
Firda dan Moreno sarapan sambil bercerita tentang masa-masa SMA mereka dulu dan keceriaan mereka selalu dipantau terus oleh Firnie.
Tiba-tiba handphone Moreno berdering dan dia segera menerima panggilan itu. Dia mengerutkan dahinya sebelum akhirnya dia meng'iya'kan permintaan orang yang menelponnya.
"Firda...aku harus balik segera, yuk kamu aku antar pulang sekarang" ajak Moreno.
"Ohh...ya sudah kamu pulang saja sekarang, aku masih ada yang mau dikerjakan gak apa-apa More, aku pulang naik taksi nanti"
"Kamu sungguh tidak apa-apa aku tinggal sendiri" Moreno menekankan lagi kata-katanya.
"Iya nggak apa-apa, sudah pulang sana kasihan nanti dia menunggu terlalu lama" jawab Firda.
"Baiklah....aku tunggu kamu hari senin ya, kamu langsung magang dikantor aku"
"Sipp....oke More" Firda menunjukkan jempolnya sambil tersenyum.
Lalu Moreno pun meninggalkannya.
"Sial...kemana laki-laki itu, kenapa dia lama sekali kembalinya. Ini sangat tidak lucu pemandangannya jika kakak tidak menemuinya dan menangkap mereka" Firnie menunggu beberapa saat. Sepuluh menit kemudian Firda bersiap-siap akan meninggalkan rumah makan itu dan Firnie segera menghampirinya.
"Waw...lihat siapa yang sedang makan saat ini? Mana selingkuhan kamu itu? Bukankah kalian tadi makan bersama?" Firnie segera menarik tangan Firda agar duduk kembali.
"Aahhhh...kamu Firnie, aku kira siapa. Memang kamu melihat aku makan dengan siapa?" Tanya Firda memancing.
"Aku yakin pria itu hampir sebaya dengan kamu. Apa kamu berselingkuh dengannya?" Tanya Firnie lagi
"Aahh...kasihan kakak, istrinya tidak sepolos seperti harapannya"
"Hey...mba, kamu mata-matain aku?" tanya Firda
"Tidak, aku hanya kebetulan ingin makan disini karena sudah lama tidak kerestoran ini. Padahal dulu hampir setiap pagi kami sarapan disini. Ini restoran favorite kakak Yugho loh, apa kamu pernah dibawa makan kemari olehnya?aahh...pasti tidak pernah ya, karena ini restoran favorite kami berdua" Firnie pun segera memesan minumannya.
"Hey...dengar ya tante, aku tidak peduli jika tidak pernah diajak kerestoran favoritenya karena dia mengajakku ke restoran yang jauh lebih mewah dan makanan terenak yang aku makan adalah masakan suamiku. Demi aku yang tidak bisa memasak ini, suamiku rela selalu membuatkan ku sarapan dan makan malam. Dan aku rasa tidak ada makanan yang paling enak selain makanan yang di masak oleh orang yang mencintai kita" Firda dengan tenang melayani Firnie dan menyeruput jus jeruknya.
"Kasihan sekali jika kakak harus masak untuk wanita manja sepertimu, padahal biasanya dia selalu makan masakkan aku. Kamu tidak mengurus kekasihku dengan benar ternyata. Pantas saja mertuamu tidak menginginkan kamu sebagai menantunya. Memasak untuk anaknya pun masih kamu bebankan padanya" ujar Firnie tidak senang.
"Itu namanya cinta tante. Jika dulu mas Yu mau makan masakan tante karena tante yang cinta dia jadi tante memasak untuknya tapi kalau aku kan beda tante, karena mas Yu yang cinta sama aku makanya mamas yang memasak untukku. Dan dia memasak dengan cinta demi memanjakan aku" Firda menjawab semua pertanyaan Firnie dengan santai walaupun dadanya menahan kesal.
"Percuma punya istri tapi tidak pandai memasak lalu apa yang bisa kamu berikan padanya? Aahhh....iya kamu hanya bisa menyusahkannya saja" Firnie terus saja memojokkan Firda.
"Apa mas Yu tidak cerita sama tante jika dia tergila-gila padaku jika diranjang? Aku memang tidak pandai memasak tapi aku bisa membuat mas Yu bertekuk lutut diranjang" Firda tersenyum mengejek ke arah Firnie.
"Kurang ajar anak ini, rasanya pengen aku jambak saja dan aku enyahkan dari dunia ini" Firnie berkata dalam hati sambil menahan kesal dengan semua perkataan Firda. Dia tidak menyangka jika Firda bisa seberani ini menantangnya padahal dia sudah mempunyai kartu mati Firda.
"Bagaimana jika mertua mu tahu kelakuan menantu tersayangnya ini" Firnie menunjukkan foto Firda saat bersama Moreno.
"Sialann...ternyata si lampir mata-matain gue dari tadi" runtuk Firda dalam hati.
"Kirimin aja tante, kirimin juga sekalian ke mamas aku. Aku tidak heran kok sama kelakuan tante yang suka memata-matai aku, demi bisa kembali kepada suami aku" walau berdegup jantung Firda tetapi dia berusaha tenang menjawab semua serangan Firnie.
