Miss Rusuh

Miss Rusuh
Berbelanja



Puas menjahili suaminya Firda menarik Yugho menuju pantai.


"Mas main air yuk" ajaknya


"Nanti saja menjelang sore Fir, kamu nggak mau cari oleh-oleh untuk mamamu sayang?"tanya Yugho.


"Apa mama mau menerima oleh-oleh dari kita mas?" Firda menatap Yugho untuk meyakinkan diri.


Yugho menarik nafas dan berkata " Tidak ada salahnya kita mencoba sayang, paling tidak papamu masih mau menerima pemberian kita" lalu Yugho memeluk Firda dengan erat.


"Maafkan aku Fir, sudah membawamu ke situasi seperti ini. Namun kita akan terus melangkah ke depan sayang untuk masa depan kita" ucapnya dalam hati.


"Mas mengingatkanku pada papa, aku jadi semangat mas..yuk shoping time mas" lalu Firda menarik Yugho dan mengajaknya mengelilingi toko yang menjual barang-barang branded.


Firda nampak melihat-melihat tas dan sepatu untuk hadiah mama dan kakaknya. Lalu dia mencari sandal kulit asli dan ikat pinggang untuk ayah juga suaminya.Tak ketinggalan dia membeli baju santai etnik, sandal etnik serta accessories etnik untuk dipakai bertiga bersama sahabat-sahabatnya. Firda juga mencari beberapa pajangan perak untuk tambahan souvenir dan tak ketinggalan juga membelikan beberapa kaos dan celana santai untuk ziel ponakan kesayangannya.


Yugho dengan sabar mengikuti Firda dan membawakan semua belanjaan istrinya. Setelah capek berkeliling dan berbelanja Firda mengajak Yugho membeli es kelapa ditepi pantai.


Lalu dia bersandar di dada Yugho dan melilitkan tangan suaminya dipinggangnya sambil mengangkat tangannya membuat jari berbentuk V dan "ceklek" dia pun berfoto dengan beberapa gaya dan menjadikan status WA-nya.


Taklama kemudian banyak respon WA yang masuk dari teman-temannya. Tak ketinggalan dari gank kesayangannya dan juga dari papanya.


Tak lama kemudian papanya menelponnya.


"Fir...ini papa, gimana keadaan kamu sekarang sayang?" Papa


"Papaaa....Fir kangen, aku lgi di Bali pah" Firda


"Sukurlah anak papa sehat, bagaimana suamimu Fir, apa dia baik-baik saja?" Papa


"Alhamdulillah baik pah, salam dari mas Yugho buat papa katanya"


"Papa senang jika dia memperlakukanmu dengan baik sayang, ingat ya Fir jaga kesehatan kamu. Pulang honeymoon ke rumah ya sayang papa kangen. Minggu depan acara kakak kamu tunangan jangan lupa datang ke rumah ya" papa


"Uwawww...senangnya aku pah, akhirnya kakak mau tunangan. Tapiii....bagaimana dengan mama pah? Apa mama masih marah padaku?" Firda


"Sstttt...tenang..tenang...ada papa sayang. Ajak Yugho sekalian ya nak" Papa


"Iya pah, Fir pasti kesana..sayaaanggg sama papa, i love u pah" Firda


"I love you anak papa yang paling cantik" papa


"Pah...mas Yu mau ngomong sama papa" lalu Firda memberikan handphone-nya kepada suaminya.


"Assalamualaikum om...apa kabar om" Yugho


"Baik Go, gimana bulan madu kalian?" Papa


"Alhamdulillah lancar semua om, semoga keluarga disana juga sehat semua ya om" Yugho


"Jangan panggil om Go, panggil papa juga seperti Firda memanggil papa" papa


"Oh...baiklah pah" Yugho agak kagok pertama kali menyebut nama ayah mertuanya.


"Begitu lebih enak dan lebih dekat panggilannya, jangan lupa minggu depan kerumah Go, ada acara keluarga dirumah" papa


"Baiklah pah, insya allah aku sama Firda kesana nanti" Yugho.


"Jangan lupa jaga anak papa baik-baik ya Go, jangan buat dia lecet sedikitpun" papa


"Siap laksanakan tugas komandan" Yugho.


"Papa senang mendengarnya, baiklah selamat bersenang-senang anak-anakku, assalamualaikum" papa mengakhiri telponnya.


"Waalaikumsalam" Yugho mematikan handhpone istrinya dan mengembalikan kembali kepada Firda.


