Miss Rusuh

Miss Rusuh
Kedatangan Ibu Yugho



Tak berapa lama tampak mobil berhenti di depan rumah Firda. Suzil dan Randi memasuki rumah itu. Tak biasanya rumah tampak sepi begini. Biasanya sang mama yang selalu menyapanya jika dia pulang ke rumah.


"Tumben sepi sekali, mama dimana ya mbok?" Tanya Suzil kepada mbok Sumi.


"Anu neng, tuan dan nyonya sedang dikamar neng Firda" jawab mbok Sumi.


"Firda? Tumben dia kemari mbok. Ada acara apakah sampai mama dan papa semua berkumpul disana?" Suzil nampak sedikit bingung.


"Sudahlah daripada kamu bingung lebih baik kita ke tengok ke kamar adik kamu" tawar Rendi.


"Hmmm.... ya baiknya kita segera kesana" Suzil langsung melangkahkan kakinya ke kamar adiknya dan diikuti oleh Rendi.


"Haay...sedang apa kalian semua disini?" Tanya Suzil.


"Kakak" pekik Firda kegirangan dan langsung merosot dari tempat tidur.


Namun buru-buru dihalangi oleh mamanya.


"Diam, jangan nakal cukup diranjang saja kamu. Jangan kemana-mana oke atau mama iket kamu diranjang" mama langsung memarahi Firda karena dia tidak mau anaknya mengalami keram perut lagi karena banyak bergerak.


"Mama...aku dibuat macam orang penyakitan saja" Firda langsung mengomel sendiri.


Suzil langsung menghampiri adiknya dan bertanya kepada mamanya.


"Memang Firda sakit apa mah sampai dia tidak boleh bergerak?"


"Bukan sakit kak, adik kamu sedang hamil muda baru saja dia keram perut karena berlari memeluk papanya. Makanya mama melarang dia banyak bergerak untuk saat ini. Biar tidak ngeflek lagi kak" begitu penjelasan mama Er. Suzil langsung tersenyum


"Sebentar lagi aku akan menjadi tante dong mah" ucapnya senang.


"Selamat ya adikku yang rusuh yang suka membangkang. Sehat-sehat terus ya sayang, semoga ponakanku cewek biar bisa diajak jalan-jalan sama tantenya" Suzil langsung memeluk Firda.


"Terima kasih onty Zil jangan lupa tiap bulan jatah baju buat ponakan tersayang" jawab Firda.


"Itu mah tenang ya dek, asal mau diajak ke klinic pasti pulangnya dibeliin yang dede mau" Suzil menarik rambut Firda dengan gemas.


Adik kecilnya sebentar lagi akan menjadi mama. Sedangkan dia baru akan melangsungkan pernikahan. Walaupun awalnya dia kesal dengan Firda namun lama-lama dia berusaha menerima semuanya. Kalau orang tuanya sudah memaafkan Firda kenapa dirinya tidak memaafkannya juga. Begitulah pikir Suzil, dan pada dasarnya dia sangat menyayangi adik perempuan satu-satunya itu.


"Firda jangan kemana-mana dulu ya, kamu harus menginap dirumah mama seminggu. Ingat tidak ada bantahan" mama memandangi mereka satu persatu.


"Jika nyonya sudah bertitah bisa apa saya?" Jawab papa sambil tersenyum lebar.


"Saya terserah Firda saja mah" jawab Yugho.


"Baiklah aku tinggal disini seminggu tapi jangan perlakukan aku seperti orang penyakitan ya mah" jawab Firda.


"Mama hanya menjaga kamu, jika kamu macam-macam maka mama akan mengikat kamu biar kamu tidak bisa kemana-mana" jawab mama tegas.


"Baiklah....baiklah nyonya" jawab Firda sedikit kesal dan mama langsung tertawa senang.


"Susah jika sudah berhubungan dengan mama" ledek Suzil. Mama langsung melotot dan Suzil hanya tertawa melihat gaya mamanya itu.


"Oh oya mas, bukankah kita akan kerumah ayah mas?" Jadikan kita kesana?"tanya Firda.


Yugho langsung berfikir.


"Melihat keadaan kamu seperti sekarang ini sebaiknya kita tunda kesananya sayang. Nunggu kamu sehat terlebih dahulu" Yugho langsung membelai-belai rambut istrinya.


"Biarkan nanti mas yang akan bilang kepada mereka" Yugho langsung tersenyum. Kemudian dia segera keluar kamar dan langsung duduk dikursi taman.


Mama Erlin mengupasi buah untuk cemilan anaknya.


