
Selesai membakar semua foto-fotonya dan memastikannya menjadi abu Yugho pun segera masuk kembali ke dalam rumahnya, dilihatnya makanan yang sudah disediakannya tidak disentuh sama sekali oleh Firda dan membuatnya geleng-geleng kepala.
"Kenapa bisa ada gadis keras kepala seperti itu coba, bagaimana jika dia sakit besok? Aduhh...Firdaaa, kamu tuh selalu bikin mas cemas" Yugho berkata dalam hati. Dia segera berjalan ke arah kamar Firda dan baru akan mengetuknya tetapi diurungkan niatnya itu. Dia hanya bisa mengambil nafas dalam-dalam lalu berjalan kembali menuju kamarnya.
Yugho mengingat-ingat kembali awal pertemuannya dengan Firda.
"Ahhh....benar kata Andi aku tidak tulus dan semua yang kukatakan padanya sebagian adalah dusta. Aku telah mempermainkan hatinya, tetapi aku benar-benar menjatuhkan harapanku padanya.
Besok aku akan memulai hariku bersamanya. Aku tidak akan mengganggumu malam ini semoga kamu mau memaafkan segala kesalahanku Firda sayangku. Ya hanya boleh ada satu nama dihatiku Firda...Firda...dan Firda" lalu Yugho menutup matanya dan dia pun tertidur. Mereka tertidur dikamar yang berbeda dengan pikiran yang berbeda pula. Jika Yugho ingin memulai harinya bersama Firda tetapi Firda mulai mengubur dalam-dalam rasa cintanya. Dia akan melanjutkan kuliahnya dan berharap bisa segera magang karena thn depan dia akan mulai mengajukan skripsi dan berharap pula segera lulus ditahun yang sama.
******
Pagi harinya Firda mencium bau nasi goreng yang sangat harum. Dia mengendus-ngenduskan hidungnya lalu perlahan membuka matanya.
"Aduuhh...aku jadi lapar" Firda memegang perutnya sambil mengusap-usapnya.
Perlahan dia pun turun dan mengintip di dapur, ternyata suaminya sedang memasak nasi goreng seafood yang sangat wangi dan itu membuat perutnya berteriak-teriak minta di isi.
Yugho menutup nasi goreng tersebut dengan telur dadar dan memberikan garnish irisan mentimun dan tomat sebagai sentuhan akhirnya. Tak lupa dia memotong buah dan membuat jus jeruk sebagai pelengkap minumannya. Firda hanya memperhatikan dari jauh dan membuat perutnya semakin berdangdut ria.
"Aduuh....enak banget nasi goreng favorite ku, tapi aku kan sedang marah masa iya aku makan masakan mas Yu. Tidak...tidaaaakk...gengsi-lah aku. Mending gue makan diluar ajalah" bisik Firda dalam hati.
"Turunlah Fir jika mau gabung, tidak perlu ngintipin mas makan. Mas juga sudah membuatkannya untuk kamu. Lekas cuci muka sana, kita sarapan sekarang" ajak Yugho kepada Firda.
Firda buru-buru lari ke atas dan bersiap-siap untuk mandi.
"Siaall....darimana dia tau kalau aku ngintipin dia. Lebih baik aku kelaparan daripada makan masakan dia si penjahat cinta itu. Huhhh....tampang malaikat tapi hatinya kiprit. Mentang-mentang aku masih kecil jadi gampang dikibulin. Liatin aja kamu mas aku bikin pusing kamu. Kamu kira aku nggak bisa balas dendam sama kamu" Firda langsung masuk kedalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya. Setengah jam dia berendam di dalam bathup, ketika pintu kamar diketuk baru dia menyelessikan berendamnya dan melanjutkan mandinya.
Setelah itu Firda pun mulai berdandan dan mengambil tas. Dengan rambut basah dan tergerai dia keluar kamar lalu turun ke bawah dia menengok sebentar ke arah ruang makan tetapi Yugho tidak ada disana. Dia pun segera mencari suaminya keruangan lain namun tidak ada juga suaminya. Secara tidak sengaja dia melihat suaminya ditaman belakang sedang berolah raga. Sinar matahari memantulkan sinarnya dengan indah, menerangi tubuh liat suaminya hingga membuat siluet yang indah dan Firda hanya bisa menelan ludah melihat tubuh kekar suaminya yang dibasah oleh keringat dan dengan tetesan-tetesan keringat didahi dan juga wajahnya sehingga terlihat seksi dimata Firda tubuh basah suaminya itu.
