
Abraham segera menghubungi tour guide-nya dan minta diantarkan ketempat yang sunyi dan nyaman untuk melepaskan kepenatan dirinya. Tour guide-nya membawa mereka ke villa aman.
Abraham segera membooking villa itu untuk hari ini. Tak boleh ada satu orangpun pengunjung disitu. Pemilik resort segera menutup villanya untuk yang akan masuk hari ini. Semua sudah di booking Abraham.
Dia mengajak Mitha ke tepi kolam dan bersandar dibangku kolam yang panjang. Abraham segera memanggil pelayan dan minta disediakan menu terbaik divilla itu.
Berbagai macam makanan segera dihidangkan untuk mereka berdua. Mitha menatap tidak percaya. Untuk apa Abraham melakukan semua ini. Mereka hanya akan makan dan berbicara santai disini, sehingga tak perlu membuang uang segitu banyak hanya untuk waktu yang sebentar untuk dinikmati.
"Katakan girl....apa yang mengganjal dihatimu? Ceritakan semua padaku, aku berjanji akan membantuku semampuku" ucap Abraham.
Mitha menatap Abraham dengan segenap rasa cintanya. Namun bayangan Jordan segera menghapus senyum di bibir manisnya itu.
"Setelah mendengar ceritaku, aku yakin kamu akan segera meninggalkanku" ucap Mitha .
Abraham segera menggenggam tangan Mitha dengan erat. "Kamu belum bercerita apapun girl, mana mungkin aku akan meninggalkanmu...cup...cup...Abraham mengecupi punggung tangan Mitha.
"Walaupun aku sudah bertunangan kamu tetap tidak akan meninggalkanku?" Tanyanya menyelidik.
"Yes girl....Aku akan berjuang untukmu" ucapnya mantap.
"Hah....apa maksudmu girl?" Tanya Abraham untuk memastikan.
"Jika aku sudah bertunangan apa kamu masih mau menyayangi aku?" Tanya Mitha.
Abraham langsung melongo kaget. Dia terlalu syok mendengar perkataan Mitha. Dia melepaskan genggaman tangannya dan berbalik menjauhi Mitha.
"Katakan sekali lagi girl, aku tidak salah dengarkan? kurasa ada yang salah dengan pendengaranku" Abraham ingin mendengar sekali lagi perkataan gadisnya, sehingga dia memasang kuping dengan tajam.
"Aku sudah bertunangan dan akan segera menikah, apakah kamu akan tetap menyayangiku setelah mengetahui ini semua?" tanya Mitha dingin.
"Ini tidak benar girl, bercandamu jangan keterlaluan, aku tidak akan menerima ini semua" ucapnya terbata-bata.
"Tetapi ini semua benar adanya dan aku baru saja dari butik untuk melakukan fitting baju pengantinku" ucapnya lagi tanpa mau melihat ke arah Abraham.
"Jadi kamu berbohong padaku? bukankah kamu ingin mengantar ibumu girl?" tanyanya lagi.
"Ya...aku berbohong, aku baru saja melakukan fitting baju" ujarnya menahan tangis.
Abraham menggeram kesal, hatinya sangat sakit. Apa katanya tadi, dia baru melakukan fitting baju pengantinnya. Abraham murka dengan kebohongan Mitha, dia merasa dipermainkan. dia pergi ke ujung kolam dan
melempar-lemparkan batu kerikil kedalam kolam sambil berteriak. Kenapa disaat dia menyukai seseorang selalu saja ada rintangannya. Dia baru saja akan mencintai Mitha tetapi gadis pujaannya sudah menjadi milik orang. Dia menjadi bimbang, haruskah dia mengambil milik orang?dia tidak tahu hatinya saat ini. Yang jelas pernyataan Mitha tadi sudah mengoyak-ngoyak hatinya.
Mitha segera menyadari kesalahannya dia tau konsekuensinya saat ini. Pasti Abraham akan meninggalkannya. Sudahlah mungkin ini memang takdir yang harus dijalaninya. Dia sudah pasrah. Diam-diam dia segera meninggalkan Abraham. Dengan bercucuran air mata dia meninggalkan tempat itu. Dia segera bersembunyi dibawah pohon dan tangisnya pecah saat itu juga.
Abraham masih diam ditempatnya dia tidak menoleh ke arah Mitha. Dia segera memanggil bodyguardnya.
