
Malam itu Mitha berusaha menolak Jordan dengan halus. Dia tidak ingin disentuh olehnya. Masih terdengar ditelinganya saat dia dan gadisnya menghabiskan malam bersama.
Jordan sama sekali tidak terganggu dengan penolakan Mitha. Dia memang cape saat ini selain itu dia juga tidak berminat bercinta dengan istrinya.
Mitha bisa bernafas dengan lega ternyata sangat mudah untuk menolak Jordan. Atau memang dia tidak berminat bercinta dengan istrinya. Mas bodohlah dengan semua ini. Toh hidup terus berlanjut, dan kita hidup untuk mencapai tujuan kita.
Malam itu berlalu dengan aman. Bukan hanya malam itu yang berlalu dengan aman, namun malam-malam selanjutnya Jordan juga membiarkan Mitha tidur sendiri. Ketika tengah malam baru tampak Jordan pulang kerumahnya. Ya...rumah hanya sebagai tempat persinggahan saja untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Dua bulanpun berlalu dan pagi itu Mitha muntah-muntah tubuhnya terasa lemas sekali. Dia hanya bisa berbaring diranjang. Jordan yang melihat istrinya seperti itu berinisiatif untuk mengantarnya ke dokter. Awalnya Mitha tidak mau namun Jordan memaksanya karena menurut pembantunya nyonya-nya sudah 3 hari selalu seperti ini. Akhirnya Jordanpun mengantar Mitha ke rumah sakit H. Awalnya dia pergi ke dokter umum namun dokter menyarankannya ke dokter spesialis kandungan. Setelah melakukan pemeriksaan dan melihat hasilnya ternyata Mitha positif hamil 6 minggu.
Dokter pun memberikan ucapan selamat kepada Jordan. Namun raut wajah Jordan menampakkan guratan amarah yang hampir tak terbendung lagi. Begitu selesai pemeriksaan dan pemberian vitamin untuk ibu hamil. Jordan pun segera mengantar Mitha pulang kerumah. Sedari rumah sakit hingga sampai rumah Jordan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Mitha pun diam seribu basa.
Begitu sampai didalam kamar Jordan langsung menghempaskan Mitha ke ranjang dan menarik rambutnya dengan kasar.
"Katakan dengan siapa kamu berhubungan jal*ng? Dasar pelac*r tak tahu diri. Aku tidak pernah menyentuhmu sedikitpun lalu kamu hamil anak siapa?" Tanya Jordan setengah berteriak.
Mitha masih memegangi rambutnya yang ditarik Jordan tadi, dia masih meringis kesakitan.
"Ini adalah anakku" jawab Mitha dingin.
"Pelac*r kurang ajar tak tahu di untung, menyesal aku menikah denganmu" Jordan masih meluapkan amarahnya kepada Mitha.
"Baguslah kalau begitu kita bisa bercerai langsung" jawab Mitha menantang Jordan.
Mendengar perkataan Mitha membuat Jordan menjadi gelap mata dan dia pun menampar Mitha beberapa kali hingga darah mengalir dari bibir Mitha. Mitha pun tersenyum seolah dia puas telah menyulut emosi suaminya. Melihat Mitha Jordan pun menjadi berang kembali dan dia menghantam kaca yang ada dikamarnya dengan tangannya hingga darah mengucur dari jari-jari tangannya. Jordan menjadi gila saat ini, dia tidak menyangka jika Mitha bisa bermain gila dengan pria lain. Ingin rasanya dia membunuh istrinya karena telah berani menghianatinya. Namun Mitha seolah tidak perduli dengan Jordan.
"Aku tidak pernah mengganggumu Jo jadi jangan pernah menggangguku juga. Dan mengenai anak ini, dia adalah milikku tak akan aku ijinkan siapapun untuk menyakitinya. Aku akan menjaganya hingga titik darah penghabisan. Kamu boleh menghajarku, menyakitiku tapi tidak dengan anakku.Camkan itu tuan Jordan yang sangat terhormat" selesai berkata seperti itu Mitha pun meninggalkan Jordan sendiri dikamarnya dengan tangan penuh darah. Dan dia menuju kamar tamu untuk tidur disana.
Mitha mengusap-ngusap perutnya, dia nampak bahagia. Dia yakin ini adalah anak Abraham karena dia hanya bercinta dengan Abraham bukan dengan Jordan.
