Miss Rusuh

Miss Rusuh
Jelaskan Tentang Foto Itu



Pertemuan keluarga berjalan sedikit alot. minggu depan tetap diadakan acara pertunangan namun pernikahannya yang diundur menjadi tahun berikutnya. Jelas mama Erlin menentang hal ini tetapi keluarga Rendi tetap bersikukuh ingin melangsungkan pernikahan di tahun berikutnya. Karena mereka masih tetap mengikuti aturan orang tua.Tidak membolehkan mengadakan dua kali pernikahan ditahun yang sama.


Kaluarga Suzil mau tidak mau mengikuti kemauan keluarga Rendi. Hal ini membuat mama Erlin bertambah murka kepada Firda. Dan Suzil pun menjadi kesal. Selesai pertemuan dilanjutkan dengan acara makan bersama keluarga.


"Kenapa tidak mengundang kami jenk saat menikahkan anakmu" tanya mama Rendi.


"Karena permintaan putri kami yang hanya ingin menikah tanpa diramaikan" jawab papa Josh sebelum mama Erlin membuka suaranya.


"Seandainya Firda menginginkan saya siap mengadakan pesta apapun sesuai dengan konsep keinginannya. Saya akan mengikuti maunya istri saya saja" jawab Yugho.


"Bukan pestanya yang penting tetapi niat baik dari keluarga pria yang datang untuk melamar dan meminta baik-baik anak gadis orang itu yang lebih penting" jawab mama Erlin dengan kesalnya.


"Maafkan saya ma" jawab Yugho


"Maksudnya apa ya jenk" tanya mama Randi.


"Maksud istri saya, tidak penting pesta mewah yang penting anak-anak kita saling bahagia dan diterima dikeluarga masing-masing" terang papa Josh.


"Iya....tidak penting pesta mewah toh, saya setuju dengan anda Pak Josh yang penting anak kita bahagia" jawab mama Randi.


"Tetapi pesta juga menunjukkan derajat keluarga kita loh jenk. Apalagi kita mempunyai anak gadis. Jelas akan terlihat bagaimana keluarga calon suaminya. Apakah termasuk keluarga biasa atau keluarga luar biasa" mama Erlin berkata sambil menatap Yugho dengan tajam.


"Percuma juga jenk pesta mewah jika pada akhirnya bubar pernikahannya" jawab mama Randi.


"Kami tetap akan mengadakan pesta sesuai kesepakatan kami" jawab Suzil.


"Oh...itu pasti sayang. Mama akan menggelar pesta besar-besaran dan mewah" lanjut mama Erlin.


"Terserah jenk saja, saya hanya mampu membawakan uang 500jt untuk biaya pernikahan nanti"


"Biar saya yang akan atur semuanya. Setelah menikah Randi yang akan tinggal disini bukan begitu Sil?" Tanya mama Erlin.


"Aku sih maunya seperti itu mah tetapi Randi ingin mandiri" jawab Suzil.


"Iya kak, lebih enak mandiri mau apa-apa dan mau ngapain aja bebas tidak ada yang larang. Nanti kakak akan merasakan sendiri nikmatnya hidup berdua...hehehe" jawab Firda.


"Aku pertama kali masak air, pancinya gosong kak terus bikin telur mata sapi gosong juga kak dan terakhir bikin indomie jadi bubur kak..hehehe...tapi itulah keseruan kami kak" Firda berbisik pada kakaknya.


"Sepertinya seru ya Fir" mata Suzil tampak berbinar.


"Suzil tidak boleh keluar dari rumah, mama tidak mau rumah mama sepi dan jauh dari anak mama" Mama Erlin memandang Firda dengan kesal.


"Untung aku sudah keluar duluan" jawab Firda pelan sambil tersenyum sendiri dan melirik ke arah kakaknya.


Suzil hanya bisa melihat ke arah Firda tetapi tidak berani membantah perkataan mamanya.


"Saya tidak masalah jika Randi ingin tinggal bersama istrinya"


"Biarkan saja mereka yang putuskan mah, jika mereka ingin belajar mandiri. Lihat Firda dia bisa menjadi wanita yang mandiri. Kamu kan tahu awalnya bagaimana anak bungsu kamu itu. Untung saja suaminya mau menerima kekurangannya" papa Josh membuka peluang jika Suzil ingin belajar hidup mandiri seperti adiknya.


"Iya kak, nanti pasti lucu kalau kakak tinggal berdua kak Randi. Aku saja tiap pagi belajar bikin sarapan dengan mas Yu. Berhubung mas Yu pintar masak maka aku lebih sering dimasakin...hehehe" lalu Firda meraih tangan Yugho dan tersenyum manis padanya. Yugho membalikkan tangannya dan bergantian dia yang menggenggam tangan Firda.


