Miss Rusuh

Miss Rusuh
Bonchap 2



"Genks...gue sudah di starbuck nih, cepetan napa pada nyusul. Jam 2 gue jemput Kean nih. Kopi seperti biasa kan gak ada perubahan rasa?" Firda


"Oteweh..aku blackcurrent coffee" Alma


"10 menit lagi Fir...greentea coffee" Mitha


Firda pun langsung memesan kopi untuk teman-temannya juga.


"Firdaaaa...aku coffee gula aren ya" Ana


"Wokeh sayang-sayangkuh...ntar gue cas doble semua harganya ya wkwkwk" Firda


"Huhhh.....dasar madu" Alma.


"Eeh...eh....mau dong jadi madu kamu Al. Mata gue udah langsung lope-lope semua nih Al" canda Firda


"Hilihh....macam-macam aku rebus kamu Fir" balas Alma


"Aaaaaa...dasar ibu tiri loe" Firda


"Wkwkkwkwk" Alma tertawa


"Bodo amat" balasnya lagi.


"Kalian rese semua, udah nyuruh gue dateng ehh...sekarang malah nyuruh gue mesenin pesanan kalian. Dasar temen julid semua kalian tuh" omelnya


"Hihihi...tapi kita semua sayang kamu kok Fir" Ana


"Preetlah....bilang sayang...giliran gue minta cas doble emak tiri ngamuk wkwkwkwk" Firda


"Hihihi...kamu sama Alma mirip Tom & Jerry tau. Kalau salah satu gak ada pasti nyariin. Giliran ketemu gontok-gontokkan" Mitha


"Gue mah kalem Mit...emak tiri noh yang jahat mau ngerebus gue" Firda


"Hahahahha" balas mereka bersama.


"Hayooo....ketahuan ya ngomongin aku kalian, otewe balik lagi nih" ancam Alma yang tiba-tiba sudah datang dibelakang Firda


"Seehh...gaya loe Al, cepetan duduk mana pesanan gue" tanya Firda


"Ini...aku bawain, awas ya jangan tagih kopi ke aku. Aku udah bawain tuh pesenan kamu. Minta bikinin sih rendang jengkol, bikin daddy mabok kebauan jengkol hihihi" Alma langsung terkekeh dengan insident rendang jengkol pesanan Firda.


"Laki loe lidahnya mesti ditatar Al, kasihlah makanan yang bau-bau. Giliran apem loe aja dijil*t-jilat*n...sama bau jengkol dia muntah. Belum tau dia rasa jengkol Al, Walau bau tapi endol cuy" Firda


"Kamu tau gak Fir, aku masak jengkol dikebun belakang tau biar baunya nggak masuk ke rumah tapi tetap aja baunya nyampe kerumah. Yang ada pagi-pagi pada mabok bau jengkol" Alma tampak memijat-mijat keningnya.


"Sejak kapan sih kamu suka jengkol Fir?" Tanya Alma.


"Sejak gue sering gabung sama emak-emak disana Al, uceet dah hampir tiap hari tau kami makan liwetan disana. Ada yang bawa jengkol, ada yang bawa nasi liwet, ada yang bawa ayam goreng, ada yang bawa ikan asin, lalapan. Gue mah cuma bawa es teh manis aja buatan mak sopi wkwkkwkw...kalau nggak gue bawa kerupuk" ujar Firda sambil tertawa


"Dasar tetangga merki" balas Alma


"Gue kan gak begitu bisa masak nyong. Takut nggak enak masakan gue, giliran gue ditodong suruh bawa empal langsung aja gue pesen gofood wkwkwkkw"


"Kalau aku jadi tetangga kamu Fir, besok-besok aku gak mau ngajak kamu lagi. Makan paling banyak bawaannya kerupuk wkwkkwkw dasar pelit bin merki" ledek Alma


"Sial*n loe Al...untung bukan elo tetangga gue. Tapi sumpah ye mereka baik-baik semua sama gue. Mereka tau gue nggak pinter masak tiap lebaran gue dapat kiriman dari mereka juga tau hahahaha"


"Aku kan selalu ngirimin juga Fir" protes Alma


"Iya...gue tajir makanan kalau lebaran selain dari elo-elo pada tetangga gue juga pada ngirimin begitu cong maksud gue. Heran gue gampang ngambek banget sih loe sekarang" sembur Firda


"Hihihi...efek pusing aku sama hubbie" jawab Alma


"Pusing mulu loe....kurang apaan sih laki loe?" Tanya Firda


"Gak ah..aku malu ngomongnya" jawab Alma


"Ngomong gak loe Al...ayo ngomong jangan bikin gue penasaran dah" Firda terus mendesak Alma


"Diam jangan dibahas" Alma menutup bibirnya dengan telunjuk jarinya.


