Miss Rusuh

Miss Rusuh
Rencana Orang Tua Yugho



Yugho menjalankan mobilnya menuju Omni Hospital. Wajah lelah dan tegang tampak di wajah tampannya. Dengan kecepatan penuh dia menyetir mobilnya.Hampir beberapa kali mobilnya tersenggol mobil lain. Banyak umpatan kasar yang diarahkan padanya namun dia mengabaikannya. Dia tetap mengendarai mobilnya seperti orang gila dan tak lupa asap rokok dihembuskannya tiada henti. Hanya dalam kurun waktu 30 menit dia sudah mencapai parkiran mobil di salah satu Rumah Sakit daerah Serpong.


Tatapan kesal dan penuh kebencian terlihat dari matanya. Sebenarnya dia enggan keluar dari mobilnya. dia merebahkan tubuhnya dan menutup matanya memikirkan kata-kata kasar yang terpaksa dikeluarkannya kepada orang yang paling disayanginya. Yugho merasa menjadi orang yang paling jahat di dunia. Bagaimana mungkin dia bisa mengatakan hal yang paling keji kepada Firda. Memikirkan Firda membuat kepalanya sakit, bukan hanya kepalanya tetapi hatinya juga sakit. Ingin rasanya dia menghancurkan semua yang ada dihadapannya dan mengubah jalan hidupnya namun semua hanya sia-sia. Semua tidak akan berubah dan dia harus menjalani takdirnya yang sangat mengenaskan. Andaikan dia menutup matanya saat ini rasanya dia tidak ingin membuka kembali matanya, dia ingin tidur dalam waktu yang sangat panjang bahkan berharap agar tidak dapat membuka matanya kembali.


"I wanna lay you down in the bed of roses, for tonight i sleep on a bed of nails, i want to be just as close as, the holy ghost is lay you down in the bed of roses"


Bunyi ponsel Yugho berdering terus menerus. Menghamburkan segala lamunannya dan dengan malas akhirnya dia mengambil dan membuka ponselnya.


"Iya bu...aku sudah ada di parkiran sebentar lagi menuju kesana". lalu dia mematikan ponselnya. Mengusap wajahnya dengan kedua tangannya memandang lurus kedepan dan akhirnya dia membuka pintu mobilnya lalu berjalan keluar dan tak lupa menutup pintu mobilnya dengan kakinya.


Dengan tergesa-gesa dia pergi menuju ruang rawat inap pasien. Dan tak berapa lama dia pun sampai di ruang bercat hijau dengan tulisan VIP.


"Ceklek"...bunyi pintu dibuka.


Dia memasuki ruangan pasien dan menghampiri seorang wanita paruh baya.Yugho pun memeluk wanita itu dan mencium tangannya.


"Bagaimana keadaan ayah bu?" Tanyanya.


"Ayah mu sudah lewat masa kritisnya. Firnie menjaga ayah kamu dari semalam Go. Dia juga yang membawa ayahmu kemari. Jangan menentang ayahmu lagi nak, ibu tidak mau terjadi sesuatu dengan ayahmu lagi" Yugho nampak manggut-manggut mendengar penuturan ibunya.


"Temui ayahmu sekarang nak. Firnie ada disana baik-baiklah padanya nak"


"Dia wanita yang baik jangan kamu sia-sia kan dia lagi. Diapun yang menyuapi makan ayah kamu mengurusnya tiada henti. Dia bolos kerja demi menjaga ayah mertuanya. Seharusnya kamu bahagia memiliki wanita berhati mulia yang sangat perhatian dan sayang kepada ayah dan ibu mertuanya" Ibu Yugho menepuk-nepuk punggung tangan anaknya dan menepuk-nepuk pipi anaknya dengan lembut.


Lalu ibu Yugho menarik tangan anaknya dan membawanya pergi menemui ayahnya.


"Ayah...gimana keadaan ayah?sudah lebih baik kah?" Yugho menghampiri ayahnya serta mencium tangannya. "Kamu sudah pulang Go. Bagaimana dengan wanita itu?" Tanya ayahnya.


"Aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengannya yah. Kami sudah putus". Yugho merasa tercekat mulutnya saat mengatakan putus hubungannya dengan Firda.


Ayah Yugho nampak tersenyum bahagia. Dia pun langsung melihat ke arah Firnie seraya mengambil tangan Firnie dan menyatukannya dengan tangan Yugho. Tampak wajah Firnie dengan mata berbinar-binar bahagia.


"Sebaiknya kalian segera melangsungkan pernikahan.Ingat umur kalian sudah tidak muda lagi" ujar ayah Yugho.


"Saya mah terserah kak Yugho saja yah" ujar Firnie.


"Bagaimana dengan kamu Go?" Tanya ayahnya.


"Aku belum ada niatan untuk menikah yah. Masih banyak yang harus kulakukan saat ini. Jika sudah saatnya menikah maka akupun tidak akan menundanya lagi yah" ujar Yugho.


"Paling tidak kamu harus memberi ikatan kepada Firnie Go, dia sudah begitu lama menunggumu. Dan umur Firnie pun sudah waktunya memasuki biduk rumah tangga Go. Pikirkan itu baik-baik. Ingat hidupnya ada di tanganmu nak. Dia menjadi tanggung jawabmu. Sudah saatnya memberikan nama pada hubungan kalian".


Ibu Yugho menghampiri anaknya dan meyakinkan anaknya.


"Percayalah Go, Firnie adalah yang terbaik untukmu. Kalau kamu tidak bisa menikah saat ini paling tidak kalian bertunangan terlebih dahulu. Bagaimana Pak?" Tanya Ibu Yugho kepada suaminya.


"Saya setuju bu, bagaimana dengan kamu Firnie?" Tanya ayah Yugho.


Dengan mata berkaca-kaca Firnie memeluk ayah Yugho sambil menangis.


"Hu...hu....hu...saya terserah ayah saja.Kalau kakak Yugho mau bertunangan dulu saya juga tidak masalah yah. Tapi ayah sebaiknya tanya kak Yugho terlebih dahulu. Apakah dia ikhlas mau bertunangan dengan saya. Karena setahu saya kak Yugho sudah memiliki kekasih yang masih sangat muda. Dan kakak sangat mencintainya yah" ujar Firnie.


"Dengar nak tidak ada wanita yang pantas untuk mendampinginya selain dirimu. Ayah tidak akan pernah mengijinkan wanita manapun untuk mendampinginya. Yugho adalah milikmu sekarang dan selamanya"


Firnie nampak melambung tinggi begitu mengetahui ayah dan ibunya Yugho berada dipihaknya dan mendukung pertunangannya. Firnie yakin jika saat ini dan selamanya hanya dialah yang dapat memiliki Yugho. Dan sepertinya dia sudah menang karena Yugho sudah menendang Firda dari hidupnya.


"Jika bapak sudah keluar dari rumah sakit maka kami akan mengunjungi pamanmu Firnie untuk memintamu menjadi pasangan anak kami".


"Tidak apa-apa nak.Kami yang akan pergi menemui pamannya Firnie dan akan memintanya untuk mendampingi kamu nak". Ujar Ayah Yugho.


Yugho melirik tajam ke arah Firnie seolah mengatakan agar Firnie menolak usul ayahnya agar mereka tidak terburu-buru untuk bertunangan.


Namun Firnie nampak pura-pura bodoh dan tidak mengindahkan tatapan Yugho.


"Firnie dan keluarga dengan senang hati akan menunggu kedatangan ayah dan ibu. Firnie akan bilang ke paman semua niat baik ibu dan ayah".


"Kakak sudah datang sebaiknya aku pamit dulu pada kalian.Mungkin banyak yang akan kalian bicarakan nanti. Ayah, ibu, kak Yugho aku pamit dulu ya".