"Enak ya Fir?kakak juga ingin mencobanya nanti"


"Tidak...tidak....tidak bisa, Suzil harus tinggal bersama mama. Nanti mama yang akan mengajari kamu semuanya sayang" mama menepuk-nepuk punggung Suzil dan melotot ke arah Firda. Ditatap seperti itu Firda malah tersenyum.


"Aura pengantin baru ya nak. Sudah berapa lama kalian menikah?" Tanya mama Randi.


"Satu bulan" jawab Firda.


"Masih hangat-hangatnya" kata mama Randi lagi.


"Selalu hangat tante" jawab Firda.


"Nggak sangka kamu bisa menyalib kakak kamu Fir. Padahal dulu pertama kali kami kencan kemana-mana ngikut kami mah" ujar Randi kepada ibunya.


"Iya gara-gara lihat kalian aku kebelet nikah. Untung saja ketemu mas Yu yang langsung ngajakin aku nikah hehehe" jawab Firda.


"Berarti dekat jodohnya Firda " jawab mama Randi


"Doakan ya tante biar cepat dapat momongan" ujar Yugho sambil mengusap-usap perut Firda.


"Jangan buru-buru kenapa sih mas, ingat kamu masih harus kuliah lagi dua tahun loh mas biar dapat SIM untuk bisa menerbangkan pesawat. Semoga bisa lekas jadi kapten pesawat ya mas" Firda memandang sayang pada suaminya.


"Aamiin" jawab Yugho.


"Kamu akan melanjutkan karir kamu diangkatan atau diluar angkatan Go?" Tanya Papa Firda.


"Aku akan melanjutkan karirku diluar angkatan Pah tetapi tidak akan meninggalkan kemiliteran aku. Walau dimiliter mungkin karir aku akan sangat lambat tapi tidak apa sesuai dengan konsekuensinya pah. Karena aku maupun Bos aku ingin tetap seperti itu. Jadi biar tetap ada dekingan militer walau aku berkarir diluar"


"Selamat...selamat ya Go,semoga kalian sukses" papa menepuk-nepuk punggung Yugho


"Sukses selalu adik ipar" goda Randi.


"Walau kamu lebih tua dari aku, tetap kamu harus manggil aku kakak ipar..hahhaa" Randi pun tertawa sambil menepuk-nepuk dadanya.


Yugho hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Papa bangga pada menantu-menantu papa. Ada yang dokter, ada yang kapten pilot. Tinggal Firda ini ingin menjadi apa sayang?kakakmu sudah menjadi dokter"


"Aku tetap ingin menjadi bisnis woman pah. Aku sudah merencanakan membuat tempat wisata anak-anak, kulineran, kafe, butik, tempat-tempat hangout anak muda resort. Semua konsep all in one in one place. Aku mau gandeng Alma sama Mitha sebagai pemilik modal dan untuk bekerja sama dengan mereka" Firda berkata dengan mata berbinar.


"Bagaimana ide ku kerenkan?" Tanyanya.


"Briliant" jawab papa


"Mas tidak setuju.Kamu akan sibuk dan jarang ada dirumah. Mas saja yang akan bekerja, kalaupun kamu mau usaha, cari usaha yang bisa dikerjakan dirumah juga Fir mas akan bukakan usaha yang kamu mau"


"Hmmm...mulaiii...kumaaattt posesif lagi takut amat ditinggal sama aku ya mas"


"Bukan begitu sayang, hanya mas tidak ingin jika mas pulang kerja kamu tidak ada dirumah.


"Fir...dengar apa kata suami kamu" papa coba mengingatkan Firda.


"Iyalah..iyalah....terserah kalian saja" Firda mengangkat bahunya sambil tersenyum kecut.


"Keluarga Pak Josh sangat harmonis dan anak saya tidak salah memilih calon istri. Berhubung semua sudah kita sepakati bersama sekarang saatnya saya dan keluarga undur diri jenk. Saya mohon pamit ya semua" mama Randi berpamitan pada semua orang disana dan langsung meninggalkan rumah keluarga Firda.


"Aahhh....lega akhirnya semua berjalan juga ya mah" ujar Suzil.


"Tidak oke ka, karena pernikahan kamu diundur. Seharusnya kamu yang terlebih dahulu menikah bukan dia" mama tetap saja menyudutkan Firda.


"Sudah kenapa sih mah.Aku kan sudah minta maaf, aku mesti gimana lagi sih biar mama maafin aku?" Firda berusaha menahan emosinya.


.


"Jangan salahkan Firda tante, ini semua salah aku jika tante masih kesal luapkan semuanya kepadaku. Aku siap menanggung semuanya tante" Yugho berusaha menenangkan Firda, dia tidak rela jika semua kesalahan dilimpahkan kepada istrinya.


