
Selesai berfoto dan saling melum*t bibir, Yugho pun mohon pamit pada Firda.
Yugho menciumi perut Firda yang datar.
"Ayah pulang dulu ya sayang...cup..cup...cup"
Firda tertawa sendiri melihat kelakuan Yugho.
"Apa-apaan sih mas...memangnya aku hamil hihihi" sambil terus tertawa.
"Loh, bukannya tadi kamu bilang sedang hamil anak aku" ujar Yugho sambil tersenyum.
"Kamu aja belum apa-apain aku, mana bisa aku hamil mas" ujarnya sambil tertawa lagi. "Itukan hanya alasan aku saja mas biar direstuin mama dan papa tetapi malah..." firda menggantung ucapannya.
"Malah apa sayang?" Tanya Yugho.
"Malah kita babak belur begini hehehe...maafin aku ya mas" pintanya. Firda menangkup wajah Yugho dan menelusurinya dengan jemari lembutnya. Menyentuh alisnya dengan ibu jarinya, hidungnya, mengusap matanya dan menelusuri lekuk bibirnya.
Yugho yang mendapat perlakuan seperti itu tersenyum lembut.
"Ternyata kamulah wanita yang selama ini aku cari. Wanita yang kuat pendiriannya, sedikit alay, bukan sedikit tetapi memang alay namun tetap baik walaupun sedikit keras kepala. Semoga kedepannya hubungan kita terus lancar dan aku akan buktikan kepada mama mu bahwa aku benar-benar bisa menghidupimu dan menamatkan kuliahmu" bisik Yugho dalam hati
"Sudah puas memandangi wajah mas Fir? Tanya Yugho lalu menggenggam tangan Firda seraya menciumnya.
"Aku ikut mas ke apartemen" rengek Firda.
"Jangan sayang, kamu disini saja biar nanti Tanti yang akan mendandanimu". Yugho diam dan menatap Firda dalam-dalam.
Fir, apa kamu yakin tidak akan menyesal menikah denganku?tidak ada pesta mewah, tidak ada orang tua, tidak ada lamaran. Mas kawin hanya cincin dan seperangkat alat sholat? Apa kamu yakin akan menerima itu semua tanpa ada penyesalan nantinya? Tanya Yugho sambil menunduk sedih.
Yaa..Yugho pantas saja bersedih saat ini. Karena Saat yang mana begitu dinanti-nanti setiap orang dan dirayakan dengan kemeriahan dan suka cita tetapi dia akan menikahi gadis pujaan hatinya itu tanpa pesta, tanpa kemeriahan apalagi restu dari orang tua. Sebenarnya dia tidak ingin pernikahannya hanya sesederhana ini tetapi mungkin inilah jalan yang harus mereka lewati.
"Aku sudah memilih jalanku mas dan aku tidak akan menyesalinya. Kita akan selalu bersama dan tidak boleh saling menyakiti baik fisik ataupun psikis. Aku akan terima semua ini apa adanya mas dan aku tidak akan menyesal" Firda menjawab dengan penuh keyakinan.
Yugho yang mendengar jawaban Firda menjadi terharu dan langsung memeluknya erat.
"Terima kasih sayang sudah mau menerimaku apa adanya"
Mereka berpelukan erat seolah tak mau dipisahkan lagi. Akhirnya Yugho pamit pulang dan dia kembali ke apartemennya.
Yugho mengendarai mobilnya dengan hati yang waswas. Dia tahu dia sudah membuat kerusuhan diacara pertunangannya. Dia segera mengambil ponselnya dan mengaktifkannya kembali. Dan benar saja banyak panggilan masuk ke dalam handphone-nya bukan lagi puluhan mungkin sudah ratusan panggilan yang tak terjawab.
"Maafkan aku atas semuanya ini, namun inilah jalan yang harus aku tempuh. Aku pasti datang kepadamu ayah. Dan Firnie semoga kamu segera mendapatkan pasangan yang baik untukmu" bisiknya dalam hati. Lalu Yugho mulai memblokir beberapa nomor telpon termasuk nomor ayahnya dan Firnie.
Diapun melajukan mobilnya menuju apartemennya.
Begitu tiba di apartemen Firnie sudah menunggunya didepan pintu. Dengan dandanan yang acak-acakkan dan mata sembab dia menunggu kedatangan Yugho.
"Apa yang kamu lakukan disini Firnie?" Tanya Yugho kaget melihat keadaannya.
"Aku sudah menunggumu dari siang disini, katakan kenapa kau meninggalkanku diacara pertunangan kita?dimana Pelac*r kecil itu kau sembunyikan?cepat katakan padaku kak" teriaknya.
Yugho segera membuka pintu apartemen dan masuk ke dalamnya diikuti oleh Firnie.
Dengan kasar Firnie menarik Yugho dan langsung memeluknya.
Yugho berusaha melepaskan pelukan Firnie.
