
Jordan menangis seperti anak kecil, hancur sudah semua harapan yang sudah dirangkainya. Istrinya sudah bercerai darinya dan dia sudah tidak akan bisa lagi untuk mengurungnya disangkar emasnya. Namun satu yang membuat dia menangis dan menjadikannya seperti orang terbodoh didunia yaitu video syurnya bersama istri sirinya itu. Sudah pasti Itu akan dijadikan senjata oleh lawan untuk melawannya. Bagaimana dia akan menghadapi dunianya saat ini. Hancur lebur sudah semuanya hanya penyesalan yang ada sekarang namun semua sudah tidak berarti lagi. Nasi sudah menjadi bubur. Shinta berusaha untuk menenangkannya dan terus berusaha untuk mengambil hatinya. Dia tidak rela melihat kehancuran suaminya semoga dengan kesabaran yang dia miliki suaminya bisa bangkit kembali dari keterpurukannya.
Pagi harinya Yugho bermaksud memberikan flasdish dan foto itu kepada Big Boss-nya namun dia mengurungkannya, mugkin siang adalah waktu yang tepat untuk memberikannya.Dia bertanya kepada Pak Tito tentang mood boss-nya hari ini Tito menjawab dengan memberikan jempolnya, begitu dia tahu boss-nya sedang dalam keadaan 'good' baru dia berani menghadapnya.
"Gimana Go hasilnya?" Tanya Daniel.
"Semua beres boss hanya saja ada sedikit masalah" jawab Yugho
"Masalah?masalah apa?" Tanya Daniel sambil menautkan kedua alisnya yang panjang itu.
Yugho segera memberikan amplop kecil itu. Daniel segera membukanya, betapa kagetnya dia melihat foto istrinya ada bersama Jordan. Dadanya seketika bergemuruh dia menatap Yugho dengan sangat tajam.
"Darimana kamu mendapatkan foto-foto ini?" Tanyanya dengan muka memerah menahan amarah.
"Anak buah saya mengambilnya dari tangan Jordan langsung boss" jawabnya.
"Shittt!! Daniel segera memaki dan mengeluarkan umpatan-umpatan kasar dalam bahasa inggris.
"Apa kita harus membereskan orang itu?"tanya Daniel kepada Yugho.
"Tidak perlu boss karena dia sudah hancur dengan sendirinya" jawab Yugho lalu Yugho memberikan flasdish itu kepada boss-nya dan dia langsung menghubungkannya dengan laptopnya. Ada senyum kepuasan terpancar dari wajahnya dia akan dengan mudah menundukkan Jordan.
"Keparat itu masih berniat mengejar istriku. Jaga istri dan anakku seketat mungkin jangan biarkan ada lalat yang menghinggapi mereka, kamu mengertikan maksudku?" Tanya Daniel
"Siap boss saya sudah laksanakan semuanya"
"Kenapa dia masih mengejar istriku? Apa kamu mengetahui motifnya?" Tanya Daniel lagi
"Dia terlalu terobsesi dengan nyonya boss, cintanya sudah mendarah daging" jawab Yugho
"Siala*"
Daniel menyenderkan bahunya di kursi. Dia tampak memijat-mijat keningnya.
"Dimana istriku sekarang?" Tanyanya
"Nyonya sedang pergi ke suatu tempat boss, sepertinya menuju mall" jawab Yugho
"Apakah Tohir yang mengantarnya?" Tanya Daniel lagi
Yugho menarik nafas dalam-dalam." Nyonya menyetir sendiri boss, dia pergi berdua dengan tuan muda Ziel" jawab Yugho
"Apa!" Daniel segera menggebrak meja
"Mengapa kalian biarkan istriku menyetir sendiri, apakah tidak ada orang dirumah itu?" Tanya Daniel mulai Murka.
"Tenang boss, nyonya yang bersikeras ingin membawa mobil sendiri, tetapi sudah ada 4 bodyguard yang mengawasinya. Mereka dibelakang dan didepan mobil nyonya boss" jawab Yugho.
Daniel dapat bernafas sedikit lebih lega sekarang.
"Awasi dia dan jangan sampai hilang waktu pengawasan walau hanya 1 menit, mengerti!!"
"Siap, laksanakan sir" jawab Yugho.
Tito segera memberitahu Daniel jadwal rapat hari ini bersama para Dewan Direksi.
"Apa bisa dicancel semua jadwalku hari?" Tanyanya pada Tito
"Maaf bos, rapat ini sudah tertunda dan kita tidak bisa menundanya lagi. Kita harus segera kesana"
Daniel mengucek-ngucek matanya lalu menopang tangannya dijanggutnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.
Dengan malas dia menyambar jasnya dan memakainya sambil berjalan menuju ruang rapat. Sebelum memasuki ruang rapat dia berbalik ke arah Yugho.
"Ingat awasi dia dan langsung beri aku kabar per-10 menit ok?"
"Oke sir" jawab Yugho cepat.
Alma mengajak anaknya menuju sebuah mall dan langsung masuk ke ruang ice skating. Dia mengajak Ziel bermain ice skating disana. Ziel sudah pandai bermain ice skating karena usianya sudah hampir 3 thn sekarang, mommy dan daddynya selalu mengajaknya kesana hampir setiap pekan.
(kurang lebih segitu ya, soalnya Mitha saja sudah lahiran, anaknya Firda dan Mitha selisih 4 bln.saat mereka bertemu dikafe Ziel sudah 1.5th Firda baru hamil 2 atau 3 bln gituðŸ¤)
Saat sedang asik bermain dengan anaknya tiba-tiba bahunya ditepuk seseorang, Alma langsung menoleh.
