Miss Rusuh

Miss Rusuh
Undangan Pertunangan



Gadis-gadis itu terus saja bercengkrama. Mereka tertawa dengan sangat riang. Banyak candaan yang mereka lontarkan dan membuat ruangan gaduh karena tawa mereka.


Daniel hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya juga teman-temannya. Dia tau Alma masih sangat muda dan butuh teman untuk berbagi cerita. Dia merasa sangat bersyukur karena di usia Alma yang masih sangat muda bisa menempatkan diri sebagai seorang istri yang sangat baik dimatanya walaupun terkadang sifat kekanak-kanakannya muncul.


Daniel merasa senang melihat istrinya bisa tertawa bersama teman-temannya. Sehingga dia tidak merasa telah mengambil masa muda istrinya dan mengikatnya dalam mahligai rumah tangga.


"Emmma..maa...maaa...baby Ziel nampak memanggil-manggil mamanya." Sementara Akbar terus menggendong dan menciumi baby Ziel.


"Apakah dia selalu menyusahkanmu Bar?" Tanya Daniel.


"Tidak kak hanya saja bawelnya seperti mamanya" jawab Akbar.


"seriously anak daddy semakin besar semakin bawel?C'mon my boy, your uncle lelah menggendongmu.Sekarang waktumu bermain bersama daddy" lalu Daniel pun menghampiri Akbar dan mengambil putranya sambil mengangakat tubuh Ziel tinggi-tinggi dan menciumi perutnya. Baby Ziel nampak kegelian dan tertawa sambil berteriak-teriak.


"Lihat itu mommy-mu sedang berkumpul bersama teman-temannya. Nampaknya dia melupakanmu boy" lalu Danielpun menolehkan Ziel ke arah Alma dan nampak dia menjerit-jerit memanggil mommynya..."Aaahh...emm..mmmaaa..mmmmaaaa..aahhh" jerit Ziel sambil menendang-nendang ayahnya. Seolah-olah dia berharap agar ayahnya membawanya ke pangkuan mommynya.


"Calmdown baby.....biarkan mommy bahagia bersama kawannya. Kita para pria akan bersama dan daddy akan mulai mengajakmu untuk berperang oke? Daniel menciumi putranya tanpa henti hingga membuat Ziel teriak-teriak dan menoleh ke arah Akbar. Akbar berpura-pura akan pergi dan berdadah-dadah. Ziel menjerit lagi dan menjulurkan tangannya kepada Akbar. Namun begitu sudah dekat dengan Akbar nampak Daniel menjauhkannya kembali hingga membuat Ziel murka dan menarik-narik rambut daddynya serta menendang-nendangnya dan memasukkan tangannya ke mulutnya sambil berteriak-teriak. Daniel dan Akbar terus saja menggoda Ziel mereka bertiga nampak kompak bermain dan saling menggoda Ziel hingga selalu sukses membuat Ziel murka dan menjerit.


"Al, itu siapa cowok tampan dekat kak Daniel" Firda


"Mana sih?" ujar Alma sambil menoleh ke arah yang Firda maksud. "Oh...itu Akbar kembaranku"


"Yang bo'ong loe Al, seriusan nih gue nanya"


"Beneran Fir itu kembaran aku, namanya Akbar dia lagi nginep disini, soalnya kuliah dia lagi libur".


"Gila Al, koq cakepan dia sih daripada elo?" Firda


"Dasar gak sopan" Alma pun mencubiti tangan Firda. Hingga Firda meminta-minta ampun.


Alma melambaikan tangannya pada Akbar dan Akbar pun langsung menghampirinya.


"Ada apa kak manggil aku?"


"Ada yang mau kenalan tuh sama kamu" Alma


"Hay....aku Akbar adiknya Alma"


"Kembaran Bar kamu bukan adik aku" protes Alma


"Hehehe...ya begitulah kurang lebih.Aku kembaran Alma"


Lalu Akbar menjulurkan tangannya.


"Aku Firda solmednya Alma"


"Aku Mitha sohibnya Alma"


Mereka nampak bergantian berjabat tangannya.


"Sudah jangan lama-lama salamannya. Nanti dia ge'er bisa-bisa gak mau balik ke surabaya lagi. Gara-gara kenalan sama cewek Jakarta" ledek Alma.


"Hati-hati loh Bar, biasanya cowok kalo sudah jabat tangan aku gak bisa tidur malamnya" ledek Firda. Akbar hanya senyum-senyum saja menghadapi teman-teman kakaknya.


"Iyalah gak bisa tidur nanti malam, soalnya mau tanding catur nanti sama Kak Daneil" jawab Akbar.


"Aduh senyummu Bar bisa langsung bikin perut kenyang" Firdapun menggoda Akbar.


"Yang ini kalem ya siapa namanya Mitha ya?" Tanya Akbar.


Mitha hanya bisa senyum tersipu.


"Bar, dia gak bakalan tertarik sama cowok soalnya udah punya tunangan. Dia macam-macam bisa langsung dipecat sama mas Jo..wkwkwkkw" goda Firda.


"Wah gagal dong pedekate-nya " seru Akbar sambil tersenyum.


