Miss Rusuh

Miss Rusuh
Suster Ana



Kelakuan Jordan sudah diluar kontrol. Setiap hari dia selalu mengamuk dan menghancurkan semua barang-barang yang ada. Keluarganya mulai khawatir dengan keadaan Jordan. Penjagaan dirumah Jordan mulai diperketat. Tidak ada satu orangpun yang boleh menemuinya. Dia hanya tinggal sendiri diruangan kamarnya. Banyak bodyguard yang mengelilingi dan menjaganya. Keluarganya menempatkan seorang dokter dan perawat untuk selalu menjaganya 24 jam nonstop.


Hampir setiap hari dia mengamuk dan meminta keluar jika permintaannya tidak dituruti maka dia akan menghancurkan semua yang ada. Setelah diberikan suntikan penenang barulah Jordan bisa tertidur dan keadaan menjadi tenang.


Akhirnya keluarganya membawa Jordan ke villa yang jauh dari keramaian,Jordan diasingkan disana. Dia hanya tinggal bersama dengan seorang perawat dan 3 pembantunya serta 10 orang bodyguard yang menjaga villanya disana.


Dia membenci semua orang orang termasuk suster Ana dan juga para pembantunya.


Setiap pagi dan sore suster Ana yang memandikannya. Awalnya dia tidak mau disentuh dan kerap menyakiti suster Ana. Jika suster Ana mendekatinya untuk memberikan bantuan atau menyuapinya makan maka tamparan dan jenggutan selalu didapatnya bahkan makanan yang dibawakan kerap dilempar ke arah suster Ana. Lama kelamaan suster Ana menyerah dan mengundurkan diri. Tetapi Pak Zaki menahannya dan dia memberikan gaji fantastis untuk suster Ana agar mau merawat putranya yang mentalnya sudah down. Suster Ana menolaknya karena dia sudah tidak tahan jika setiap hari mendapatkan kekasaran perlakuan dari Jordan. Akhirnya suster Ana meninggalkannya. Pak Zaki pun membawakan perawat yang lain untuk menjaga Jordan namun kali ini perawatnya lebih tegas dibanding suster Ana. Jika Jordan mulai berbuat kasar kepadanya maka dia tidak segan-segan untuk segera menyuntik dan membuat Jordan langsung tertidur lalu dia pun segera mengikat Jordan agar tidak bisa mengamuk lagi. Hal ini membuat Jordan semakin gila dan para pembantunya menjadi tidak tega melihat perlakuan yang diterima tuannya itu.


Setiap seminggu sekali ayah dan ibu Jordan selalu mengunjunginya. Suster Ira baru melepaskan ikatan Jordan jika kedua orang tuanya datang mengunjunginya. Orang tuanya sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi, mereka menangisi nasib anak mereka satu-satunya pewaris tunggal perusahaan ayahnya.


Pernah suatu hari suster Ana menelpon Pak Zaki dan menanyakan keadaan Jordan. Pak Zaki hampir menangis menceritakan keadaan putranya lalu suster Ana pun berinisiatif untuk mengunjungi Jordan, dengan senang hati Pak Zaki menyuruh orang untuk mengantarnya menemui Jordan.


Melihat kedatangan suster Ana membuat suster Ira berang. Hingga menimbulkan pertengkaran mulut diantara mereka.


Suster Ana tidak suka Jordan diperlakukan secara tidak manusiawi namun suster Ira mengatakan jika hal itu dilakukan untuk melindungi keselamatan dirinya. Akhirnya suster Ana melepaskan ikatan Jordan dan membebaskannya dari penyiksaan itu. Melihat suster Ana yang telah membebaskannya Jordan menangis seperti anak kecil. Dia tidak mau ditinggalkan oleh suster Ana dan selalu berlindung kepadanya. Hal ini membuat suster Ira semakin kesal.


"Jangan tinggalkan aku suster" rengek Jordan sambil memegangi tangan suster Ana.


"Saya tidak akan meninggalkan kamu tetapi kamu harus menurut sama saya ya" ucap suster Ana lembut.


Bagaikan anak kecil yang ingin mendapatkan kasih sayang Jordan segera mengangguk dan memeluk tangan suster Ana.


"Sekarang kita mandi dulu habis itu kita makan ya. Kita makan ditaman ya biar tuan senang bisa lihat pemandangan di luar" ucap suster Ana lembut.