"Suami..oh...suami...tubuh kamu begitu menggoda tapi sayang hati kamu bercabang. Baiklah mumpung dia berolahraga aku makan beberapa suap nasi gorengnya" Firda segera menuju ruang makan dan memakan 3 sendok nasi goreng buatan suaminya itu. Setelah itu dirapikan kembali nasi gorengnya dan ditutup kembali dengan telur dadar.
"Yess...perfect, seperti tak tersentuh" buru-buru dia minum jus jeruknya lalu keluar rumah dan langsung memesan ojek online.
Mendengar suara motor Yugho langsung menghentikan kegiatannya paginya itu. Buru-buru dia masuk ke dalam rumahnya dan mencari istrinya.
" Fir..Firrr....Firdaaaa" dia segera berlari menaiki anak tangga rumahnya dan mencari istrinya dikamarnya, namun dia tidak menemukan istrinya.
"Kampus...ah ya, dia pasti sedang ke kampus pagi ini. Ehh....tapi sabtu kan dia tidak ada mata kuliah ... keparat...kabur kemana dia pagi-pagi begini " ujarnya sambil mengepalkan kedua tangannya. "Dimana tempat favorite yang biasa dia kunjungi,tapi dia belum sarapan, baiklah aku akan cari tempat sarapan dekat kampusnya dia terlebih dahulu" buru-buru Yugho mengelap peluhnya dan segera mengganti bajunya, dengan tergesa-gesa dia mengeluarkan motornya dan pergi mencari istrinya.
"Aneh dan ironis sekali...dua kali aku menjalin hubungan dengan wanita tetapi mereka semua patuh padaku, kenapa menghadapi anak kecil ini membuatku kalang-kabut dan pusing tujuh keliling.
Yugho segera menghubungi handphone Firda namun tak ada respon sama sekali.
"Kebiasaan buruk kamu Fir, selalu tidak mau mengangkat telepon. Kamu sarapan dimana sih Fir?padahal mas sudah menyiapkan sarapan untuk kamu" Yugho segera melajukan motornya menuju kampus istrinya.
Sementara itu Firda sedang menuju Pasar Modern, dia sarapan disana sekalian mencari buah.
Saat sedang sarapan sendiri tiba-tiba bahunya ditepuk oleh seseorang.
"Haaii...."sapanya
Firda mencoba mengigat-ingat orang itu.
"Morenoooo" jawabnya.
"Kamu masih ingat aku Fir?" tanyanya sambil tersenyum manis.
"Masih ingatlah aku More, soalnya kamu cowok pertama yang aku putusin gara-gara LDR...hahaha" Firda tertawa sambil mengingat masa lalunya.
"Aku sudah lulus kuliah Fir, dan sekarang aku membantu ayah aku bekerja dikantornya" ujarnya sambil duduk disamping Firda.
"Bolehkan aku duduk disini?" tanyanya
"Bolehlah..kan itu tempat kosong" jawab Firda.
"Eehhh...gimana, gimana tadi? kamu jadi asisten bos kamu gitu sekarang?" tanya Firda.
"Iyalah Fir, kalau bukan aku siapa lagi yang akan melanjutkan usaha papa aku" jawab Moreno.
"Jabatan kamu apa dikantor papa kamu More? tanya Firda penasaran.
"Aku wakil papa aku lah Fir" jawab Moreno
"Aihhhh....cucok meong...ehh...ngomong-ngomong aku bisa magang gak dikantor kamu More?"
"Magang? untuk apa magang Fir?"
"Kan rencana aku semester depan mau ambil skripsi makanya aku mau magang buat bahan skripsi aku More" jawab Firda.
"Gak apa-apalah...berarti aku ambil bagian legalnya skripsi aku nanti. Gimana boleh gak aku magang disana?pliss....." Firda memohon.
"Baiklah....ini kartu namaku, senin aku tunggu di kantor ya" Moreno menyerahkan kartu namanya kepada Firda.
"Gilaaaa....keren banget kamu sekarang More, sudah jadi orang sukses, tau gitu dulu aku nggak putusin kamu More...hahaha" Firda tertawa.