"Bar masih ada cewek satu lagi disini masa gak keliatan sih?" Tanya Firda sambil menyenggol-nyenggol lengan Akbar.


"Gak ah, yang itu ceweknya gahar aku takut"


"Hahahha....suwek loe Bar. Awas ya besok-besok loe nyariin gue" ujar Firda sambil mencibir.


"Hehehe....sudah dulu ya, aku tinggal bye" pamit Akbar. Lalu dia pun meninggalkan ladies room tersebut dan bergabung kembali dengan Daniel dan Ziel.


"Ganteng banget Al adik loe" Firda


"Cowok satu-satunya harus gantenglah malah wajib hukumnya. Besok aku mau antar dia casting loh" Alma


"Ikuuuttt...."teriak Firda


"Heyy....besok jadwalnya Pak Ngiler Fir. Mau bolos kamu besok?


"Oh Lord...berarti besok gue ngisi kuliah Al gantiin Pak Ngiler. Bodo ah gue cabut aja besok. Gue ikut loe aja kali aja gue dilirik produser pan bisa jadi artis gue Al"


Mitha menepuk-nepuk pundak Firda.


"Hei sadar bu..sadar....awas mimpimu ketinggian Fir jatuh nyungsep gak ada balon" ledek Mitha.


"Kalian tuh harusnya dukung aku, klo aku sudah jadi artis aku tenarin nama genk kita. Kalian dijamin langsung tenar semua hehehe"


"Gak mau bahaya hubbie tiap hari pasti uring-uringan terus yang ada begitu aku keluar dari rumah pasti dikintilin dia terus" Alma


"Aku juga gak mau takut mas Jo cemburu" Mitha


"Huhh....susah betemen sama emak-emak, gak ada yang bisa diajak berpetualang" dengus Firda kesal.


"I wanna dance and love and dance again. Dance yes love next"


Handphone Firda tampak beberapa kali berdering. Lalu diambilnya benda pipih yang berwarna merah itu dan dilihat siapa nama pemanggilnya.Seketika Firda menjadi tak berselera. Diabaikannya telepon itu lalu diubah menjadi mode silent. Ponsel terus saja berdering dan tak lama kemudian beberapa pesan WA nampak langsung masuk.


Tapi begitu di buka WA ternyata isinya undangan Pertunangan Firnie dan Yugho.


Firda langsung kaget seketika, tubuhnya langsung lemas. Alma dan Mitha langsung mengerubunginya.


"Fir kamu kenapa?"Tanya Alma dan Mitha bersamaan.


Firda tampak tak bisa lagi membendung air matanya. Tubuhnya menggelosor ke kursi dan dia pun menangis sambil menutup matanya.


Alma dan Mitha berpandang-pandangan. Alma mengangkat bahu sementara Mitha menggeleng-gelengkan kepalanya.Akhirnya mereka memeluk Firda dan menepuk-nepuk punggungnya serta mengusap-usapnya rambutnya.


"Tenang Fir....sabar....keluarkan kesedihanmu semua jangan dipendam lagi biar tenang hatimu" Alma mencoba menghibur Firda


"Ada apa Fir?" Alma


Firda mencoba menguatkan diri dan mengambil ponselnya. Lalu dibukanya ponsel itu dan menunjukkannya kepada Alma dan Mitha.


"Undangan pertunangan Firnie dan Yugho. Siapa yang ngirim Fir?"


"Tunangannya mas Yugho Al" Firda mengusap air matanya. Itu dia orangnya yang baku hantam sama aku Al"


"Baru semalam dia minta balikan lagi. Sekarang dia mau bertunangan dengan orang yang tidak dia cintai.Apa mau dia sih sebenarnya?apa alasan dia ngajak aku kawin lari coba?apa aku gak stress kalau begini jadinya".


"Aku sampai ngelawan mama ku loh bersikeras mau menikah dengan dia, tapi kalau ujungnya begini kan aku malu sama mamaku Al, Mit" firda terus saja mengeluarkan semua unek-uneknya kepada sahabat-sahabatnya.


"Katanya nggak cinta tapi malah tunangan, aku gak ngerti jalan pikiran mas Yugho Fir" Mitha segera membawakan minum untuk Firda.


"Coba diingat-ingat lagi Fir, apa yang mas Yugho katakan kepada kamu. Apa dia bilang ke kamu kalau dia mau tunangan?" Alma menggeser duduknya bersebelahan dengan Firda.


"Entahlah, dia hanya bilang padaku jangan percaya kalau ada berita apapun dan aku hanya disuruh percaya sama dia dan dia mengatakan akan membuat posisiku aman terlebih dahulu namun aku tidak tahu maksudnya apa". Tutur Firda


"Kamu diajak kawin lari sementara dia bertunangan dengan orang lain.kayanya gak beres nih mas Yugho" Mitha pun mengambil tempat disebelah kiri Fird.


"Apa aku putus saja ya sama mas Yugho sekarang?" Tanya Firda.


