
Mitha memandang sahabatnya dengan perasaan sedih.
"Ya ampun Fir jika aku jadi kamu, aku belum tentu kuat menghadapi semuanya. Dijauhi orang tua,tidak diterima disana-sini....eh dapat suami gak bisa melindungi kasihan kamu Fir" dibelainya rambut Firda seperti membelai adiknya.
"Selamat tidur Firda" Lalu Mitha segera mematikan lampu tidurnya.
Pagi pun menjelang, ke dua gadis itu bersiap-siap untuk menuju kampusnya masing-masing.
Mereka sarapan bersama sambil bercerita kehidupan cinta mereka berdua.
"Mas Joe sekarang dah mulai jelesan tau Fir" ujar Mitha sambil tersenyum-senyum.
"Waaaawwww.....selamat sayang, akhirnya mas Joe bisa move on dari Alma wkwkwkwk" Firda tersenyum bahagia.
"Ciee....cieee..yang sedang berbunga-bunga merah tuh pipinya" goda Firda.
"Sebentar lagi gue sama Alma pakai seragam dong Mit? Gue bagian terima tamu sama Alma, kali aja ada yang minta no telpon gue hehehe" Firda masih saja menggoda Mitha.
"Huss....mau diborgol tuh cowok sama mas Yugho" ujar Mitha mengingatkan.
"Stop jangan ngomongin dia, bisa gede kepala dia nanti" jawab Firda.
"Mas Yugho udah nelpon kamu Fir?" Tanya Mitha
"Belum say.....tapi gue juga nggak berharap sih dia nelpon gue" jawab Firda sambil membuka kontak WA-nya.
"Yang katanya gak minta dihubungin tapi nyariin udah ada WA belum ya dari mamas tersayang ..hehehehe" goda Mitha.
"Tuhkan gara-gara elo, masa tiba-tiba gue jadi kangen mamas gue" Firda langsung cemberut.
"Hati-hati loh Fir, ninggalin orang ganteng sendiri....apalagi ada mak lampir disana..hihihi....disergap iya mamasmu" Mitha terus saja memanas-manasi Firda.
"Suwek luh, bikin gue worry aja" balasnya.
"Apa ini...ya salaaammm" Firda langsung menahan amarahnya.
"Ada apa Fir?" Tanya Mitha hati-hati.
"Dia gak bakalan hubungin gue Mit, jika begini keadaannya" lalu Firda menunjukkan status WA Firnie.
"Pantas saja dia nyuruh gue ngeblok nomor si mantan, gak taunya mereka masih main dibelakang gue Mit" Firda menahan kesal.
"Coba kamu telpon mas Yugho Fir" perintah Mitha.
"Gak mau, sorry kalau gue harus nelpon dia duluan.aku mau simpen foto mereka berdua..biar dia nggak bisa mungkir lagi" Firda semakin gusar melihat foto suaminya bersama Firnie.
"Aku tau siapa yang bisa membuatnya cemburu tapi ini beresiko Mit" Firda langsung tersenyum simpul.
"Jangan ambil resiko Fir, nanti kamu yang akan bahaya sendiri" Mitha memperingati Firda.
"Aku tidak perduli karena dia yang sudah menabuh genderang perang duluan Mit" Firda tetap bersikukuh dengan pikirannya.
"Sudah jangan macam-macam kamu Fir, ayo aku antar ke kampus sekarang" Mitha segera menarik tangan Firda.
"Aku malas ke kampus jadinya Mit, aku mau bolos dan menangis hari ini" jawab Firda.
"Kamu bodoh jika bersikap seperti itu Fir. Tunjukkan ketegaran kamu sayang.Jangan biarkan musuh kita menari bahagia melihat kita menangis" bujuk Mitha.
"Beri pelajaran buat mas Yugho, agar dia bisa menghormati kamu Fir" tegur Mitha lagi.
