
Yugho tetap membawa Firda menaiki sampan. Walau Firda tidak mau tetapi dengan sedikit pemaksaan akhirnya mau tidak mau Firda mengikuti kemauan suaminya itu. Yugho membawa istrinya jauh ke dalam hutan sehingga pemandangan danau itu hanya berisi pepohonan belaka dan salur-salur pada pohon yang melambai menyentuh air danau itu.
"Coba ceritakan pada mas siapa cowok itu Fir?" Yugho membuka pembicaraan.
"Nahkan...kamu Mas mulai lagi, kamu sengaja kan membawa aku kesini. Jadi kalau aku tidak mau bicara pasti kamu akan tebalikin perahu ini" Firda pegangan sampan dengan sangat kencang. Dia benar-benar takut saat ini. Dalam bayangannya jika sampan terbalik maka akan ada buaya yang akan memangsanya. Disaat Firda ketakutan seperti itu, Yugho malah semakin senang membuatnya semakin takut. Dia pun menggoyang-goyangkan sampannya ke kanan dan ke kiri. Firda menjerit-jerit ketakutan sementara Yugho malah tertawa kesenangan.
"Maass...sudah mas...aku takut" firda setengah menangis mengatakannya.
"Baiklah sayang, mas tidak akan menakutimu lagi. Sekarang jelaskan siapa pria itu?" Yugho mengulangi pertanyaannya.
"Kalau aku katakan apakah mas akan marah atau cemburu?" Tanya Firda takut-takut.
"Mas tidak akan kedua-duanya sayang. Karena kamu sekarang adalah milik mas"
"Baiklah aku pegang kata-kata mas ya. Dia itu Moreno mas, mantan aku waktu SMA. Dia senior aku dan kami pacaran dari kelas 2 SMA sampai lulus sekolah. Setelah lulus dia kuliah di Universitas Cambridge Inggris. Kami LDR-an karena kita jarang ketemu akhirnya dia aku putusin dia mas. Sekarang dia sudah lulus S2 jurusan hukum mas. Tadi kami tidak sengaja bertemu lagi" Firda menceritakan semuanya kepada Yugho.
Yugho langsung menautkan kedua alisnya dan raut wajahnya sedikit menegang.
"Eiitt....eiittss...tunggu dulu mas, janji mas tidak akan marahkan?" Ujar Firda sambil memegang kedua sisi perahu sampan itu dengan wajah penuh ketakutan.
Yugho yang awalnya kesal dengan cerita istrinya malah tertawa melihat ketakutan yang amat sangat diwajah Firda. Lalu dia meletakkan sampannya dan menarik tubuh istrinya lalu memutarnya. Firda berteriak ketakutan dengan ulah suaminya. Lalu Yugho memeluknya dari belakang. Dia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istri nya. Sambil menghisap aroma wangi parfume istri nya.
"Ihhh....aku nggak baper loh mas kamu begini, aku sih biasa aja" ujar Firda walau dalam hatinya bersorak kegirangan dan wajahnya bersemu merah.
"Fir, apa benar kamu sudah tidak mencintai mas lagi?" Tanya Yugho sambil meraih jari istrinya dan menempelkan diwajahnya lalu sesekali diciuminya.
"Memangnya kenapa mas? Tumben ngomong kaya gitu?" Firda bertanya seolah acuh tak acuh.
"Mas takut aku tinggalin?" Firda melirik ke arah Yugho.
"Nggak tuh, mas tidak takut ditinggalin kamu. Kalau kamu ninggalin mas nanti kamu yang rugi sendiri sayang. Kamu tau kan ada seseorang yg selalu mengejar-ngejar mas sampai mati?"
"Oohhh....si tante? Aku mah tidak pernah merasa rugi mas. Santai saja, aku akan menganggap mas memang berjodoh dengan dia. Dan aku pasti akan mengucapkan selamat kok mas"
Yugho buru-buru membekap mulut istrinya.
"Tidak akan, kita akan selalu bersama selamanya. Mas, kamu dan anak-anak kita sayang" Yugho terus saja mengusap-usap perut Firda seolah ada bayi didalamnya. Yugho menyandarkan kepalanya dipaha istrinya dan menciumi perut Firda dengan sayang.
Bohongmu saja aku percaya apalagi kamu jujur mas" Firda sambil memencet hidung suaminya yang bangir itu.
"Awwww..." teriaknya. Lalu dia mengibas-ngibaskan tangannya.
"Sakit tau mas tanganku digigit" gantian dia yang mencubiti perut suaminya itu.
"Hahaha..geli sayang" Yugho terus menepis-nepis tangan nakal istrinya yang terus mencubiti perutnya.
"Lebih bawah lagi sayang" katanya.
"Tidak mauuuu....emoohhhh" Firda buru-buru menarik tangannya.
"Sayanggg...ayolaahh" bisik Yugho.
"Jangan ngaco kamu mas" wajah Firda memerah
"Mas hanya ngaco sama kamu saja sayang" Yugho bangkit dan duduk kembali sambil menautkan tangannya diatas lututnya.
"Mesum kali pikiran kamu mas...parah abis kamu mas..hehehe...udahan yuk mas, cari tempat lain lagi" ujar Firda.
"Hehehehe....apakah ini kode sayang?" Yugho terus menggoda istrinya.
"Tidak....tidak ada kode-kodean..no.no.no.." ujar Firda sambil menggoyang-goyangkan jarinya.