Jordanpun mengangguk bahagia. Setelah memandikan Jordan suster Ana mengajak Jordan keluar dan menyuapinya makan.Jordan sangat bahagia melihat suasana luar. Dia pun berlari kesana dan kemari dengan bebas. Jordan segera memeluk suster Ana dan menggendongnya serta memutar-mutarkan tubuhnya.


"Kamu harus bersikap lebih tenang jangan suka mengamuk lagi ya. Tuan ingin segera sehatkan?" Ucap suster Ana sambil menyuapi Jordan.


"Ya...aku sudah sehat dan aku ingin kembali. Aku tidak ingin disini lagi, ini adalah penjara yang sangat mengerikan untukku" jawab Jordan saat waras ingatannya.


"Jika kamu sudah kembali sehat maka aku akan segera mengantarmu kesana" suster Ana merapikan rambut Jordan yang sudah mulai panjang itu.


"Panggil aku Jordan...Jordan...berjanjilah kamu akan selalu ada disampingku menemaniku dan jangan pernah tinggalkan aku" Jordan menggenggam tangan suster Ana. Suster Ana hanya tersenyum dan mengiyakan.


"Ayo kita pulang kesana bersamaku" pintanya


"Jangan sekarang ya nanti jika kamu sudah pulih 100% baru aku mau mengantarmu" jawab suster Ana.


"Aku tidak akan mengamuk lagi, aku janji suster" Jordan menautkan kelingkingnya dengan kelingking Ana. "Aku berjanji asal kamu disampingku aku akan semakin baik" Jordan menatap suster Ana dengan perasaan menghiba. Suster Ana mengiyakan apa kata Jordan.


"Hari sudah mulai gelap suster pulang dulu ya, besok kita bertemu lagi " suster Ana membelai-belai wajah Jordan yang tampan itu.


"Tidak...kamu tidak boleh kemana-mana" dengan posesif Jordan memegangi tangan Ana karena takut ditinggalkan dan dia takut diikat lagi oleh suster Ira.


"Aku akan mati jika kamu pergi" Jordan terus saja memeluk suster Ana seolah-olah takut susternya akan meninggalkannya. Suster Ana menjadi kalang kabut walau bagaimanapun Jordan adalah pria dia takut jika Jordan memaksakan kehendaknya. Seolah tahu apa isi hati suster Ana Jordan segera merenggangkan pelukannya.


"Jangan tinggalkan aku sendiri, pliss...aku ingin hidup bersamamu" pinta Jordan sambil menggenggam dan menciumi jari suster Ana.


"Besok aku akan kembali aku janji" ucap Ana


"Tidak boleh...tidak mau" Jordan mulai menangis lagi lalu suster Ana segera memeluknya memberikan ketenangan.


"Berjanjilah kamu akan tidur maka aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Ana.


"Kamu akan meninggalkan aku, aku tidak mau tidur"


"Ya sudah kalau begitu aku akan pergi" suster Ana segera berjalan ke arah keluar.


"Jangan pergi...baiklah aku akan tidur tetapi kamu jangan pergi" Jordan kembali memeluk suster Ana.


"Aku antar tuan ke kamar ya, tuan harus istirahat besok kita main lagi ditaman ya" bujuknya.


"Aku ingin camping bersamamu" jawab Jordan


"Baiklah besok kita buat tenda dibelakang rumah ya" Ana mengantar Jordan kekamarnya dengan patuh Jordan menuruti semua perintah Ana.


"Berikan aku ciuman selamat tidur" pinta Jordan.


"Cup" satu kecupan menempel di kening Jordan sambil memegang tangan Ana dia pun mulai tertidur. Akhirnya suster Ana dapat bernafas lega. Setelah Jordan benar-benar tertidur lalu dia pun minta diantar pulang kembali namun sebelum pulang dia menghampiri suster Ira.


"Jangan pernah mengikatnya kembali atau melakukan apapun jika dia marah. Cukup kamu dekati dan ajak dia bicara baik-baik. Jika keadaan tuan muda menjadi lebih buruk maka aku akan melaporkan semua perbuatanmu kepada tuan Zaki" ancam Ana kepada Ira.


"Aku yang lebih tau keadaan pasienku, apa jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta dengan tuan muda itu. Walaupun dia kaya tetap saja dia orang kurang waras" cibir suster Ira.


"Jika kamu benar-benar merawatnya maka tuan muda akan segera sembuh. Ingat kata-kataku perlakukan dia seperti manusia normal lainnya" ancam suster Ana. Setelah berkata seperti itu dia pun segera meninggalkan villa itu.