"Aku sudah menyabotase semua data-data dan kartu-kartu dia Mit. Semua aku yang bawa, aku hanya meninggalkan uang 3 juta didalam dompetnya kemaren. Biar dia pusing gak punya identitas apa-apa. Aku rasa dia belum sadar jika semua card-cardnya aku bawa semua.
"Begitukah?? wah kamu benar-benar sadis Fir" ujar Mitha sambil tertawa.
"Bagaimana jika dia butuh sesuatu atau perlu uang dalam jumlah yang cukup banyak?" tanya Mitha lagi.
"Biarkan itu urusan dia karena sudah mengecewakan istrinya, aku nggak mau pusing Mith.
Ayolah kita ngampus biar otakku cerah lagi. Aku mau ketemu Andra atau Pak Marcel...biar bisa ketawa hari ini. Bagi aku buku sama pulpen ya Mit...aku gak bawa buku makul hari ini" Firda langsung mengambil buku dan atk dikamar Mitha. Akhirnya mereka pun berangkat ke kampus.
"Mitha hanya geleng-geleng kepala dengan tindakan nekat sahabatnya itu.
***********
Sepeninggal Firda Yugho tampak gelisah didalam tidurnya. "Kamu tidak mencintainya....kamu tidak mencintainya, aku akan mengambilnya darimu hahaha...."
"Tidaakkkkkk, kamu tidak boleh menyentuhnya dia milikku...dia istriku...tidaaakkk" dengan nafas tersengal-sengal dan setengah berteriak Yugho segera bangkit lalu duduk dari tidurnya. Dia mulai membuka matanya.
"Aahhh....untung cuma mimpi" Yugho segera menghela nafas lega, mengelap peluhnya, menyadarkan diri sendiri baru kemudian bangkit berdiri.
"Sungguh mengerikan mimpi ku itu. Jangan macam-macam kamu dibelakangku Fir. Berani menghianati kamu akan tanggung akibatnya sendiri. Aku tidak akan memberi kamu ampun" Yugho berbicara sendiri.
Dia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setengah jam dia berendam di bathup sambil memikirkan Firda. Begitu semuanya Selesai dia langsung berpakaian dan bergegas keluar kamar hotel untuk mencari sarapan.
Tiba-tiba Andi menelponnya.
"Go....apa kita akan melanjutkan lagi pencarian kita?"
"Aku akan menemanimu, kamu dimana aku akan menyusulmu segera"
"Aku di kafe Bottega Italiana....cepat kemari" ajak Yugho.
"Sip...meluncur Bos" jawab Andi.
Yugho mencoba menelpon Firda kembali namun tidak pernah diangkat.
"Ayolah Firda....angkat..kamu dimana, jangan seperti anak kecil yang hobi kabur-kaburan" Yugho semakin gemas kepada Firda karena selalu mengabaikan telponnya.
"Tidur dimana kamu semalam Fir? kamu membuatku pusing, aku telah mencarimu kemana-mana. Lama-lama aku kurung kamu dirumah Fir" Yogho mulai kesal karena Firda tidak mau mengangkat telpon darinya.
Tidak sampai 15 menit Andi menghampiri Yugho.
Dan langsung menarik kursi kemudian duduk dihadapan Yugho.
"Darimana kita mulai mencarinya Go?" tanya Andi.
"Tunggu sebentar Di" Yugho tampak sibuk mengotak-atik handphone-nya.
"Shitt...." Yugho langsung mematikan handphone-nya.
"Kenapa Go? ada masalah baru?" tanya Andi penasaran.
"Istri ku sudah di jakarta Di" tampak aura kemarahan tercipta diwajah Yugho.
"Dia memindahkan seluruh uang ku ke rekeningnya untuk apa?" dengan wajah bingung Yugho menatap Andi seolah meminta jawaban.
"Memindahkan bagaimana maksudmu Go?" tanya Andi
"Dia mentransfer uang yang di atm-ku ke rekeningnya dia sejak kemaren"
"Memang ATM mu dipegang Firda?" tanya Andi.
