
Firda menatap Yugho tanpa berkedip sambil menahan nafas. Sementara tangannya meremas-remas gaunnya dengan kencang. Dia berusaha menahan tangis. Yugho terkesima, tanpa sengaja dia melangkah ke arah Firda. Namun tangan Firnie segera mencekalnya. Dan menarik lengan Yugho.
Yugho menghentakkan tangan Firnie hingga menyebabkan cincin pertunangannya jatuh entah kemana. Keluarga Firnie dan Yugho saling berpandang-pandangan. Sementara para undangan dan sahabat Firnie mulai berisik.
"Ayo cepat pakaikan cincinnya ke jari Firnie" teriak seorang temannya dan mereka pun bertepuk tangan.
"Cepat....cepat....pakaikan...pakaikan" seru mereka.Yugho nampak kebingungan karena cincinnya jatuh dan menggelinding entah kemana.
"Jangan membuat malu aku dan juga keluargamu kak" bisik Firnie ditelinga Yugho.
"Aku serius, cincinnya hilang aku tidak tau dimana jatuhnya" balas Yugho
Akhirnya Firnie segera melambaikan tangannya dan memanggil MC lalu menyuruhnya meminta cincin kepada tantenya untuk dipinjam sebentar sebagai pengganti cincin Yugho yang hilang. Keluarga nampak terkejut namum mereka segera mengatasi masalah kecil tersebut.
Akhirnya dengan menggunakan cincin tantenya Yugho memasangkan cincin tersebut ke jari Firnie.
Tubuh Firda mulai limbung namun tangan Marcel segera menutup mata Firda dan segera membawanya keluar dari acara tersebut.
Marcel menarik tangan Firda dan membawanya ke arah taman samping.Lalu mereka duduk disana.
Firda masih diam saja tak bersuara, hanya matanya sesekali diusap karena air mata yang masih mengalir.
"Menangislah jika ingin menangis Fir" ucap Marcel dengan tenang.
"Aku pinjam bahumu sebentar Pak Marcel.
Selesai berkata demikian Firda menangis dibahu Marcel. Dia mengeluarkan semua tangisannya.Dia menangisi Yugho dibahu Dosen Gantengnya.Sesekali dia mengangkat wajahnya lalu menenggelamkannya kembali ke bahu Marcel.
"Aku akan menunggu sampai kamu puas menangis" Marcel
Sementara Firda menangis ditaman samping. Di tempat lain tepatnya di atas panggung Firnie tengah tersenyum bahagia sambil memamerkan cincinnya dan menggandeng tangan Yugho.
Acara tukar cincin pun akhirnya dapat berjalan dengan lancar walau ada sandungan sedikit. Dan keluarga memberi kecupan secara bergantian kapada mereka.
Begitu mereka turun dari panggung. Para sahabat-sahabat Firnie memeluknya dan memberikan ucapan selamat.
Yugho tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung melepaskan tangan Firnie dan ingin mencari keberadaan Firda.
"Kak, mau kemana kamu?" Firnie
"Aku ingin kebelakang sebentar"
"Ini acara kita kak, jangan membuat ulah saat ini, aku mohon"
"Ini acaramu bukan acaraku" bisik Yugho ditelinga Firnie.
"Aku titip dia bersama kalian"
Ucap Yugho kepada teman-temannya Firnie.
Setelah berkata demikian dia pun meninggalkan Firnie dan mulai mencari keberadaan Firda.
Dia susuri setiap sudut ruangan dan berharap menemukan Firda. Dari mulai depan hingga ke ruangan belakang sosok yang dicarinya tidak nampak.
"Go, apa yang kamu lakukan disini? mana Firnie Go?" Tanya ayah Yugho tiba-tiba.
"Oh, dia sedang bersama kawan-kawannya yah. Aku ada urusan sebentar aku pergi dulu" lalu Yugho pun langsung pergi meninggalkan ayahnya.
Ayahnya nampak bingung, belum sempat dia bertanya lagi Yugho sudah menghilang dari pandangannya.
"Aku yakin dia belum keluar dari ruangan ini"
Akhirnya dia pun menuju taman samping dan menemukan Firda disana sedang menelungkupkan wajahnya di bahu seorang pria.
Yugho merasa bersalah dan sekujur tubuhnya gemetar. Dengan perlahan dia menghampiri Firda.
"Fir..." panggilnya.
"Fir..." panggilnya lagi.
Firda menghentikan tangisnya, dengan mata, bibir dan hidung merah Firda menoleh ke asal suara.
Begitupun dengan Marcel. Dia pun menoleh ke sumber suara tersebut.
Wajah Yugho kaget melihat keberadaan Marcel.
Marcel segera bangkit dan menarik firda kebelakang punggungnya. Sekarang yang berhadap-hadapan adalah Yugho dan Marcel.
Mereka saling berpandangan-pandangan dan berhadap-hadapan dengan tatapan penuh kebencian.
