
7 tahun kemudian
"Kids..ayo cepat bangun nanti kalian telat. Awas ya jangan sampai kalian dihukum lagi. Pokoknya mama gak mau dipanggil kesekolah lagi gara-gara ulah kalian mengerti" ucap Firda sambil membuka selimut anak-anaknya.
"Aku masih ngantuk mah" kata Celline
"Kepalaku pening mah" kata Keandra
"Jangan banyak drama kalian. Ini masih pagi ayo lekas bangun semua tanpa kecuali. Nanti bis kalian keburu datang. Ayo kiddos mandi...mandi...mandiiiii" teriak Firda kepada anak-anaknya.
Begitu mendengar suara mamanya yang seperti petasan itu kedua anak-anaknya langsung menyambar handuk dan berlari menuju kamar mandi.
"Kakak duluan dek...minggir kamu dikamar mandi mama saja sana" Celline
"Tidak mau..dedek mau mandi disini. Kakak saja ke kamar mama" Kean
"Nggak bisa....sana gak kamu" Celline menarik-narik tangan adiknya dan menyeretnya keluar dari kamar mandi dan langsung menutup pintu kamar mandi dengan kencang.
"Mamaaaa...kakak nakal aku ditarik sampai jatuh mah...huaaaa....mamaaa" teriak Kean
Firda berlari dari dapur menuju kamar anaknya itu.
"Ada apa sih Kean?"
"Huhuhu...aku diseret sama kakak sampai jatuh mah. Kepalaku sakit" Kean memegangi kepalanya itu.
"Celline..kamu apain adik kamu sih? Cepat buka pintunya" Firda nampak menggedor-gedor pintu itu.
"Aku sedang mandi mah jangan ganggu aku" teriak Celline
"Kean awas kamu nanti ya akan ada balasan untuk kebohongan kamu " ucap Celline tidak senang
"Dasar cupu bisanya mengancam...yeeee dasar kakak jelek" Kean mulai mengolok-olok kakaknya
"Ada apa ini ribut sekali kalian pagi-pagi sayang. Ayo Kean lekas mandi mobil jemputan setengah jam lagi datang" Yugho
"Aku mau mandi tapi ada kakak pah, aku diseret-seret sama kakak pah" adu Kean kepada papanya
"Nanti kakak papah cubit ya. Ayo Kean sekarang mandi dikamar mandi papa ya, kita balapan sama kakak siapa yang cepat nti sore akan papa ajak jalan-jalan" bujuk Yugho
"Oke pah...aku pasti menang" sahut Kean. Lalu Kean langsung menuju kamar mandi ayahnya dan langsung membersihkan badan sambil ditunggui dan disabuni oleh Yugho.
"Jangan lupa sikat gigi anak ganteng"
"Ho'oh pah" jawabnya singkat.
"Kiddos...cepat turun mama sudah buat sarapan untuk kalian. Lima menit kalian belum siap uang saku kalian hangus" ancam Firda
"Tunggu mah...aku sedang pakai baju" jawab Celline
"Sepatuku mana mah? Kenapa nggak ada"
"Sepatu kamu di rak sayang" jawab Firda
"Kok nggak ada sih mah. Mama mah kalo naro sepatu aku sembarangan" omel Kean
"Hellowww....siapa yang pakai sepatu sayang?"
"Aku" jawab Kean polos
"Terus kenapa mama yang kamu salahin Kean?"
"Kan mama mamanya aku, kan yang suka marahin aku karena naro sepatu sembarangan mama. Berarti mama lah yang harus disalahin"
"Tetap kamulah yang disalahin karena kamu sembarangan meletakkan sepatu. Tapi kalau kemaren mama nggak lihat sepatu kamu Kean"
"Ya sudah aku tidak sekolah saja kalau begitu karena tidak ada sepatu" Kean langsung manyun dan bersedekap dada.