"Tante mau tanya sama kamu, kapan kamu mengajak orang tua kamu untuk meminta anak tante dengan sah?" mama Erlin menatap wajah Yugho dengan seksama.


"Akan aku usahakan tante, tapi saya butuh waktu tan tidak bisa dadakan seperti yang tante mau" jawab Yugho.


"Mah...apa-apaan sih kamu, apa tidak ada yang bisa kamu urus lagi sehingga mengganggu Firda dan Yugho?" tanya papa Josh.


"Sudahlah pah, jangan bertengkar sama mama. Sebaiknya Fie sama mas Yu pamit aja mau pulang kerumah" ujar Firda.


"Jangan buru-buru pulang Fir, papa masih kangen sama kalian. Tinggallah disini sebentar lagi sayang" ujar papa memohon.


"Jika dia sudah mau pulang, biarkan saja tidak perlu ditahan-tahan pah" mama Erlin masih saja membuat kesal anaknya.


"Ya Allah untung hati aku buatan Tuhan jadi tidak gampang hancur walau sudah seringkali disakiti" Firda memandang mamanya sambil tersenyum dipaksa.


"Sudah sayang jangan diteruskan...ayo kita pamit. Pah, Mah, Suzil kami pamit dulu ya insya allah nanti kami main lagi kesini. Assalamualaikum" Yugho pun mohon pamit sambil menggandeng tangan Firda.


Firda mencium papanya,begitu ingin mencium mamanya, mama Erlin melengos dan langsung pergi.


"Kakak juga mau pergi seperti mama?" tanya Firda.


"Tidak Fir" jawabnya. Karena tidak enak hati akhirnya Suzil memeluk adiknya.


"bye Pah, bye kak"...papa menepuk-nepuk punggung Yugho, akhirnya mereka pun kembali pulang ke rumah.


"Maafkan mamaku ya mas" Firda menggenggam sebelah tangan suaminya dan menciumnya.


"Mas bisa memaklumi perasaan mama kamu sayang" ujar Yugho sambil mengusap-usap rambut Firda.


"Jangan ngomong-ngomong sayang deh mas, eneg aku dengarnya" Firda segera melepaskan tangan Yugho.


"Hahh!!..apa maksud kamu Fir?" tanya Yugho heran.


"Hah...hih...huh...pura-pura oon" Firda melirik sejenak ke arah Yugho.


"Ada apa lagi sayang? ngomong dong sama mas biar mas tau masalahnya apa" ujar Yugho sambil tetap fokus menyetir.


"Aku mau tanya mas, secinta apa kamu sama Firnie? dan ada hubungan apa kamu sama Pak Marcel?sepertinya kamu membencinya mas"


"Mengapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu Fir?mas kan sudah pernah cerita sama kamu, mas tidak punya hubungan apa-apa sayang"


"Kalau sudah tidak cinta kenapa masih menyimpan fotonya?albumnya?" Firda mulai tampak meluapkan emosinya.


"Astaghfirullah...kamu lihat album-album itu Fir?" tanya Yugho mulai kesal.


"Maaf mas belum sempat membuangnya" ujarnya lagi.


"Nggak usah dibuang mas, simpan aja namanya juga mantan terindah" Firda menjawab tanpa menoleh kearah Yugho.


"Sejak kapan mas kenal Pak Marcel?"


"Hhmmmm...mas lupa Fir" jawabnya singkat.


"Kenapa ada foto kalian bertiga?"


"Itu semua kisah masa lalu Fir, mas sudah lupa"


"Lupa atau pura-pura lupa? pantesan getol banget pengen ngasih nafas buatan untuknya, gak taunya sengaja ingin mengulang kisah yang lalu,"


"Fir....cukup Jangan diteruskan nanti yang ada kita bertengkar"


"Kamu kira aku takut mas, sekalian aja kita jadiin mumpung aku masih panas" sambil menautkan alisnya Firda memandang tajam ke arah suaminya.


"Apa mau kamu Fir?" Yugho segera menepikan mobilnya


"Aku ingin penjelasan sekarang juga mas"


"Penjelasan apa yang kamu inginkan?Firnie kah? Marcelkah?" tanya Yugho kembali.


"Semuanya" jawab Firda singkat.


"Baiklah mas akan bercerita semuanya"


***********


Firda berusaha menguatkan hati ingin mendengar kisah suaminya semoga kuat ya genkzz😥


Aduhh....pegel tangan aku sambil ngetik dijalanan untuk kalian😂


udah dulu ya genkzz besok lanjut lagi.


Mau istirahat dulu...bye...love you all😘😘