Suster Ira marah-marah sendiri sepeninggal suster Ana.


"Hahaha....jatuh cinta sih pada orang kurang waras, dasar suster stress sama seperti pasiennya. Buat apa tampan dan kaya jika dia gila" cibir suster Ira.


Begitulah keadaan Jordan yang sangat memprihatinkan. Begitu dia mengetahui suster Ana tidak disampingnya dia pun mengamuk kembali dan memanggil-manggil nama Ana keadaan menjadi kacau lalu suster Ira pun melayangkan suntikan penenang kembali. Setiap hari seperti itu dan Jordan hanya menyebut nama Ana...Ana dan Ana saja.


******


Firda menguping pembicaraan suaminya dengan seseorang ditelpon. Dia semakin penasaran ketika mendengar nama Jordan disebut-disebut. Dia pun segera menajamkan kupingnya. mengetahui istrinya menguping Yugho pun segera pergi dari ruang makan dan berjalan menuju teras. Firda tetap membuntutinya dan menguping dibalik jendela. Yugho segera mengeraskan suaranya.


"Iya Firnie...baik besok aku akan menemuimu disana" begitu mendengar nama Firnie disebut-sebut tanpa tedeng aling-aling lagi Firda segera merebut handphone suaminya dan memaki wanita tersebut. Puas memaki dia tidak mendengar ada sahutan balasan dari sana dia pun segera melihat nama yang dihubungi suaminya namun tidak ada nama yang tertera disana. Setelah mengetahui dia hanya dibohongi oleh suaminya dengan wajah jutek dia segera mengejar suaminya. "Mas Yughoooooo" Yugho pun segara berlalu dari hadapan Firda sambil mentertawai istrinya yang super kepo itu.


Firda menarik tangan Yugho dan menghempaskannya dikursi.Lalu dia segera duduk dipangkuan Yugho sambil mengancamnya.


"Katakan tadi siapa yang mas telpon?"


"Bukan siapa-siapa sayang, mas hanya bahas masalah pekerjaan"


"Mas tidak menyebut nama itu, pasti kamu salah dengar sayang. Makanya jangan suka nguping pembicaraan orang" Yugho pun segera menjewer telinga Firda.


"Kalau mas gak mau beritahu maka aku akan mencari tahu sendiri" ancamnya


"Silahkan" jawab Yugho santai


Firda gemas dengan suaminya karena susah mengorek keterangan dari suaminya. Yugho memang sangat profesional, bila menyangkut segala informasi yang menyangkut pekerjaannya maka dia akan tutup mulut dengan Firda karena dia tahu betapa bahayannya mulut istrinya itu. Sekecil apapun info yang dia tahu maka besoknya dia akan menyebarkannya kepada Alma dan juga Mitha.


Kesal dengan suaminya yang tidak mau memberi info apapun maka Firda segera menyerang leher suaminya. Yugho segera menghindari Firda karena bagian leher sangat sensitif maka dia segera memberikan tubuh yang lain untuk diserang istrinya itu.


******


Begitu sampai dirumah Daniel meletakkan dengan keras amplop coklat itu. Dia langsung membawa Ziel ke ranjangnya.


Alma kaget dengan kelakuan suaminya itu. Dia pun segera melirik suaminya yang langsung pergi meninggalkannya ke ranjang Ziel.


"Pasti ada yang tidak beres" pikirnya. Lalu dia pun segera mengambil amplop itu dan membuka isinya. Alangkah terkejutnya dia melihat fotonya bersama Jordan. Dia mencoba mengingat-ingat kembali kapan foto itu diambil. Melihat kelakuan suaminya yang seperti anak kecil akhirnya Alma hanya mendiamkan Daniel saja. Jika suaminya bertanya baik-baik maka dia akan menjelaskannya. Berhubung suaminya tidak bertanya tetapi hanya memasang mode ngambek maka Alma pun pura-pura tidak perduli.


Alma segera mengambil baju Ziel dan akan menggantikannya dengan baju tidur.