"Ya ampun anak ini kalau pagi bikin mamanya mumet terus sih. Mau kamu apa sih Kean? Cepat pakai sepatu yang lain" omel mamanya
"Tidak mau" Kean bersikeras
"Papah...lihat tuh anak kesayanganmu ngeyel banget dibilangin mamanya. Dia ngambek nggak mau kesekolah karena sepatunya tidak ada" Firda berteriak mengadukan Kean kepada ayahnya. Yugho yang sedang sarapan bersama Celline mau tidak mau bangkit dari duduknya dan menghampiri anaknya.
"Kean...Kean masih punya sepatu yang lainkan? Ayo kita pakai sepatu yang lain sayang" Yugho bergegas mengambil sepatu anaknya itu. Dengan tampang cemberut Kean menggelengkan kepalanya.
"Aku nggak mau kesekolah papah kalau tidak pakai sepatu itu" rengek Kean.
"Baiklah kalau kamu tidak mau kesekolah hari ini tapi kamu harus mencari sepatumu sampai ketemu ya dan besok tidak ada alasan lagi untuk tidak pergi kesekolah mengerti?" Yugho berkata dengan tegas kepada anaknya.
"Oke papa hari ini aku libur" Kean lalu langsung mengambil sarapannya dan memakannya dengan riang hati.
"Enak banget kamu tidak sekolah Kean. Cepat pakai sepatumu" omel Celline
"Sepatuku hilang kak jadi aku boleh libur hari ini kata ayah"
"Mana bisa kaya gitu. Aku akan membuatmu berangkat kesekolah" Celline kemudian bangkit dari kursi makannya dan mengambil sepatu Kean.
"Pasti kakak yang ngumpetin sepatu aku mah. Kemaren dia marah sama aku bonekanya aku buang"
"Kakak kebiasaannya suka ngumpetin barang-barang adik. Lain kali tidak boleh begitu ya kak" Firda menegur pelan anak gadisnya itu.
"Aku tidak suka mah, kata kakak barbie cewek itu kakak dan barbie cowok itu Ziel mah. Kakak mau pacaran sama Ziel katanya" Kean membuka rahasia kakaknya dan Celline langsung menjambak rambut adiknya.
"Awww....sakit kak" bentar Kean
"Berisik kamu tau nggak, minta kakak tampol ya?" ujar Celline galak
"Celline...papah tidak suka melihat kamu kasar kepada adikmu. Jangan melakukan hal seperti itu lagi apalagi dihadapan papa. Mengerti sayang?"
"Pah...dia juga sering jambakkin rambut aku kemaren sampai rontok rambutku 8 lembar" protes Celline.
"Kalian diam semua cepat diminum susunya mobil jemputan sudah menunggu. Ayo cepat...cepat..CEPAAATTT" teriak mamanya.
Celline dan Kean buru-buru meminum susunya kemudian dia pamit kepada mama dan papanya.
"Uang jajan ada ditempat pinsil kalian. Nanti jam 10 mama kirim makan siang kalian. Jangan jajan sembarangan dikantin oke. Jangan beli minuman bersoda dan jangan..." belum selesai Firda berbicara anak-anaknya sudah kabur duluan memasuki mobil jemputannya.
"Hei...hei....kiddos mama belum selesai berbicara" Firda bertolak pinggang melihat anak-anaknya sementara Yugho melambai-lambaikan tangannya kepada mereka.
"Lihat tuh anak-anakmu pah, kalau mama ngomong pasti dicuekin coba kalau papa yang ngomong mereka dengerin huh...kadang aku kesel sama anak-anak pah" Firda membuang serbetnya ke lantai kemudian mengambilnya kembali.
"Makanya kamu jangan terlalu bawel mah mereka sudah besar sudah bisa menilai sayang" Yugho merendeng tangan istrinya yang selalu menggunakan daster dipagi hari itu dengan clemeknya apronnya.
"Gimana aku nggak bawel pah. Kalau pagi aku mesti seriosa dulu bangunin mereka. Kalau aku sudah keluar suara cemprengku baru mereka langsung bangun dan rebutan masuk ke kamar mandi. Salah satu pasti ada yang nangis. Bikin aku kesel kan aku lagi sibuk buat bikin sarapan kalian. Papah juga sih suka manjain mereka lihat tuh sekarang dua-duanya keras kepala. Nggak yang besar nggak yang kecil bikin mumet saja. Mereka sekolah aku tenang nanti jam 4 sore kalau kakaknya sudah pulang sekolah drama baru dimulai lagi" Firda menepuk-nepuk jidatnya.