"Aku sudah kenyang mah, jangan dipaksa lagi" Firda lalu menutup mulutnya dengan tangannya.


"Hanya sedikit sayang, ayo buka mulutmu" mama memaksa Firda agar segera makan buahnya. Namun papa melarang mama memaksakan Firda lagi.menurut papa jika Firda lapar nanti juga dia bisa makan sendiri. Dan seperti biasa mereka berdebat lagi.


"Cape deh, melihat mereka selalu seperti ini jika sudah berhubungan dengan Firda" Suzil nampak menepuk-nepuk jidatnya melihat kelakuan orang tuanya. Rendi hanya tersenyum dengan kelakuan calon mertuanya itu, lalu dia menarik Suzil keluar kamar dan mengajaknya ngobrol diluar.


Yugho nampak sedang berbicara dengan seseorang ditelepon.


"Iya bu, aku terpaksa hari ini tidak jadi mengunjungi ibu karena Firda ngeflek terus bu dari kemaren" jawab Yugho.


"Ya Allah...bagaimana dengan cucu ibu Go?" Tanya ibu Yugho dari balik telepon.


"Alhamdulillah baik bu, makanya Firda aku tidak ijinkan kemana-mana dulu bu. Kami seminggu ini akan menginap dirumah mertuaku bu" jawab Yugho.


"Beri alamatnya dan ibu akan menyusul kesana Go"


"Tidak usah bu, biar minggu besok saja aku kesana"


"Tidak nak, ibu mau melihat menantu ibu dan juga anak kamu. Kasih alamatnya sekarang ya Go.Ibu akan mengajak ayah kamu. Semoga dia mau mengantar Ibu"


"Baiklah jika ibu memaksa. Ingat bu, jika ayah tidak mau ikut maka aku yang akan menjemput ibu kesini"


"Baiklah Go, nanti ibu kabari. Jika ibu tidak memberimu kabar berarti itu tandanya ayahmu mau mengantar ibu. Gitu saja ya nak"


"iya bu, jika begitu mau ibu, assalamualaikum" yugho langsung mematikan sambungan teleponnya.


*****


"Ayolah pak kita kesana, Ibu mau mengunjungi anak dan menantu ibu. Ibu kangen dengan Yugho Pak" ibu Yugho mencoba mengajak suaminya agar mau menengok anaknya.


"Kalau saya bilang tidak mau ya tidak mau toh bu. Jangan memaksa saya bu, saya sudah bilang jika saya tidak menyetujui hubungan mereka dan itu berlaku sampai kapanpun. Bapak hanya cocok dengan Firnie dan tidak dengan yang lainnya termasuk menantu kamu itu" ucapnya dingin.


"Yakin Bapak tidak mau ikut? Sebentar lagi kita akan mempunyai cucu Pak" jawab Ibu Yugho penuh kebahagiaan.


"Mungkin itu cucumu tapi bukan cucuku" jawabnya pedas. Ibu Yugho hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Memang suaminya itu terkenal saklek jika sudah tidak suka dengan seseorang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa berubah namun Ibu Yugho dengan sabar menghadapi sifat keras suaminya itu.


"Baiklah Pak, saya akan naik grab saja kesana. Ibu sudah lama kangen dengan anak Ibu. Sekarang terserah Bapak saja, Bapak tidak bisa melarang Ibu untuk bertemu dengan anaknya. Ibu akan memesan aplikasi online" lalu Ibu Yugho langsung membuka aplikasi dan bermaksud memesan layanan online tersebut. Tiba-tiba ayah Yugho mengambil handphone-nya dan langsung mematikannya.


"Ayo Bapak antar kesana tapi jangan salahkan Bapak jika Bapak marah dan bertengkar dengannya disana"


"Memang nya Bapak tidak malu bertengkar dirumah besan sendiri?"


"Bapak tidak perduli karena Bapak tidak menganggap anak itu sebagai menantu Bapak. Kamu tahukan siapa yang pantas untuk mendampingi anak kita?"


"Pak, kalau dia bukan jodohnya kita tidak bisa berbuat apa-apa Pak. Jodoh itu Tuhan yang menentukan. Seperti kita dulu Pak, padahal dulu Bapak tidak mencintai Ibu tetapi pada akhirnya Bapak yang meminta agar Ibu mau menikah dengan Bapak"


"Itukan dulu Bu dan karena Bapak tau jika Ibu itu wanita yang tulus. Tetapi melihat tingkah laku istri Yugho Bapak tidak percaya jika dia mencintai anak kita Bu. Apalagi Bapak dan mendiang ayah Firnie sudah membuat perjanjian tetapi semuanya kacau kerena menantumu itu Bu" jawab ayah Yugho dengan kesal. Sepanjang perjalanan ayah Yugho terus saja mengatakan dan menjelek-jelekkan Firda namun Ibu Yugho hanya mengiyakan saja. Begitu lebih baik pikirnya daripada terus berdebat dengan suami keras kepalanya itu.