"Dia memang aku beri ATM-ku yang lain tapi untuk apa dananya dipindahkan ke rekening dia? padahalkan sama saja, toh itu memang uang dia yang aku berikan?" Yugho menjelaskan kepada Andi sambil menyalakan rokoknya.
"Fix ....dia memindahkan seluruh uang mu ke rekeningnya untuk memudahkannya jika dia kabur darimu. Ku rasa dia berniat meninggalkanmu" jawab Andi penuh keyakinan.
"It's crazy man....dia tidak boleh pergi dariku. Aku akan memesan tiket sekarang juga" Lalu Yugho segera memesan tiket lewat aplikasi.
"Sial...dia membawa semua kartu identitasku dan juga atm-atm ku, dompetku hanya diisi uang 3 juta rupiah, bagaimana aku bisa pulang secepatnya jika seperti ini Di" tanya Yugho dengan semua perasan marah, kesal dan kecewa jadi satu.
"Hahahaha.....ternyata dia wanita yang cerdas Yugho. Dia membawa data-data pentingmu sehingga kamu tidak bisa berkutik lagi selain pasrah" Andi masih saja terus mentertawakan Yugho.
"Selamat naik travel Go selama 24 jam dan istrimu sedang asik bersama teman kampusnya mentertawakan mu hahahaha" Andi masih saja mentertawakan Yugho.
Tiba-tiba "Buug" satu pukulan mendarat di pipi kanan Andi. Dia kaget langsung diam sambil memegangi pipinya dan langsung meminta maaf pada Yugho.
"Sial kau malah mentertawakanku" balasnya.
"Baiklah kamu tidak usah naik travel Go, aku bawa mobil sendiri, kita balik sama-sama sekarang juga.
"Aku tidak ingin merepotkanmu Di, walau bagaimanapun caranya, aku harus tetap naik pesawat" jawab Yugho.
"Aku harus memberi pelajaran pada istriku, agar berhenti bermain-main denganku" jawab Yugho tegas.
"Tanpa identitas apapun dan tanpa uang yang banyak, mana bisa kamu naik pesawat Go, sudahlah kita pulang bareng gantian kita bawa mobilnya" Andi terus memaksa Yugho.
"Dan jangan main fisik Go terhadap istrimu, dia kesal kepada kami jadi kamu harus memaafkannya" ujar Andi merasa khawatir, dia takut jika Yugho akan menyakiti istrinya sendiri.
"Memang apa urusanmu dengannya Di?dia istriku dan aku berhak melakukan apapun terhadapnya" jawab Yugho.
"Gila kalau kamu sampai melakukan kekerasan fisik padanya, aku akan melaporkanmu Go" ancam Andi.
"Sejak kapan kamu menjadi kaki tangannya Di? aku memang akan menghukumnya tapi bukan memukulinya Di, aku bukan orang gila yang tega memukuli istriku sendiri" jawab Yugho.
"Lalu bagaimana cara kamu memberi pelajaran kepada istrimu Go?aku benar-benar khawatir terhadapnya" Andi tampak semakin bingung.
"Tentu saja aku akan menghukumnya diranjang, memang kamu kira aku mau apakan isteriku? apa kamu sudah cukup puas dengan jawabanku?" tanya Yugho kembali.
Andi nampak tersenyum begitu mengetahui apa yang akan Yugho lakukan.
"Yesss....aku suka mendengarnya Go"
Lalu Yugho segera beranjak pergi dari kafe itu menuju hotelnya untuk merapikan semua barang-barangnya. Dia akan chekout saat ini juga pulang menyusul istrinya.
Walaupun dia sangat kecewa karena karena harus menempuh waktu yang cukup lama untuk bisa bertemu dengan istrinya.
************
Maaf semalam gak sempet up....ide mandek😂😂
Yang sabar ya gaess....susah loh mengembangkan ide disaat pikiran gak fokus😁.
Maaf belum bisa membuat kalian semua puas🙏🤗