"Tapi sayang...sudah beberapa hari kamu mendiamkan dia terus kasihan dia tidak bisa berkicau" Yugho berkata dengan memelas.
"Ohhh...itu urusanmu mas, kalau aku sih no" jawab Firda acuh.
Firda tertawa melihat ekspresi suaminya disaat ini. Tubuh tinggi, atletis dan kekar sangat tidak sesuai untuknya disaat dia merajuk kepada istri tersayangnya.
"Hmmm...tidur sajalah lagi lawanmu masih dalam mode ngambek yang berkapanjangan. Baiklah sayang peluk aku saat ini" pinta Yugho
"Nggak mau mas, awas jangan dekat-dekat aku mas" Firda mengambil ancang-ancang dengan mengepalkan dua tangannya untuk melindungi dirinya. Tetapi suaminya langsung menarik tangan istrinya dan keadaan sampan sedikit bergoyang hingga membuat Firda kaget dan langsung memeluk suaminya.
"Sudah yuk mas, aku nggak nyaman disini aku benar-benar takut"
"Tetapi mas ingin seperti ini terus berdua denganmu di alam terbuka sambil memelukmu" Yugho semakin mempererat pelukannya. Dia melepaskan tubuh istrinya, memandang mata coklat istrinya lalu dia memejamkan matanya dan mencium bibir istrinya dengan dalam dan sangat lembut. Firda pun memejamkan matanya menikmati setiap kecupan dan tarikan bibir suaminya. Yugho mulai panas dia tidak lagi lembut menciumi istrinya. Dia mulai menyerang dengan sedikit kasar dan terus menerus menuntut kehangatan bibir istrinya. Firda pasrah dia melayani setiap serangan bibir suaminya. Yugho mengunci tangan istrinya dengan sebelah tangannya, sedangkan tangan satu lagi bermain-main didalam baju istrinya (hobi mas Yu dari jamannya pacaran..wkwkwk😜)
Firda melepaskan pagutan bibir suaminya.
"Sudah mas hentikan, kita bersampan terlalu jauh ini sudah ditengah hutan mas"
"Aku tidak perduli, aku menginginkanmu sayang"
"Jangan gila kamu mas, nanti akan ada yang melihat kita disini"
"Biarkan saja" Yugho merapatkan kembali tubuh istrinya dan melanjutkan permainan tangannya. Dia suka sekali mendengar desahan dan lenguhan istrinya. Firda hanya bisa memandang Yugho dengan tatapan sendu namun penuh hasrat yang membara.
"Aku suka dengan tatapan pasrahmu sayang, aku senang jika kamu menginginkan aku" Yugho menciumi setiap inci tangan istrinya lalu meletakkannya diwajahnya. Dia mengusap-usap wajahnya ditelapak tangan istrinya. Perlahan Firda mulai membelai-belai wajah tampan suaminya yang paling menyebalkan itu.
"Sudah ah mas, aku takut kita kebablasan disini"
"Disini tempat yang paling romantis sayang karena disini hanya ada aku dan kamu. Aku suka suasana alam seperti ini"
"Apa kamu yakin hanya kita berdua mas? bagaimana dengan monyet-monyet yang sedang bergelantungan melihat ke arah kita.. hahaha" Firda tertawa sambil memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya dibahu suaminya. Yugho mengusap-ngusap rambut Firda yang berantakan karena tertiup angin dan menggulung-gulungnya.
"Itu bukan monyet sayang tetapi ular yang sedang melingkar di pohon itu"
"Hahh...iyakah mas?" Firda kaget dan melepaskan diri dari pelukan suaminya.
Yugho menarik kembali tubuh istrinya dan membuatnya kembali memeluknya.
"Biarkan saja ular itu disitu karena ini tempatnya" Ujar Yugho santai dan tetap menciumi pipi istrinya sesekali.
"Tapi aku bohong mas, soal monyet itu. Tidak ada monyet dan aku tidak melihatnya disekitar sini" Firda tetap memeluk tubuh suaminya dan mengusap-usap lengan kekar suaminya yang super menyebalkan itu.
"Mas juga bohong kok soal ular itu. Dan tidak ada ular disekitar sini, mas juga tidak lihat apa-apa selain melihat wajah Dewi Firda Nawang Wulan...cup...cup" Yugho kembali mencium kening istrinya.
"Hahaha....lebay amat kamu mas, siapa tuh Dewi Firda Nawang Wulan? mana ada dewi namanya Firda
mas? dasar tukang ngarang kamu mas" Firda masih saja tertawa mendengar gombalan suaminya itu.
"Hehehe...mas akan belajar ngegombal demi kamu sayang. Asal kamu tertawa mas sudah seneng kok melihatnya, daripada melihat kamu menangis mas tidak akan tahu harus melakukan apa"
Suasana danau itu benar-benar hening Firda dengan nyaman berada didalam pelukan suaminya. Yugho memantapkan hatinya. Istrinya adalah kekasihnya hatinya. Dan hanya istrinya satu-satunya wanita yang ada didalam hatinya.
Firda hanya berdoa dalam hati semoga selalu yang terbaik untuk mereka. Dan dia bisa terus seperti ini berada didalam pelukan suaminya yang super nyaman.
**********
Danaunya yang indah atau pelukan dan ciuman yang lebih indah?
Kalau kata Firda sih pelukan dan ciuman yang super indah, apalagi bibir mas Yu yang tipis dan sexy😍🤣.
Met pagi semua..met beraktivitas sayang-sayang kuh😘😘
Motornya sama-sama gede seperti dirimu mas😌