
"Ya ampun sori Mith..gue lupa kalau bawa Celline wkwkwk" Firda tertawa sambil menepuk keningnya.
"Duh inces mama ditinggalin ya sama mamanya sayang?maaf ya sayang mama...cup..cup" Firda mengambil Celline dari tangan Yugho dan menggendongnya.
"Ya sudah kalau begitu aku sama Alma juga balik ya Fir, bye" ucap Mitha
"Oke...tengkiu Mith atas semuanya, jangan lupa nti kita zoom meeting yak...wkwkwk....Al tengkiu juga saran kamu"
"Iya sama-sama Fir, aku pamit ya daddy juga sudah jemput aku diluar"
"Muachh...muaach..bye semuanya"
Akhirnya ke tiga mama-mama cantik itu pun pulang dengan pasangan masing-masing.
Didalam mobil Firda masih memasang mode ngambek dan memanyunkan bibirnya.
"Masih ngambek mah?Jangan ngambek dong sayang. Papa tidak ada hubungan apa-apa dengan dia" Yugho membelai-belai rambut istrinya
"Masalahnya kamu janjian pah sama dia,itu yang bikin aku kesal"
"Cup..cup.." Yugho merengkuh bahu istrinya dan mencium puncak rambutnya.
"Papa tau kamu marah karena tidak dikasih 'itu' kan mah?" Yugho mengerling nakal menggoda istrinya.
"Nggak...aku sudah tidak nafsu lagi" jawab Firda ketus. Bila mengingat peristiwa semalam tentu saja Firda menjadi kesal dengan suaminya. "Pokoknya nggak ada jatah malam selama 1 minggu titik" ujar Firda lagi.
Yugho hanya tersenyum melihat istrinya yang masih nampak kesal dengan dirinya. Dia menggoda istri dan anaknya supaya tersenyum. Sementara Firda masih nampak memanyunkan bibirnya, Celline sebaliknya nampak tersenyum lebar digoda oleh ayahnya dan nampak tidak bisa diam dalam gendongan Firda.
Akhirnya mobil merekapun nampak memasuki rumah dan Yugho segera memarkirnya. Firda segera membuka kunci rumahnya dan meletakkan Celline dikarpet sambil memberikan mainan-mainannya lalu menyalakan televisi.
"Inces main disini ya, mama mau ke dapur dulu sebentar" Firda segera menuju dapur dan membuatkan kopi untuk suaminya juga smoothie apel untuk Celline.
Yugho segera masuk ke dalam rumahnya lalu rebahan dikarpet mengajak anaknya bermain.
Dia menggendong Celline ke lantai atas menuju kamarnya dan meletakkan hadiah untuk istrinya di nakas tempat tidur.
"Papah...dedek mana? Aku mau suapi buah" Firda berteriak memanggil suaminya dari ruang bawah.
"Sebentar mah" jawabnya lalu dia pun segera turun sambil menggendong Celline.
"Celline letakkan di roda dia aja pah, aku mau kasih buah dulu. Ehh.....jangan diroda deh pah, nti dia lari-larian. Letakkan dikursi makan dia aja pah" perintah Firda dan Yugho pun meletakkan putrinya dibangku makannya. Firda mulai menyuapinya dan Yugho selalu menggodanya, jika dia memeluk Firda maka Celline akan teriak-teriak tidak suka. Mungkin dia tidak mau ayahnya membagi perhatian pada yang lain. Yugho segera memeluk Firda dari belakang dan membelai-belai perut ratanya itu, namun tangan-tangan nakal Yugho selalu dihempaskan oleh istrinya itu dan dengan kesal akhirnya Yugho menggigit leher Firda dengan gemas.
"Awww...sakit papah" teriaknya sambil mencubit pinggang suaminya.
"Cepat tidurin dedek, ada satu kerjaan lagi untuk kamu mah" bisiknya ditelinga Firda.
"Alaahhh....gak mau, paling minta wikwik...emooohhh. kemaren aja aku dicuekin, gantianlah bisa sama skornya" jawab Firda sambil menyuapi Celline.
"Apa mama yakin?mumpung papa lagi hot ini mah"
"Nggak mau, kamu jadi hot begini palingan juga efek habis ketemu sama mantan" jawabnya ketus.
"Ihh..gemes aku sama kamu mah kalau sudah ngambek mirip banget Celline" Yugho mencubit pipi lembut istrinya.
Firda diam saja dia tetap berfokus pada Celline. Setelah membersihkan tubuh Celline dan mengganti bajunya Firda mengajak anaknya bermain di kasur hingga Celline kelelahan dan tertidur.
"Inces mama akhirnya bobo juga...cup..cup" Firda mengecupi pipi montok anaknya. Karena iseng akhirnya dia mulai membuka IG-nya dan membaca puluhan pesan disana. Rata-rata disana bertanya tentang cara dan gaya memuaskan suami diranjang.
Ya Firda dan Alma memang membuat tim berdua untuk menjual segala kebutuhan wanita mulai dari obat herbal, vitamin dan membuka konsultasi seputar se*. Sudah banyak member disana yang bertanya macam-macam namun dia belum berkonsultasi dengan Alma untuk menjawab segala pertanyaan-pertanyaan itu.
"Kamu buka konsultasi se* mah?" Tanya Yugho bingung.
"Hah!..papah baca ya?"
"Iyalah daritadi papa dibelakang kamu tentu saja papah baca semuanya"
("Sial*n laki gue pake acara baca lagi, bikin malu saja" ujar Firda dalam hati)
"Jangan-jangan aku kamu jadikan kelinci percobaan ya mah?" Tanya Yugho
"Ya nggaklah pah, aku tanya papah puas nggak main sama aku?"