"Sayang...minggu depan kakak kamu akan bertunangan" Yugho membelai rambut Firda sambil tersenyum.


"Akhirnya kakak aku mau juga bertunangan mas" Firda melonjak bahagia lalu dia memeluk Yugho dan Yugho mengangkat tubuh istrinya lalu memutar-mutar tubuhnya sampai Firda pusing dan mereka terjatuh berdua di atas pasir putih tersebut.


Mereka melanjutkan bermain air sambil berlari ditepi pantai. Yugho nampaknya belum puas jika hanya berlari mengejar Firda.Lalu dia mengajak Firda pergi ke Pantai Tanjung Benoa dan dia mengajak istrinya bermain Parasailing Adventure. Awalnya Firda tidak mau karena dia takut dengan ketinggian namun Yugho terus meyakinkannya dan akhirnya Firda mau mencobanya.


Selesai bermain parasailing lalu Yugho mengajak Firda bermain jetski dan dilanjutkan dengan bermain banana boat. Aktivitas mereka full bermain di air namun Firda belum puas jika dia belum menuju wahana seawalker.


"Sayang...besok saja ya kita ke wahana seawalkernya....mas lelah sekali sayang. Mas ingin cepat-cepat sampai hotel biar bisa ngerebahin kamu" Yugho mencoba membujuk Firda. Awalnya Firda tidak mau tapi begitu mendengar kata 'merebahkan kamu' akhirnya Firda menuruti kemauan suaminya.


Setengah jam kemudian mereka sampai di hotel. Yugho segera mengajak Firda mandi bareng dan saling menggosok punggung, aktivitas mandi berjalan dengan lancar mereka hanya bermain ringan. Selesai mandi mereka berpakaian Yugho menarik Firda kedalam pelukannya menciumi tengkuk istrinya dan dia tertidur kelelahan.


Mengetahui Yugho tertidur Firda mencubiti pinggang suaminya dan dia berusaha memancing suaminya dengan memainkan lidahnya di bibir Yugho berharap suaminya terbangun dan mereka bisa bertempur kembali. Namun Yugho hanya menikmati pemberian Firda tanpa membalasnya hingga membuat Firda kesal dan meninggalkannya di ranjang empuk itu.


"Dasar tukang tidur tadi ngajakin main, sekarang malah ditinggal tidur, gemes aku sama kamu mas" terus saja Firda ngomel sendiri sementara Yugho sudah berada didunia mimpi.


"Kenapa Angga nggak pernah nelpon gue ya. Perasaan lama banget deh marahnya sama gue. Mending gue telpon dia ah" Lalu Firda mencari kontak Angga namun tak ditemukannya. "Aneh padahal aku save nomornya. Apa jangan-jangan mas Yugho hapus kontaknya? kalau beneran dihapus berarti mas Yu type cembokuran, wah bisa repot ini mah bisa-bisa gue banyak kehilangan teman yang asik-asik" Firda berbicara sendiri sambil terus mencari kontak angga.


Berhubung yang dicari tidak ada, maka akhirnya Firda bertelpon ria bersama Alma dan Mitha sampai menjelang maghrib.


Yugho membuka matanya perlahan dan meraba-raba mencari istrinya. Saat tau istrinya tidak ada disampingnya dia membangkitkan tubuhnya dan bersandar di ujung ranjang. Lalu dia bangkit berdiri dan berjalan menuju gazebo belakang kolam. Dia asik memperhatikan istrinya yang sedang tertawa bersama kawan-kawannya.


Firda tidak menyadari keberadaan suaminya dan dia terus saja mengoceh bersama teman-temannya. Sampai Yugho mendengar nama Angga disebut-sebut.


"Ehhmmmm..hhmmmm" Yugho mulai berdehem.


"Oohh...mas ganteng sudah bangun. Gaess gue off dulu, misua gue udah bangun bye...love you all muaacch" Lalu Firda menutup handphone-nya dan menghampiri suaminya sambil cengar-cengir.


Yugho menepuk-nepuk bangku disebelahnya. Firda pun langsung duduk disebelahnya.Tiba-tiba Yugho menjewer telinganya.


"Bagus ya kalau nggak ada mas ngomongin cowok lain, ingat kamu sudah punya suami...S.U.A.M.I...mau mas ejain lagi?tanyanya.


"Hehehehe...ampun mas, ampun iya deh nggak lagi-lagi aku kan sudah punya suami dengan paket komplit mas, tenang aja mas bojo sayang. Seluruh hati dan jiwaku cuma ada mas bojo seorang. Suwer mas..sumpah deh" ujarnya.


