
Malam itu Jordan tidak pulang kerumah, dia masuk ke dalam klub sedari sore. Entah sudah berapa banyak minuman yang ditenggaknya hingga dia hilang kesadaran. Anak buahnya selalu berada dibalakangnya menjaga dengan sangat setia.
Dia mengajak anak buahnya untuk meminum minumannya dan bertoss ria.
"Hahaha....orang tua itu menyuruhku untuk bercerai dengan anaknya. Tidak....tidak..aku tidak mau" jawabnya.
"Aku tidak ingin kehilangan dia, karena aku tidak akan bisa menatap mata bening milik temannya itu. Kalian taukan jika aku sangat mencintainya? Sangat...sangat dan sangat.Lihat foto ini serasi sekalikan jika aku bersama dengannya. Namun dia memilih pria yang salah, pria yang tidak mencintainya hik..hiks.." Jordan mulai menangis.
"Aku juga sama...dipilihkan wanita yang tidak aku cintai. Heii...kamu tau kan jika dulu aku ingin menculiknya, dan ingin membuatnya menjadi milikku hik...hikss..namun aku tidak bisa menggapainya karena cintanya kepada pria bodoh itu terlalu dalam" lalu Jordan mengambil fotonya bersama Alma dan menciuminya. Sakit hatiku setiap melihatnya, dan sakit juga dada ini melihat istriku bersama pria itu. Tetapi aku masih memiliki istri yang lain, tapi kenapa sekarang aku tak rela disuruh melepasnya...hahaha..ada apa dengan hatiku?aku ingin dia (sambil menunjuk foto Alma yang dipegangnya) baru aku akan melepas istriku" Jordan pun menenggak lagi minumannya. Anak buahnya berusaha melarangnya namun pukulan yang didapat dari bos-nya itu.
Dua jam kemudian seseorang mendatangi Jordan dan meminta tanda tangannya,Jordan tidak mau menanda tangani apapun. Lalu pria itu merebut beberapa foto yang dikeluarkan Jordan dari dompetnya. Jordan ingin merebutnya kembali, tetapi kepalanya segera berputar, dia pusing karena terlalu banyak minum. Anak buahnya tidak dapat berbuat apa-apa karena telah disandera dengan anak buah ayah Mitha.
"Kembalikan foto itu, itu foto wanitaku...hiks..hiks..."Jordan mulai cekutan.
"Tanda tangani dulu baru aku kembalikan foto ini" jawab bodyguard utusan ayah Mitha itu.
Jordan melambaikan tangannya dan meminta pulpen lalu dia segera menanda tangani kertas itu.
"Kembalikan fotonya...kembalikan foto gadisku" pintanya dengan amarah.
Anak buah ayah Mitha segera keluar dari klub itu dan melepaskan beberapa bodyguard yang mengawal Jordan tadi. Dia pun mengambil foto itu dan membawanya pergi untuk diserahkan kepada ayah Mitha.
Ayah Mitha akhirnya bisa bernafas lega setelah mendapat telpon dari anak buah suruhannya.
"Sayang....kamu akan segera bebas dari pria tidak bermoral itu. Lekas sembuh ya putriku, Earlene merindukanmu dirumah"ayah Mitha mencium kening putrinya yang terbaring lemah itu.
"Sungguhkah pih?" Tanyanya.
Papi Mitha mengangguk, Jordan sudah menanda tangani berkas itu. Kalian akan segera bercerai. Semoga kamu lekas sehat kembali dan bisa memimpin perusahaan papi sayang. Putrimu adalah pemegang perusahaan papi sekarang dan tugas kamu menjalankan perusahaan itu mulai dari sekarang. Selamat datang direktur baru" papi Mitha segera memeluk anaknya.
Abra membawakan buket bunga untuk Mitha dan dia segera mencium kedua tangan Mitha dengan senyum cerah terpancar diwajahnya.
"Tidak akan ada yang mengganggu kita lagi sayang. Secepatnya aku akan menikahimu dan hidup bersama anak kita. Aku suda h membeli rumah untuk kalian disana. Sangat cukup untuk kita tinggal bertiga nanti" Abra membelai pipi gadisnya dengan mesra. Wajah Mitha segera memerah dan tersenyum penuh kebahagiaan.
Akhirnya papi Mitha pamit pulang kepada anaknya dan Abra karena dia harus menemui anak buah suruhannya untuk mengambil berkas tersebut dan segera memanggil pengacara untuk memproses perceraian anaknya dengan segera.
Ayah Mitha mengirim anak buahnya untuk memberikan foto-foto Alma bersama Jordan yang didapatnya dari Jordan kepada Yugho.
Yugho nampak kaget melihat foto istri bos-nya bersama Jordan. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya bingung dengan jalan pikiran si bos kecil itu alias Jordan.
Dia akan memberikan foto itu kepada Daniel besok.