Jordan menjadi syok melihat sikap Mitha. Sejak kapan wanita lemah itu bisa menjadi berani seperti ini. Siapa yang telah mempengaruhinya?sungguh sangat tak termaafkan kesalahannya. Dia harus melenyapkan anak itu dengan begitu dia bisa melihat kesedihan dimata itu. Ya Jordan akan menyakiti Mitha untuk membalaskan semua dendamnya.
Untuk meluapkan kekesalannya Jordan mengobrak-abrik kamar mereka. Puas menghancurkan kamarnya dia kembali mencari Mitha. Mitha mengunci pintunya dari dalam hingga akhirnya Jordan mendobraknya.
"Ikut denganku sekarang juga" ucap Jordan seraya menarik tangan Mitha.
"Aku tidak mau" jawab Mitha
" Kamu harus ikut aku sekarang juga" dengan paksa Jordan menarik tangan Mitha kembali.
"Stop Jo, kamu tidak pantas melakukan ini padaku, seharusnya kamu berterima kasih padaku karena aku membiarkanmu hidup bersama gundikmu. Aku tahu hubungan kalian tetapi aku diam" ucap Mitha lagi.
" Dengar...hubunganku lebih baik padanya karena aku telah menikahinya walaupun hanya siri. Dia adalah istriku dan aku menikah terlebih dahulu dengannya bukan denganmu" Jordan masih dihinggapi kemarahannya yang menggunung.
"Kamu menikah dengannya tetapi tetap saja aku yang sah di mata dunia" balas Mitha.
Mendengar Mitha berani mendebatnya membuat Jordan semakin berang. Hampir saja dia menampar Mitha lagi.
"Aku akan menceraikanmu" ucap Jordan.
Akhirnya Jordan meninggalkan Mitha sendiri dan malam itu dia tidak pulang.
Betapa kagetnya Mitha mendapati Jordan bersama gadis itu dikamar mereka. Ya Jordan sengaja membawa istri siri-nya ke dalam rumah mereka.
Mitha memprotesnya namun Jordan membelanya dan mengusir Mitha dari kamar mereka. Mulai detik itu Mitha tinggal dikamar tamu.
Jordan sengaja memperlihatkan kemesraannya dihadapan Mitha. Walau ada rasa nyeri didalam hati Mitha namun dia tidak memperdulikannya. Satu atap dua cinta begitulah kehidupan Mitha. Setiap hari dia melihat pemandangan yang membuat matanya sakit dan lagi-lagi dia diam. Dia tidak pernah mengajak teman-temannya kerumahnya karena dia tidak mau temannya melihat kehidupan pernikahan mereka yang sesungguhnya. Dia hanya berbicara kepada Abraham jika sudah sangat suntuk hatinya. Mitha pun tidak ingin berniat memberitahu Abraham jika dia sedang mengandung anaknya. Dia tidak ingin memanfaatkan Abraham dengan kehamilannya. Walaupun sah-sah saja dia memintanya karena memang Abrahamlah ayah dari anaknya itu.
" Semoga istrimu segera hamil mas Jo, aku berdoa untuknya agar kamu bisa segera menjadi seorang ayah" ucap Mitha tulus.
" Tentu saja aku akan memiliki anak bersamanya, wanita jal*ng. Sebaiknya pikirkan anakmu itu yang tidak mempunyai ayah. Ingat jangan memakai namaku, karena dia bukan anakku" ucap Jordan dingin.
"Aku tidak perlu memakai namamu mas Jo karena dia memilikiku" jawab Mitha sambil tersenyum memegang perutnya yang mulai membuncit. Melihat hal itu Jordan merasa jika Mitha sedang mengejeknya.
Jordan mulai menekan istri sirinya agar segera hamil namun istrinya tidak tampak hamil-hamil padahal mereka sudah menikah siri selama hampir 7 bulan. Sedangkan usia kehamilan Mitha sudah menginjak 4 bulan. Jordan mengajak istri tercintanya ke dokter kandungan, dia melakukan berbagai macam cara agar istrinya segera hamil. Namun usahanya sia-sia semua. Istrinya tidak bisa hamil.
Jordan benci melihat Mitha dengan perut gendutnya. Dia pernah memberinya obat penggugur kandungan kepadanya namun tak berhasil. Dia juga pernah mengajak Mitha untuk aborsi namun tidak berhasil juga karena Mitha berhasil melarikan diri. Rupanya Tuhan menyayanginya hingga dia bisa menjaga kandungannya sampai saat ini.