"Kamu kangen sama Angga Fir?"


"Nggak gitu mas, tadi aku mau nelpon dia tapi nomornya hilang tiba-tiba. Mas hapus ya nomornya? tanya Firda.


"Nggak tuh, lagipula nggak ada untungnya mas hapus nomor dia Fir"


"Aneh aja bisa hilang begitu saja mas nomornya"


"Mungkin tanpa sengaja kehapus sayang"


"Iya kali ya, padahal aku pikir kamu loh yang hapus mas..hehehe"


"Fitnah....fitnah...fitnah" Yugho pun langsung memeluk tubuh Firda sambil menggigit-gigit leher Firda. Lalu membuat beberapa tanda merah dileher Firda.


"Sayang, nanti malam mas mau ketemu orang. Kamu tunggu di rumah gak apa-apa kan?"


"Hayooo..mau ketemu siapa kamu mas?dimana?"


"Mau ketemu Andi dan Nita sayang" Yugho nampak ragu menjelaskannya.


"Aahhh...dia lagi, males lah aku ketemu dia mas.Ya sudah mas jalan aja sendiri. Aku tunggu dirumah aja mas" jawab Firda.


"Kamu serius sayang?" tanya Yugho memastikan.


"Iya mas...aku bete kalau dengar nama Firnie lagi"


"Ya sudah mas keluar ya nanti jam 11"


"Malam amat sih mas, wah nggak bener ini mah"


"Sayang....kamu percaya kan sama mas?"


"Percaya sih tapi tetap saja aku waswas mas"


"Mas gak akan macam-macam, mas janji sama kamu...cup" lalu Yugho mencium kening istrinya.


"Lagipula deket2 sini koq pub-nya sayang"


"Ya sudahlah..kalau mas macam-macam aq samperin loh kamu kesana"


"Iya...iya sayang" Yugho langsung menggendong istrinya dan merebahkannya ke ranjang mereka.


"Apa artinya kita akan wikwik mas?"tanya Firda.


"Apapun yang kamu mau sayang" jawab Yugho.


Setelah berkata demikian Yugho melucuti pakaian istrinya dan melemparnya kemana-mana. Bagaikan singa yang kelaparan begitu melihat buruannya langsung diterkamnya tanpa ampun.


Akhirnya Yugho melahap istrinya malam itu dan seperti pertarungan sebelumnya mereka saling memberi dan menerima dan tidak jarang Firda mengambil alih permainan hingga membuat Yugho menggila dan membantai istrinya habis-habisan.


Satu jam mereka berpacu, keringat membasahi tubuh mereka. Tubuh Firda tampak putih mengkilat bagaikan porselin saat dibanjiri keringat. Penampilannya yang seperti itu begitu meningkatkan gairah Yugho sehingga dia mengecupinya tiap senti keindahan tubuh istrinya.


Akhirnya pertarungan mereka terhenti saat Yugho sudah menggeram panas dan panjang serta menumpahkan kembali cairannya ke intisari istrinya.


Mereka tampak kelelahan dan Firda benar-benar tak berdaya saat ini. Yugho membersihkan tubuh istrinya lalu membantunya memakaikan baju. Setelah itu dia memesan makan malam untuk istrinya.


"Hadehhh.. teklok aku mas" bisik Firda.


Yugho hanya tertawa melihat keadaan istrinya yang tampak lemas karena kelelahan.


Akhirnya dia menyuapi istrinya dan memotongkan buah untuk Firda. Setelah makan malam mereka menonton film action sambil rebahan dikasur. firda meletakkan kepalanya dipangkuan suaminya. Yugho dengan lembut memainkan dan terkadang menciumi kepala Firda.


Akhirnya Firda tertidur dipangkuan Yugho. Dia mengangkat tubuh istrinya dan merebahkannya diatas bantal kemudian menyelimutinya.


"Cup....cup....cup istriku tercinta, mas pamit ya mau keluar sebentar"


Yugho melirik jam dinding dan saat ini waktu menunjukkan pukul 11 kurang 15 menit Yugho bersiap-siap untuk pergi meninggalkan istrinya dan bertemu dengan beberapa teman-temannya.


****************


Tumben Fir gak ngintilin Mas Yu🤣 awas disamber orang loh mamas ganteng mu.


Mas....jangan macam-macam ya kalau gak mau disunat lagi sama Firda😅


Sampai disini dulu gaesss..kita lanjut lagi nanti malam semoga gak ngantuk🤭😅


Love you all😘😘