Jangan Fir, gimana kalau kamu pura-pura tidak tau dan kamu datang ke acara pertunangan itu?" usul Alma


"Tapi aku takut nggak sanggup Al. Coba kalian bayangin orang yang kalian paling cintai bersanding duduk berdua dengan mesranya dan didampingi orang tua masing-masing,apa nggak hangus hati kalian?"


"Hmmmm...iya juga ya Fir. No comentlah aku." Mitha


"Ada dua jalan Fir, kamu putusin mas Yugho sekarang atau gantian kamu permainkan dia. Dia akan bingung kalau tiba-tiba kamu putusin dia tanpa sebab lalu kamu tanya mengapa dia mau bertunangan secara diam-diam sedangkan dia mau mengajakmu kawin lari.Apa dia mau punya dua istri? Ah gila juga nih mas Yugho" tutur Alma dengan kesal.


"Terkadang bawahan suka lebih gila daripada atasan. Bos nya yang kaya raya cuma punya istri satu, lah ini anak buah mau punya dua istri sekaligus. Duh gustiiiii lieur kepala eyke say" Firda.


"Satu istri sah yang satu lagi istri siri. Mas Yugho mau jadi raja minyak Fir...hihihi..." canda Mitha


"Kalau malam di istri sah, kalau siang di istri siri jatahmu cuma siang Fir..hehehe...." goda Alma


"Gue nggak rela kalau begini. daripada tetap jadi yang kedua mending gue kawin sama dosen ngiler walau ke jadi yang ke dua tapi sah daripada gue di siri-in mas Yu. Iya nggak sih?" tanya Firda meminta persetujuan teman-temannya.


"Terserah yang terbaik aja menurut kamu Fir" Alma


"Aku juga Fir apapun yang terbaik saja untuk kamu"


Firda nampak menarik nafas dalam-dalam.


"Okey dia bisa begitu kenapa aku tidak bisa?"


"Mak..maksudnya Fir?" tanya Alma dan Mitha bingung.


"Gue main dua" jawab Firda


Alma dan Mitha saling berpandangan dan sama-sama geleng kepala.


"Gue stress gaess keluar yuk kita ngukur jalan" Firda


"Minta anterin sama Akbar sana" sebentar aku panggilin dia dulu. Alma pun berjalan ke ruang keluarga untuk memanggil Akbar.


"Maaaa..mmmaa..mmaaaa" jerit Ziel begitu melihat sosok ibunya.


"Anak mommy sayang, maaf ya bukan mengabaikanmu.Ada onty Firda dan onty mitha sayang.Mommy boleh ya gabung mereka dulu". Namun Ziel malah merangkak menuju mommynya dan memintanya masuk ke dalam gendongannya.


"Hufft....akhirnya daddy bisa bernafas lega. Ayo Ziel mommy-mu akan pergi bersama kawan-kawannya. Kamu harus selalu ikut kemanapun mommy-mu pergi. Jangan biarkan dia sendiri seperti seorang gadis" ujar Daniel sambil menoel-noel pipi gembul Ziel.


"Bie... kamu apa-apaan sih..Sudah ribuan kali aku bilang aku hanya milik kalian berdua titik"


"Aku hanya takut nanti kamu ingin mencari papah muda sayang"


Alma pun langsung mencubiti paha dan lengan Daniel hingga Daniel meringis kesaktian.


"Ampun sayang....ampun...iya aku kapok sayang. Sudah dong tanganmu jangan digunakan untuk mencubitiku terus lebih baik siapkan tenaga untuk nanti malam karena aku akan membuatmu ngeronda lagi" ujar Daniel sambil memeluk istri tercintanya.


"Aku tuh gemes sama kamu Bie kalau mesommu mulai kumat lagi"


"Hey sayang sejak kapan aku bilang tobat mesoom jika berada dekat kamu?"


"Tau ah Bie" ujar Alma sambil menggendong Ziel mencari Akbar


"Kamu tidak akan bisa pergi jika belum memberikanku hadiah sayang"


"Hadehhh Bie, aku sedang menggendong Ziel ini masih minta hadiah juga didepan dia?"


"Aku tidak perduli ini pelajaran juga untuknya kelak besar jika sudah beristri harus selalu sering-sering mencium istrinya" tak berapa lama Daniel pun langsung menyergap bibir istrinya.Sementara Ziel diam beberapa saat begitu dia lihat mommynya di serang terus dia mulai menarik-narik rambut Daddynya dan memukulinya.


"Aduh Ziel kenapa kamu selalu menjadi bodyguard jika mommymu dekat daddymu hah....apa kamu minta dicium juga? lalu Danielpun gantian menciumi Ziel.


Akhirnya Alma menyuruh Akbar mengantar Firda mencari udara di luar. Sementara dia dan Mitha juga Ziel kembali ke ruangan ladies room.


Danielpun pergi ke ruang Fitnes untuk mengencangkan roti sobeknya yang selalu nampak liat.


*********


Hmmmm....mas Yugho mulai cari masalah lagi.


Putusin ajalah Fir daripada kamu galau.😌


Jangan pada marah dulu ya gaess😂


Maaf jika banyak typo


Love u all


Galon lagi Firrrrrr😂



Firda dan Akbar sedang mengukur jalan