
Yugho membawa Firda ke dapur...dia mengecek dapurnya mencari bahan yang bisa dimasak namun hanya menemukan stok indomie dan telor saja.
"Cuma ada indomie Fir, mau kamu makan indomie pakai telor?"
"Gpp mas, mau aja aku mah tapi mas yang bikinin ya" jawab Firda
"Lalu kamu kapan ingin mulai belajar masaknya sayang?"
"Pulang honeymoon mas aku belajar masaknya...oke?"
"Hmmmm....tapi hbs makan gantian ya kamu yg pijitan mas?"
"Ahsiyaaap suamiku"
Lalu Yugho pun mulai memasak indomie untuk Firda. Melihat suaminya lihay memasak Firda senyum-senyum sendiri.
"Cocok mas kamu jadi emak-emak....lihai banget masaknya, gak sia-sia aku kawin sama kamu mas, udah keren pintar masak pula. Ajarinlah mas aku masak"
"Mas mau ngajarin tapi nggak gratis ya Fir"
"Kan kamu suami aku mas, masa masih minta dibayar juga?kebangetan amat kamu mas" gerutunya
Tiba-tiba Yugho menghampiri Firda dan langsung merem*s gundukan kenyal Firda. "Dengan ini kamu harus membayarnya dan ini, tangan nakal Yugho mulai menyentuh bagian intim Firda.
"Awww..mass...lagi dongg, nanggung kalau cuma remes-remes doang mah "
"Kamu mintanya besok kan bukan malam ini?" Lalu Yugho memberikan mie buatannya itu kepada Firda.
"Hihihi....iya mas..iyaaa. Makan berdua yuk mas biar romantis" Firda menarik Yugho duduk dibangku lalu dia pun bangun dan duduk dipaha Yugho.
Firdapun mulai menyuapi Yugho.
"Aaaa...mas, ayo buka mulutnya aku suapin sini"
Yugho pun menuruti kata Firda, dia membuka mulutnya dan langsung disambar oleh bibir Firda.
"Firda terus menyesapi bibir Yugho, begitu puas baru dilepaskan pagutannya.
"Kamu tuh kecil-kecil pintar banget sih berciuman" ujar Yugho.
"Mas ngajarin aku masak, maka mas aku ajari cara bercinta...hehehe"
"Darimana kamu belajar bercinta Fir"
"Wkwkwkw...aku punya link-nya mas"
Yugho pun langsung menjewer telinga Firda.
"Hapus semuanya link kamu itu, awas kalau masih ada link aneh di handphone kamu"
"Iihhh....mas, kamu aneh itu kan modal kita bercinta. Aku gak mau cuma pake gaya kecoa telentang. Aku juga mau pakai gaya kayang mas...biar kamu puas ...wkwkwk" Firda terus saja membantah kata Yugho hingga Yugho langsung menyita handphone-nya.
"Awas kamu ya nggak ada aku kamu main sendiri"
"Hahahah...ya nggaklah mas, mana enak sih main solo aku akan selalu menunggu garudaku pulang"
"Ayo cepat makannya,mas sudah mengantuk ingin tidur "
"Cieee...ingin tidur apa ditidurinnnnn? Firda pun tergelak menggoda Yugho.
Tanpa basa-basi lagi Yugho membopong tubuh Firda dan menggendongnya ke dalam kamar.
"Aahhh...garudaku, ai lop yu" Firda pun mencium Yugho dengan mesra"
Yugho pun menghempaskan tubuh Firda ke ranjang tempat tidur lalu menariknya ke dalam pelukannya.
"Mas... mie aku, gimana nasibnya dibawah"
"Diam, jangan bawel" lalu Yugho mencium bibir Firda sampai tertidur.
Mereka pun tidur sambil berpelukan.
Pagipun tiba matahari bersinar terang. Firda membuka matanya tampak kilau matahari membuat silau matanya.
"Aaahhh...sudah pagi rupanya" ia mengerjap-ngerjapkan mata dan membuka matanya.
"Masss..mass....dimana kamu mas" lalu Firda membuka selimutnya dan dia nampak kaget melihat keadaannya.
