
"Akhirnya kalian sampai juga. Gimana perasaanmu saat ini Fir?"Tanya Alma.
"Sudah lebih baikkah?"
Firda merebahkan tubuhnya di sofa keluarga dan meringkukkan kakinya.
"Boro-boro lebih baik Al, hancur iya" jawab Firda sambil memejamkan matanya.
Diambilnya benda pipih tersebut dan dibukanya galery penyimpanan video.
"Coba kalian lihat ini". Firda memberikan ponselnya kepada Alma. Lalu Alma dan Mithapun melihat isi video tersebut.
"Sepertinya mas Yugho gak tau deh Fir kalo ini di videoin.Coba lihat matanya dan ekspresinya.sekalipun gak ada yang menatap ke kamera." Mitha
"Iya juga sih, sepertinya gak ada bahagia-bahagianya ya. Astaga kok aku jadi inget waktu aku nikah dulu ya. Hubbie matanya merah entah itu karena habis menangis atau karena sisa mabuk semalam.sekalipun dia nggak mau melihat ke arahku. Tapi untung saja ijab kabulnya lancar" lanjut Alma.
"Denger cerita kamu malah bikin aku semakin semaput Al. Awalnya gak cinta lama-lama malah jadi tergila-gila. Pasrah...pasrahhhlah judule. Nasib jadi orang nomor 2" Firda.
Alma nampak mengelus-elus rambut Firda.
"Setiap orang punya kisah yang berbeda-beda Fir.Jangan samain kisah kamu dengan kisahku. Karena dari awal sudah berbeda" Alma berusaha menguatkan hati Firda. Dia tau temannya saat ini dalam situasi yang sulit.
"Daripada suntuk bagaimana kalau kita liburan Fir?" Ajak Mitha.
"Lagi males kemana-mana Mit..pengennya tuh gue gaplokin mas Yu say. Eh, mas Yu mau ketemu gue gimana nih say?" buru-buru Firda bangun dan langsung duduk di sofa.
"Kebetulan dong Fir, sekalian kamu cakar-cakarin begitu ketemu mas Yu nanti hihihi..." Mitha
"Mit, kamu lagi gak ada masalah sama mas Jo?" Tanya Firda Sambil menggulung rambutnya.
"Iihh..apaan sih kamu Fir, doain yang baik-baik kenapa sih. Jangan tanya masalah, aku kan jadi takut" ujar Mitha sambil memonyongkan bibirnya.
"Dasar cewek edun, lagi nyari temen yang sedang bermasalah juga dia Mit...hehehe" ledek Alma.
"Elo sih kecepetan kawinnya Al, kan kita bisa seru-seruan tuh andai kita masih pada pacaran terus kita masing-masing punya masalah. Tiap hari kita bisa curhat-curhatan enak kali ya kalo begitu Al".
"Aku gak mau Fir, sakit kalo mesti ngulang masa lalu" Alma
"Al, kak Daniel gak punya adik lagi apa? Jodohin ke gue Al, ponakannya juga boleh. Gue pengen punya pacar bule ah klo dah putus sama mas Yu. Pacaran sama yang nasional cuma bikin sakit hati. Kali aja pas pacaran sama yang internasional gue langsung dikawinin Al....wkwkwk" ujar Firda sambil tertawa.
"Dasar setressss loe Fir" Alma langsung mencubiti lengan Firda. Sehingga Firda meringis kesakitan
"Sakit Almaku yang behenol, ntar gue cium loe". Ujar Fida mengancam.
Tiba-tiba ponsel Firda berdering. Begitu dilihat siaa menelponnya, langsung dia menyilangkan Jari di bibirnya.
"Ssttttt...tunggu, kalian diam ya sebentar. Aku terima telepon dulu dari catan say mas Yu telepon aku. Sebentar ya" Lalu Firda langsung menekan tombol hijau dan menjawab telepon itu.
"Iya mas ada apa?"
"Kamu dimana?mas jemput ya sayang?"
"Gak usah mas, mau ketemu dimana kita?"
"Sayang kamu kenapa sih?mas jemput saja ya"
"Aku gak kenapa-napa mas, lagi diluar mau ketemu dimana kamu mas?"
"Mas kangen Fir, mas tunggu diapartemen ya"
"Hmmmm....gimana ya, kenapa harus diapartemen sih mas ketemunya. Aku lagi mau diudara terbuka. Males berada dibalik tembok mas"
"Mau ke pantai lagi Fir?"
"Males ah mas....kita ketemu di pondok makan aja ya mas"
"Hmmmm...sebenarnya mas kangen sama kamu Fir, mas ingin bibir kamu sayang, sekalian ada yang mas mau kasih ke kamu"
"Kita ketemu di rm.Telaga Sampireun Bintaro aja ya mas"
"Mas tunggu kamu disana ya Fir"
"Oke mas...see u"
Akhirnya Furda mengakhiri telpon dan menutup telponnya.