"Sudah tidak ada yang bisa kita bahas lagi tante, aku pulang duluan ya tante solehah" Firda tertawa geli saat menyebut tante solehah.
Firnie langsung meluapkan amarahnya kepada Firda. Dia segera mencengkram bibir Firda dengan kencang. Firda mengaduh kesakitan.
"Tolonggg....tolong..." teriak Firda.
Beberapa mata langsung mengarah ke arah mereka. Firnie menjadi kaget. Dan beberapa pelayan restoran berlari ke arah mereka.
"Tolong ya mba jangan buat keributan disini atau saya akan panggil pihak keamanan untuk mengamankan mba" ujar salah seorang pelayang itu kepada Firnie.
"Ohhh....sori mas...sori, saya tidak bermaksud untuk menyakitinya kok itu reflek kejadian tidak disengaja" elak Firnie dan dia pura-pura membelai pipi Firda.
"Mba bagaimana keadaannya? Ada yang lukakah?" Tanya pelayan satu lagi kepada Firda.
"Lumayan perih bibir saya, tapi tidak apa-apa sih yang penting tidak berdarah" Firda mengelus-elus wajahnya yang dicengkram oleh Firnie tadi. Dia pun tersenyum mengejek ke arah Firnie sambil mengerdipkan sebelah matanya.
Firnie kesal merasa telah ditipu oleh Firda.
"Dasar licik kamu berani bermain-main denganku. Lihat saja nanti Fir, aku akan membuat kamu menyesal seumur hidupmu" Firnie mulai mengancam Firda.
"Aku tunggu tantanganmu tante solehah" jawab Firda sambil tersenyum. Lalu dia bangun dari kursinya dan akan segera beranjak pergi tetapi dia diam terpaku saat melihat suaminya sudah berdiri didepan pintu dan menatap tajam ke arahnya.
"Hmmm....ternyata si lampir sudah mengirim gambarku ke mas Yugho" bisik Firnie dalam hati.
Firda kembali duduk dan melambaikan tangannya kepada suaminya. Yugho segera menghampirinya dan duduk dihadapan Firda.
"Kalian janjian ya makan direstoran favorite kalian dulu" Firda menatap suaminya sambil tersenyum.
"Apa maksud kamu" tanya Yugho kepada Firda.
"Akhirnya kakak datang juga. Istrimu sudah bertindak keterlaluan kepadaku kak, dia mempermalukan aku" Firnie mulai mengadu.
"Tunggu dulu Firnie, aku sedang berbicara kepada istri aku. Cepat jelaskan Fir" Yugho masih menatap Firda dengan tajam.
"Mba Firnie yang bilang kalau ini adalah restoran favorite kalian berdua. Eehh....kalian malah ketemu disini sekarang. Ini artinya kalian berjodohkah? Kenapa bisa jadi seperti reunian ya" ujar Firda pura-pura tak mengerti.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Fir, dimana dia?" Yugho tidak berkedip menatap Firda.
"Kakak terlambat, dia sudah pergi karena istrimu yang sudah menyuruhnya pergi terlebih dahulu"
Yugho mengangkat tangannya ke arah Firnie sebagai tanda menyuruhnya diam.
"Siapa mas? Moreno? cowok yang bersamaku tadi? dia sudah baliklah mas, pacarnya menelponnya minta dijemput" jawab Firda berbohong.
"Kamu sedang tidak bermain-main dengan mas kan Firda?" Yugho menekankan kalimatnya kepada istrinya.
"Tidak mas, aku tidak suka bermain-main seperti kamu mas apalagi mempermainkan perasaan pasangan sendiri" Firda tampak menyindir Yugho .
"Firda...cukup bermain-mainnya"
"Kalau aku lihat-lihat kalian cocok sekali loh, tampak sangat serasi...kamu sangat cantik mba Firnie, pantas saja suamiku klepek-klepek sama kamu mba"
"Cukup Firda jangan diteruskan lagi. Kamu adalah istri aku tentu saja kamu yang paling cantik diantara ribuan gadis lain karena aku telah memilihmu menjadi pendampingku"
"Ohhh...so sweet banget mas" Firda tersenyum pura-pura gemas.
Firnie yang melihat mereka menjadi kesal sendiri karena skenarionya tidak berjalan sesuai harapannya.
"Ayo kita pulang sekarang" ajak Yugho
"Tapi bagaimana dengan mba ini mas?"tanya Firda kepada suaminya.
"Biarkan dia pulang sendiri" jawab Yugho lalu dia bangkit dan menarik tangan istrinya.
"Mbak yang cantik aku pulang duluan ya...sudah dijemput suamiku...dadaaaahhhh" Firda tampak sekali mengejek ke arah Firnie hingga membuat Firnie melotot tak senang.
"Lihat pembalasanku nanti" jawab Firnie sambil terus melihat ke arah Firda.
**********
Mumpung libur dan mumpung ada ide pagi-pagi aku nulis buat kalian..walaupun resikonya pekerjaan aku banyak tertunda...hehheehe...yang penting kalian senang aku sudah bahagia.
Maaf ya tidak bisa menyenangkan kalian semua🤧
Tapi aku sayang kalian semuaaa.
Happy Reading gaess🤗