"Sudah kukatakan jika kau membuangnya maka aku yang akan mengambilnya" Marcel
"Dengar aku tidak pernah berniat membuangnya tidak akan pernah, cam kan itu" Yugho
"Bukankah kamu baru saja bertunangan tuan Yugho?lalu mau kau apakan nasib gadis ini?sudahlah tuan Yugho jangan bersikap seolah-olah kau mencintainya tetapi lihatlah yang kamu lakukan.kamu malah bertunangan dengan yang lain. Lepaskan gadis ini, biarkan aku yang akan melindunginya dari pria brengsek sepertimu" Marcel.
"Diam kau Marcel, kamu tidak tau apa-apa jadi jangan berlagak sok tahu. Lepaskan dia atau aku akan....." Yugho tidak melanjutkan kata-katanya.
"Akan apa hah...katakan saja Go...kamu ingin menghajarku?ayo lakukan....aku tidak akan takut" Marcel pun mendekati Yugho
"Jangan memancing emosiku Cel" Yugho
Mereka saling berhadap-hadapan kembali dan jarak mereka hanya tinggal 1 meter saja.
Masing-masing berdiri dengan tangan mengepal. Dan siap untuk dilayangkan.
Firda menarik-narik tangan Marcel agar menjauhi Yugho. Marcel menepis tangan Firda dan langsung menghadap Yugho kembali.
"Pak ,,,, sebaiknya kita pulang, situasi tidak kondusif lagi. Ayo pulang jangan membuat gaduh di acara orang" Firda terus saja menarik tangan Marcel.
"Fir, dengarkan aku. Jangan pergi dengannya, dia bukan laki-laki baik-baik. Dia pria beristeri Fir" Yugho.
"Memang apa masalahmu jika dia pria beristeri?" Firda.
"Dengarkan aku Fir, dia tidak pantas untukmu" Yugho
"Lalu pria mana yang cocok untukku mas?apakah pria yang baru saja melangsungkan bertunangannya?"
"Shittt....bukan itu. Aku hanya bertunangan Fir bukan menikahinya.Aku hanya akan menikah denganmu sekali dan untuk selamanya" Yugho
"Hahahaha......jangan membuatku tertawa mas. Coba katakan sekali lagi. Ingin menikah denganku tetapi bertunangan dengan orang lain,, cihhh lelaki pendusta kamu mas" Firda
"Apa tadi aku mengumumkan bahwa kami akan menikah?tidak bukan?" Yugho berjalan menghampiri Firda namun Firda berlindung dibalik badan Marcel.
"Apa telingamu tuli Go?"
"Minggir....menjauhlah darinya" Yugho menarik lengan Marcel dan menghemaskannya dengan kuat. Lalu menarik tangan Firda dan segera mencekalnya.Marcel agak terhuyung lalu berusaha berdiri tegak kembali.
"Lepaskan dia Go, kamu sangat tidak pantas merusak acaramu sendiri. Jangan buat dia dalam masalah kembali" teriak Marcel.
"Kali ini aku tidak akan melepaskannya" Yugho pun berkata dengan garangnya.
Firda meronta-ronta berusaha melepaskan tangannya namun semakin Firda meronta semakin kencang Yugho memegangnya.
Melihat Firda berada dalam genggaman Yugho, semakin menyulut emosi Marcel. Hingga dia langsung menerkam Yugho. Mendapat serangan yang tiba-tiba dengan sigap Yugho mundur ke belakang dan langsung memeluk Firda.
Melihat serangannya tidak berhasil membuat Marcel semakin emosi dan dia melayangkan tinjunya. Yugho segera mematahkan serangan Marcel dan langsung menyikut dada Marcel sekencang mungkin dan langsung menyengkat kakinya hingga dia jatuh terlentang kebelakang.
Firda kaget dan langsung memukuli Yugho.
"Kamu jahat mas...lepaskan aku...lepaskan" Firda menarik-narik tangannya namun Yugho tetap menahannya.
Karena berisik suara pertengkaran mereka hingga mengundang beberapa orang untuk mencari sumber keberisikan tersebut.
Seorang pelayan memberitahu Firnie tentang kejadian di taman samping.
Firnie buru-buru pergi kesamping untuk mencari keberadaan Yugho.
"Kak....apa yang kau lakukan? Lepaskan dia" perintah Firnie.
"Jangan ikut campur urusanku.Kemauanmu sudah ku turuti jadi sekarang lepaskan aku" perintah Yugho.
"Tidak akan....sampai matipun aku tidak akan bisa melepaskan kamu kak" Firnie
"Terserah " Yugho
"Cel....apa yang terjadi?" tanya Diana
Lalu Diana menghampiri suaminya dan memeriksa wajahnya takut kalau-kalau ada luka yang serius.
"Hah...jadi ini ulahmu lagi gadis brengsek" Firnie nampak murka melihat Firda dalam pelukan Yugho.
"Apa sudah tidak ada laki-laki lain dimuka bumi ini hingga kamu selalu mengingkan milik orang bitche"
"Diam kau Firnie, tutup mulutmu brengsek" bentak Yugho.