"Nah itu tujuan usaha aku dan Alma. Kita juga ingin membuat wanita-wanita disana bisa memuaskan suaminya. Terkadang kita berbagi gaya bercinta kita juga pah terus kita juga memberitahu cara menjaga organ intim kita supaya tetap wangi, menggig*t dan mencengkram suami serta menjual ramuan herbal untuk merapatkan dan mengencangkan **** * kita. Sehingga suami kita tak bisa lepas dari kita, begitu pah" Firda menjelaskan panjang lebar usahanya bersama Alma yang dirintisnya melalui online. Ya mereka hanya bisa menjual online karena waktu mereka full untuk keluarga. Hanya ada 3 orang yang membantu mereka untuk bagian stok,packing dan pengiriman. Ini hanya usaha iseng mereka saja sambil memanfaatkan waktu luang dan saling berbagi cerita serta tips cara disayang dan membuat lengket para suami.
Yugho geleng-geleng kepala mendengar penjelasan istrinya.
"Mah...memang kurang ya uang tiap bulan kiriman dari papah? Bukankah papa selalu mengisi dompet kamu 2 hari sekali?" Tanyanya bingung dan sedikit merasa bersalah.
Justru karena kelebihan pah makanya kita mau buat usaha kecil-kecilanlah. Bisnis ini hanya iseng untuk mengisi waktu luang kami. Lagi pula kita juga punya admin kok pah. Walau cuma 3 anak buah tapi cukuplah itu"
"Dimana kantornya mah?"
"Di ruko Alma pah, dia pakai ruko daddynya satu untuk usaha dia. Awalnya nggak dikasih sama daddy karena takut Alma nanti tidak punya waktu untuk keluarga tetapi Alma memaksa akhirnya di kasih satu ruko untuk operasional kita plus anak buahnya"
"Tumben Mitha tidak ikut serta?"
"Laah...dia kan harus mengurus kantornya pah. Makanya tidak kita ikut sertakan. Dahlah papa sana aku mau balas chat mereka" usir Firda pada suaminya.
"Kamu yakin mah gak mau ditemani?" Yugho meraih handphone istrinya dan meletakkannya di meja kemudian dia mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya diranjang. Dia segera membuka kaosnya dan melepaskan celananya lalu menempel seperti ulat bulu ke tubuh istrinya.
Firda meronta-ronta tidak mau didekati namun Yugho terus saja merangsak tubuh istrinya dan membuat polos tubuh istrinya kemudian dia menerjang tanpa ampun hingga membuat Firda terus melenguh karena nikmat. Hmm...tidak sia-sia Firda membuka usaha khusus wanita karena nyatanya suaminya semakin ganas diranjang🤣.
*******
"Daddy...aku beli baju sama sepertimu. Kata mommy kita akan memakainya bersama untuk acara onty Mitha"
"Are you seriously boy? Oke kita pasti akan terlihat tampan bersama boy" Daniel mengusuk-ngusuk rambut putranya dan menciumnya.
"Mommy...kapan acara Mitha dilangsungkan sayang?"
"Besok pagi bie, tadi kami baru mengambil seragam kami"
"Besok jam berapa sayang? Aku ada meeting penting loh besok?"
"Hah!! Akad pagi jam 10 langsung pestanya sampai jam 4 sore bie"
"Sayang...aku tidak bisa menemanimu full time. Aku ada meeting jam 9 pagi dengan Mr. Singh. Mungkin selesai meeting aku langsung menuju kesana it is okey my sweetheart?"
Alma mendesah pelan. Kemudian dia mengangguk.
"Baiklah bie semoga rapat berjalan dengan lancar ya bie biar kamu cepat menemani kami"
"Ku usahakan sayang. Bagaimana bisnismu?" Tanya Daniel.
"Alhamdulillah baik bie"
"Lekas beritahu aku jika ada kesulitan sayang" Daniel merengkuh tubuh istrinya dan meletakkan tubuh Alma ke dadanya. Alma membalikkan tubuhnya dan menatap wajah suami tampannya itu.
"Bulu-bulu janggutmu bie" jemari Alma mengusap-usap seluruh jambang yang tumbuh dipipi suaminya itu. Daniel segera meraih tangan istrinya dan mengecupinya serta memasukkannya ke dalam mulutnya dihisa*pnya lalu digigitnya pelan-pelan.
"Daddy...aku ingin bersamamu". Ziel memaksa masuk ditengah-tengah mommy dan daddynya.Alma buru-buru menarik tangannya dari bibir suaminya.
"Uwooo....my son, its oke sini bersama daddy. Look sebentar lagi kamu akan mempunyai adik kembar sayang" Daniel meletakkan Ziel dipangkuannya dan sebelah tangannya mengelus-elus perut istrinya yang didalamnya kembali tertanam benih-benih cintanya.
"Really dad? Apakah aku nanti tidak akan disayang lagi?"
"Hahaha...tentu tidak sayang. Kamu adalah kesayangan kami semua. Walau anggota keluarga kita bertambah tetapi cinta dan sayang daddy dan mommy-mu selalu ada untukmu. Namun kita akan berbagi dengan kedua adikmu nanti"
"Apakah dia akan menyenangkan dad?"
"Tentu saja, mereka akan menjadi bayi-bayi yang menakjubkan"
"Okey...aku Sayang mereka" kemudian Ziel turun dari pangkuan Daniel dan menciumi perut mommynya.
"I love you brother...my little brother" ucapnya
Daniel dan Alma saling berpandangan kemudian mereka memeluk Ziel dengan erat.
*********
Apakah ini akan lama lagi reviewnya? entahlah🤧🤧