini iya kan mas?" Firda berusaha mengingatkan Yugho.


"Yup...benar sekali sayang. Mas ingin mengajak kamu ke tempat pertama kali kita berkencan dan mas suka tempat ini karena pertama kalinya mas ngerjain wanita ya itu kamu sayang" ujar Yugho sambil memegang pundak istrinya.


"Co cweet banget mas akuhhhh...ncun lagi dong ayang bebeb" ujar Firda sambil memonyongkan bibirnya.


"Kebiasaan kamu Fir, ini diparkiran sayang jangan melakukan yang aneh-aneh kecuali kita sedang berada didalam mobil" terang Yugho.


"Ya ampun mas gak apa-apa keles, kan kita sudah jadi husban-wife sekarang...wkwkwk"


"Mesummu nggak hilang-hilang Fir" lalu Yugho memencet hidungnya Firda dan menggandeng tangannya mengajaknya masuk kedalam kafe.


"Aduuh....sakit tau mas" Firda memegangi hidungnya dengan tangan sebelahnya sambil mengikuti langkah kaki Yugho.


Yugho mengambil tempat dipojok kafe sehingga memudahkan dia untuk melihat sekelilingnya.


"Mas...yang namanya kencan tuh ajak aku makan direstoran mewah terus ada pengiring musiknya, di booking rumah makannya mas jadi cuma kita yang makan berdua gitu mas"


"Mas tidak suka yang seperti itu, buang-buang uang percuma. Kalau mau makan ya kita makan saja dimanapun itu, tidak harus diresto mewah, kalau tidak mau ya sudah tidak usah makan" jawab Yugho santai.


"Iiihhss...kamu mah mas, gak ada romantis-romantisnya...sebel aku" Firda cemberut.


"Kalau kamu mau seperti itu pacaran aja kamu sama dosen kesayangan kamu itu Fir. Dia kan kaya raya pemilik salah satu property terkenal. Jadi Dosen hanya buat selingan dia saja"


"Hahh...serius mas? beneran kaya dia? pantesan mau ngajakin aku makan siang ke singapura sambil belanja disana. Aku mah gak percaya mas, aku kira pasti itu akal-akalan dia aja biar aku mau diajak jalan sama dia. Tapi kalau seperti yang mas katakan tadi benar, berarti dia akan benar-benar ngajak aku ke singapura untuk belanja dong" ujar Firda dengan mata berbinar.


"Kamu mau seperti itu? tapi habis belanja kamu dipake sama dia?"


"Iiss....gak mau lah mas, biarin deh aku makan dipinggir jalan gak apa-apa asal bersama kamu mas...eeeaaaa" ujar Firda sambil tertawa.


"Dasar gadis tengil, cepat pesan kamu mau pesan apa?sekalian pesanin mas sayang"


"Oke mas" lalu Firdapun segera memesan beberapa makanan untuk mereka.


Disaat Firda memesan makanan, yugho menatap seseorang disana, dia ragu untuk menjumpainya namun rasanya sangat tidak sopan jika dia tidak menyapanya.


Akhirnya dia mengajak Firda untuk menemuinya.


"Ayah" panggilnya


"Kamu disini juga Go? temani ayah makan Go" pinta ayahnya Yugho.


"Hanya kamu Go, bukan dengan yang lain" tambahnya lagi.


Firda melepaskan genggaman tangan Yugho.


"Mas temani ayah mas, aku kembali ke mejaku mas" Firda berbisik ditelinga Yugho.


"Tidak sayang...kita berangkat berdua jadi kita temani ayah berdua juga" jawab Yugho.


"Tidak usah temani ayah, jika kamu mengajaknya"


ujarnya lagi lalu membuang muka.


"Baiklah ayah, jika kamu tidak membolehkan istriku menemanimu maka akupun tidak bisa menemani ayah, maafkan aku yah" ujar Yugho tegas. Lalu diapun menarik tangan istrinya dan kembali duduk ketempatnya semula.


"Mas...jangan berat padaku, temani ayah mas sana semoga dengan begitu suatu hari nanti ayah mas mau menerimaku.Pliss" pintanya. Namun Yugho tetap menggelengkan kepalanya.


**************


Maaf ya gaess....telat banget setornya.


Lagi sibuk banget di RL🤧🤧


Neng Firda



Mamas Yu