Miss Rusuh

Miss Rusuh
Telpon Ibu



Pagi harinya Yugho bangun lebih awal, dia mengantar bu Sofi ke pasar dan menyuruhnya untuk membeli segala macam sayuran, buah, daging dan ikan tak lupa juga dia membeli susu untuk ibu hamil.


Bu Sofi bingung dan tampak menggelengkan kepalanya dengan kelakuan tuannya itu.


"Pak, biasanya yang ke pasar itu perempuan tapi saya lihat bapak lebih perhatian dan lebih mengerti tentang masakan daripada ibu"


"Istri saya itu tidak mengerti apa-apa tentang dapur bi, dia hanya tau ada makanan di meja makan tetapi tidak mengerti cara membuatnya. Dia sudah terbiasa dilayani makanya dia sedikit kaget dan tidak mengerti jika berada didapur. Bumbupun dia tidak ada yang tahu. Jika disuruh masak dia membeli bumbu jadi semua, saya pun sampai pusing lihat bumbu dilaci pojokan itu. Se laci isinya bumbu racik semua. Jika diberi tahu jawabnya selalu iya tapi tidak pernah dipraktekkan. Sementara saya lebih suka meracik bumbu sendiri karena saya terbiasa masak sendiri untuk diri saya" jawab Yugho sambil mengendarai mobilnya.


Bi Sofi nampak manggut-manggut mendengar cerita tuannya.


"Oh iya bi, mulai besok bibi kerjanya dari pagi sampai maghrib ya, saya akan naikkan uang gaji bibi 3x lipat. Bibi harus menjaga istri saya dirumah jangan biarkan dia banyak bergerak, istri saya sedang hamil muda bi. Saya ingin dia istrirahat saja dirumah tanpa melakukan apapun. Laporkan pada saya jika dia keluar atau melakukan hal-hal yang berat" ujar Yugho kepada bi Sofi.


"Maksudnya pak gimana ya ibu melakukan hal-hal yang berat-berat?" Tanya bi Sofi tak mengerti.


"Misalnya dia jejingkrakkan atau berjoget-joget bi. Jangan biarkan dia melakukan hal seperti itu"


"Oh iya,baiklah pak...tapi ibu suka main handphone sambil joget-joget gitu loh pak, apa ya istilahnya anak-anak sekarang itu. Hmmm tik-tak gitu pak kalau tidak salah" adu bi Sofi.


Yugho langsung tertawa kecil mendengar kata tik-tak yang dikatakan bi Sofi.


"Tiktok maksud bibi" ujar Yugho menjelaskan.


"Nah benar itu pak, iya seperti itu setiap hari ibu tiktokkan terus pak"


"Hmmm...ya ya ya, bi apakah istri saya suka menelpon itu, hmmm apa ya! laki-laki ya laki-laki, apakah istri saya suka telpon-telponan gitu?" Tanya Yugho malu-malu.


"Ibu setiap hari main telpon-telponan pak tapi saya tidak tahu, apakah laki-laki atau perempuan yang ditelponnya" jawab bi Sofi jujur.


"Sekarang bibi harus pantau istri saya ya, jika terdengar dia menyebut nama laki-laki. Catat namanya jangan lupa ya bi. Ini perintah saya" dengan tegas Yugho memberikan tugas tambahan untuk bi Sofi untuk menjadi mata-matanya.


"Ohh...baiklah tuan, saya akan segera laporkan segala gerak-gerik ibu" jawab bi Sopi.


"Maaf Pak, apakah bapak ragu dengan ibu?" tanya bi Sofi bingung.


"Bukan ragu bi, tetapi istri saya sangat supel orangnya. Dia banyak teman laki-laki dan wanita, tak jarang para pria-pria itu menaruh hati pada istri saya. Dan istri saya dengan polosnya tetap berteman baik dengan mereka. Saya hanya menjaga-jaga saja agar istri saya tidak salah jalan bi" terang Yugho.


"Nampaknya bapak sangat mencintai ibu ya. Pasti Ibu adalah orang yang paling bahagia didunia mempunyai suami seperti bapak. Selain tampan juga perhatian" bi sofi tersenyum begitu mengetahui tuannya sangat mencintai istrinya.