"Kita ganti baju ya sayang...Ziel harus bobo besok kita kesekolah bermain lagi oke"


"He'eh mommy but i want susu mommy"


"Iya sebentar mommy buatin ya sayang"


"Tidak usah biar daddy saja yang buatin untuk kamu boss"


"No...i want mommy buat untukku i want play with daddy disini"


"Daddy bacakan cerita saja ya boss tapi kamu promise langsung bobo ya"


"Oke daddy...mommy susuku" teriak Ziel


"Sebentar lagi siap nak" jawab Alma


Daniel pun mencari buku cerita dan membacakan dongeng untuk anaknya sementara Ziel mendengarkan sambil menyusu dengan botolnya.


Alma segera mengganti bajunya kemudian berbaring disamping Ziel sambil memeluknya.


Sebelum cerita yang dibacakan daddynya habis, Ziel sudah tertidur dengan pulasnya.


Danielpun segera memejamkan matanya namun matanya tidak mau terpejam. Akhirnya dia bangkit dari ranjangnya dan menuju ruang keluarga untuk menonton film. Namun tidak berapa lama dia pun segera kembali ke kamarnya dan melihat istrinya yang tertidur bersama Ziel. Daniel mulai kesal, bukannya meminta maaf malah istrinya asik tidur dengan lelapnya. Akhirnya diboponglah tubuh Alma menuju ruang keluarga lalu dia meletakkan tubuh istrinya disofabed dan membangunkannya.


"Sayang...apa kamu pernah memiliki hubungan khusus dengan Jordan" tanya Daniel dengan tidak sabaran.


"Tidak pernah bie" jawab Alma lalu memejamkan matanya lagi.


"Tetapi ini ada foto kalian berdua, jelaskan padaku sekarang" perintah Daniel


"Itu foto lama hubbie, saat aku masih kuliah dulu. Memang beberapa kali Jordan menemuiku namun aku tidak merespeknya bie, kami hanya berteman"


"Kenapa kalian bisa berfoto seperti itu?kenapa kamu tidak memintaku untuk mendampingimu?"


"Ya ampun hubbie, itu acara maulid dan aku tidak tahu Jordan datang kesana. Tiba-tiba saja dia datang bie" ujar Alma


"Aku tidak suka melihatnya" Daniel terus saja cemberut


"Aku pun tidak suka melihat foto kamu bersama wanita lain bie" jawab Alma tak mau kalah


"Mana ada foto aku bersama para wanita"


"Sudahlah bie aku tidak ingin membahasnya nanti kita malah saling cemburu tidak jelas"


"Sayang..aku tidak pernah berfoto dengan siapapun" terang Daniel


Dengan malas Alma mengambil handphone-nya lalu membuka galeri fotonya dan mengirim foto suaminya saat bersama wanita lain (itu foto lama saat Daniel masih menjadi playboy. Alma mendapatkan foto itu tidak sengaja dari sosmed kawan suaminya).


Daniel kaget melihat foto itu dengan gugup dia berusaha menjelaskannya.


"It-itu foto lama sayang, kamu dapat darimana?aku bahkan tidak mempunyai foto itu"


Alma hanya mencibir suaminya. "Giliran foto aku yang tidak ngapa-ngapain kamu segitu marahnya bie, giliran foto kamu saat bersama wanita lain aku tidak boleh marah" Alma memasang wajah kesal.


"Sungguh sayang....itu foto lama jauh saat aku belum mengenal dirimu" Daniel segera merangkum wajah istrinya dan menciuminya bertubi-tubi.


"Lepasin bie...aku mau tidur" Alma segera beranjak dari tempat duduknya namun Daniel buru-buru menahannya kemudian menarik tubuh istrinya dan segera menindihnya.


"Percaya padaku sayang, aku hanya milikmu tidak ada yang bisa menggantikanmu dihatimu. Kamu tau kan aku begitu mencintaimu. Jangan ragukan aku sayang...hapus foto itu ya sayang maka aku akan membuang fotomu bersama Jordan" Daniel mulai menjilati dan menggigiti telinga dan leher istrinya.


"Sudah bie...aku tidak ingin bercinta aku lagi ma...aauuhmm" belum selesai Alma berbicara Daniel segera membungkam bibir mungil istrinya dengan buas dan menjajah serta melahap tubuh istrinya yang putih nan bening itu. Alma hanya pasrah jika Daniel sudah mulai menyentuhnya dan membakar gairahnya maka sudah dapat dipastikan malam ini mereka akan bergadang dan mereka bermain dengan sangat panas diruang tamu.


********


Jangan tanya Mitha ya....karena dia belum sah jadi istri Abra๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Maaf kalau banyak typo๐Ÿ™๐Ÿ˜


SusterAna