"Awasi dia....jaga dia....tetapi jangan sampai dia tahu kalian mengawasinya. Cari dia aku akan mengantarnya pulang" ujar Abraham. Lalu dia segera meninggalkan tempat itu dan menunggu Mitha didalam mobilnya.
Abraham syok dan sedih, dia tidak tahu apa yang akan dilakukannya saat ini begitu mengetahui gadis yang dicintainya adalah milik orang lain. Kepalanya sakit saat ini, sepertinya malam ini dia enggan untuk melakukan konser. Waktunya hanya tinggal seminggu lagi tinggal di Jakarta. Melihat gadisnya sungguh dia tidak tega, ingin dia menghapus air mata itu tetapi rasanya tidak mungkin. Tunangan...si*l Kenapa dia harus mencintai milik orang lain. Jika dia memaksakan kehendaknya apakah Mitha mau menerima ajakannya? Apakah jika dia memintanya untuk membatalkan pertunangannya, Mitha mau membatalkannya?entahlah dia tidak yakin akan hal itu. Gadisnya bukanlah type wanita pembangkang, sudah pasti dia akan menuruti apa kata keluarganya. Disaat batinnya sedang berperang, tiba-tiba Mitha masuk kedalam mobilnya dengan wajah sembab. Dia menguatkan diri untuk tidak melihat gadisnya itu. Dan Mithapun tidak ingin memandang ke arahnya. Mereka berdua bagaikan patung hidup dengan pikiran mereka masing-masing. Abraham sangat tidak suka dengan keadaan ini, dia pun memulai percakapannya.
"Apakah sudah lama kalian bertunangan?"
"Ya....dan kami akan segera menikah sebentar lagi"
"Apakah kamu mencintainya?" Tanya Abraham menguatkan hatinya untuk bertanya dengan jawaban yang sudah pasti akan menghancurkan hatinya.
"Sangat....aku sangat mencintainya" jawab Mitha datar.
"Shittt....shittt....jika kamu sangat mencintainya, mengapa kamu membiarkan aku menyukaimu? Kamu sangat jahat padaku girl" ujarnya sambil menahan amarah dan tangis.
Mitha hanya mengangkat sebelah ujung bibirnya seakan mengejeknya. Padahal dalam hatinya dia berharap agar Abraham banyak bertanya tentang hubungannya yang rapuh bersama tunangannya itu. Namun Abraham terlanjur marah begitu mengetahui dia telah bertunangan dan sudah membohonginya tadi.
Biarlah dia menjalani ini semua sendiri, tanpa cinta dari siapapun juga.
Setelah mendengar semua perkataan Mitha, Abraham tidak banyak bertanya lagi. Hatinya sudah kalut, sangat sakit. Dia merasa Mitha sudah membodohinya. Akhirnya Abraham mengantarkan Mitha sampai depan rumahnya. Saat Mitha mengucapkan terima kasih dia hanya mengangguk saja tanpa mau menoleh padanya. Tetapi saat Mitha sudah keluar dari mobilnya, dia terus memandangi Mitha dari balik kaca mobilnya.
Mitha segera berlari kedalam kamar, dia menangis meraung-raung. Hatinya sakit melihat sikap Abraham yang dingin kepadanya. Dia hanya ingin menangis saat ini...dan dia pun menangis sampai puas hingga akhirnya tertidur.
Waktu sudah menunjukkan jam makan malam, Bik ijah membangunkannya karena semua keluarganya sudah berkumpul untuk makan malam bersama.
Setelah selesai makan dia berusaha mencari waktu luang untuk berbicara dengan keluarganya.
"Pih...Mitha ingin memutuskan pertunangan ini" ujarnya takut-takut.
Seketika mami dan papinya Mitha langsung kaget dan saling berpandang-pandangan.
"Ada apa Mit? kami sudah menjodohkan kamu dengan pria yang terbaik saat ini. Apa kurangnya Jordan sayang?" tanya mami Mitha.
"Dia tidak menghargaiku mih....aku selalu sendirian bahkan tadi pun saat acara fitting baju dia tidak menjemputku, hanya mengirimkan supir untuk menjemputku. Dan yang paling menyakitkan lagi, dia terlebih dahulu tiba disana bersama orang lain" jelas Mitha kepada maminya.
"Mitha, Jordan itu orang sibuk. Kamu harus mengerti posisi dia. Jadilah wanita mandiri sayang. Papi sudah menanyakan langsung tentang siapa gadis itu. Jordan sudah mengatakan jika dia sedang membangun proyek baru dengannya. Dimana Jordan meminta bantuannya untuk mengembangkan bisnis barunya" ujar papi.