"Haii semua aku datang" Ana langsung menyalami kedua sahabatnya itu tak lama kemudian Mitha pun muncul dengan membawa 3 kotak donat.


"Itu donat sudah aku namain masing-masing kalian jangan rebutan" Mitha lalu meletakkan donat diatas meja untuk ke tiga sahabatnya itu.


"Aku bawa spaghetti untuk kalian bertiga" ucap Ana


"Woy...gila loe pada kita nongki disini kalian malah bawa makanan. Bikin nggak laku dagangan dia aja wkwkkw.. liat tuh SV nya udah mendelik-delik matanya ke kita" Firda mengkode teman-temannya dengan ekor matanya. Mereka semua langsung melihat ke arah SV itu lalu tersenyum.


"Aku pesenin roti deh buat kalian" Alma bergegas memesan beberapa roti untuk menemani ngopi mereka.


"Donat sama spaghetti untuk dirumah aja" ujar Alma


"Ih...siapa bawa rendang jengkol?" Tanya Ana


"Aku mauu"


"Aku bawain pesanan Firda Na, memang kamu suka jengkol na?" Tanya Alma


"Awas loe Al...jangan bilang suruh bagi dua sama gue" ancam Firda


"Mau Fir" ujar Ana dengan tampang memelas.


"Ya ampun tau kalian suka jengkol mah aku masak lebihan tadi. Aku sih gak begitu suka makanya hampir gak pernah masak. Paling si bibi kalau lagi masak jengkol dirumahnya aku suka dibawain sedikit" Alma


"Aku baru tau kalau kamu suka jengkol Al" Ana


"Aku gak begitu suka Na cuma icip-icip aja kalau ada. Soalnya daddy gak tau jengkol otomatis dia gak suka makanya aku gak pernah masak jengki"


"Iihh....gue sebel kalau si Ana pasang muka memelas. Gue kan jadi gak tega" Firda


"Sini-sini aku bagi dua" Mitha


"Enak aja loe ....nggak ntar aja gue yang bagi. Kalau elo yang bagi nti ditimbang sama rata. Kalau gue yang bagi kan suka-suka gue" balas Firda


"Wkwkkw...dasar temen edyan" semprot Mitha


"Gaess...Alma punya berita baru nih tapi dia belum mau cerita ayo bujuk dia suruh buka mulutnya" Firda


"Sepertinya aku tau deh" Ana


"Apaan Na?" Tanya Firda kepo


"Ana sok tau...padahal dia gak tau apa-apa" jawab Alma penuh percaya diri


"Bener gak tebakan Al, Kamu isi lagi ya Al?" Ana


"Hah...kok kamu tau?" Tanya Alma bingung


"Kemaren satu kantor di traktir makan siang semua sama suamimu Al. Mas Jordan langsung tanya ke suami kamu, kata suami kamu istrinya sedang hamil anak ke empat kalian. Begitu kata mas Jordan Al" Ana


"Ya Tuhan berarti berita ini sudah langsung menyebar?" Tanya Alma


"Ihhh....benar-benar deh hubbie gak bisa jaga mulut" ujar Alma kesal.


Sontak Alma mencubiti pinggang Firda sampai Firda meringis-ringis.


"Enak saja...aku juga ikutlah mana mungkin aku dirumah sendirian membiarkan kalian semua berbahagia diluar sana" sembur Alma


"Wkwkwk...kualat loe Al sama kakak loe. Ngatain dia mesin pencetak anak, malah nyatanya elo yang produksi terus" goda Firda.


"Diam gak kamu Fir, bener-bener nyebelin kamu lah" Alma langsung cemberut.


"Ya ampun Al...aku saja belum hamil-hamil lagi sampai sekarang" Mitha


"Sama Mith, aku juga" Ana


"Kalian tuh sama-sama anak tunggal mungkin saja kalian juga sama kaya gitu. Kalau Alma kan ketahuan mamanya beranak pinak otomatis anak-anaknya juga subur-subur" Firda


"Jadi maksud kamu kita nggak subur gitu?" Mitha dan Ana langsung cemberut sementara Firda hanya cengengesan dan memasang wajah tak bersalah.


"Aku sebel kalau dia udah ngomong" Mitha


"Bicaranya ngena dihati tapi kenapa kita nggak bisa marah sama dia sih?" Ana


"Karena gue punya ajian semar mesem makanya kalian senyum terus kalau dekat gue" jawab Firda sekenanya.


"Benerankah?" Tanya Ana


"Elo percaya nggak sama gue?" Firda.


"Iya ....aku percaya sama kamu Fir" Ana menjawab dengan polos.