"Sudah seharusnya istri saya bahagia bersama saya bi, namun dia rada susah diatur bi agak pemberontak anaknya. Makanya saya benar-benar butuh tenaga dan pikiran yang ekstra untuk menjaganya dan disitulah tantangan saya bi"


Bi Sofi tampak manggut-mangut. Dan taklama kemudian mereka tiba dirumah. Yugho dengan sigap membantu membawakan semua belanjaan bi Sofi ke dapur. Setelah selesai membawakan semua belanjaan Yugho segera mencari istrinya.


"Sayang...sayang...Angie kamu dimana?" Yugho mencari istrinya ke setiap ruangan namun tak menemukan Firda disana. Akhirnya dengan tak sabar dia segera menelpon istrinya itu. Tetapi rupanya Firda tidak membawa handphone karena beberapa kali Yugho menelpon ada bunyi handphone Firda di dalam kamar. Yugho segera mendesis gemas.


Dia kesal jika istrinya pergi tanpa bilang apapun padanya. Dia kesal jika Firda berjalan sendiri tanpa dirinya. Dan dia kesal jika Firda pergi dan dia tidak tahu kemana istrinya itu pergi. Sungguh dia benar-benar ingin menjewer telinga istrinya itu yang selalu membuatnya pusing dan bingung.


Akhirnya Yugho mengeluarkan motornya bermaksud mencari istrinya namun begitu motor sudah parkir diluar rumah dengan santainya Firda bertanya kepada suaminya.


"Mau kemana mas buru-buru amat" tanyanya santai.


"Sayang, kamu darimana? Apa kamu tau mas mau kemana sekarang?" Tanyanya.


"Aku ikut kamu mas" Firda langsung menaiki motor suaminya dan langsung memeluk pinggangnya.


"Kamu tau mas mau kemana?"


"Nggak tau mas, makanya aku mau ikut" jawabnya.


"Dengar ya sayang, mas itu ingin mencari kamu dan berhubung kamu sudah pulang mas tidak jadi pergi sayang"


"Yaelaaah mas kirain mah mau jalan, aku udah siap nangkring ini. Tadi waktu aku bangun tidur aku cari kamu kemana-mana mas tapi nggak ada kamunya. Akhirnya aku keluar cari sarapan diluar, ini saja aku baru pulang habis makan nasi uduk diujung jalan itu" jawab Firda sambil tetap duduk diatas motor.


"Ayolah turun sayang, lekas mandi hari ini kita cek ke dokter sayang" Yugho langsung menggendong istrinya turun dari motor.


"Gak jadi jalan-jalan kita mas?" Muter-muter aja.


"Tidak sayang, kita harus ke dokter hari ini jadi jalan-jalannya dilain waktu oke?" Yugho segera membujuk istrinya.


"Baiklah mas, pulang dari dokter mas tidak ke kantor lagi kan?" Tanya Firda.


"Tidak sayang, mas cuti 1 hari khusus untuk menemani kamu periksa ke dokter. Setelah itu kita ke rumah papa kamu. Sudah lama mas nggak ketemu papa kamu sayang"


"Yess...oke mas, yuk kita ke rumah papa ya nanti" Firda nampak bahagia sekali begitu Yugho mengajaknya mengunjungi ayahnya. Dia segera bergegas ke kamar mandi dan berendam selama setengah jam untuk merelaksasikan tubuhnya. Tak berapa lama Yugho masuk ke dalam kamar mandi dan menyabuni tubuh istrinya. Yugho memandikan Firda dengan menahan semua hasratnya. Tapi dasar namanya Firda, begitu disentuh suaminya tubuhnya seperti cacing kepanasan. Tangannya menggerayangi garuda suaminya sementara Yugho hanya bisa menepis-nepis tangan nakal istrinya. Walaupun didalam dadanya ada hasrat yang begitu menggelora.


"Jangan nakal, kebiasaan usil ih tangan kamu. Kalau mau usil jangan saat berdarah dong sayang" ujar Yugho dengan suara sedikit parau.


"Mas tidak tahan sayang jika sudah kamu raba-raba. Sentuhanmu selalu mampu membuat mas melayang tinggi" jawab Yugho


"Melayang? Hihihi....layangan kali ah melayang tinggi ke awan" goda Firda.


"Kamu ini" dengan kesal Yugho mencubit dan menarik benda kenyal milik istrinya yang selalu menantang itu, hingga membuat Firda berteriak.


"Aaawww....mass, lagiiii" pintanya.


"Dasar nakal" akhirnya Yugho meninggalkan Firda dikamar mandi, dan membiarkan Firda berteriak-teriak memanggil namanya. Sementara dia juga bersiap-siap untuk segera mandi.