"Gila kan, baru saja ketemu si Kuntil sekarang udah ngajakin ketemu gue. Benar-benar cowok sableng"
"Dia ngajakin gue ke apartemennya untung aja gue bisa nolaknya. Walaupun sebenarnya gue juga mau. Gue yakin kalau gue turutin maunya dia, abis dah gue bisa dimangsa sama dia" Firda
"Hati-hati Fir jangan sampai terlena. Aku rasa dia gak tau kalau kamu sudah tau dia mau tunangan"
"Semoga gue gak ngaco ngomongnya gaess. Kalian tau sendiri kan kalo gue sudah mulai ngaco. Bisa-bisa gue ketelepasan ngomong.
"Mit, gue pinjem mobil kamu dulu ya" Firda meminta ijin ke Mitha untuk memakai mobilnya.
"Mobil aku aja Fir, takutnya kamu lama pulangnya kasian Mitha kelamaan nunggu" Alma
"Nggak ah, mobil elo terlalu bagus dan canggih bisa repot gue kalo lecet dikit" Firda
"Pake mobil aku yang biasa untuk kepasar aja Fir. Bawa Alphard aja sana"
"Wkwkwk....gila loe Al, mobil Alphard buat ke pasar"
"Daddy ngasihnya itu Fir, ya aku mah terserah dia aja...hehehe"
"Gue pinjam dulu ya"
Lalu Alma mengambil kunci kontaknya dan memberikannya kepada Firda.
Taklama kemudian Firda pamit kepada ke dua temannya dan pergi ketempat yang telah disepakati oleh mereka untuk bertemu Yugho.
Nampak Yugho sudah menunggu kehadiran Firda dengan tidak sabar. Beberapa kali Yugho menelpon Firda namun di abaikannya. Begitu sudah sampai dilokasi tujuan baru Firda mau mengangkat sambungan telponnya.
"Sayang kamu sudah sampai"
"Aku di parkiran mas tunggu sebentar"
"Mas kedepan ya tunggu disitu"
"Oke"
("Dasar buaya darat bisa-bisanya tetap berpura-pura baik dan perhatian.Rasanya aku sudah ingin menghabisinya saja. Sabar Firda,tenang... tahan emosi dulu pura-pura mesra dan merasa jadi cewek yang paling di cintai" bisiknya dalam hati)
Tak perlu menunggu lama Yugho datang menghampiri Firda dan langsung memeluknya dari belakang.
"Sayangku...cup" dikecupnya pucuk rambut Firda.
Firda sedikit kaget dan menolehkan wajahnya ke arah Yugho. Tiba-tiba...cup" satu kecupan lagi dari bibir Yugho mendarat mulus di pipi Firda.
"Biasanya kamu paling suka kalau mas cium Fir"
"Suka mas tapi ya gak gini juga kali ditempat umum. Aku kan malu"
"Hmmmm.....sejak kapan kekasih mas menjadi seorang pemalu" Yugho mengangkat dagu Firda dan menciumnya tipis "cup"
"Kamu mau pesan apa Fir" Yugho langsung menggandeng tangan Firda dan mengajaknya ke tempat semi private.
"Bagus pemandangannya langsung danau, mas suka sekali. Kamu suka tidak?apa kita pesan tempat lain lagi Fir?"
"Hmm...gak usah mas, disini enak kok. Aku cocok disini. Aku pesan ini saja mas"
"Kenapa cuma sedikit pesanan kamu sayang" Yugho menatap Firda dengan rasa tidak suka.
"Katanya mau makan tapi begitu sampai disini malah cuma milih minum saja" Lalu Yugho menutup buku menu dan menatap Firda curiga.
"Katakan ada apa Fir?"
"Mas Yugho sepertinya mulai curiga.Aku tampak sangat kaku sekali.Aku harus pura-pura mesra, ya itung-itung aku bisa menikmati bibir mas Yugho selagi masih menjadi pacarku. Oke Firda jangan pikirkan hatimu, anggap saja dapat ciuman gratis dari orang ganteng" bisik Firda dalam hati.
"Gak apa-apa mas, aku sudah kenyang sungguh"
"Mas akan pesankan mau tidak mau kamu harus makan"
"Jangan maksa kenapa sih mas"
"Kamu harus dipaksa supaya tidak lari"
"Apa sih maksud kamu mas, bikin aku kaget aja memang aku mau lari kemana sih mas?"
"Mas punya feeling yang tidak bagus tentang kamu"
"Wkwkwk....kaya dukun aja kamu mas"
"Mana tangan kamu Fir"
"Buat apa mas?"
"Julurkan tangan kamu yang kanan Fir"
Lalu Firda menjulurkan tangannya ke arah Yugho dan diambilnya jari lembut Firda "cup...cup" dua kecupan bersarang di jari Firda.