"Jangan percaya sama gue, musyrik loe percaya sama gue" Firda


"Haahhh...iihhh....aku salah omong terus kalau sama Firda" Ana gemas dan segera mencubit Firda.


"Hihihi... lain kali jangan dengerin kalau dia ngomong Na, benar atau salah dia mah gak jelas ada aja balesannya" Alma


"Aku tuh bingung kejebak terus sama Firda hihihi" Ana


"Hah....gila loe udah jam segini aja...m*mpus gue telat jemput anak gue" Firda


"Biasa aja kali Fir gak udah heboh begitu" Alma


"Elo mah enak kaya kucing Al, anak loe banyak. Anak gue cuma dua, ilang satu repot bikinnya Al"Firda


"Kita sama ya...sekali masuk langsung jadi.Enak aja ngatain aku kaya kucing" Alma langsung cemberut


"Hahaha...kalian tuh berdua mesin produksi tau gak sih. Kita yang susah udah berusaha berkali-kali tapi gak jadi-jadi" Mitha


"Ganti casing lagi kali Mith" Firda


"Najong...gilaaa...gak mau...edyan kamu Fir" Mitha


"Yaela gue kan cuma ngomong doang Mith, heran gue hari ini banyak banget yg ngamuk sama gue" Firda


"Hihihi...kamu sih kalau ngomong gak disaring lagi" Ana


"'Loe kira gue santan mesti disaring Na" Firda


"Bukan begitu maksud aku Fir, aduh gimana ya ngomongnya biar gak salah lagi" Ana


Alma dan Mitha tertawa melihat reaksi Ana yang serba salah itu.


"Mommy" Ziel dan Axel


"Mommy" Queen langsung berlari ke arah mommynya


"Kesayangan-kesayangan mommy" Alma langsung memeluk anak-anaknya


"Mama" Kean,Celline,Earlyn dan Jasver berlari menuju ke arah mamanya masing-masing.


"Hah...siapa yang jemput kalian" Firda


"Kakak Ziel jemput aku" Celline


"Aku juga dijemput kak Ziel" Earlyn tidak mau kalah.


"Kenapa sih harus jemput dia juga" Celline menunjukkan wajah tidak sukanya kepada Earlyn


Sementara Earlyn sengaja tersenyum sambil mengejek.


"Ayo girls kita disebelah sana, Celline mau rasa apa ice creamnya?Earlyn mau rasa apa?"


"Strawberry" Celline.


"Aku sama seperti kak Ziel" Earlyn


"Kamu yakin?" Tanya Ziel kepada Earlyn dan Earlyn langsung mengangguk setuju.


"Dasar cewek gak punya pendirian" omel Celline


"Biarin yang penting aku sama kaya kak Ziel" Earlyn terus saja membuat kesal Celline. Dengan manyun Celline duduk menghadap jendela tak mau menatap Earlyn.


"Girls ini pesanan kalian" lalu Ziel memberikan ice cream strawberry kepada Celline dan jus jeruk kepada Earlyn. Seketika Earlyn bengong, dia kira Ziel juga akan memesan ice cream namu ternyata Ziel memesan jus jeruk. Akhirnya mau tidak mau dia menerima jus jeruk itu sementara matanya selalu melirik ke arah ice cream Celline.


"Waww...yummy enak kak...makasih" ucap Celline


"Sama-sama" jawab Ziel


"Sepertinya enak ya ice creamnya. Coba dikit ya" lalu Ziel mengambil sendok dan memakan sedikit ice cream Celline.


"Seger...enak dan mantap" ujar Ziel.


"Jelaslah pesanan aku" jawab Celline menyombongkan diri


"Aku lebih suka jus, lebih banyak vitaminnya. Kalau makan ice cream kata mami aku nanti aku akan menjadi gadis gendut" Earlyn


"Nggak juga tuh, buktinya aku setiap hari makan ice cream tetapi tetap langsing" balas Celline


"Sudah...sudah kalian jangan ribut, apa mau aku tinggal?" Ancam Ziel


"Jangan" jawab Earlyn dan Celline bersamaan


"Oke kalau begitu kita duduk bersama. Jasvir ayo kemari" panggil Ziel.


"Ngapain sih kamu berduaan sama adikku terus?"


"Kami sedang main game bersama kak Ziel. Sudahlah jangan ganggu kami" Jasvir.


Lalu Ziel pun mengabaikan Jasvir dan kembali berbincang-bincang dengan ke dua gadisnya itu.


********


Bibit-bibit persaingan sudah dimulai dari kecil😂


yakin banget sih kalian tuh disukai sama Ziel.Ingat Ziel punya type wanita ideal😌