"Jangan salahkan mereka mah" ucap Yugho sambil menyuapi istrinya.
"Mereka keras kepala itu turunan dari sifat kamu sayang"
"Enak aja papah kalau ngomong. Bukan karena aku tapi karena kamu selalu memanjakan mereka" omel Firda pada suaminya.
"Aku bukan memanjakan mereka sayang aku hanya mengapresiasikan setiap keberhasilan mereka walaupun hanya lewat pujian"
"Kamu pintar pah mengambil hati mereka makanya mereka semua menurut sama kamu" ucap Firda sambil memotong buah mangga.
"Sudah jangan bawel, cepat habiskan mangganya" Yugho kembali memasukkan mangga yang baru dipotong istrinya kedalam mulut Firda. Kemudian dia melihat jam tangannya lalu langsung menghabiskan kopinya.
"Sayang....papah berangkat ya..cup..cup" dia mengecupi kening istrinya lalu beranjak menuju garasi mobilnya.
"Tunggu pah" teriak Firda
"Apalagi mah?"
Firda tidak menjawab namun dia langsung memeluk suaminya dan membungkam bibir suami tercintanya itu. Ciuman yang sangat panjang dipagi hari.
"Cup..cup..cup...i love you papa"
"I love you too mamah Kean. Papa berangkat sayang bilang sama anak-anak nanti malam papa mau ajak mereka jalan-jalan makan baso diwarung mang karjo hehehe"
"Huhhh....aku kira ngajakin kemana pah, ternyata cuma ke mang Karjo yaeellaahh...itu mah jalan kaki juga nyampe" sungut Firda.
"Hehehe....kan papa bilang mau ngajak jalan mah bukan naik mobil" ledek Yugho
"Iya...iya deh terserah papa Celline ajalah. Bye papa kerja yang bener pah matanya disimpen kalau ada yang bening-bening lewat. Papa macam-macam aku turunkan anak-anak buat menghajarmu wkwkkwkw"
"Oke sayang bye" Yughopun segera memasuki mobilnya kemudian melajukan mobilnya menuju kantornya.
Firda kembali memasuki rumahnya dan mulai mengurusi bisnis online-nya.
********
Genks aku akan kasih kalian 5 bonchap tapi boleh ya aku bikin Daniel-Alma lagi. Visual sama nama beda dikit๐๐
Nextnya baru deh miss rusuh season 2 kisah percintaan anak-anak mereka๐คญ
Mumpung otor kecehku mengizinkan membolehkan aku bikin kisah lain mereka genks ๐ aku terima deh kalian bilang aku kurang ide, kurang kreatif atau apalah yang penting bisa nulis Daniel-alma aku๐. Ingat ini Daniel-Alma aku pasti beda karakternya dengan daddy Niel Erka. Daddy Niel Erka cinta pertama dan terakhirku akupun tidak mau merusak image-nya makanya aku ubah dikit namanya.
๐๐"mode maksa on"
Mungkin ini penampakkan season duanya kali ya๐ (tapi sayang belum ada ide kisah mereka masih buntu....pliss jangan minta kisah mereka dulu)
SEBUAH RASA
Celline Evangelista adalah seorang gadis manis dan pintar, dia merupakan sahabat baik Earlyn hal ini dikarenakan ibu mereka bersahabat sejak mereka belum lahir maka secara otomatis mereka bersahabat sedari kecil.
Abraham Brisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel adalah sahabat kecil mereka juga. Namun ketika lulus sekolah Ziel lebih memilih kuliah di Harvard University sehingga persahabatan mereka pun harus terputus karena jarak. Tetapi walau begitu terkadang mereka masih suka berkirim kabar lewat sosmed atau pun lewat internet. Tanpa sepengetahuan Ziel antara Celline dan Earlyn memendam sebuah rasa yang sama pada orang yang sama. Akankah Ziel memilih salah satu diantara mereka?atau memilih yang lain? Entahlah.๐