Yugho mengeluarkan kotak cincin dari sakunya dan membukanya. Tampak cincin kawin mewah bertahtakan berlian disekelilingnya dengan berlian yang agak besar ditengah-tengahnya. Yugho memakaikan cincin itu ke jari Firda dan mengecupi punggung jari tangannya. Mendapat perhatian seperti itu Firda menjadi terharu dan dia tidak kuasa menahan laju air matanya.
Dengan senyum ditahan dan mata merahnya Firda menatap Yugho.
("Apakah aku sanggup meninggalkan dia? Ya Tuhan aku ingin selalu bersamanya.Mas Yugho sangat perhatian dan sayang padaku tapi kenapa harus seperti ini sih jadinya?Aku harus kuat jangan cengeng Firda.Jangan cepat tersentuh dan memaafkan dia hanya karena sebuah cincin" ucap Firda dalam hati meyakinkan dirinya sendiri)
"Cantik dan pas ukurannya. Mas memesannya untuk kamu khusus"
"Bukannya kamu baru membeli cincin hari ini ya mas?"
"Tidak sayang, mas sudah memesan seminggu yang lalu. Untuk pernikahan kita nanti"
"Stop mas jangan ngomong pernikahan dulu aku belum sanggup mas"
"Apa maksud kamu Fir. Apa kamu tidak ingin menikah dengan mas?"
"Oohh....bukan begitu maksud aku mas. Minggu besok mas harus temenin aku ke acara pertunangan kawan aku. Kalau mas gak bisa nemenin aku, aku minta putus lohod mas"
"Apa kamu sedang mabuk Fir?mas ada acara dirumah sayang.Selesai acara mas langsung nemenin kamu sampai pagi juga mas tidak masalah"
"Aku gak mau telat datangnya loh mas. Baiklah aku akan minta ditemenin sama kawan aku dan mas dilarang untuk protes setuju?"
"Mas gak akan ijinkan kamu jalan dengan cowok lain. Mas akan seret kamu dari siapapun orangnya"
"Sudahlah jangan dibahas moodku langsung gak bagus lagi mas"
Yugho membelai-belai rambut dan pipi Firda serta memeluknya dari belakang dan menciumi ceruk leher Firda.
"Mas tidak suka kita bertengkar Fir, mas hanya ingin seperti ini terus bersama kamu" sambil terus memeluk tubuh Firda.
"Mas, jika kita pada akhirnya putus apa yang akan mas lakukan?"
Seketika Yugho melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Firda berhadapan dengannya.
"Jangan pernah ada kata itu lagi Fir, apalagi terucap dari bibir kamu. Mas tidak mau dengar dan tidak akan pernah mau mengerti" Yugho menatap Firda dalam-dalam dengan tatapan penuh amarah.
"Jangan menatapku seperti itu mas, aku kan hanya bicara seandainya saja mas, ya namanya juga kehidupan terkadang tidak seperti yang kita harapkan mas. Mas apa Firnie masih mengejar kamu? ada kemungkinan tidak jika kalian akan menikah suatu hari nanti?"
"Jangan bahas masalah Firnie disaat kita berdua seperti ini sayang. Mas hanya akan menikah dengan kamu, bukan dengan yang lainnya camkan itu baik-baik my bad girl"
"Mas jika orangtua mas yang meminta bagaimana?"
"Sudahlah mas ketemu kamu ingin memanjakan kamu bukan ingin berdebat dengan kamu sayang" Yugho lalu menarik tubuh kekasihnya kembali dan memeluknya.
"Suatu saat kamu harus memilih mas dan kamu sudah tidak bisa untuk menghindar lagi, aku sudah siap dengan keputusan yang pahit sekalipun"
Selesai berkata seperti itu Firda langsung mencium Yugho dengan liar dan panas seolah-olah besok mereka tidak akan bertemu lagi.Dilum*ti bibir dan lidah Yugho. Dipagutinya bibir tipis dan sexy Yugho. Dengan nafas menderu Firda terus saja menyesapi bibir Yugho. Lidah Firda menari-nari di atas dan didalam bibir Yugho. Yugho yang mendapat serangan mendadak langsung dengan sigap menghadapi serangan dan lum*tan bibir Firda. Yugho membiarkan Firda menikmati semuanya. Hingga tubuh Firda berada di atas tubuh Yugho.
Dengan napas tersengal-sengal akhirnya Firda bangkit dan berdiri. Sementara posisi Yugho masih terlentang lalu dia menjulurkan tangannya dan menarik Yugho untuk berdiri.
"Terima kasih mas untuk semuanya"
Selesai berkata demikian lalu Firda keluar dari ruangan tersebut. Sementara Yugho hanya terpaku dan bingung.
"Fir..Fir...Firdaaaa" teriaknya.
Namun Firda semakin mempercepat langkah kakinya. Yugho berusaha mengejar Firda namun pramuniaga tersebut menahan Yugho sementara untuk menyelesaikan transaksinya.
**************
Baru dikasih cincin Fir, tapi kenapa malah ninggalin mas Yugho sih? π
Happy reading gaessππ
Mas Yugho
Firda dan Alma
Cincin Firda