"Aiihhh mas Yugho baju sama bra dipretelin semua deh ih dibuang dimana itu bra dan dasterku?" Lalu Firda segera menutupi tubuhnya dengan selimut.
Tak lama Yugho masuk ke dalam kamar dan sudah berpakaian rapi.
"Mas...kamu sudah rapi saja, aku saja baru bangun. Kamu apain aku semalam mas, mana daster dan bra aku...telanj*ng ini aku mas. Cariin daster aku mas" rengeknya.
Yugho segera menarik selimut Firda lalu tampaklah tubuh Firda yang polos hanya bagian inti saja yang masih tertutup kain. Firda segera menutupi gundukannya dengan kedua tangannya.
"Mas..kamu nakal banget sih. Mana banyak banget lagi tanda bibir kamu mas di dada aku.
"Kamu saja yang kebangetan Fir, diciumin koq gak bangun-bangun.Gimana kamu kalau ada penjahat dan memperkosa kamu, bisa-bisa kamu malah keenakkan" jawab Yugho.
Lalu Yugho menarik tubuh polos Firda dan menggerayanginya.
"Mass.. kita begini serasa lagi main film ya hehehe"
"Mumpung kita masih berdua, nanti kalau sudah punya anak mana bisa kita seperti ini lagi sayang. Sudah ah, mandi sana keenakkan kamunya" ujar Yugho lalu mendorong tubuh Firda masuk ke dalam kamar mandi.
"Laah kamu aneh mas, kamu yang narik aku kamu yang nyiumin aku, memang aku yang minta yeeee...kenapa kamu sekarang yang kesal sendiri" tanya Firda.
"Yaaelaaa....cuma gitu doang maasss, kirain mah apaan"
"Kamu gak tau apa kepala mas sudah nyut-nyutan. Cepat mandi sana kita berangkat sebentar lagi" Lalu Yugho memasukkan Firda ke kamar mandi.
"Orang mah tadi bangunin aku sekalian mas biar kita bisa mandi sama-sama" Firda
"Percuma juga mandi ssma-sama kalau kamu gak bisa dipake Fir" jawabnya.
Firda hanya tertawa mendengar gerutuan Yugho yang terus- menerus.
Begitu selesai mandi dia segera berpakaian dan memakan sepotong roti beserta susu yang sudah disiapkan Yugho untuknya.
"Ini ada roti sama susu mas, darimana?perasaan semalam gak ada mas"
"Mas ke indomaret tadi Fir, sengaja siapin buat kamu. Biar kamu setrong" canda Yugho.
"Hahahaha..niat banget sih kamu mas" ujar Firda sambil tertawa.
Selesai sarapan Yugho mulai menurunkan beberapa koper yang berisi baju-baju yang akan dibawa untuk bulan madu mereka.
Tak berapa lama datanglah mobil jemputan untuk membawa mereka ke Bandara.
Mereka akan berbulan madu ke Bali dan Lombok.
Hal ini dikarenakan Firda tidak memiliki paspor sehingga perjalanan hanya didalam negeri saja.
"Padahal aku maunya ke Jepang mas, apa daya pasporku ada dirumah mama mas"
"Gak apa-apa sayang, lain waktu kita bisa pergi ke LN, sepulang bulan madu kita, mas akan mengurus paspor lagi untukmu" Yugho berusaha menenangkan Firda.
Mereka menggunakan penerbangan eksekutif dan
perjalanan ke Bali hanya ditempuh dengan waktu 1 jam 50 menit cukup singkat. Setelah pesawat lepas landas mereka menuju bagasi dan langsung dijemput kembali oleh mobil jemputan dari hotel tempat mereka menginap.
Mereka menuju Hanging Garden Hotel di Bali. Resort mewah dengan vila mewah bergaya Bali dengan kolam renang didalamnya yang menghadap langsung Pura Dalem Segara. Mereka memesan kamar yang paling atas dengan segala privasinya.
Akhirnya mereka tiba di Bali sekitar jam 1 an.
"Wawww mas keren banget hotelnya, di kelilingi hutan semua, ada air terjun juga ya. Aaaaa..aku mau main di luar mas, serasa jadi jane aku nanti hehehehe. Kamu ngapain sih mas, ngeliatin apa sih sampai seteliti itu ngeliatnya.