Dengan santun Firnie berpamitan kepada orang tua Yugho.Dia mencium tangan ayah Yugho dan ibu Yugho. Ibu Yugho memeluknya dengan erat dan mencium keningnya.


"Kamu antar Firnie pulang nak. Jangan biarkan dia pulang sendirian. Dia calon istri kamu, kamu harus menjaganya mulai saat ini. Ayah tidak akan pernah memaafkan kamu jika sesuatu terjadi padanya".


Ayah Yugho mengerakkan tangannya seolah menyuruh Yugho agar dia segera pergi dan mengantar Firnie pulang.


Mau tidak mau akhirnya Yugho terpaksa mengantarkan Firnie. Mereka berjalan keluar dari ruangan VIP. Tanpa sepatah katapun Yugho berjalan mendahului Firnie.


"Kak tunggu aku" Firnie pun mempercepat langkah kakinya mensejajarkan dengan langkah Yugho. Dia menarik tangan Yugho dan menggenggamnya.


Yugho segera melepaskan cekalan tangan Firnie tanpa menoleh.


"Ini bukan mau ku kak, ini kemauan ayah dan ibu kamu. Aku sudah mengatakan bahwa kakak sudah memiliki gadis lain yang sangat kakak cintai. Namun mereka menolaknya. Karena aku sangat mencintai kakak makanya aku tak kuasa saat orang tua kakak memintaku untuk segera menikah denganmu. Apa ada yang salah denganku kak?" Tanya Firnie sambil menarik tangan Yugho agar menghadapnya.


"Tentu saja kamu salah. Puas kamu melihat hubunganku hancur dengannya. Selalu saja melibatkan orang tuaku dalam urusan percintaanku. Ini bukan yang pertama kamu lakukan padaku. Aku tidak suka orang tua ku mencampuri urusan pribadiku. Atas dasar apa kamu menceritakan hubunganku dengannya. Sudah berkali- kali ku katakan aku tidak mencintaimu dan kamu tidak akan bahagia hidup denganku".


"Aku akan menunggu kamu kak sampai kamu bisa mencintaiku" Firnie mengambil tangan Yugho dan menggenggamnya.


"Lepaskan tanganku, aku akan mengantarkanmu sekarang" Yugho menarik tangannya dan berjalan menuju parkiran mobil.


Firnie mengambil tissue dari dalam tasnya dan dia mulai menangis.


"Jangan membuat ke bertambah marah Fir, hapus air matamu aku tidak suka melihatnya. Ingat ini ditempat umum jangan berlaga aku menganiaya kamu" Yugho menoleh sebentar ke arah Firnie dan berjalan kembali.


"Huhuhh...kamu benar-benar keterlaluan kepadaku kak, apa kamu tidak bisa berbaik hati sedikit saja kepadaku?aku dan hanya aku yang tahan menghadapi semua tingkah lakumu kak".


"Apa sih yang kamu harapkan dari wanita manja seperti dia kak?apa kelebihannya yang bisa kamu banggakan, dia hanya akan menyusahkanmu saja dengan sikap manjanya". ujar Firnie sambil berurai air mata.


Yugho membukakan pintu mobil untuk Firnie dan menunggu Firnie masuk ke dalamnya.


"Tau apa kamu tentangnya dan aku hanya tau satu hal bahwa aku sangat mencintainya dan karena kamu aku harus membuatnya dia membenciku. Itu semua karena kelicikanmu yang selalu menyeret orangtuaku ke dalam hubungan pribadiku" lalu Yugho menutup kembali pintu penumpang dengan kencang setelah Firnie masuk dan Firnie tampak terkejut namun dia segera menenangkan diri mengambil sapu tangan untuk mengusap air matanya.


*************


Sebenarnya aku tidak suka sama Firnie tapi dia pintar mengambil dan memanfaatkan situasi.


Dan seperti katanya dia menang melawan Firda.


Terserah kamu ajalah Firnie😤😤


Hehehe....biarin deh Firda ngalah dulu ya gaes😂


Love u all🤗