Akhirnya sampailah mereka dirumah mewah keluarga Firda. Ibu Yugho segera menghubungi anaknya. Tak lama kemudian Yugho pamit keluar untuk menjemput ibunya.


"Sayang....mas keluar dulu ya, ada ibu mas ingin menjenguk kamu" Firda tampak tersenyum bahagia.


"Serius mas?" Ibu kamu mau kemari?" Tanya Firda hampir tak percaya.


"He'em sayang, dia sudah ada diluar" Yugho menatap istrinya dan Firda langsung merentangkan ke dua tangannya, lalu Yugho membawanya ke dalam pelukannya.


"Ada apa sayang? Kamu tampak bahagia sekali" tanya mama Er.


"Mamanya mas Yugho kemari mah" jawab Firda.


"Hah? Kenapa dadakan sayang?" Tanya mama.


"Aku juga nggak tau mah, memang sih awalnya aku sama mas Yu ingin kesana selepas dari sini tapi gara-gara perut aku keram, mama langsung menawanku disini. Kami tidak jadi kesana dan akhirnya ibunya mas Yu yang kemari ingin jenguk aku mah" jawab Firda dengan mata berbinar.


"Baiklah mama akan suruh bibi dulu agar menyiapkan minum untuk ibu mertua kamu" mama langsung mencium Firda setelah itu dia pergi ke dapur guna menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut besannya itu.


Yugho masuk kedalam kamar Firda bersama ibunya. Dan ibu Yugho langsung memeluk menantunya itu. Dari awal dia tidak pernah mempermasalahkan Firda sebagai menantunya. Hanya karena terlalu mendadak pernikahan mereka dan juga karena suaminyalah maka Ibu Yugho tidak datang ke pernikahan anaknya itu.


"Bagaimana keadaanmu Fir, dedeknya baik-baik saja kan?" Tanya Ibu Yugho sambil mengelus-elus perut Firda.


Papa Josh langsung menghampiri Ibu Yugho dan langsung berjabat tangan.


"Maafkan saya Pak, baru sekali ini saya mengunjungi menantu saya" sambil menunduk Ibu Yugho mengatakan hal itu. Ada rasa bersalah didalam dadanya kepada keluarga Firda namun semua sudah terlanjur. Dan papa Josh denagn lapang dada menerima kehadiran besannya itu. Mereka tampak berbicara bersama.


Mama Er masuk kembali ke kamar Firda dan langsung bergabung dalam pembicaraan mereka.


"Ayahnya Yugho tidak ikut serta bu?" Tanya mama Er.


Ibu Yugho bingung ingin menjawab apa. Disatu sisi dia juga harus menjaga nama baik suaminya. Akhirnya dia memilih sedikit berbohong kepada mama Er dan mengatakan jika suaminya masih dikantor jadi belum sempat menjeguk menantunya. Mama Er hanya mengangguk-angguk saja.


"Saya siapkan teh dulu ya Bu, kita ngobrol sambil ngeteh biar lebih hangat ngobrolnya" Ujar mama Er. Lalu mama langsung keluar dari kamar Firda.


Sebelum menuju dapur dia melongok ke depan rumahnya, dia melihat seseorang dengan tingkah yang mencurigakan.


"Siapa itu mencurigakan sekali tingkahnya" lalu mama keluar rumah guna melihat seseorang yang nampak mencurigakan itu.


"Siapa kamu?mau apa kamu di depan rumah saya?" Tanya mama Er. Begitu mendengar ada yang bertanya, ayah Yugho langsung berbalik dan dia langsung menatap mama Er.


"Kamu?" Tanya ayah Yugho dengan mata terbelalak.


"Kamu? Kaa-kaamu?" Jawab mama Firda tak kalah kagetnya.


mereka saling menatap dan saling terpaku dalam diam. Mama Erlin tampak sedikit gemetar sementara ayah Yugho menatapnya dengan pandangan sinis penuh dengan kebencian.


**********


Mama Erlin kenapa bengong lihat ayah Yugho🙄


Jangan ada dusta diantara kita😥


Telat ga apa ya up-nya daripada tidak up🤭


happy reading gaess


Kemaren ada yang minta foto orang tua Firda ya😂


Maaf ya kalau ada yang tidak setuju🤭


Mama Erlin



Papa Josh



IbuYuggo



ayah Yugho