Miss Rusuh

Miss Rusuh
Bertemu Dia



Keesokan harinya setelah Mitha keluar dari kantor dia pun langsung menjemput Firda.


"Masuk Mith...sebentar aku lagi bersihin pup nya Celline" ujar Firda.


Mitha pun langsung masuk kerumah Firda karena memang pintu tidak dikunci.


"Mana barang-barang Celline Fir, sini biar aku bawain kemobil"


Firda menunjuk barang-barang yang sudah dipersiapkan untuk dibawa kerumah mamanya.


"Iya itu semua Mit angkut deh ke mobil say"


"Ok" Mitha segera mengangkat barang-barang itu dan membawanya ke mobil.


"Idih...idih anaknya siapa ini sudah cantik banget. Sudah berapa bulan Fir Celline?"


"Baru 8 bulan Mith lama banget sih setahun. Padahal gue udah gatel mau bikin pesta ulang tahun inces hehehe"


"Ngaco kamu, nggak sekalian aja tiap bulan kamu ulang tahunin Fir. Oh iya Celline cuma beda 5 bulan ya sama Earlyn"


"Iyalah kan elo lahiran anak gue sudah 5 bulan"


"Sebentar gue tengok dapur dulu, memastikan masakan sudah siap buat laki gue nanti sore" Firda segera beranjak ke dapur untuk menemui bi Sofi.


"Sudah semuanya non...bibi pulang dulu deh jika begitu ya.Gosokan besok aja ya non, kan non mau pergi bibi takut kaya dulu dikunciin seharian non"


"Hahaha....ingat saja sih bibi. Ya sudah kalau mau pulang, sudah bawa lauk untuk dirumah bi?"


"Sudah non...terima kasih ya"


"Oke bi sama-sama" lalu Firda mengantar bi Sofi keluar lewat pintu belakang. Dan segera memastikan jika semua pintu sudah terkunci.


"Ayo Mith kita cuzz ke home nyokap ya nganterin inces kesana" Firda segera menggendong putrinya yang sudah sangat aktif itu.


"Inces nggak bisa diam nih, nanti jangan bikin oma repot ya disana sayang...cup..cup" Firda menciumi pipi montok putrinya itu. Sementara Celline mencium mamanya dengan ludahnya.


"Inces muka mama penuh ludah ini sayang" Firda mengelap wajahnya dan Celline hanya tertawa-tawa saja


"Enak ya sudah bisa diajak ngobrol Fir" ujar Mitha sambil menyetir mobilnya.


"Dia ngerti banget sama papanya. Kalau mas Yu pulang ngantor ya sudah nempel dipapanya terus sampai dia tidur"


"Iyakah...duh ternyata ini incess papa Yugho ya" Mitha memegang tangan Celline dan membelainya.


"Kalau Earlyn itu anak mbahnya...hihihi...dari kecil sama mbahnya makanya lebih dekat ke mbah. Maklum anaknya cuma semata wayang jadi begitu dapat cucu ya nggak pernah jauh dari cucunya.Apalagi sekarang urusan kantor aku yang handle semua. Ya sudah mama dan papa aku kaya orang baru pertama kali punya bayi...heboh banget itu berdua kakek sama neneknya hihihi" Mitha tertawa ringan.


"Wkwkwk...anak kita anak mbahnya klo Alma bener-bener ibu teladan dia.Sanggup ya dari bayi sampai sekarang ngurusin anak plus suaminya sendiri.Hebat tuh anak kecil-kecil juga"


"Ya nggak salah juga Fir makanya daddy nempel terus sama Alma"


"Iya juga sih ditambah Alma masih sangat muda ya wajarlah daddy takut kehilangan wonder womannya hehehe"


"Tapi ya kalau cowok tua mah nggak masalah yang penting kenceng cuy hepengnya. Cewek jaman sekarang kalau nggak matre nggak gaya oiyyy ..hahha...perawatan mahal cuiyyyy" ujar Firda sambil tertawa.


"Enak aja giliran sudah cantik mau dipacarin. Memang dia nggak tau siapa yang biayain perawatannya?bibir merah menggoda karena gincu begitu ketemu dihapus gincunya sama bibir itu cowok. Begitu selesai si cewek pake gincu lagi, dia nggak mikir itu cewek dapat gincu dari mana...hahha...anak gue kalau sudah besar gue suruh jadi cewek matre"


"Hahaha...gila kamu Fir, masa gitu sih?"


"Ya iyalah....kalau dia mau pacaran sama anak gue sanggup nggak biayain perawatannya, jangan tinggal make doang. Ya Lord disaat begini gue jadi ingat mama gue Mit. Pantesan dulu ngelarang gue pacaran sama mas Yu dia takut kebutuhan anaknya nggak bisa dipenuhi. Sumpeh dulu gue sampai bilang mama matre. Laah sekarang gue ketularan emak gue Mith. Ya Lord ampuni aku mah. Duh punya anak perawan benar-benar waswas gue hahaha" Firda tertawa kembali.