"Gara-gara kamu putusin aku malah tambah giat belajar Fir, tiap hari makanan aku buku-buku semua. Tapi tidak sia-sia semuanya...hehehe" ujar Moreno sambil tersenyum.
"Dapat cewek bule nggak kamu disana More?"
"Nggak dapet Fir, aku patah hati disana saat kamu putusin aku. Bahkan sekarang pun aku masih menunggu kamu...hehehe" ujar Moreno kembali.
"Tapi kamu pasti sudah punya pacar lagi, kamu kan ganjen nggak boleh lihat cowok ganteng dikit langsung kamu dekati"
Firda tertawa mendengar kata-kata Moreno.
"Kamu masih inget aja kebiasaan aku....lupakan..lupakan...aku sudah tidak segila dulu More"
" Kamu masih mau disini Fir?" Moreno tampak melihat jam tangannya.
"Memang kenapa?" tanya Firda kembali.
"Kita makan nasi kapau yuk..sudah lama aku nggak makan itu...aku yang traktir" jawab Moreno.
"Iyalah kamu yang traktir, kamu kan sudah sukses, sementara aku masih kuli'ah...hehehe"
"Yuuk.." ajak Moreno kepada Firda, lalu dia pun membayar semua makanan Firda dan mengajak Firda menuju mobilnya.
Firda dengan sedikit takut masuk kedalam mobil Moreno, dia berdoa sepanjang perjalanan agar tidak bertemu Yugho. Karena jika sampai suaminya tahu dia jalan dengan orang lain apalagi notabene-nya mantan pacar, bukan tidak mungkin Moreno akan kena hajaran dia.
"Tapi biarkan sajalah toh Mas Yu juga masih jalan berdua sama Firnie waktu di Bali, masa giliran dia boleh tapi giliran aku tidak boleh. Maaf ya mas aku jalan dulu sama Moreno, dia sekarang temanku koq, bukan pacar lagi, beda sama kamu saat jalan sama Firni hati mu pun masih bersamanya " Firda berkata dalam diri sendiri.
Mobil Moreno membawa mereka menuju Restoran Padang Nasi Kapau yang paling terkenal di Jakarta. Dia membawa Firda ke arah Jakarta Pusat. Sampainya disana mereka pun memesan beberapa jenis makanan tanpa nasi.
Mereka asik makan sambil ngobrol. Mereka tidak mengetahui jika ada sepasang mata yang memandang mereka dengan tatapan bahagia karena tercipta senyum dibibirnya. Dan "klik" dia pun memoto mereka berdua.
"Pucuk di cinta ulam pun tiba, gadis kecil tamat riwayatmu sekarang" ujar Firnie sambil tersenyum menarik satu bibirnya. Dia pun segera mengirim foto itu ke Yugho.
setengah jam kemudian baru Yugho membuka handphone-nya dan dia kaget dengan Foto yang dikirim oleh Firnie.
Wajah Yugho langsung merah padam melihat istrinya bersama dengan pria lain.
Segera dia menghubungi Firnie untuk mengetahui keberadaan istrinya.
"Dimana dia sekarang, cepat berikan alamatnya" Yugho tidak sabar meminta alamat pada Firnie.
"Aku share loc ya kak" jawabnya.
"Share loc sekarang dan tidak pakai lama" jawab Yugho dengan marah.
"Tapi ada syaratnya kak jika ingin menangkap mereka" Firnie mengulur-ulur waktu kepada Yugho.
"Shittt...syarat apa lagi sih Fir? cepatlah jangan bermain-main denganku" jawab Yugho kasar.
"Aku share loc sekarang ya sayang" jawab Firnie dengan mesra.
Lalu Firnie pun langsung share loc kepada Yugho mengenai dimana keberadaan istrinya.
Dengan gerak cepat Yugho mengendarai motornya dan berharap bisa menangkap istrinya disana.
**********
Mohon maaf jika menunggu agak lama ya gaesss😥
Maaf jika masih menggantung🤧
Gantian mas Yu yang ngeliat foto Firda sama cowok 😌 marah ya mas???Firda juga marah saat lihat foto kamu berdua dengannya.
Happy reading gaess🤗
Bodymu maasss
Firda & Moreno