"Dengar Firnie aku ingin menyudahi semua ini dan aku minta maaf kepadamu atas semua yang terjadi padamu. Aku harus berdiri dengan kedua kakiku dan tidak mau terbelenggu lagi dengan masa laluku. Bukannya aku tak tahu diri tapi ini soal hati. Sudah saatnya aku ingin merdeka dan meraih kebebasanku" Yugho berusaha memberikan pengertian kepada Firnie.
"Tidaaakkk....tidaakkkk....dan tidaakkkk. Jika harus seperti ini lebih baik kamu yang mati kak bukan ayahku..huhuhu" lalu Firnie segera melempari Yugho dengan semua barang yang bisa diraihnya.
"Praak" botol minyak wangipun melayang ke arah Yugho dan mengenai pelipisnya. Darahpun mulai mengucur dari pelipisnya.
Melihat keadaan seperti itu bukannya malah sadar tetapi Firnie semakin menggila.
"Matilah kamu kak....matilah....agar tak ada yang bisa memilikimu. Jika aku tak bisa memilikimu maka dia juga tidak pantas memilikimu".
Keadaan apartemen Yugho kacau balau saat ini. Semua benda berserakan dilantai semua.
Firnie pun mulai menangis histeris. Yugho berusaha menenangkan Firnie sebisa mungkin.
Dia mendekati Firnie dan segera memberinya air minum.
"Kamu pulanglah sekarang, kamu harus istirahat, besok aku akan menemuimu"
"Tidak mau....aku tau kakak pasti akan meninggalkanku. Aku ingin selalu disini bersamamu. Aku adalah tunanganmu dan aku tidak akan pergi dari sini. Tidak akan kak" lalu Firnie menghambur kedalam pelukan Yugho.
"Kamu adalah wanita hebat Firnie jangan lakukan hal seperti ini. Nanti akan mencemari keanggunanmu sebagai seorang wanita.Lepaskan aku dan tenangkanlah dirimu" Yugho berusaha sehalus mungkin meredam kemarahan Firnie.
"Aku antar kamu pulang ya sekarang" Yugho menawarkan diri untuk mengantar Firnie. Dan Firnie pun menggelengkan kepalanya.
"Sudah kukatakan aku akan tinggal disini mulai saat ini kak,aku tidak mau kemana-mana" ujar Firnie bersikeras.
"Dengar Fir kakak besok ada tugas pagi-pagi sekali dan kakak ingin istirahat malam ini. Aku tidak ingin semuanya jadi kacau besok. Kalau kamu ingin tetap disini silahkan aku akan pergi sekarang juga" jawab Yugho.
"Kak jawab satu hal, apa benar kamu mencintai Firda?"
"Jangan tanyakan hal itu sekarang. Saat ini bukanlah waktu yang tepat un tuk membicarakan itu. Aku harus mengurus karirku Fir"
Setelah berkata demikian Yugho masuk ke dalam kamarnya dan tampak membereskan beberapa pakaiannya lalu memasukkannya ke dalam koper.
"Apa kakak akan pergi lagi?" Tanya Firnie.
"Hemmmm..terserah kamu mau disini atau mau pulang" jawab Yugho.
Lalu Yugho keluar membawa kopernya.
"Baiklah aku akan pulang kak asal kakak yang akan mengantar aku" jawab Firnie
"Cepatlah aku sudah tidak punya waktu lagi Fir" lalu Yugho segera turun dari apartemennya dan langsung menuju parkiran mobil.
Firnie pun segera masuk ke dalam mobil Yugho.
"Berjanjilah besok kakak akan menjelaskan semuanya kepada keluargaku"
"Baiklah besok aku akan menjelaskan semuanya kepada keluargamu juga keluargaku. Sekarang kamu diamlah, biarkan aku fokus untuk menyetir kali ini" pinta Yugho.
"Baiklah kak Yugho tercinta, aku akan menunggumu besok. Tapi tunangan kita tidak batalkan kak?" tanyanya.
"Sudah kukatakan aku ingin fokus menyetir Firnie" jawab Yugho sedikit kesal.
Lalu Firnie merebahkan kepalanya di bahu Yugho.
Yugho pun mengantarkan Firnie kembali kerumahnya.
"Fir...maaf aku tidak bisa mampir sekarang, besok aku akan kesana, masuklah kamu sekarang ke dalam rumah" perintah Yugho.
"Cium aku kak maka aku akan langsung masuk ke dalam rumah" pintanya.
Lalu Yugho pun mencium keningnya...'cup'.. masuklah sana.
Yugho langsung melajukan mobilnya ke arah rumahnya.
"Aku harus menyiapkan untuk acara besok, semoga tidak ada halangan untuk acara kami besok ya Tuhan" doanya.
Begitu sampai rumahnya dia pun merapikan segala sesuatunya untuk acara besok setelah itu dia beristirahat dan tak lupa memasang alarm supaya tidak telat ke acara pernikahannya.
pagi pun tiba dan hari yang dinanti-nanti pun tiba. Pagi-pagi sekali Firda sudah dibangunkan dan segera disuruh membersihkan diri sebelum akhirnya dirias oleh Tanti anak perempuan Bu Mirna. Firda mencari-cari handphone-nya namun tidak menemukannya dimanapun.