"Mas hanya ingin memastikan tidak ada satu kamerapun yang tersembunyi disini sayang. Walau privasi dijamin mas tetap akan memeriksanya sendiri.
"Yaelaaa mas, aku kira ngapain" lalu Firda memeluk tubuh Yugho dari belakang dan tangannya meraba-raba bagian atas dada Yugho yang bidang.Tangan Firda terus saja dengan liar bermain di dada Yugho menyentuhnya bahkan terkadang membuat pola abstrak setelah puas bermain-main dia membuka kancing kemeja Yugho satu persatu. Yugho menahan nafasnya, sentuhan Firda membakar gairahnya. Lalu tangan Firda turun ke bawah perlahan dengan pelan mengusap-usap sang garuda. Yugho langsung menggeram saat Firda meremek dan mengelusnya. Sang garuda semakin keras dan menonjol. Perlahan Firda membuka kancing dan resleting celana Yugho dan memainkannya dari balik cd Yugho. Nafas Yugho memburu dan mulai menggeram-geram halus. Lalu Firda segera memutar tubuhnya menghadap Yugho dan dengan tatapan nafsu juga takut dia mulai mengeluarkan sang garuda dari sangkarnya. Mulutnya tampak menganga. Yugho sudah tak tahan lagi lalu segera melepas semuanya dan mengangkat tubuh Firda dan mendudukkannya di bangku.lalu dia mulai mengarahkan garudanya ke bibir Firda.
Firda nampak terkejut dan mulai mengerti apa yang Yugho inginkan dia pun langsung memasukkannya ke dalam mulutnya. Karena sang garuda yang perkasa terkadang saat mengul*m mengenai gigi Firda.
"Owww...pelan-pelan sayang" bisik Yugho. Yugho begitu menikmati ******n bibir Firda dan dia semakin sering menekan dan memajukan garudanya hingga membuat Firda kewalahan.
Yugho semakin tak tahan lalu dia melepas garudanya dan langsung menciumi Firda dengan buas, tangannya langsung menarik kaos Firda dan membuangnya kesembarang arah,lalu dia mengeluarkan gundukan kenyal itu dari balik bra-nya dengan bibir masih menempel di bibir Firda, Yugho merem*s- rem*s kehangatan gundukan tersebut hingga membuat Firda melenguh dan menjerit lalu dibungkamnya bibir Firda dengan bibir Yugho. Yugho terus menerus mengeksplor mulut Firda dengan rakus. Dia mulai menjil*ti wajah Firda sambil menciuminya dan terus memainkan lidahnya menuju telinga Firda.Firda melayang dan mendesah - desah. Setiap desahan yang Firda keluarkan semakin meningkatkan libido Yugho. Perlahan bibir Yugho turun menyapu leher Firda, Yugho menyesapi setiap inci kehalusan kulit istrinya.
Disesapinya tiap inci leher istrinya hingga membuat banyak bercak merah disana. lalu bibir Yugho mengecupi tulang selangka istrinya dan lidahnya pun terus ikut turun hingga ujung gundukan itu. Lidah pun bermain-main dengan liar terkadang dengan kuat dihis*pnya lalu dikecupinya kembali. Kedua tangan Yugho menangkup gundukan itu dan menciuminya secara bergantian. Puas dengan yang satunya lalu dia menyerang kembali bagian satu yang lainnya.
Firda terkadang menjerit saat Yugho dengan rakus melah*pnya hingga membuat semakin merah kedua b*ji lunak itu.