Selalu saja ada orang baik yang menolongnya. Dia merasa hidupnya seperti di film-film dengan pertolongan yang tidak pernah disangka-sangkanya.
Usia kehamilan Firda dan Mitha hanya berselisih kurang lebih 5 bulan. Sekarang usia kehamilan Mitha sudah memasuki bulan ke lima dan Firda sedang bersiap-siap untuk melaksanakan persalinannya. Dia tidak mau merasakan sakit, dia ingin cesar namun Tuhan berkehendak lain. Firda sudah merasakan sakit yang luar biasa air ketubannya sudah pecah. Yugho segera bertindak sebagai suami siaga, dia selalu mendampingi istri tercintanya dari awal-awal pembukaan hingga saat proses melahirkan. Dia tidak tega melihat kesakitan yang diderita istrinya namun proses cesar juga tidak bisa dilakukan lagi karena Firda sudah mengalami pembukaan 5 (maaf ya kalau salah. intinya Firda ingin cesar tetapi dia terpaksa harus melahirkan secara normal, biar dia merasakan sakit jangan enak-enak terus maunya😂)
Keluarganya dan keluarga Yugho sudah berkumpul bersama menyambut kelahiran cucu pertama mereka.
Tepat pukul 10 malam akhirnya Firda melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat mungil. Dengan panjang 50cm dan berat 3.3kg. Yugho menangis sambil mengadzankan anaknya. Dia tidak menyangka sebahagia ini menjadi seorang ayah. Dia mendekap putri kecilnya sambil memeluk Firda dengan sangat bahagia. Berkali-kali Yugho memciuminya. Keluarga besar pun tak kalah antusias behagianya. Mereka berlomba-lomba mencari nama yang indah untuk cucu pertama mereka.
Mama Erlin sudah menyiapkan kamar untuk cucu tercintanya. Ayah Yugho juga tidak mau kalah, dia pun menyiapkan kamar untuk cucu pertamanya dirumahnya. Dan Yugho? Tentu saja dia sudah mendekor sebuah kamar untuk anaknya disamping kamarnya dengan pintu tembus dari kamarnya menuju kamar putrinya.
Mendengar Firda sudah melahirkan esoknya Alma dan Mitha mengunjungi Firda. Alma datang bersama suami dan anaknya, Mitha datang sendiri sedangkan Jordan menjemput Mitha ketika akan pulang. Mereka bersikap sangat manis dihadapan teman-temannya.
Melihat Yugho memiliki anak perempuan Daniel segera mengkode Alma agar segera hamil lagi dan memberikan anak perempuan untuknya. Namun Alma malah mencubitnya, dia ingin Ziel besar dulu baru dia akan segera memberikan lagi anak untuk suaminya. Daniel hanya pasrah dengan aturan istrinya itu.
Entah mengapa Jordan membenci wanita yang memiliki anak. Melihat Firda memiliki anak membuatnya muak terlebih lagi melihat Mitha yang sedang hamil. Dia sangat membenci situasi saat ini. Andai mereka sedang tidak pura-pura menjadi pasangan yang manis, tidak sudi Jordan disuruh menjemput Mitha. Jordan tidak mau berlama-lama disana, melihat Daniel menggendong putranya...melihat Yugho menggendong putrinya membuat kepalanya menjadi pusing. Dia segera mengajak Mitha berlalu dari sana. Ingin sekali rasanya dia mendorong Mitha keluar dari mobilnya tetapi untunglah dia masih mempunyai sisi kewarasannya. Bukan hanya Jordan yang membenci Mitha rupanya istri Jordan yang lainpun menaruh dendam kepada Mitha. Iri....? Ya mereka iri melihat Mitha yang hamil tanpa memiliki ayah dari anaknya. Sedangkan mereka telah berobat ke luar negeri namun semuanya nihil tak ada hasil. Istri Jordan sampai sekarangpun belum bisa hamil. Bukan hanya Jordan yang berusaha melakukan pengguguran kepada Mitha terkadang istrinya pun melakukan hal yang jahat kepadanya tetapi dewa pelindung selalu mengepakkan sayapnya untuk melindungi putri tercintanya. Bagitulah kehidupan Mitha yang sangat ironis. Gadis lembut dengan kekuatan luar biasa didalam dirinya.
******
Maaf gaess belum bisa membuat kalian semua senang...aku singkat cerita Mitha🙏😥
Chelsea kelak
Chelsea Celina Stefani putri kesayangan Yugho