"Baaaa...wkwkwkwk" Firda mengagetkan Alma.
"Iihh...kok kamu lama sih sampainya Fir? Aku sudah setengah jam nunggu kamu tau" cibir Alma
"Biarin sengaja gue datang telat, gue tau elo mau latihankan dan mau nitipin sitampan sama gue, ga usah basa-basi loe sama gue" jawab Firda
"Dah sana latihan, ayo ganteng sama mami Firda. Duhh serasa punya anak bule gue" Firda terkekeh sendiri lalu dia mengambil tangan Ziel dan mengajaknya berputar ditempat ice skating itu.
Alma tertawa mendengar penuturan Firda.
"Tengkiu bawelku, jagain anak aku jangan sampai lecet ya Fir" Alma memperingati temannya.
"Lecet dikit gak apa-apa Al, ada asuransi ini. Kan hubbie loe udah ngasuransiin seluruh tubuh loe juga anak loe. Kuku loe lecet juga ada asuransinya...hahahha.." Firda tertawa melihat Alma membesarkan bola matanya saat menatapnya. Dan Alma siap-siap mencubit Firda namun sebelum itu terjadi dia buru-buru mengajak Ziel menjauh dari tempat latihan mommy-nya.
Dari lantai atas tampak seseorang sedang memperhatikan Alma dengan sangat intens, lalu senyum kecil terkembang diwajahnya.
Dia menuruni eskalator itu lalu melihat dari balik kaca. Pandangannya tak pernah lepas sedikitpun menatap Alma meliuk-liukkan tubuhnya saat sedang latihan menari di ice skating itu.
Sebenarnya Jordan ingin menghampiri Alma tetapi tiba-tiba dia mengurungkan niatnya, karena dia melihat Firda ada disana juga. Shinta segera menghampiri suaminya dan menariknya ke ruang ice skating itu namun Jordan menolaknya. Dia menyuruh Shinta bermain sendiri disana dan dia akan mengawasinya dari kaca (itu hanya akal-akalan Jordan saja, padahal dia hanya ingin berdiri disitu sambil memandangi Alma wanita yang paling dicintainya itu).
Dengan senang hati Shinta masuk ke ruang ice skating dan bermain disana sendiri.
Sebenarnya kepala Jordan masih pening dia stress memikirkan tentang video itu, berhubung Shinta mengajaknya keluar dengan tujuan untuk melupakan masalahnya sejenak. Maka jadilah dia pergi ke mall X itu siang ini".
Daniel sedang break meeting, iseng-iseng dia menelpon istrinya namun panggilannya tak pernah dijawab. Akhirnya dia menghubungi Yugho dan meminta kabar tentang istrinya. Daniel begitu kaget ketika diberitahu jika Jordan juga ada disana. Dia segera meletakkan kopinya lalu menghampiri Tito.
"Aku ada urusan mendadak lanjutkan meetingnya dan jangan lupa beritahu aku apa hasil dari rapat ini" lalu Daniel kembali keruangannya untuk mengambil kunci mobilnya.
"Bos...meeting kita hanya tinggal setengah jam lagi, sebaiknya anda segera kembali karena saya yakin Yugho akan menjaga nyonya boss" Tito berjalan terburu-buru menghampiri boss-nya yang sedang menuju parkiran kantor.
"Istriku lebih penting dari apapun, berhubung meeting hanya tinggal setengah jam lagi cepat gantikan aku disana dan jangan lupa poin-poin kesepakatan kita, aku berangkat" Daniel pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimum. Dia ingin segera sampai disana dan membawa pergi istrinya dari hadapan laki-laki sial*n itu.
Dengan tidak sabar dia mengendarai mobilnya untunglah sudah lewat jam makan siang sehingga kemacetan telah terurai dan dia bisa tiba disana secepat mungkin. Tanpa membuang waktu dia langsung menuju ruang ice skating dia membuka jasnya dan menggantinya dengan kaos santai. Dia menatap sekelilingnya mencari keberadaan Jordan dan benar saja, pria gila itu masih ada disana dan sedang menatap istrinya. Tanpa membuang waktu lagi, daniel langsung masuk ke arena ice skating. Dia menghampiri istrinya dan menarik tangan istrinya lalu memutar-mutar tubuh istrinya kemudian dia menangkap tubuh Alma langsung merangkum wajah Alma dan memberikan ciuman-ciuman kecil dibibir istrinya. Daniel sengaja melakukan itu dihadapan Jordan, seolah dia ingin mengatakan bahwa istrinya sangat mencintainya dan tidak akan mungkin berpaling darinya.
Alma kaget dengan kehadiran suaminya dia tidak menyangka Daniel menyusulnya. Ciuman-ciuman kecil dari suaminya membuatnya tersipu malu, untung saja couch ice skatingnya orang bule jadi apa yang Daniel lakukan padanya adalah hal yang biasa saja. Tanpa menoleh ke arah Jordan dia menggandeng tangan istrinya kemudian berseluncur berdua ke arah Ziel dan Firda.
Jordan terhenyak, pandangannya terpaku dan terus menyusuri kemana Alma dan Daniel berseluncur. Dia segera sadar, pasti Daniel sudah mengetahui keberadaan dirinya dan dengan terburu-buru dia pergi dari ruangan itu menuju kafe X dan menunggu Shinta disana.
******
Maaf jika banyak typo🤧😂
Horeee..mommy Alma sudah bisa nyetir sendiri
Ziel..kamu kok bisa ganteng begitu sih
siap-siap meluncur ta
Daddy.....tatapan matamu membuatku terhanyut 😌