"Tenang Fir, nanti juga datang mas Yugho. Wah kamu termasuk wanita yang beruntung loh bisa menikahinya"
"Ahh biasa saja mba, suamiku cuma seorang bodyguard sahabat karibku. Aku kenal mas Yugho saat main kerumahnya akhirnya aku tanya siapa cowok ganteng itu..eeh ternyata bodyguard teman aku mba...hehehe" Firda menceritakan awal pertemuannya dengan Yugho kepada Tanti.
"Jadi kamu tidak tau siapa mas Yugho itu?tanya Tanti penasaran.
"Memang siapa mba? aku taunya suamiku seorang bodyguard itu saja" Firda menjawab dengan polos.
"Lagipula aku nggak mau tanya mendetil mba takut gak enak hati mas Yugho-nya"
Tanti hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Firda.
"Kamu itu kacau juga ya kalau sudah jatuh cinta. Gak mau tanya mendetil, gimana kalau kamu pada akhirnya menikahi lelaki brengsek Fir? tanyanya.
"Hehehe...tapi mas Yugho bukan lelaki brengsek kan mba?"
"Bukanlah nanti juga kamu akan tau sendiri. Okey selesai riasannya, flawless saja ya make up nya. Biar semakin bercahaya aura kamu Fir"
"Terserah mba, aku pasrah aja tapi bikin aku cantik ya mba, biar mas Yugho makin cinta sama aku"
"Kamu itu sudah cantik dari dalam Firda, walau polos tanpa make up pun kamu tetap cantik"
Tiba-tiba Bu Mirna datang dan menghampiri Firda.
"Ayo nduk penghulunya sudah datang, kamu sudah siapkan nduk?"
"iya bu....saya sudah siap" jawab Firda.
"Waaah..kamu cantik sekali nduk, pintar juga Yugho mencari calon istri"
Mendapat pujian seperti itu Firda tersenyum senang.
"Terima kasih bu" katanya.
Lalu Bu Mirna menggandeng tangan Firda menuju ruang tamu dan mendudukkannya di hadapan penghulu.
"Mana pengantin prianya?" tanya pak penghulu itu.
"Masih dalam perjalanan Pak" jawab Pak Tarto.
"Baiklah kita tunda setengah jam lagi ijab kabulnya"
Mendengar kata ditunda Firda mendadak ketakutan. Dia takut jika Yugho tak datang. Dia takut jika Yugho membohonginya. Dan dia hampir menangis.
Tak lama kemudian seorang pria gagah dengan rambut cepaknya dan menggunakan seragam kebesarannya lengkap dengan pangkatnya memasuki ruangan tersebut setelah memberi salam langsung duduk disebelah Firda.
Firda tampak melongo melihat pria tampan tersebut. Yugho langsung membuka kacamatanya dan tersenyum menawan.
Dia terkejut dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
"Mas ini kamu beneran" sambil membolak-balikan wajah Yugho.
"Sssttt....sebaiknya kita mulai acaranya,nanti saja kagetnya oke?"
Firda langsung senyum-senyum sendiri dan terus saja menatap ke arah Yugho.
"Apakah semua saksi sudah kumplit?saya sudah menyiapkan berkas-berkasnya.
"SIAP" jawabnya beberapa orang bersamaan.
"Baiklah sudah siap semua, bagaimana calon penganten sudah siap?"
"Ya....saya sudah siap" jawab Yugho
"Baiklah saya juga akan mewakili pihak perempuan sebagai wali nikah.
"Mana saksinya?"
"Saya Pak... saya Komandan di kesatuannya jawab Pak Tarto.
"Baiklah Jika sudah siap semua maka acara akan segera kita mulai.
Pak Penghulu memberikan nasehat kepada pasangan pengantin tersebut. Setelah itu proses ijab kabul segera dilakukan. Pak penghulu segera menjabat tangan Yugho.
"Saya Nikahkan engkau Yugho Andreas Pratama bin Sofian dengan ananda Firda Angelina binti Joshua Marley dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin kawin berlian seberat 20 gram di bayar TUNAI"
"Saya terima nikah dan kawinnya Firda Angelina binti Joshua Marley dengan mas kawin tersebut di bayar TUNAI" Yugho menjawab dengan tegas.
"Bagaimana saksi sah?"
"SAH" para saksi dan beberapa orang disekitanya menjawab bersamaan.
"Alhamdulillah. Barakallahu laka wa bara ka alaika wa jama'a bainakuma fiil khairin.
"Aamiin"
***********
Alhamdulillah akhirnya nikah juga Fir-Go🤗
Semoga samawa ya Fir🤗
Firda di cepetin nikahnya soalnya nunggu 4 tahun kelamaan takut Yugho keburu diambil Firnie😂
gak apa-apa ya agak melenceng dari DA.
Apa habis ini mereka dipisahin lagi dan baru ketemu lagi 4 thn kemudian😂.
samawa ya Fir-Go🤗