Yugho bingung dengan yang namanya cinta hingga bisa membuat orang berfikir dan bertindak menjadi tidak waras. Tiba-tiba dia mengingat Firnie, mantan kekasihnya yang selalu berusaha untuk mencelakai Firda. Untung ayahnya segera memperingatinya agar menjaga istrinya dengan ketat karena khawatir Firnie akan berbuat nekat. Dan benar saja beberapa kali Firnie hampir mencelakai istrinya namun semua dapat ditangani berkat beberapa anak buahnya yang selalu sigap menjaga istri komandannya itu. Hanya satu yang ingin Yugho lakukan yaitu meninju dosen tampan itu karena sudah berani memberikan nilai E kepada istrinya, hingga akhirnya harus membuat Firda mengulang kembali mata pelajaran itu. Dan sekarang dia harus lebih bersiap-siap diri lagi karena bos nya akan memberikan perintah lebih ekstra lagi untuk menjaga istri dan anaknya. Bos Daniel tidak akan main-main jika sudah menyangkut keselamatan istri dan anaknya itu.
Firda tiba-tiba mengambil foto-foto itu dan betapa kagetnya dia melihat foto Jordan bersama Alma.
"Papah ini mah waktu acara maulid dikampus, aku ingat ini karena aku pernah melihat Jordan beberapa kali mengunjungi Alma dikampus dan waktu itu aku sama Alma yang mengurus acara itu. Dan belum melihat kak Daniel mengantar Alma ke kampus. Aku pertama kali melihat kak Daniel mengantar Alma saat aku melihat cupangan diseluruh leher Alma. Ya itu pertama kalinya aku melihat Alma diantar kak Daniel" Firda memberi tahukan mengenai prihal foto itu..
"Sepertinya sih iya pah, pantas saja Mitha tidak bahagia hidupnya. Bilangin kak Daniel pah aku takut Jordan berbuat sesuatu secara kan mereka ada hubungan kerja sama" Firda nampak khawatir takut ada masalah lagi yang akan menimpa dengan sahabatnya itu.
"Sayang...bos Daniel itu bukan orang bodoh, apalagi ada Pak Tito yang selalu disampingnya. Hanya saja jika si Bos tahu Jordan masih menyimpan foto istrinya Pak Tito yang akan pusing, karena Daniel akan uring-uringan terus dikantor. Dan aku harus lebih ekstra lagi kerjanya. Sebelum Daniel bertanya aku harus sudah mempersiapkan jawabannya" terang Yugho kepada istrinya.
"Mas aku nggak konsen dengan kata-kata mu, hanya satu yang ada dikepalaku saat ini dan aku ingin kamu buatkan untukku" pinta Firda kepada suaminya.
"Kamu minta apalagi sayang?" Tanya Yugho bingung.
"Buatkan aku cupangan disepanjang leher aku mas kaya Alma" jawab Firda.
"Hahh!...whatt" Yugho buru-buru pergi dari hadapan istrinya mumpung istrinya masih bengong. Begitu Firda sadar suaminya sudah tidak ada dihadapannya dia segera berlari mencari suaminya dan akan mengacak-ngacaknya.
"Papah....tunggu aku jangan lariii...paaahhh" Firda segera menyusul suaminya ke dalam kamar dan segera menguncinya. Setelah itu terjadilah hal-hal yang sangat diinginkan Firda.🥴
******
Keesokan harinya Jordan bangun dengan tubuh remuk, sakit sekali badannya. Dia mencoba mengingat-ingat kejadian malam tadi. Ah....iya dia mabuk semalam. Shinta membawakannya susu hangat untuk Jordan dan membersihkan wajah Jordan dengan washlap.
"Aku tidak sakit jangan memperlakukanku seperti pasien" lalu Jordan bangkit dari tidurnya dan bermaksud untuk ke kamar mandi membersihkan wajahnya. Namun begitu berdiri kepalanya masih keliyengan dan dia hampir jatuh. Untung saja Shinta segera membantunya dan mengantar kembali Jordan ke pembaringannya.
"Kamu masih mabuk sayang, jangan bergerak dulu, minumlah susu ini untuk menetralisirnya"
Shinta segera memberikan susu itu kepada Jordan. Namun Jordan menolaknya, dia masih kesal adegan bercintanya bersama Shinta bisa bocor sampai keluar. Ini benar-benar sangat memalukan, bagaimana jika sampai Alma mengetahuinya? hancur sudah semuanya.
Saat masih memikirkan Alma, taklama kemudian ada asistennya yang menghampirinya dan memberikan amplop kepadanya. Betapa kagetnya Jordan pagi-pagi sudah menerima permohonan surat perceraiannya. Dan disitu tertulis dia menyetujuinya dan menanda tanganinya. " Sialaa*nnnnn.... orang tua itu benar-benar sudah menghancurkan aku. Akan aku habisi perusahaannya" ancam Jordan. Dia tidak rela secepat ini harus bercerai dari Mitha,bayangan Mitha bersama Abraham membuatnya menjadi gila dan pagi itu dia kembali menghancurkan isi rumah mewahnya tersebut. Shinta hanya bisa menatap kelakuan suaminya namun dia tidak berani untuk mendekatinya. Hatinya tiba-tiba menjadi sedih melihat suaminya seperti ini. Dia kembali ke kamar tamu dan untuk pertama kalinya dia menangis.
*******
Jordan sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Mitha sudah lepas dari tangannya dan dia merasa menjadi orang yang tidak berguna sekarang.
OMG Jordan masih menyimpan foto Alma. Gimana kalau daddy tahu😂
Abraham sudah menyiapkan rumah di LA untuk putrinya juga untuk ibu dari anaknya
.