Tak berapa lama Firda keluar dari kamar mandi dan segera mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Dia sengaja melorotkan handuknya hingga jatuh ke lantai dan membiarkan Yugho menatapnya dengan nanar. Setelah Yugho sadar dan segera mengendalikan diri, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi sementara Firda tertawa melihat ulah suaminya yang mau namun takut untuk melakukannya.


"Hihihi...suamiku polos sekali, padahal sudah mengenal perempuan dari usia belasan tahun dan pacaran juga sampai tahunan, masa iya dia masih polos aja. Apa yang dilakukannya saat pacaran dulu ya, hmmm jadi kepo aku" Firda segera berdandan secantik mungkin. Dan wajahnya terlihat sangat cantik dan ranum hari ini dengan pipi merah jambunya.


10 menit kemudian Yugho masuk ke kamar dan mengeringkan tubuhnya. Lalu dia memakai kaos santai berwarna putih dan bercelana jeans tak lupa dilengkapi dengan jaket hitam warna kesayangannya.


"Uwooo....paksu terlihat lebih muda kalau begini, hmmmm jadi pengen mas" Firda segera memeluk Yugho dari belakang.


"Pengen apa sayang?" Yugho segera menarik tangan Firda kemudian dia duduk ditempat tidur dan memangku Firda di pahanya sementara tangan kirinya merengkuh pinggang ramping istrinya. Taklama kemudian dia segera mendekati istrinya dan melahap habis bibir istrinya. Sementara firda memejamkan mata dan menikmati setiap detik kenikmatan yang diberikan suaminya. Yugho semakin menuntut ciuman dari istrinya dan dia menciumi bibir istrinya dengan sangat dalam.


"Drrrrtt...ddrrrtt...."suara handphone-nya mengacaukan segalanya.


Dengan perasaan kesal dia segera mengangkat telponnya dan dia tampak kaget saat mengetahui siapa yang menelponnya. Yugho segera menurunkan istrinya dari pangkuannya ke ranjang dan dia bangkit untuk menerima telpon dari ibunya.


"Iya bu, ada apa" ---> Yugho


"Kamu dimana nak? Ibu kangen ingin bertemu denganmu"


"Aku akan kerumah ibu nanti, setelah pulang dari rumah sakit" ----> Yugho


"Apa kamu sakit nak?kenapa tidak bilang ibu?"


"Alhamdulillah aku baik-baik saja bu. Aku ingin memeriksakan istriku ke dokter kandungan hari ini, doakan ya bu agar semuanya baik-baik saja"


"Hahh... apakah ibu akan segera mempunyai cucu Go?"


"Doakan ya Bu, soalnya hasil testpack istriku gatis dua bu"


"Alhamdulillah akhirnya ibu akan dianugerahi cucu. Ibu akan kerumah kamu hari ini Go"


"Jangan bu, nanti saja aku dan istriku yang akan menemui ibu"


"Baiklah, jaga istrimu baik-baik ya nak. Salam untuk istrimu suruh dia jangan banyak gerak Go. semoga semuanya lancar dan sehat cucu ibu. Ibu tunggu dirumah ya nak" klik Ibunda Yughopun segera mematikan ponselnya.


"Siapa mas" tanya Firda pelan.


"Ibu sayang, pulang dari rumah sakit kita kerumah ibu ya sayang" Yugho bermaksud mengajak istrinya kerumah orang tuanya.


"Bukannya kita mau kerumah papa ya mas" Firda nampak galau.


"Iya sayang, pulang dari rumah papa kita kerumah ibu ya sayang" Yugho segera menarik tangan istrinya dan membawanya keluar. Dengan perasaan bahagia dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan dengan wajah sumringah.


"Tapi aku masih nggak enak hati sama ayah kamu mas. Entah kenapa dia benci sekali padaku mas" wajah Firda nampak melow.


"Ssstt...tenang sayang, ada suami kamu. Aku akan selalu membelamu dari siapapun yang ingin menyakitimu walaupun orang tuaku sekalipun"


Mendengar perkataan suaminya Firda merasa tenang dan dia segera memeluk suaminya


*********


Mas kok sekarang kamu mulai memata-matai aku sih. Semua gerak-gerik aku kamu ketahui. Sebel ih kamu sekarang jadi fobia gitu sama aku. ujar Firda sambil manyun😌


Heppy Reading gaesss🤗😘


Fir, keinginan jadi mamud akhirnya tercapai juga



Paksu mudaan kalo begini