"Tapi dia selalu bersama gadis itu pih. Aku sudah tidak nyaman bersamanya. Aku ingin putus dengannya"
"Jangan ngaco kamu Mitha. Kamu tau kan perusahaan papi bergantung kepadanya. Jordan memiliki saham 60% diperusahaan kita. Kamu ingin membuat papi bangkrut hah?" omel papi.
"Aku tidak bahagia dengannya pih, aku tersiksa dengannya. Apa papi ingin melihat aku sengsara menikah dengannya?"
"Kamu tahu apa tentang bisnis dan usaha? pokoknya apapun akan papi lakukan untuk kebahagiaan keluarga papi dan kamu jangan pernah berfikir untuk memutuskan hubungan kalian. Ingat Jordan sudah mengatur semuanya dan dia sudah menyiapkan pesta super mewah untuk kalian. Kalian akan secepatnya menikah bulan ini juga titik" Setelah berkata seperti itu papi pergi meninggalkan ruangan itu dan masuk kembali kedalam kamarnya.
"Dengar Mitha anak mami yang tersayang, jangan sia-siakan kerja keras kami. Mami dan papimu sudah berjuang bersama untuk membesarkan usaha ini. Ratusan karyawan bergantung kepada perusahaan kita. Andai perusahaan kita hancur, apa kamu tidak kasihan dengan para pegawai kita?" mami berusaha memberi pengertian kepada anaknya.
"Jangan egois Mitha, nasib ratusan karyawan yang akan menjadi taruhannya jika kami menuruti kemauanmu. Camkan pesan mami sayang" lalu mami mengelus-elus kepala Mitha. Dia meringis kesakitan. Mami kaget dengan luka yang ada dikepalanya. Kemudian Mitha menceritakan awal mula luka itu terjadi dan siapa yang mengobati luka itu.
"Jangan pernah kamu berfikir kami akan menyetujui jika kamu berhubungan dengan seorang artis walaupun dia artis ternama sekalipun. Ingat sangat tidak baik hidup dikalangan artis sayang apalagi dia adalah artis luar. Kehidupan disana sangat bebas dan kamu akan makan hati setiap hari dengan kelakuan para selebritis itu. Menikah dengan pengusaha adalah jauh lebih baik dibanding menikah dengan artis manapun" mami menutup pembicaraannya dan dia pun beranjak dari hadapan Mitha.
"Aahh...tak ada seorangpun yang bisa membela dirinya. hanya kawan-kawannya saja yang bisa mengerti perasaannya. Rupanya dia harus memakai topeng untuk menjalani kehidupan ini. Jika memang harus seperti ini, baiklah dia akan selalu memasang senyum kepada semua orang dia akan menjadi wanita yang paling bahagia didunia ini walaupun dalam hatinya kesepian dan sendiri. Tidak boleh ada seorangpun yang tahu jika dia tidak bahagia hidupnya. Termasuk sahabat-sahabatnya sendiripun. Dia akan menggunakan topeng mulai saat ini. Dan Abraham....aku tidak akan mau bertemu lagi dengannya karena aku tidak mau lemah dihadapanmu. Dan kita memang tidak akan bisa bersatu. Jordan...baiklah aku akan ikuti permainanmu. Aku akan menjadi pasanganmu dihadapan dunia tetapi tidak dihatiku dan dikehidupanku. Kita hanya tampil mesra dan bahagia didepan public walaupun setelah itu kita sendiri-sendiri" Mitha memantapkan hatinya untuk memulai perannya yang baru. Hidup tanpa hati dan cinta. Dia akan mencari kebahagiaannya sendiri dengan caranya sendiri. Lalu dia pun duduk didepan cermin sambil tersenyum sinis melihat wajahnya.
"Wajah penuh kepalsuan...hahaha. Selamat datang wajah baru, wajah yang penuh dengan senyum kepalsuan. Inilah aku yang sekarang ini Mitha, gadis yang paling sangat bahagia dimuka bumi ini" dia mendesis melihat kebencian diwajahnya.
"Hay gadis hiduplah dengan peran barumu...hempaskan semua yang mengganjal dihatimu" ujarnya sambil membelai-belai wajahnya sendiri. Kemudia dia beranjak pergi ke ranjangnya dan dia tertidur dengan linangan air mata.
************