"Iya juga ya Fir...bukannya kita matre ya tapi memang karena kebutuhan. Entah gimana kalau anak kita sukanya sama cowok biasa-biasa saja. Tapi yang penting baik dan bertanggung jawablah minimal dia mau berusaha bukan nempel macam parasit. Iya nggak sih?" Tanya Mitha.


"Iyalah gue juga nggak mau anak gue cuma dimanfaatkan doang sama cowoknya. Macam-macam itu cowok sama anak gue langsung gue paranin kalau perlu gue sel-in dia. Biar dia tau ribet urusannya kalau mama Celline sudah turun tangan wkwkwkkw"


"Hihihi....kalau aku nggak seberani itu Fir. Paling ya sudahlah anggap saja itu pelajaran untuk Earlyn agar tidak gegabah lagi nyari cowok"


"Gimana ya kalau anak kita sudah pada besar-besar. Ziel...Celline...Earlyn. Asal jangan pada saingan saja ngambil hati Ziel wkwkwk"


"Aku rasa Ziel bakal ditunangin sama mommy and daddynya Fir. Pasti nggak boleh nikah sama cewek sembarangan. Secara dia pewaris perusahaan raksasa. Aku berharap Earlyn jangan jatuh hati pada Ziel. Aku takut kecewa nantinya"


"Nggaklah Mith....daddy and Alma orangnya low profile kok. Aku rasa dia diberi kebebasan untuk menentukan siapa calon istrinya nanti. Ingat nggak sama mertua Alma, dia yang sultini saja malah nikahin anaknya sama orang biasa. Mertuanya dan anaknya sama kok...nggak gila harta. Yang penting anaknya pada bahagia hidupnya. Itu sih menurut gue Mith"


"Hihihi....iya juga ya...biasanya orang kaya kalau ngegap anaknya begitu malah disuruh ninggalin ceweknya ya? Tapi ini malah dinikahin. Benar-benar Cinderella si Alma"


"Jangan ngomong terus, rumah gue sudah kelewat bambang....ekwkwkwk....mundur lagi Mith"


"Oh...iya ya...hihihi...gara-gara kita ghibahin Alma sampai lupa jalan pulang"


"Awas Alma panas kupingnya hahahha....turun Mith bantuin gue bawain tasnya inces"


"Iya...iya...tanpa kamu minta juga aku bantuin nyonya pilot"


"Hehehe....hasben gue tadi pagi ganteng banget pake seragam. Mau upacara dia pagi ini. Gue ajak main nggak mau dia alasannya mau tugas. Padahalkan bisa ya setengah jam doang dia tinggal duduk gue yang goyang..eehhh...tetap nggak mau juga. Emang dasar reseh laki gue"


"Kamu aja yang gila Fir...orang mau tugas sempet-sempetnya mau diajak main"


"Hahaha...gue kalau lihat laki gue sudah berseragam langsung ngeces iler gue yang bawah wkwkwkwk"


"Najonggg...gilaa parah kamu Fir hahahha" Mitha tak sanggup menahan ketawanya.


Mereka pun memasuki rumah Firda sambil terus bercerita.


"Halo mama....inces sudah datang...ayo bilang oma...oma gitu dek"


"Mma....mmmma..ehehe" Celiine langsung tersenyum melihat omanya.


"Duh cucu oma yang cantik...yuk sama oma hari ini...kita main dikebun ya hari ini. Opa mau panen mangga sayang" mama Erlin langsung mengambil cucunya dan menggendongnya.


"Bye sayang....mama aku nggak lama-lama ya, mau antar Mitha ngurus surat-surat"


"Oh ya sudah...minum dulu ya Mith baru jalan atau kalian makan apa dulu gitu"


"Nggak usah mah...ini sudah telat soalnya. Alma sudah nungguin kita daritadi"


"Ya...ya....ya sudah jika begitu"


"Aku pamit ya tante"


"Iya...hati-hati kalian dijalan ya jangan suka kebut-kebutan Fir"


"Its oke mama...cup" Firda mencium mamanya kemudian pamit dan mereka langsung menuju sekolah Ziel untuk menjemput Alma.


Tin...tin...


"Al...ayo kita cuzz" ajak Firda


"Ya ampun kalian lama sekali sih. Hampir saja aku pulang"


"Ya ampun baru telat sedikit nyah masa udah ngambek aja sih?"


"Masa iya sih?" Firda langsung melihat jam tangannya.


" hahaha....45 menit Al. Sori...sori..bukan gue yang salah"


"Ohh...jadi Mitha yang salah? Dasar teman tidak jujur"Alma mencubit hidung Firda


"Auww...atit...hidung inces habis di operasi ini nanti kendor lagii" Firda segera memegang hidungnya yang memerah itu.


"Hmmm....kumat penyakitnya deh. Kasih obatnya Mith biar nggak lebay"


"Wkwkkw....dia stress Al tadi pagi nggak dikasih jatah sama mamasnya"


"Hmmm....pantes saja panas pagi-pagi...kasih minum karbol dulu dia Mith"


"Hah...*njayy....sekalian aja baygon Al"


"Hihihihi" Mitha dan Alma tertawa bersama.