Nafas Firda begitu memburu dan segera merem*s kembali garuda perkasa itu. Yugho melepaskan tangan Firda lalu mulai melepas celana panjang Firda hingga nampaklah pemandangan surga yang begitu indah yang hanya ditutupi G-string .Yugho mulai memainkan satu jarinya disana sementara bibir dan lidahnya masih asik bermain-main dengan benda kenyal yang memabukkan itu. Perlahan dia menurunkan wajahnya dan menciumi tubuh Mulus istrinya....dia mulai menjelajahi perut istrinya dan terus saja membuat noda merah di sekujur tubuh istrinya. Dia menciumi perut istrinya lalu semakin turun ciumannya diatas kain segitiga G-string Firda. Firda terus mendesah dan menjambak-jambak rambut cepak suaminya. Yugho semakin menggila ditariknya tali G-string itu hingga nampaklah surga istrinya yang mulus yg hanya berisi bulu halus yang hampir tak nampak, lalu disesapinya kemolekan surga istrinya itu. Lidah juga bibir Yugho mendarat disana hingga membuat yang empunya menjerit kenikmat*n. Firda terus merancu sudah beberapa kali tubuhnya menegang dan basah. Karena permainan jari-jari lincah Yugho yang membuatnya terbang menuju nirwana sana. Yugho menjil*ti surga itu dan menciuminya dengan rakus. Firda sudah lemah dia sudah pasrah namun Yugho malah terus saja membuatnya tidak berdaya.
"Mmaaaas...haahh...haahhh...cepat mas...hahh.haahh...dengan nafas pendek dan mata terpejam Firda memasrahkan semuanya. Melihat istrinya sudah tidak berdaya Yugho menghentikan permainan lidah dan jarinya.
"Sayangg...apa kamu siap?" Tanyanya.
Firda hanya menganggukkan kepalanya.
Yugho mulai memposisikan dirinya, dibukanya lebar-lebar paha istrinya untuk memudahkan garudanya masuk ke dalam sangkarnya.Dia mulai menghentak, Firda langsung menjerit, Yugho diam sesaat lalu meletakkan tangan istrinya melingkari lehernya.
Dia hentakkan kembali dan Firda pun menjerit lagi tampak beberapa cakaran bersarang dipunggung Yugho.
"Jangan ditahan sayang, aku nggak bisa masuk kasian dia sudah menegang dari tadi"
Firda menganggukkan kepalanya"pelan-pelan mas..sakit" bisiknya.
Akhirnya Yugho mulai menghentak dan memaksa masuk ke dalam inti Firda, Firda menjerit dan menggigit punggung Yugho, lalu dengan perlahan Yuhho mulai menarik kembali garudanya lalu kembali membenamkannya sedalam mungkin.Firda mulai menangis rasa sakit dan panas mengitari seluruh tubuhnya. Dan dia sudah pasrah saat suaminya menghentak-hentaknya dengan keras. Yugho menggeram dan mendesah. Permainan dikuasainya matanya terpejam menikmati kenikmatan surga dunia istrinya. Dia mulai merubah beberapa gaya sementara Firda hanya mengikuti irama permainan suaminya. Dia menyerang Firda dari belakang dan jari-jari tangannya menangkup benda kenyal istrinya. Memainkannya, memil*nnya terkadang menarik lembut b*ji lunak istrinya tersebut. Firda sudah beberapa kali mencapai puncak namun tidak dengan suaminya. Dia masih kuat untuk memporak -porandakan tubuh istrinya.
Yugho mengangkat tubuh istrinya dan menghempaskannya diranjang, dia menyerang kembali istrinya dengan penuh kelembutan namun semakin lama semakin kencang hentakkannya dan geramannya.
Nafasnya menderu-deru seolah - olah dia tidak pernah puas memainkan tubuh istrinya. Sudah bermacam-macam gaya dimainkannya, erangan-erangan istrinya memacu adrenalinnya. Sudah hampir 2 jam Yugho berpacu dan akhirnya lenguhan dan geraman panjang keluar dari bibirnya. Dia menumpahkan semua cairannya kedalam rahim istrinya. Yugho memeluk istrinya tanpa melepaskan garudanya. Lalu dia menciumi wajah Firda dengan penuh cinta.
"Terima kasih sayang...terima kasih, maaf jika membuatmu sakit dan berdarah"
Firda memandang lemah suaminya lalu dia tertidur kelelahan.
*****************
Aku yang nulis kok aku yang berdebar-debar sih🤭
Begitu sampai langsung main, mana siang-siang lagi..duh tambah hareudang 😂😂
untung banyak pohon jadi banyak hembusan angin alami.
Ini mah bukan MP Fir tapi SP😅.
Maaf ya kalo ada yang tidak suka.....karena horor 🙏😅maafkan edisi kali ini gaesss.
Bentar lagi pasti disuruh edit lagi ini😥