"Dia kan yang sudah membuat kalian berkelahi seperti ini" Firnie menunjuk ke arah Firda. Lihat Fir dia pria sudah beristri dan pria yang disebelahmu baru saja bertunangan.Lepaskan mereka dan carilah pria lain yang masih lajang" bentak Firnie.
"Ini bukan mau ku tanya saja dengan pria mu apa mau dia dan segera lepaskan aku" Firda terus melepaskan diri dari cengkeraman Yugho.
"Lepaskan mas....lepasin aku, jangan membuatku lebih terhina lagi, aku ingin pergi mas" Firda meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari Yugho.
"Aku tidak akan melepaskanmu dan membuatmu kabur kembali. Tidak akan pernah" Yugho
"Lepaskan dia Go biarkan dia pergi" Marcel
"Cel....apa kamu menginginkan gadis itu juga?" tanya Diana kepada Marcel
"Jangan ikut campur urusanku pergilah sekarang juga" Marcel lalu meninggalkan Diana dan menghampiri Yugho kembali. Tetapi Diana segera menarik tangan Marcel.
"Jika kamu masih mengejar wanita itu saat ini juga maka aku tidak akan menandatangani berkas perceraian kita dan kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku dan berhubungan dengannya" Ancam Diana.
"Jika ingin urusan kita cepat selesai ikut denganku" Diana menatap Marcel dan menarik tangannya agar menjauhi Yugho.
Tak berapa lama Suzilpun tiba dikebun samping dia mencari Firnie untuk memberikan ucapan selamat dan meminta maaf karena datang terlambat, nampak dia mendekati Firnie dan Firda yang kaget melihat kedatangan kakaknya berusaha melepaskan diri namun tetap tidak bisa.
Yugho pun kaget melihat kedatangan Suzilia dan segera menarik Firda dan mengajaknya pergi keluar.
Firnie berteriak-teriak memanggil dan mengejar Yugho namun Yugho terus berjalan tak menghiraukannya.
Dijambaknya rambut Firda hingga Firda menjerit kesakitan dan dengan reflek Yugho memukul tangan Firnie hingga dia kesakitan dan melepaskan jambakkannya.
Suzilpun kaget melihat adiknya dan Yugho disana.
"Hey...apa yang kalian lakukan disini?tanyanya.
"Apa kamu mengenalnya?tanya Firnie
"Dia adikku dan dia adalah pacarnya itu yang aku tahu" jawab Suzil.
"Apaaa!!!...Firnie tampak marah mendengar jawaban Suzil. Apa kamu tidak tahu siapa mereka Zil? Yugho adalah tunanganku dan adikmu selalu saja menggodanya dan mendekatinya" jawab Firnie
"Tidak kak...tidak seperti itu, aku sudah putus dengannya dan jika Firnie tidak mengundangku maka aku juga tidak akan berada disini" dengan takut-takut Firda berusaha menerangkan kepada kakaknya.
Suzilpun langsung menghampirinya Firda dan dia melayangkan tangannya untuk menampar Firda namun Yugho segera menarik Firda dan memasang badannya untuk melindunginya.
Suzilpun kaget dan tampak semakin marah kepada Yugho.
"Lepaskan adikku Go, aku akan membawanya pulang" Suzil
"Tidak akan, karena kamu akan memukulinya" jawab Yugho.
"Aku yang akan mengantarnya pulang" jawab Yugho.
"Aku ingin pulang bersama kakakku mas, lepaskan aku...ku mohon, jangan menambah masalah lagi mas"
"Aku tetap yang akan mengantarmu pulang" jawab Yugho tegas.
Suzil dan Firnie pun berusaha menarik Firda dan menjauhi mereka berdua namun Yugho selalu menghalanginya.
Nampak keluarga Yugho menghampiri Firnie dan kaget melihat kelakuan anaknya.
"Apa yang kau lakukan Go? tanya ayahnya.
"Aku sudah melakukan yang kalian mau sekarang giliranku melakukan apa yang aku mau ayah dan jangan menghalangiku lagi" jawab Yugho tegas.
Dia harus membawa Firda keluar dari situasi ini karena akan sangat membahayakan posisi Firda.
Firda nampak sangat ketakutan namun Yugho memberikan pelukan yang menenangkan.
Keluarga nampak murka melihat kelakuan Yugho.
Saat melihat kedua anak buahnya menghampirinya Yugho langsung memberikan kode kepada mereka dan dia langsung pergi keluar bersama Firda meninggalkan keramaian disana.
*************
Maaf ya manteman....kemaren gak bisa up bingung belum dapat ide karena ada masalah kecil juga sihπ
Jangan buli aku ya....aku takut baca koment-koment kalian tapi jujur aku suka bacanya....π
Jika kalian tanya kenapa ada Pak Dosen disana karena istrinya Pak Dosen diundang sama Firnie dan dia adalah salah satu sahabat karibnya.
Happy reading gaesss jangan marah dan dinikmati ajaπ€π
Mamasku yang nyebelin
Dosen gantengku