"Oke kita cuzz ya....ready gaess?siapkan sabuk pengaman anda kita meluncur yuhuuuu"


"Firda jangan ngebut-ngebut aku bawa Ziel ini"


"Eisshh..tenang mommy Al dont worry sayang"


"Hay baby bule...kita jalan-jalan ya sama onty Ida"


"Onty bisa nyetir?" Tanya Ziel


"Wuihh..jangan ditanya boy, onty ini mantan pembalap loh"


"Win or lose?"


"Win lah tanya saja sama om Yugho"


"Ohh... you are great"


" Mom....i am sleepy...ingin bobo"


"Oke bobo sini sayang...kamu cape ya lari-larian terus tadi"


"Yes mommy...kita ke office daddy mom?"


"No sayang....kita main ke bogor kerumah onty Ana. Disana banyak pohon...ada lapangan...banyak anak-anak bermain bola. Kamu pasti senang nanti bermain bersama mereka"


"Yess...aku punya kawan"


"Cup...cup...bobo ya" lalu Alma mengusap-usap kepala Ziel agar anaknya tertidur.


Mereka pun melanjutkan perjalanannya. Saat mengendarai dengan kecepatan sedang tiba-tiba ada mobil yang menyalipnya hingga membuat Firda sedikit hilang konsentrasi dan mobil menjadi agak oleng sedikit dengan kelihaian yang dimilikinya dia segera menguasai kembali keseimbangan mobilnya.


"Sial*n itu mobil...hampir bikin kita celaka"


"Sabar Fir...Sabar...jangan dikejar" ujar Mitha.


"Fir...kita sudah selamat sudahlah...jangan dikejar lagi" Alma pun menimpali.


"Nggak bisa begini ...kurang ajar itu mobil" Firda menambah kecepatannya hingga bisa melampaui mobil yang menyalipnya tadi. Dia membuang permen karet di mobil pembuat masalah tadi. Melihat hal itu mobil tersebut menyalip Firda dan langsung berhenti didepannya. Akhirnya mau tidak mau Firda juga menghentikan mobilnya dibahu jalan. Lalu dia keluar dan menggedor-gedor kaca mobil orang itu. Taklama pria itu pun keluar dan menghampiri Firda.


"Hah...Pak dosen Marcel?"


"Kamu lagi..kamu lagi...hmmm" Marcel memandangi Firda dengan intens. Firda menjadi gugup seketika.


"Hey....apa maksud bapak tadi menyalip mobil saya. Bapak tau nggak kalau saya hampir saja celaka" ujar Firda geram


"Oh maaf saya tidak sengaja. Lalu apa mau kamu selanjutnya?mau minta ganti rugi?baik katakan berapa yang kamu minta?"


Tiba-tiba Firda langsung menampar Marcel dengan reflek


"Plak...plak"


Tubuh Marcel menegang dan dia menggeretakkan giginya sepertinya tidak terima perlakuan Firda. Kemudian dia menarik tangan Firda dan menempelkan tubuh Firda dengannya. Firda kaget tiba-tiba saja Shinta keluar dari dalam mobil Marcel.


"Sayang..ada apa? Siapa dia?"


"Ahh...bukan siapa-siapa" lalu Marcel segera melepaskan tubuh Firda.


Melihat temannya dikeroyok oleh dua orang kemudian Mitha pun langsung keluar dari mobil.


"Ada apa ini? loh Shinta kamu"


"Ah..mba Mitha...iya mba ini kekasih saya" jawab Mitha sambil menggandeng Marcel. Namun Marcel masih tetap memandang tajam ke arah Firda.


"Ayo Fir kita lanjutkan perjalanan kita" ajak Mitha


"Tapi aku masih ada urusan dengan dosen Gil* ini. Nilaiku dibuat hancur sama dia"


"Hmmm...kamu masih dendam?" Tanya Marcel


"Tentu saja"


"Masih mau diperpanjang?"


"Ogahh...amit-amit jangan sampai aku bertemu dengan orang macam kamu lagi. Dasar piyik cuma bisa mengancam di nilai saja"


Kemudian Firda berjalan sambil menarik tangan Mitha.


"Hey....Firda aku tunggu kamu jika kamu masih belum puas" Marcel berteriak dibelakang Firda.


"Bodo amat Dosen gil*


Marcel memandang Firda sambil menggigit bibir bawahnya dan mengusap-usap janggutny dengan pandangan mata liarnya.


Firda segera memasuki mobilnya dan langsung tancap gas sedangkan Marcel masih memandanginya dari kejauhan.


*******


Uppsss..untung nggak celaka mereka🥴


Mamas ganteng banget klo gini pantesan Firda cenat-cenut mas melihatmu😌



Pak Dosen sejak kapan punya hubungan dengan Shinta. hmmm semoga langgeng ya pak dan nggak ganggu Firda lagi😌